Takdir Illahi

Takdir Illahi
#7


__ADS_3

Sebuah takdi yang tak bisa di prediksikan oleh akal pikiran, kalua Allah sudah berkata" kun" pasti tidak ada yang tidak mungkin bagi ya.Aku siapa yang menentang akan takdir nya walau pun tak terima, terjadi yah terjadi tidak bisa di ubah menerima kenyataan yang fahit.Walau kita enggan untuk menelannya mungkinkah ada kemanisan di balik kepahitan itu.


"Emmmz… kepala ku terasa pusing "gumam Rahma, berusaha bangun.


"Nak kamu sudah bangun"ucap Fatimah sang bunda.


"Bun...." lama Rahma terdiam, mengingat apa yang terjadi sekelebat bayangan bermunculan di kepalanya hingga Rahma tak ingat sama sekali. bunda Fatimah pun langsung memeluk putri kesayanganny yang membisu dengan tatapan kosong air mata meluncur begitu saja.


"Ayah... dimana Bun"ucap Rahma lemah dipelukan Fatimah. sang bunda diam membisu tak menjawab ucapan anaknya rasanya tenggorokannya tercekat.


"Ayah... Ayah... "teriak Rahma memberonta ingin di lepaskan dari dekapan bunda Fatimah. "mana A..yah bun Rahma pengen li..attttt"teriak Rahma lagi.


"tapi kamu janji sama Bunda,kamu harus ikhlas nak...!!" ucap bunda Fatimah lilir Rahma tak bisa menjawab lagi tenggorokan kering sulit untuk sekedar mengucap cairan bening sudah membanjiri kedua pipinya. Rahma berjalan sempoyongan menuju ruangan ICU dimana sang ayah berada. Dengan bergetar Rahma membuka kenop pintu.


"ceklek….


Perlahan Rahma masuk dilihatlah sang ayah yang berbaring pucat diatas brankar dengan susah payang Rahma menahan tangisannya dadanya sesak sekali.


" hik..hik.. Ayah..... " lilir Rahma


Rasanya tak sanggup lagi Rahma melangkah kan kedua kaki nya.


"Dhe,, yang sabar yah insyaallah ayah sudah tenang di sana ikhlaskan ya"ucap Zam-zam kakak pertama Rahma sambil mendekap sang adik.


Zam-zam langsung pergi ke Bandung mendengar ayah ya kecelakaan .Farhan yang memberi tau kakak pertamanya hari ini adalah duka bagi keluarga Qolayuby.


Rasanya baru kemaren Rahma bercanda tawa dengan sang ayah tapi sekarang tawa itu sudah di renggut paksa di bibir mungil Rahma dengan cara kehilangan sang ayah yang selalu menjadi tameng ketika sang bunda marah padanya.


Kamar yang gelap seperti tidak berpenghuni seorang anak tak henti-hentinya menangis walau ayah nya sudah satu hari di semayamkan.Dirinya tidak mau keluar dan tak mau di ganggu rasanya enggan untuk melangkahkan kedua kakinya.


Tok..


Tok..


Suara ketukan pintu terdenhar di telinga Rahma.


"Dek ayo keluar di bawah ada calon suami mu,temui lah walau sebentar... Dhe..dhe.."


Tidak ada sautan seolah-olah penghuninya tak peduli dengan perkataan sang abang.Gadis itu tetap duduk dalam kegelapan kamarnya sambil memeluk poto sang ayah.


"Yasudah... kalua Ade gak mau menemuinya"ucap Farhan pasrah dan berlalu pergi meninggalkan kamar Rahma.


"Bun Rahma gak mau keluar "ucap Farhan ketika sudah berada di ruang tamu.

__ADS_1


"Emmz gimana yah.. " ucap bunda Fatimah bingung tidak enek sama calon besan nya.


"Gak papah jeng kalua Rahma gak keluar saya ngerti dengan kesedihan Rahma iyakan nak..." ucap umi kulsum, sambil menepuk pundak Fauzi .Si empu cuma tersenyum menanggapi ucapan mamahnya.


Keluarga Fauzipun pamit pulang membuat bunda Fatimah tak enak dengan kelakuan anaknya. walau sedang bersedih tetap saja tamu wajib di hormat tak boleh mengabaikannya.


_______


Rahma berusaha bangkit dari keterpurukannya, berusaha tersenyum menandakan seolah-olah dia baik-baik saja .Padahal jauh di relung hati nya ada kesesakan bagai mana tida ! .Sakit ketika kita di tinggal oleh orang tersayang apalagi tampa pamit tapi mau gimana lagi kalau allah sudah menghendaki tidak ada yang bisa menolaknya yang ada harus ikhlas merelakan kepergian.Karna setiap manusia yang datang pasti akan pergi entah itu sekarang esok atau rusa, itu semua rencana allah tak ada yang mampu menandingi.


Seperti sekarang kemeren-kemeren Rahma dalam keadaan bersedih.tapi lihat lah rencana allah yang membalikan hati Rahma.Dia sedang tersenyum kepada calon suaminya yang dua hari lagi akan menjadi kekasih halal nya.


"Ka mau pilih yang mana kebayanya?"tanya Rahma. Mereka sedang ada di sebuah butik sedang Fithing baju.Seharus nya hari sabtu kemaren sudah selesay tapi di karnakan masih ada duka jadi tidak jadi .Dan jadi nya hari ini apa lagi waktunya sudah mepet jadi mereka buru-buru mempersiap kan nya.


"Yang itu aja" tunjuk Fauzi kearah kanan Rahma.terdapat sebuah gaun pengantin yang berwarna putih sederhana tapi elegan.


"Yah sudah yang ini aja berarti.."


"Kamu suka?"tanya Fauzi hati-hati.


"Tentu apapun yang kaka pilihkan Rahma suka"jawabnya mantap, dengan seulas senyuman.Sesudah di butik mereka melaju ke salah satu moll terbesar di Bandung sesudah sampay Fauzi memarkirkan mobilnya buru-buru keluar duluan mau membukakan pintu untuk calon kekasih halalnya.


"Terima kasih "Fauzi hanya tersenyum membalas ucapan Rahma, mereka langsung berjalan memasuki moll Fauzi yang memingpin jalan Rahma mengekor di belakang menuju ke salah satu tokoh perhiasan.


"Sama kakak aja pilihnya... "cicit Rahma hati-hati.


"Gak. giliran Rahma aja yang pilih kan tadi kaka udah pilihin baju, kalua ini sama kamu aja" sergah Fauzi.dengan pasrah Rahma melihat-lihat cingcin yang berjajar rapi. Rahma terhipnotis oleh sepasang cincin berlin paling kecil yang berbentuk hati di tengah-tengahnya,ada mutiara kecil yang menghiasi ukiran love nya.


"Yang itu aja"ucap Rahma sambil menunjuk,Fauzi pun menoleh dan tersenyum melihat cincin pulihan Rahma.


"Bener yang itu gak mau yang besar kan banyak"tawar Fauzi.


"Gak itu aja kak" cicit nya sambil tertunduk malu itulah salah satu sifat Rahma yang Fauzi sukai,satu kata "SEDERHANA" padahal banyak perhiasan yang jauh lebih mewah.Padahal Fauzi bisa membelinya dengan toko-tokonya kalau Rahma tau tapi sayang tidak banyak orang tau bahwa Fauzi mempunyai kekayaan yang melintir.Tapi itulah Fauzi bersikap sederhana seolah-olah tak punya apa-apa.


"Sebelum pulang mau kemana dulu?" tawar Fauzi,sesudah keluar dari toko perhiasan. Rahma berpikir sejenak apakah ada tempat yang mau di temui.


" Langsung pulang aja ka"


"Gimana kalau kita makan dulu baru pulang" sergah Fauzi.


"Yah sudah gimana kaka aja",merekapun berjalan menuju restosan yang ada di dalam moll itu Fauzi menyodorkan buku menu makanannya kepada Rahma tapi Rahma enggan untuk mengambil.


"Samain aja sama kaka "ucap Rahma, membaut Fauzi menarik lagi buku menunya.

__ADS_1


"Ya sudah "Fauzi pun memanggil pelayan "Mas…" sambil mengangkat tangan nya pelayan itu pun menghampiri mereka.


" Iya amas ada yang bisa saya bantu? "tanya pelayan tersenyum ramah.


"Saya pesan jus alpukat dua dan sepageti dua"


" Ya sudah tungguin sebentar ya amas "pelayan itu langsung pergi hening ,rasa canggung menyelimuti Rahma seperti tau Fauzi membuka obrolan supaya memecah keheningan tersebut.


"Ehemmm"


"Kenapa ka"


"Terima kasih kamu telah menerima kakak"


Rahma hanya diam harus bagai mana menanggapi, entah kenapa perasaannya gelisah.


"Sama-sama ka" itu yang bisa Rahma lontarkan.untuk menjawab ungkapan Fauzi.


Suasana hening kembali ketika seorang pelayan datang mengantarkan makanan yang tadi mereka pesan.


"Silahkan di nikmati.. "ucap pelayan ramah.


"Terimakasih"ucap Rahma dan Fauzi.


Merekapun langsung makan tidak ada pembicaraan apa pun lagi hanya derung sendok dan garpuh yang memecah keheningan di antara mereka.


.


..."Biarlah rasa ini hadir dengan sendirinya...


...jika berubah, jangan salahkan Aku ...


...tapi salahkan pada keadaan"....


...*Rahma qolayuby*"...


_______


jangan lupa.. like


komen


votenya yah...

__ADS_1


__ADS_2