
..."**C*inta memang selalu membuat orang buta...
...seperti banyak orang yang mengatakannya...
...lera sakit...
...lera berjuang...
...lera memaafkan...
...dan lera memberi...
...**T*akdir illahi**...
...----------------...
Bunda Fatimah yang mendengar menantunya sudah sadar dari Farhan langsung keluar dari ruangan Rahma yang sedang tertidur pulas.
Berjalan beriringan dengan Farhan keruangan Azam.
"Assalamualaikum " ucap bunda Fatimah.
"Waalaikumsalam " jawab Zanab, Azam dan Ayahnya.
Raut bahagia terpancar dari wajah bunda Fatimah melihat menantunya benar-benar sudah sadar.
"Bagai mana keadaan kamu Nak.." ucap bunda Fatimah lembut.
"Alhamdulilah baikan Bun.. " balas Azam tapi ada yang kurang Azam tidak mendapati Istrinya bersama sang Mertua dan Kakak Iparnya seketika membuat wajah cerianya jadi murung.
Seperti langit kota Bandung yang cerah, sinar Matahari yang begitu menyengat di siang hari tiba-tiba meredup terhalang gumpalan awan yang mulai mendung menandakan sebentar lagi hujan tiba.
__ADS_1
Rintikan hujan perlahan turun membasahi bumi seolah-olah tau ada hati yang sedang panas yang menginginkan dingin supaya mencair.
Semua orang yang ada diruangan tau apa yang sedang Azam rasakan bunda Fatimah langsung mengusap lemput pundak menantunya " maafkan Bunda Nak... " ucap bunda Fatimah yang mulai berkaca-kaca.
Azam yang mendengar Mertuanya minta maaf langsung berbalik " kenapa Bunda minta maaf Bunda gak punya salah... " ucap Azam lembut tidak enak.
"Bunda minta maaf sempat meragukanmu Nak.. " seketika membuat Azam terdiam baru mengerti kemana arah pembicaraan ini menbuat Azam mengingat terakhir kali dia bertemu sang Istri yang mengusirnya dengan tatapan jijik, benci dan kecewa membuat dada Azam bergemuruh berusaha mengendalikan sara sesak di dadanya.
" Tidak apa-apa Bun setiap orang tua pasti akan melakukan hal yang sama Azam paham... " ucap Azam berusaha tenang.
" Abang juga minta maaf Dek" ucap Farhan ikut bergabung dalam pembicaraan dan mendekat kearah Azam merasa bersalah karna sikafnya yang membabi buta menyudutkan Azam tampa mau mendengarkan penjelasan Azam.
Itulah sikap abang-abang Nana yang bertolak belakang Zam-zam yang kerap mewarisi sikap ibunya yaitu peria penuh kelembutan,dewasa dan penuh kasih sayang berbeda dengan farhan sikaf tegas, mendahulukan otot tapi tetap hatinya lembut selembut sutra jika bersama orang-orang yang disayanginya yang tak lain dari gen ayahnya sedangkan Nana mempunyai sikap yang berbeda entah dari mana mewarisinya bar-bar,pecicilan,manja ,keras kepala dan hati yang mudah rapuh tapi tetap sikap kasih sayang melekat di dirinya .
Mungkin Rahma terlalu di manja karna dia adalah tuan putri satu-satunya dari keluarga Qolayuby yah hasilnya jadi begitu.
Hening Azam tak menjawab langsung ucapan kaka Iparnya hanya menatap kosong kearah Farhan lagi-lagi membuat Azam harus mengingat pertengkarannya dengan Farhan satu minggu yang lalu bukan Azam membenci hanya saja terlalu kecewa tapi Azam bisa memahami.
Suasana yang sedikit tegang membuat Zenab Mamah Azam menalik lengan Suaminya untuk ikut keluar memberikan ruang untuk keluarga besannya meluruskan, Ayah Azam hanya pasrah ditarik oleh sang Istri.
Bunda Fatimah dan Farhan tau apa yang dirasakan Azam membuat Farhan harus turun tangan membantu memperbaiki semuanya karna Farhan tau adiknya yang keras kepala sampai kapanpun pasti tidak akan menunjukan batang hidungnya walau hanya sekedar minta maaf karna sudah di kuasai dengan rasa bersalah, malu dan tak pantas untuk menunjukan diri pada Azam.
" Maafkan adek Abang Zam .." ucap Farhan sambil menepuk pundak adik iparnya.
" Kenapa bukan Rahma yang kesini dan minta maaf pada Azam... apa sebenci itukah dia pada Azam... " ucap Azam masih dingin menatap kosong kedepan walau tidak dapat dipungkiri hatinya merindukan Istri manjanya.
" Dia sudah tidak membenci mu... hanya saja Rahma sedang membelenggu dirinya sendiri.. "
"Maksud Abang? "Azam tidak mengerti semarah dan sekecewanya Azam dia tetap memaafkan Rahma dan peduli padanya tidak mau terjadi apa-apa kepada wanita yang dicintainya.
" Rahma sudah mengetahui semuanya entah dari siapa Abang juga tahunya dari Bang Zam-zam yang datang kesini tiga hari yang lalu dan marah pada Abang yang bertindak gegabah tampa mencari tau dan bang Zam-zam juga menjelaskan perihal potho dan hoax di sosial media yang tersebar itu karna bang Zam-zam sempat lihat orang yang sedang memotretmu pas di jakarta membuat bang Zam-zam berpikir ada yang tidak beres ternyata dugaannya benar hingga bang Zam-zam menyelidikinya dengan Fandi itu semua adalah ulah sahabat Nana sendiri tapi bang Zam-zam bersikeras jangan memberi tahu kalau Dinda yang melakukannya hanya takut membuat mental Rahma jadi drof ... "
__ADS_1
"Maksud Abang apa? ada apa dengan Istriku.. " potong Azam mendengar keadaan Istrinya tak berdaya membuat hatinya terhunus.
Sungguh jujur Azam memang sakit karna sikap Istrinya tapi Azam juga tidak bisa membaohongi kalau Azam tak menginginkan sang Istri kenapa-napa sikap Azam yang lemah lembut tidak mendendam mewarisi mamahnya membuat Azam selalu lemah dan membuang semua ego dan emosinya tapi kalau sifat Azam mewarisi Ayahnya itu semua akan hancur karna keras kepala dan mudah marah.
Memang hati Azam sakit tapi lebih sakit jika Azam harus mendengar sang Istri tak berdaya sebesar itukah cinta dan kasih sayang Azam pada Rahma? bagai mana sebaliknya? sungguh indah Allah ciptakan di antara makhluk didunia ini Allah selipkan orang yang istimewah .
Karna istri adalah pondasi rumah tangga jiga seorang istri sakit maka rumah tangga itu jangan di katakan baik-baik saja, senyum istri bagaikan bunga yang baru mekar menenangkan hati kepada setiap pemiliknya begitupun sebaliknya air mata istri akan jadi duri setiap hati suaminya.
Seperti yang Azam rasakan saat ini rasanya dunianya begitu sesak dibandingkan rasa sesak rasa kecewanya.
" Rahma ternyata memiliki trauma yang selama ini dia sembunyikan dia memiliki rasa itu ketika di tinggal oleh ayahnya dan calon pengantinnya tapi dia begitu hebat menyembunyikannya dia selalu takut akan kata ditinggalkan hingga Bunda lihat seiring berjalannya waktu Rahma bisa mengendalikannya ketika bersama kamu Nak.... tapi allah sekarang telah mengujinya kembali dengan musibah kehilangan anaknya... membuat dia begitu terguncang belum kering luka dan rasa takut itu lagi-lagi allah mengujinya dengan ada fitnah di antara kalin membuat rahma kembali terguncang...hik.. " ucap bunda Fatimah sudah tidak kuat lagi menahan sedak di dadanya mengingat apa yang sudah terjadi pada anaknya ketika Azam keritis cairan bening terus membasahi pipi bunda Fatimah dengan sigap Farhan memeluk Bundanya.
" Bunda mohon... bantulah Anak Bunda kembali pada dirinya sendiri... hik... maafkan lah kesalahan Putri bunda..Nak... hanya kamu harapan Kami..." bunda Fatimah memohon pada sang Menantu dengan menangkupkan kedua tangannya membuat Azam sakit mendengarnya.
Bagai mana bisa seorang ibu memohon padanya sungguh berdosa diri Azam membiarkan Bundanya memohon.
Azam akan sakit jika melihat orang yang dicintainya terisak pilu apalagi dia adalah Mertuanya orang yang sudah Azam anggap mamahnya sendiri.
"Brukkk"
Azam memeluk bunda Fatimah erat tak peduli dengan sakit jarum infus yang semakin menancab di tangannya " jangan memohon pada Azam bun sungguh Azam berdosa membiarkan Bunda memohon... sungguh Azam sudah memaafkan Istri Azam bun sunghuh... Azam ikhlas.semuanya.... "
Fabiayyiallairabikuma'tukadziban "Nikmat tuhanmu yang mana yang engkau dustakan" sungguh indah allah menciptakan salah satu makhluknya dengan hati yang lembut selembut sutra kasih sayang.
Adakah di dunia akhir zaman ini laki-laki yang yang mempunyai hati begitu lapang seperti Azam jika ada aku hanya berdo'a semoga allah menciptakan buat kita pasangan yang seperti itu.
Tutur kata yang lembut, penyayang, dewasa,sabar dan penuh kelapangan selalu ada pada diri Azam sungguh hebat seorang ibu yang sudah melahirkan dan mendidiknya.
.
bersambung.........
__ADS_1
...***********...
jika suka dengan ceritanya bantu dukung dengan like, komen, vote nya....