Takdir Illahi

Takdir Illahi
#35


__ADS_3

Baru beberapa jam di rumah nimi malis menggema suara pertengkaran antara suami istri kini rumah itu hening seperti tak berpenghuni.


Seperti sinar mentari menghilang ditelan kegelapan mampuhkah sinar mentari terganti oleh sinar bulan yang mendamaikan dan menenangkan bagi jiwa-jiwa yang melihatnya.


Aura ruangan yang banyak canda tawa, saling berbagi kehangatan, kejahilan kini terasa hampa hilang begitu saja tampa jejak.


Terkikis Kekecewaan dan keterpercayaan walau rasa sayang dan cinta masih tersimpan rapih.


Hanya di dalam satu kamar saja yang terdengar suara isak tangis seorang wanita yang sedang mengadu pada sang pencipta.


Apa yang harus dia lakukan selanjutnya mempertahankan rumah tangganya atau melepasnya dua-duanya begitu berat baginya bayangan tentang kebersamaan dirinya berputar ulang di memori otaknya hingga putaran memori itu berhenti di kejadiaan tadi sore rahma langsung meremas dadanya yang sangat sesak.


"Apa ini nyata Mas ? apa itu seoarang Muhamad Khoerul Azam sesungguhnya? ..hik... hik.... yang tega berkhianat.. sakit... Mas... sakit... " gumam Rahma yang terus terisak sambil memukul-mukul dadanya.


Memohon supaya ini bukan kenyataan tapi nyatanya ini sudah terjadi.


Sedangkan ditempat lain Azam kembali kerumah sakit tampa membawa mobilnya Azam sengaja meninggalkan supaya sang istri tidak kesusahan kalau keluar.


Dengan langkah lemas Azam melangkah mendekati sang ayah yang sedang duduk di kursi tunggu.


"Yah... gimana keadaan Mamah? "ucap Azam lemas sambil duduk si sisi sang ayah.


Ayah Azam melirik kepada sang anak hatinya terenyuh melihat penampilan anak nya yang acak-acakan, rambut berantakan, baju kusut, mata sembab .


"Alhamdulillah Mamah kamu baik-baik aja hanya kaki kirinya sedikit retak butuh waktu untuk pulih kembali"ucap ayah Azam sambil menepuk pundak sang anak.


Azam diam tak menanggapi lagi matanya memejam menahan sakit di dada.


"Kenapa nunggu di sini Yah bukannya di dalam? "


"Ayah tidak kuat jika harus di dalam seorang diri melihat mamah kamu berbaring lemah"Azam mengerti kemana arah pembicaraannya mungkin ayahnya masih teroma dengan kejadiaan masa lalu yang hampir merenggut nyawa sang istri.


"Apa ada masalah? "tanya ayah Azam, membuat Azam melirik sang ayah.


"Sedikit yah.. "


"Jangan bohong Ayah tau tadi kamu bertengkarkan"


Deg....


Dada Azam sesak sekali jika mengingatnya berarti ayah Azam melihat pertengkaran tadi.


"Hanya kesalah pahaman Yah...kalau begitu Azam kedalam dulu mau lihat mamah"ucap Azam, sebenarnya Azam tidak mau membuat ayahnya cemas memikirkan masalah rumah tangganya apalagi sekarang mamah nya berada di ruang ICU cukup ayahnya pokus pada kesembuhan mamah nya biarlah urusan rumah tangga Azam selesaikan sendiri walau sebenarnya Azam ingin menangis untuk sekedar meluapkan kepiluaannya tapi Azam sebisa mungkin menahannya di depan sang ayah.


Azam tak mau ayahnya banyak pikiran cukuplah Azam menyelesaikan nya sendiri karna ini rumah tangganya .


"Nak sudah malam... pulang lah... kasiaan istrimu sendiri"ucap ayah Azam menepuk pundak anaknya yang sedang duduk menggenggam tangan mamahnya.


Azam diam bingung apa yang harus dikatakan tidak mungkin kalau Azam pulang istrinya akan mengamuk lagi apalagi sekarang Azam harus berbicara dulu sama seseorang yang membuat rumah tangganya retak.


"Azam hanya ingin menemani mamah yah.. "

__ADS_1


"Jangan berbohong nak.. apa yang sedang terjadi dengan dirimu.. ayah tau semuanya"ucap ayah Azam penuh penekanan tapi tak lepas dengan nada lembut.


"Bereskan secepatnya sebelum rumah tangga mu hancur.... lihatlah"sergah ayah Azam sambil memberikan ponselnya.


Azam langsung mengambil ponsel ayahnya kedua matanya langsung melotot tak percaya melihat berita hari ini.


"Pemimpin muda perusahaan K. A Gruf terjebak perselingkuhan dan parahnya istrinya memegroki langsung... " itulah judul berita yang Azam baca membuatnya ingin marah.


"Ini alasan kamu tak mau melanjutkan perusahaan kakekmu karna kamu mempunyai perusahaan sendiri"ucap ayah Azam kecewa pada anaknya bukan karna semata-mata Azam tidak mau melanjutkan perusahaan kakeknya melainkan terlebih kecewa Azam mempunyai perusahaan sendiri tampa memberi tahu orang tuanya.


Kenapa semuanya menjadi rumit begini terlihat dari sorot mata ayahnya membuat Azam merasa bersalah.


"Yah.. semuanya bisa Azam jelaskan mohon Ayah percaya sama Azam... tapi sekarang Azam harus pergi dulu... " dengan panik Azam langsung berlari kearah naskah mengambil ponsel yang sedang di cas.


"Yah.. Azam pinjam mobil Ayah... "teriak Azam berlari keluar dan segera menghidupkan ponsel nya banyak panggilan masuk ke ponsel Azam dari berbagai pihak tapi yang paling banyak panggilan dari pandi sang sekertaris.


Dret... dret...


Tidak lama ponsel Azam berdering muncul lah nama Fandi disana Azam langsung mengangkatnya.


"Assalamualaikum Aam.... apa kamu sudah tau berita yang memfitnahmu" ucap Fandi di serbang sana dengan kewatir.


"Waalaikumsalam ka.. iya aku baru lihat... semuanya di luar kendali"


"Tapi kamu tenang Zam saya sudah sedikit membereskan masalah di sosial media... tinggal kita cari tau dalang dibalik ini semua"


"Terimakasih ka... sepertinya ini adalah perbuataan orang yang sama... "


"Entah lah ka... tapi aku yakin dia adalah orang yang sama....ka bisa teumui Aku di jalan xxx "


"Bisa... kamu tunggu di situ... "


Tut... tut....


Telepon pun mati Azam langsung mempercepat laju mobilnya tak membutuhkan waktu lama Azam sudah sampai di tujuaan tak lama terlihat mobil Fandi datang Azam langsung keluar begitupun dengan Fandi.


"Hotel"ucap Fandi ketika sudah berhadapan dengan Azam.


"Aku yakin ka dia berada di hotel ini"Fandi hanya mengangguk melihat keseriusan di wajah Azam.


Kedua lelaki itu langsung masuk dan mencari salah satu kamar ternyata gak susah sekarang Azam sudah ada dihadapan pintu kamar yang di cari Azam langsung mengutuk pintu.


Tok... tok....


Terdengar suara langkah kaki mendekat pintu dan knop pintu itu berputar.


Cklek....


Pintu terbuka mampaklah seorang wanita memberikan senyum ramah pada Azam dan Fandi tapi berbeda lagi dengan Azam tatapan mata Azam begitu pelik dan tajam tak ada tatapan bersahabat lagi.


"Apa sebenarnya yang ingin anda inginkan"ucap Azam dingin kepada wanita yang ada di depannya itu.

__ADS_1


"Ayolah masuk dulu ka Azam kan gak enak jika ngobrol di depan pintu" ucap Dinda santai sambil melangkah masuk.


Azam melirik kearah Fandi dan Fandi hanya mengangguk ingin rasanya Azam mencekik wanita yang telah mempermainkannya tapi itulah Azam orang yang tak mau melewati batas ketentuaan Allah biarlah Allah yang membalas semua keburukan orang yang mendholominya.


"Tolong hentikan semua dendam yang ada dihatimu itu.... ingat apa yang kamu perbuaat sudah menghancurkan semuanya... "ucap Azam berusaha menahan emosinya.


"Sudah kukatakan pula ka Azam.. Aku akan menghentikan perbuatanku jika ka Azam meninggalkan Rahma"ucap Dinda menantang.


"Jangan gila Dinda... itu tak akan pernah terjadi"sentak Azam mulai tersulut emosi.


"Yah... memang Aku sudah gila... karna mencintaimu... "ucap Dinda tahkalah teriak.


"Itu bukan cinta Dinda... tapi obsesi ***** semata.. "


"Sayang nya Aku tak peduli... yang aku inginkan adalah kamu"


"Anda lera menyakiti diri sendiri dan seorang sahabat yang begitu menyayangi anda dengan obsesi anda... sungguh luar biasa... dimana Dinda yang dulu yang Aku kenal yang selalu menyayangi sahabatnya... tapi kini dia menyakitinya.... dimana hati nuranimu? bayangkan jika Rahma tau dia pasti akan kecewa... "


" Ingat satu hal apapun yang akan kamu lakukan saya didak akan meninggalkan Rahma...dan semoga Allah membukakan pintu maaf bagimu... "tunjuk Azam penuh penekanan. walau sebenarnya ingin rasanya Azam menghancurkan balik hidup dinda tapi tak Azam lakukan karna Azam tau itu sama saja dia membalas kejahatan dengan kejahatan lalu apa bedanya Azam dengan orang jahat.


"Yah.. apapun akan aku lakukan demi mendapat apa yang Aku mau... dan Aku tak peduli dengan diriku sendiri.. karna hatiku sudah terlalu sakit"


"Dengan menyebarkan berita hoax di sosial media "


"Iya... "


"Dan menyuruh orang mencelakai Rahma hingga keguguran"


"Iya.. "ucap Dinda santai tak ada sedikitpun rasa takut membuat Azam memejamkan kedua matanya tangannya mengepal erat.


"Ah...... kau adalah wanita keji yang pernah Aku kenal"bentak Azam menggema di reluruh ruangan sorot matanya memerah hampir saja Azam melayangkan tamparan pada Dinda tapi di cekal erat oleh Fandi karna Fandi tidak mau melihat Azam mengotori tangannya sendiri.


"Ah..... "teriak Azam frustasi melangkah pergi kenapa cinta membuat orang buta akan semua hal dan melakukan segala cara untuk bisa mendapatkannya walau itu menyakiti diri sendiri.


"Sungguh anda lebih jahat dari pada iblis.. jika saya mau dari kemaren sudah saya jebloskan anda kepenjara.... tapi sayang anda terlalu beruntung karna bos saya masih punya hati tidak menyeret anda kepenjara dengan apa yang sudah anda lakukan"ucap Fandi penuh penekanan disetiap katanya dan berlalu pergi menyusul Azam.


Sungguh Fandi tak habis pikir terbuat dari mana hati Azam walau pun sudah tau siapa dalang yang membuat rumah tangga dan citranya hancur tetap saja tak melakukan apapun walau dipaksa Azam akan bilang"Ini adalah ujian yang harus aku lalui biarlah Allah yang membalasnya karna Aku takut tidak bisa adil jika Aku menghakimi biarlah hukum Allah yang berjalan karna Allah adalah hakim yang maha adil"


bersambung dulu yh.......


...****************...


wkwkwk......


jangan lupa


like


komen


vote

__ADS_1


jika kalin suka sama prat nya...


__ADS_2