Takdir Illahi

Takdir Illahi
#25


__ADS_3

**ok teman-teman jangan lupa kalau sudah bacanya harus......


like


komen


vote


ok


dan terimakasih selamat membaca he... he**...


_________


Acara empat bulanan pun sudah selesai para tamu satu persatu pamit begitupun dengan keluarga Azam dan Rahma.


Sekarang mereka sedang duduk santai di taman belakang rumah menikmati suasana sore langit jingga mewarnai keindahan langit yang mereka tatap.


"Sayang" ucap Azam lembut sambil mengelus-elus perut Rahma yang sudah membuncit.


"Iya Mas"


"Besok Mas mau ke Jakarta "mendengar penuturan sang suami Rahma terdiam ada rasa tak rela suaminya pergi melihat raut wajah istrinya berubah membuat Azam paham.


"Kalau Ade gak ngijinin, Mas gak akan pergi"ucap Azam lembut.


"Berapa hari Mas di Jakarta? "


"Tiga hari"


Rahma menyandarkan kepalanya di dada bidang Azam.


Selama menikah memang Rahma selalu melihat suaminya sibuk bekerja tapi sampai sekarang Rahma tak pernah bertanya apa pekerjaan suaminya karna Rahma cuma tau bahwa suaminya bekerja di salah satu perusahaan tapi tidak tau bahwa perusahaan itu adalah milik suaminya.


"Tapi Mas harus janji hanya tiga hari"ucap Rahma menahan air mata yang siap lolos dari tempatnya.


Mungkin selama menikah baru pertama kali akan ditinggal suami membuat Rahma sedikit tak rela.


Sungguh indah rencana tuhan yang dulu hati sulit untuk membuka kini tuhan balikan membuat Rahma begitu mencintai Azam.


Sebenarnya Azam juga tidak mau pergi namun kantor cabang yang ada dijakarta mempunyai masalah mengharuskan Azam turun tangan sendiri.


Azam tau siapa ulah dibalik ini semua namun Azam menutupinya dari sang istri karna tidak mau membuat Rahma terbebani apalagi Rahma sedang mengandung takut terjadi apa-apa.


"Apa Mas sementara cari asisten rumah tangga aja biar Ade ada temannya ketika Mas pergi"Rahma mendongkak menatap wajah Azam lalu menggeleng.


"Apa nginap di rumah bunda aja gimana"tawar Azam lama Rahma berpikir.


"Yasudah nginap di rumah bunda saja"cicit Rahma pasrah.


"Ayo kedalam sudah mau magrib"

__ADS_1


Azam memegang tangan Rahma berjalan kedalam rumah tak lama adzanpun berkumandang Azam dan Rahma melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim.


Rintik-rintik hujan turun membasahi gersangnya bumi seoalah alam tau bahwa ada hati yang sedang sedih.


Tapi Rahma tetap berusaha menyembunyikan kesedihannya tidak mau karna keegoisannya membuat Azam gak jadi pergi.


Rasa dingin menyelimuti Rahma membuat Azam naik keatas ranjang menyelimuti sang istri Azam sadar walau istrinya tetap tetsenyum tapi tatapan sendu istrinya tak bisa di sembunyikan apalagi istrinya membelakanginya.


Perlahan Azam ikut berbaring dan membalikan tubuh istrinya supaya menghapanya diraihnya kepala sang istri supaya mendekat Azam memeluknya tak lama rahma membalas pelukan sang suami menggerak-gerakan kepalanya mencari tempat nyaman.


Azam tak bicara semoga dengan pelukan itu bisa menyalurkan ketenangan dan benar saja Rahma langsung terlelap masuk kedalam mimpinya.


"Mas kalau udah sampai hubungi Ade"ucap Rahma yang sendari tadi menahan tangis.


"Insyaallah Mas akan langsung hubungi Ade"ucap Azam sambil menarik sang istri kedalam pelukannya dibarengi oleh isakan Rahma.


"Udah jangan nangis kasihan Baby"


"Ade gak nangis ko hanya sedih Mas pergi"celoteh istrinya membuat Azam tersenyum.


"Yasudah Mas berangkat dulu kasian Fandi nungguin tuh"dengan berat hati Rahma melepas pergi sang suami.


Rahma hanya bisa melihat mobil sang suami pergi sesudah mobil Azam tak terlihat lagi Rahma masuk kedalam.


Baru beberapa menit Azam pergi rasa rindu hadir di hati Rahma tak mau terus bersedih Rahma menyibukan diri untuk bersih-bersih rumah sebelum pergi kerumah bunda.


"Ting... "


"Assalamualaikum Dek maaf Abang gak bisa jemput Ade anak abang lagi sakit".


Rahma menarik nafas panjang dan membuangnya "bang Farhan gak bisa jemput Aku naik taksi aja"gumam Rahma.


Rahma langsung bersiap keluar tak lupa mengunci pintu berjalan kedepan menunggu taxi tapi tak ada Rahma putuskan untuk berjalan mencari ojek pikiran Rahma yang entah kemana tak ingat kenapa tak memesan gojek saja.


Dan sial nya Rahma tak menemukan taxi yang lewat karna lelah Rahma istirahat sebentar disalah satu bangku di pinggir jalan.


Sudah cukup istirahat ketika berdiri Rahma melihat taxi lewat Rahma langsung melambaikan tangan taxi itupun berhenti Rahma berjalan kearah taxi tapi Rahma tak memerhatikan bahwa di sekelilingnya ada bahaya supir taxi yang melihat ada pereman mendekati wanita yang memberhentikan mobilnya buru-buru keluar.


"Ahhh... "


"Bruk"


Tapi sayang supir taxi itu telat Rahma sudah tergeletak di aspal meringis kesakitan memegang perutnya.


"Hey jangan lari"teriak supir taxi mau mengejar pereman yang menjambret tapi pereman itu sudah kabur.


Supir taxi berlari menghampiri Rahma.


"Ah sakit"teriak Rahma kesakitan.


"Astagfirullah bak"supir taxi langsung membopong Rahma kedalam mobilnya darah segar mengalir membasahi tangan supir taxi dengan panik langsung menyalakan mesin mobilnya.

__ADS_1


"Ah sakit... perutku sakit"


"Ah Mas.... "


"Mas sakit... "


Rahma terus meringis sambil merancu membuat sang supir kalang kabut.


Tak lama taxi pun sampai dirumah sakit terdekat"Dokter,Suster tolong...dok... "teriak supir taxi menggendong Rahma.


Dokter dan suster yang melihat itu langsung berlari menghampiri Rahma dan membawanya masukan keruang persalinan.


"Silahkan Pak urus administrasinya"ucap salah satu suster.


Supir taxi yang tak tau siapa orang itu bingung tapi karna kasian dia langsung kebagian admin untuk mengurus administrasinya.


Lama menunggu supir taxi itu terus mondar mandir tapi dokter tak kunjung keluar.


"Aduh apa yang harus gue lakukan bini gue pasti akan marah kalau gue telat pulang...tapi kalau pulang siapa yang akan megurus orang itu"


"Ah... pulang aja"


"Tapi kalau dokter keluar siapa... ah.. "supir taxi terus bergelut sama hati dan pikirannya membuat dia prustasi apa yang akan dilakukannya lama berpikir supir taxi memutuskan menunggu dokter keluar,bicara lalu pergi.


Rasa kantuk menghantui sang supir tapi dia tetap berusaha berjaga hingga dokter pun keluar sang supir langsung menghampiri dokter.


"Gimana keadaannya Dok"


"Maaf pak istri bapak keguguran "


"Apa"


"Yang sabar yah pak"ucap Dokter menepuk pundak supir menenangkan.


"Aduh pak trus gimana? "


"Maksudnya pak"kini giliran dokter di buat bingung oleh supir.


"Dia bukan istri saya pak istri saya ada rumah orang itu saya gak kenal saya hanya menolongnya...."penuturan sang supir membuat dokter melongo.


"Saya juga bingung harus menghubungi kelurganya karna tas orang itu di copet...


Saya minta tolong bapak jagain dulu orang itu besok saya kesini lagi.... saya janji pak.... saya pulang dulu pak... takut ibu negara marah... "


Ocehan sang supir membuat dokter dan suster dibuat melongo dan tak sadar supir itu sudah lari.


Berbeda lagi dengan orang lain di buat tertawa karna kelakuan sang supir yang nyerocos sambil berlari kelaur rumah sakit.


"Terus gimana dok"ucap salah satu suster.


"Kita tunggu dia sadar baru kita tanya tentang keluarganya."suster hanya mengangguk dan berjalan mengikuti dokter.

__ADS_1


__ADS_2