Takdir Illahi

Takdir Illahi
#12


__ADS_3

...**jangan lupa budidayakan folloow...


...like...


...komen...


...vote...


...ya......


...terimakasih......


...selamat membaca semoga suka je.. he**.....


..._______...


Manusia akan kembali ketempat semestinya, yang sebut alam akhirat,tempat yang abadi bukan kefanaan. Halnya keluarga Fauzi sudah satu minggu dia meninggalkan kenangan di kehidupan Rahm walau sebentar tapi kenangan itu selalu ada di hati ,sebenarnya Rahma harus mengubur dalam-dalam kenangan itu,berusaha tak mengingat nya lagi,karna sekarang Rahma sudah bersetatus milik orang lain,walau Rahma dan ka Fauzi sudah berbeda tempat tapi rasa itu Rahma simpan di tempat semestinya berada.Hingga Rahma harus berusaha mencintai suami nya karna itu harus Rahma lakukan.


"Semoga kaka berada di tempat yang indah maaf kan Aku jika Aku harus mengganti kaka cinta di hati ini, tapi kaka jangan takut nama kaka selalu ada tempatnya walau tak seperti dulu, ku mohon kaka mengerti,dan semoga Aku bisa menjadi istri yang baik untuk suamiku"batin Rahma.


Sudah satu minggu Rahma menyandang setatus istri ka Azam .Hati Rahma terasa nyaman berada di dekat nya apalagi ka Azam tak pernah menuntut apa-apa pada nya sikap yang pengertian nya terkadang membuat Rahma malu, merasa diri nya belum bisa menjadi istri yang baik"ya Allah maaf kanlah sikap hambamu ini"gumam Rahma.


Sudah setengah jam Rahma termenung di atas sejadah dia melirik jam yang ada di dinding ternyata sudah menunjukan jam empat subuh tandanya sebentar lagi waktu subuh tiba.


"Huh… " Rahma menarik nafas perlahan beranjak untuk membangunkan ka Azam. Melihat ka Azam tidur meringkup seperti anak kecil di atas sopa dengan postur tubuh yang tinggi membuat sopa itu tak cukup rasanya Rahma benar-benar telah menjadi istri berdosa membiarkan suami nya sendiri tidur di situ. Pasalnya memang Azam dan Rahma belum tidur satu ranjang.Rahma memberanikan diri untuk menyentuh nya.


"Kak…kak.. bangun" Azam hanya merubah posisi tubuh nya menjadi terlentang Rahma rasa tidurnya begitu nyenyak .Sekali lagi Rahma coba membangun kan nya.


"Ka..bangun ka.."


Bruk….


"Astagfirullah" jerit Rahma beristigfar.


"Aw….."


Azam malah menarik tangan Rahma alhasil Rahma terjatuh di atas tubuh nya dan menbuat Azam terbangun mungkin badan Rahma berat,terlihat dari ringisan yang keluar dari bibirnya atau hanya terkejut Rahma ada diatasnya. Azam malah menatap Rahma lekat membuat Rahma gugup.


"Ka…"


"Iya..."


"Sudah mau subuh" cicit Rahma


"Astagfirullah….."sepontan Azam terperanjat bangun beriringan dengan tubuh Rahma Azam langsung berlari kecil ke kamar mandi.


"Maaf….." teriak Azam.


Melihat tingkah nya membuat Rahma tersenyum dan geleng-geleng kepala apa ini sisi lain dari ka Azam yang Rahma tidak tau,sudah lama Rahma mengenalnya Azam, dia selalu bersikap so cool tapi nyatanya ada juga kekonyolannya.


"Alhamdulillah sudah adzan subuh"gumam Rahma, tak lama ka Azam keluar dari kamar mandi rambut yang basah menambah Kegantengan nya berkali lipat ,dia beranjak ke ruang ganti memakai koko dan sarung tak luput peci yang sudah terpasang rapi.


"Fah kaka ke masjid dulu.."


"Tunggu ka.."


"Ada Apa?"


"Emmm..boleh..kita sholat berjamaah" ucap Rahma gugup pasalnya selama mereka menikah belum pernah sholat berjamaah,apalagi kalau ka Azam sekarang berangkat ke merjid pasti gak keburu berjamaah. Rahma hanya melihat ka Azam hanya diam .


"Di masjid sudah ikomah ka kalau kaka berangkat pasti gak keburu" cicit Rahma lagi.


"Oh iya .....yah sudah kaka sholat di rumah,kita berjamaah"

__ADS_1


"Rahma ambil wudhu dulu ka bentar"


Dengan buru-buru Rahma ke kamar mandi menganbil air wudhu,sudah selesai Rahna melihat ka Azam sudah berda di atas sajadah,Rahma langsung melapalkan iqomah dengan sedikit gugup,dan Azam langsung mengimami.


"Allaaahuakbar………"


"Assalamualaikumwarahmatullah..Assalamualaikumwarahmatullah "Rahma melihat ka Azam bembalikan tubuh nya mengangkat tangan kanan nya ,Rahma sambut dengan hidmmat dan Rahma tempelkan bibirnya di atas punggung tangan nya, dengan genggaman erat”ya rob jadikanlah hamba istri sholehah untuk nya”batin Rahma tak terasa air mata nya jatuh menbuat ka Azam menarik tangan nya lembut.


"Kamu kenapa??..."


"Ka…"Rahma menunduk ,tangisan Rahma pecah begitu saja ,entah kenapa perasaannya rapuh sekali. Spontan ka Azam memegang ke dua pundak Rahma dan mengangkat dagu nta lembut .Ada desiran aneh menjalar di tubuh Rahma ketika tangan ka Azam menempel dengan kulitk nya. Desiran aneh yang tak pernak Rahma rasa sebelum nya,mata mereka bertemu mata Azam begitu teduh perlahan ka Azam mengusap lembut air mata yang mengalir di pipi Rahma.


" Kenapa?..."ucap ka Azam mengulang.


Bruk…...


Entah kerasukan apa Rahma menubruk dada ka Azam tangan nya melingkar erat ditubuh ka Azam"maafkan Rahma ka,Rahma belum bisa jadi istri yang baik buat kaka,, hik..hik.."tangisan Rahma pun pecah.


Tangan hangat ka Azam mengelus-elus punggung Rahma membuat Rahma hangat dan nyaman..


"Insyaallah Rahma sudah jadi istri yang baik buat kaka"


"Engga Rahma belum jadi istri yang baik buat kaka,Rahma jahat, se…"


Azam memundurkan pelukan Rahma dan menempelkan tangan nya di bibir Rahma.Membuat Rahma tidak jadi meneruskan kalimat nya.


"Sutttt ......'apa yang membuat Rahma ngomong begitu,Rahma sudah jadi istti kaka yang baik ko dan satu lagi kaka tak akan menuntut apa-apa ataupun memaksa ,kaka tau Rahma belum bisa mencintai kaka,kaka mohon jangn di paksakan biarlah hati Rahma sendiri berjalan semestinya, kaka akan selalu menunggu itu,walaupun suatu saat nanti Rahma sulit untuk menerima kaka di hati Rahma, mungkin di situ kaka akan melep…."


"Jangan hik.. jangan lepaskan Rahma,Rahma tak mau kaka pergi hari ini nanti dan seterusnya, Rahma mau kaka tetep di sisi Rahma"bodo amat Rahma egois, dipikiran Rahma hanya takut jadi janda saat itu.


"Bagai mana kalau Allah yang nganbil kaka.."


Deg…


"Kaka bercanda ha..ha,,"Azam malah tertawa.


"Ithhhh kaka jahat..jahat…"


Aku memukul-mukul lengan ka Azam walau ka Azam meringis Rahma tidak perduli,bercandanya gak lucu. hinggga ka Azam memegang ke dua tangan Rahma membuat pergerakan Rahma berhenti.Mata mereka bertemu saling mengunci satu sama lain menelusuk ke dalam, membuat hati Rahma bergerumuh dak dik duk.


Azam mendekati Rahma terus mendekat ,ada sesuatu yang hangat menempel di kening Rahma membuat Rahma menegang, cukup lama hingga ka Azam melepaskan nya .Azam mendekat lagi,entah kenapa spontan ku pejamkan mata benda kenyal itu berada di kelopak mataku turun ke hidung dan sempurna menempel di bibirku cukup lama hingga ka Azam melepaskannya.Mambuat Rahma membuka ke dua mata nya ,mata mereka bertemu kembali saling mengunci satu sama lain hingga benda itu menempel kemali.


Tidak sekarang, tidak lagi sekedar menempel ka Azam menggerakan bibirnya dengan lembut ke atas dan ke bawah membuat hati Rahma terus ber gerumuh dalam diam,bodohnya Rahma tak melawan, tangan ka Azam menekan belakang tengkuk nya hingga ciuman itu semakin dalam dan menuntut walau Rahma tidak bisa membalas nya tapi Rahma menikmatinya dia terbuai hingga ka Azam melepaskan tautan nya.


"Astagfirullah…astagfirullah mafkan kaka Rah astagfirullah.."


Ku lihat ka Azam seperti menyesal sambil menggeleng-gelengkan kepala membuat Rahma terenyuh.Terlihat jelas Azam begitu bersalah. Apakah ini waktunya Rahma memberikan hak nya,walau sebenarnya Rahma sedikit ragu.Rahma menangkup ke dua pipi Azam hingga Azam berhenti menggeleng mata yang memerah menahan tangis menatap Rahma sayu,membuat Rahma tersenyum.


"Lakukanlah apa yang kaka inginkan dari Rahma... " ucap Rahma pelan.


"Tidak tidak… ini salah maafkan kaka Rah maaf…maaf ,kaka keluar dulu...."


Deg.....


Rahma di buat melongo dengan kepergian Azam ada yang aneh di dalam diri Rahma tapi apa ? "ya Allah maafkan lah dosa hamba yang belum bisa menunaikan kewajiban hamba" batin Rahma sambil menarik nafar panjang dan membuangnya kasar.


"Huapppp".


Setelah kepergian Azam terasa ada yang sakit dibagian raga Rahma tapi apa? Rahma tidak tau!.


Rahma merapihkan tempat tidur dan bersih-bersih seluruh ruangan. "Alhamdulllah sudah selesai, tapi kemana ka Azam?lebih baik ku siapkan sarapn dulu," gumam Rahma.


Bahan makanan hampir habis yang bisa Rahma sajikan hanya nasi goreng dan ceplok endog "semoga ka Azam suka ,ini kali pertama aku membuat sarapan" batin Rahma, Rahma terus berbicara sendiri seperti orang gila, "biasanya ka Azam yang bikin sa.. Astagfirullah istri macam apa aku ini "gumam Rahma lagi ,sambil menghapus peluh yang ada di dahi nya.

__ADS_1


"Assalamualaikum…"


Rahma mendengar ada yang mengucap salam mungkin ka Azam dan benar ternyata.


"Waalaikumsalam ka…"


"Rahma sedang apa?"


"Masak ka.. Cuma nasi goring dan ceplok endog, soal nya gak ada bahan makanan ,gak papah kan ka.."


"Alhamdulillah iya gak papah""lihat lah ka Azam bicara seperti lupa apa yang terjadi.


"Kaka habis dari mana..?"


"Oh tadi habis belanja ini belanjaan nya" ka Azam mengangkat kedua tangan nya dan benar ada dua kantung pelastik ada dalam genggamannya, Rahma hanya mengangguk bersikap biasa seolah-olah tadi tak terjadi apa-apa seperti yang ka Azam lakukan.


"Makan dulu ka sudah disiapkan di meja makan"


"Iya.."


"Gimana ka ada yang kurang gak…takut-takut masakan ku gak enak "ucap Rahma jujur.


"Alhamdulillah enak "


"Alhamdulillah"


Mereka pun makan dengan hidmah hanya ada suara detrokan sendok .


"Alhamdulillah nikmat tuhan mu yang mana yang telah kau dustakan "


Sesudah makan Rahma langsung membersihkan meja makan dan menaroh piring kotornya di wastapel.


"Biar kaka aja yang cuci."


"Gak papah ka biar Rahma aja kaka duduk aja di situ" menunjuk kursi yang ada di dekat kulkas


Ka Azam hanya mengangguk.


"Oh iya sekarang kamu masih ijin kuliahkan, besok juga kamu libur, kita lihat mamah gimana? "


"Beneran ka…" Azam hanya tersenyum.


"Kapan berangkat ka"


"Entar siang ke rumah mamah dulu baru besok ke rumah bunda gak papah kan "


"Iya gak papah ka"


"Ya sudah kaka kekamar dulu ya"


Azam berlalu pergi ,Rahma hanya tersenyum melihat kepergian Azam di balik kejailan azam dia juga pengertian rasanya kangen jail Azam "Astagfirullah kenapa aku jadi senyum-senyum sendiri sih, mungkin aku sudah gila,alhamdulillah sudah selesai cuci pirng nya" gumam Rahma pada dirinya sendiru dan langsung menyusul Azam ke kamar.


.


.


..."Begitu indahnya dua inshan saling mengerti...


...memahami, menjaga dan paling utama saling...


...percaya"...


...*Takdir illahi**...

__ADS_1


__ADS_2