
..."Teruslah seperti ini jangan berubah"...
...*Muhamad Khoerul Azam**...
...**********...
Dua inshan yang sedang bahagia hanya sekedar makan bakso rasanya seperti makan dilertoran berbintang lima saling menyuapi dengan kasih sayang dan cinta.
Setiap hari entah kenapa sikap Rahma begitu manja dan ingin menempel terus seperti bunglon tak mau jauh-jauh dari sang suami.
Dan tak terasa hari ini adalah hari dimana Rahma akan wisuda semua persiapan sudah Rahma selesaikan tak luput dari bantuan Azam walau sebenarnya Azam sedang sibuk apalagi perusahaannya baru-baru mengeluarkan produk baru yang banyak diminati oleh para konsumen apalagi kalangan anak muda karna harganya yang sesuai ekonomi masa pandemi ini.
"Apa Ade lelah"ucap Azam yang sudah sampai rumah.
Rahma hanya mengangguk sebagai jawaban padahal Rahma pulang dari acara wisuda lebih dari awal entah kenapa Rahma begitu lemas dan pusing saat ini dia hanya mau tidur.
Dengan sayang Azam menyelimuti istrinya dilihatnya muka istrinya memang sedikit pucat.
"Cup"
Azam mencium kening Rahma dan beranjak keluar kamar menuju dapur mau membuatkan bubur untuk Rahma berhubung tidak ada pembantu awalnya Azam menyarankan supaya ada pembantu tapi Rahma bersikeras menolak.
Dret.... dret..
Suara ponsel Azam berdering menandakan ada telepon masuk Azam mengambil ponsel nya yang ada di atas meja.
"Assalamualaikum Bunda"ucap Azam ketika sudah menggeser menu hijau.
"*W*aalaikumsalam Nak... kalian dimana? bunda gak lihat kalian di kampus ,ini bunda mau pulang duluan"
"Ma'af Bun Azam lupa gak kasih tau bunda, Azam sudah pulang duluan kelihatannya Rahma sedikit gak enak badan, itu bunda masih di kampus mau Azam jemput bun? "
"*A*stagfirullah... gak papah Zam bunda pulang sama bang Farhan aja, oh.. iya besok bunda akan kesana junguk Rahma"
"Iya bun hati-hati dijalan, entar Azam kasih tau Rahma kalau bunda mau kesini"
"*Y*asudah sudah dulu yah bang Farhan sudah datang ....Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
__ADS_1
Tut..... tut.....
Tanda telepon terputus Azam pun langsung balik lagi kedapur ternyata buburnya sudah jadi dengan hati-hati Azam menuangkannya ke dalam mangkuk tak lupa membawa air hangat juga.
Dilihat nya Rahma masih tertidur pulas perlahan Azam mendekat dan duduk di sisi ranjang.
"Dek bangun"ucap Azam sambil mengelus pipi Rahma.
"Emmmz"gumaman kecil keluar dari bibir Rahma dengan pelan Rahma membuka kedua kelopak matanya.
"Ade lama yah tidurnya,emmmz sudah jam berapa Mas? "
"Enggak ko, sudah jam setengah empat baru adzan tadi"seolah Azam mengerti.
"Alhamdulilah "
"Yasudah Adek makan dulu Mas udah bawain bubur, sudah makan minum obat lalu sholat yah"Rahma hanya mengangguk sebagai jawaban.
Azam dengan pelan menyuapi Rahma baru beberapa sendok Rahma menggeleng tanda sudah cukup, Azam hanya menurut kalau di paksa takut malah mual, tak lupa Azam memberikan obat, Rahma tak banyak perotes langsung meminumnya.
"Sini kakak bantu ke kamar mandi"ucap Azam sambil memegang tangan Rahma yang akan berdiri, dengan pelan Azam memapah Rahma kedalam kamar mandi dan membantu Rahma mengambil air wudhu,karna rasa pusing yang masih ada Rahma sholat sambil duduk takut-takut kalau berdiri gak kuat.
Itu sudah terbukti bahwa islam tidak pernah mempersulit ajarannya hanya saja kita sendiri yang tidak sadar sudah mempersulit sendiri dan seperti firman allah dalam surah "(Al hajj:78 )"yang artinya"Allah sekali-kali tidak menjadikan kesulitan bagimu dalam beragama “
Jadi jangan pernah jadikan alasan apapun untuk kita meninggalkan perintahnya ,meninggalkan shalat dalam keadaaan apapun. Bahkan seharusnya kita lebih semangat untuk melakukan shalat ketika kondisi sakit dari pada ketika kondisi sehat. Tidak boleh bagi kita meninggalakan shalat wajib sampai keluar dari waktunya meskipun kondisi sakit selama akalnya masih sehat. Hendaknya kita tetap menunaikan shalat tepat waktu sesuai dengan kemampuan kita sendiri.
"Masih pusing Dek"ucap Azam ketika sudah selesai sholat berjamaah,Rahma menggeleng membuat Azam menyerngit bingung Rahma mengerti dengan tatapan bingung suaminya.
"Alhamdulilah pusingnya sudah hilang Mas hanya masih sedikit lemas saja"
"Alhamdulilah syukurlah... emmmz... Ade sekarang mau apa? tidur lagi atau mau nyemil"Rahma menggeleng tanda tidak mau dengan tawaran Azam.
"yasudah kakak k... "
"Mau kemana"potong Rahma memandang Azam dengan mata sayu.
"Mau ketaman belakang rumah"sergah Rahma lagi membuat Azam menganga gak jadi meneruskan ucapannya tak lama Azam tersenyum.
"Ayo"ucap Azam sambil meraih tangan Rahma.
__ADS_1
"Gendong"senyuman Azam semakin mereka Azam suka sekali tingkah manja instrinya ini.
"Happp...."
Azam perlahan menggendong Rahma berjalan pelan untungnya rumahnya tak bertingkat jadi Azam gak perlu takut untuk melangkah.
Di dudukan nya pelan di atas kursi berayun Azam pun ikut duduk perlahan Rahma menyenderkan kepalanya di dada bidang Azam.
Mereka menikmati suasana petang langit jingga sebentar lagi memudar berganti gelap tanda sebentar lagi mau masuk magrib tapi dua inshan itu enggan untuk beranjak dari tempatnya.
Azam sesekali mengecup puncak kepala Rahma rambil mengelus-elus tangan Rahma perlahan Rahma mendongkak menatap rahang suaminya yang tegas dan membelainya membuat Azam menunduk,mata mereka bertemu saling mengunci satu sama lain mata Rahma yang sayu menembus mata bening Azam yang penuh ketenangan.
"Cup"
Entah setan mana yang merasuki Rahma dengan berani Rahma menempelkan bibirnya dengan bibir Azam . Rahma juga gak tau entah apa yang terjadi dengan dirinya sendiri melihat bibir Azam rasanya ingin mengecupnya dan tak mau jauh-jauh dari Azam yang di kecup langsung membulatkan matanya.
Hingga Rahma menarik kembali bibirnya,Azam masih melotot tak bergeming lagi-lagi membuat Azam melebarkan matanya bukan sekedar melotot lagi dengan gerakan cepat Rahma sudah ada di pangkuan Azam .
Rahma menghadap Azam dan menyembunyikan kepalanya di leher Azam sesekali Rahma menggerakannya mencari rasa nyaman tangannya sukses sudah melingkar erat di leher Azam.
"Jangan tinggalkan Ade"ucap Rahma paru.
Apa yang dilakukan Rahma membuat tubuh Azam tegang dengan susah payah menahannya takut menyakiti istrinya sungguh Azam benar-benar dibuat bingung dengan tingkah istrinya akhir-akhir ini, apalagi ucapan istrinya yang menyayat hati Azam kata"jangan tinggalkan"sungguh Azam tak akan pernah meninggalkan Rahma dalam keadaan apapun sudah cukup Azam berusaha membuka hati Rahma ketika sudah masuk Azam tak akan keluar lagi kecuali sang pemilik ruangan itu sendiri yang meminta dan pada kenyataannya sungguh Azam tidak akan sanggup.
"Sudah adzan Dek"ucap Azam lembut tapi Rahma enggan untuk melepaskan pelukannya,karna tak dapat sespon dengan senang hati Azam menggendong kembali seperti koala merasa ada gerakan dari Azam Rahma mempelerat lilitan tangan nya keleher dan lilitan kedua kakinya kepinggang Azam.
Azam terus saja tersenyum melihat kemanjaan istrinya semakin menjadi.
...**********...
**like
komen
vite
jangan ketinggalan yah... jhe.. he...
terimakasih**..
__ADS_1