
..."*Sesakit ini kah merelakan orang yang kita sayangi bersanding dengan orang lain, berusaha tegar demi dia....
...Karna aku tak mau jadi orang yang egois, biararlah takdir allah yang menentukan gimana hidup ku selanjutnya"...
...**Muhamad Khoerul Azam**...
..._______...
Orang tua mana yang akan tega melihat anak nya terpuruk walau kelihatan tegar di depan orang lain tapi seorang ibu tau akan isi hati anak nya,mungkin itu yang di namakan ikatan batin,mungkin itu sudah menjadi takdir sang illahi sekuat apapun kita menghadang tetap rencana Allah lebih indah dari yang kita bayang kan,asalkan kita harus tetep bersabar bahwa sanya Allah bersama orang-orang yang sabar.
"Nak apah kamu yakin dengan keputusan mu" ucap Zenab yang tak lain adalah mamah Azam.
"Insyaallah Mah Azam yakin do'akan Azam aja semoga Azam kuat " ucap Azam meyakinkan sang Mamah.
"AMIN…"
"Azam pergi dulu ya Mah kasian Fauzi sama orang tuanya nungguin"
"Iya Nak ingat kamu harus kuat"
"Iya Mah,dan makasih sudah ngingetin dan dukung setiap keputusan Azam,... Azam pergi dulu Assalamualaikum" ucap Azam sambil mencium punggung tangan Zenab.
"Waalaikumsalam" jawab Zenab dengan hati yang nanar.Melihat punggung anaknya menghilang dibalik pintu.
Hari ini adalah hari dimana Fauzi akan melamar Rahma, seperti ucapannya kepada Azam . Sesudah wisuda Fauzi akan melamar Rahma. r
Rombongan Fauzi sudah semakin dekat membuat Azam sedikit pucat, sungguh dimana hari ini dia akan menyaksikan sendiri gadis yang selama ini Azam selipkan dalam doanya. Akan di persunting orang lain tepatnya oleh sahabatnya sendiri.
Membayangkan Rahma menerima lamaran Fauzi membuat dada Azam kian sesak "ya allah kuatkan hatiku"batin Azam sambil memejamkan kedua matanya.
Sebenarnya Azam tidak mau ikut tapi tak enak pada Fauzi yang memaksanya. Apalagi Azam sudah sangat dekat dengan keluarga Fauzi membuat Azam pasrah dengan keadaan.
Beda lagi di kediaman keluarga Qolayuby seorang gadis yang bahagia menanti kedatangan sang pujaan yang sebentar lagi sampai.
"Ma apa kamu yakin? "tanya Dinda kepada Rahma.
"Insyaallah Din aku yakin akan pilihan ku "jawab Rahma mantab akan pilihannya.
Walau Rahma sebenarnya merasa ragu akan pilihan nya,walaupun memang hatinya sudah berlabuh kepada Fauzi tapi yang membuat Rahma sedikit ragu karna dia tadi malam bermimpi sehabis shalat istikhoroh.
"Rahma sedang duduk di taman tiba-tiba datang seorang laki-laki dan tentunya itu ka Fauzi .Fauzi tersenyum kearah Rahma sambil mengulurkan tangan .ketika Rahma mau menggapai tangan besar Fauzi tiba-tiba muncul lagi sesosok laki-laki yang tidak jelas dari penglihatan Rahma karna tertutup cahaya membut Rahma tak jadi menggapai tangan Fauzi dan tampa Rahma sadari Fauzi sudah pergi duluaan membuat Rahma kebingungan mencarinya "
"Astagfirullah. "ucap Rahma beristigfar,mengingat mimpinya tadi malam yang sangat menyakitkan.
"Kenapa Rah,"ucap Dinda nada kewatir pasalnya muka sahabatnya itu sedikit pucat.
"Gak papah Din... aku ke toilet dulu nya mau ambil air wudhu"ucap Rahma berbata sambil melangkah pergi.
Rombongan kelaurga fauzi sudah sampai dikediaaman Qolayuby mereka melangkah.
__ADS_1
Tok...
Tok..
"Assalamualaikum .." ucap Fauzi gugup sambil mengetuk pintu.
"Cklek "
Suara knop pintu terbuka nampaklah bunda Fatimah yang tak lain adalah bunda Rahma tersenyum ke arah tamunya.
"Waalaikumsalam eyh.. nak Fauzi mari silahkan masuk" ucap bunda Fatimah mempersilah kan tamunya masuk.Fauzi pun masuk walau agak ragu dan deg-degan, jika tidak ada Azam yang mendorongnya masuk,mungkin Fauzi akan diam mematung sakin gugupnya. langkah Fauzi di ikuti kedua orang tua nya.
"Silahkan duduk ," ucap bunda Fatimah, mereka pun lansung duduk di shofa.
"Eh Bun kenapa gak kasih tau Ayah kalo tamunya sudah datang "ucap Burhan Ayah Rahma yang datang dari belakang. sambil duduk dan bersalaman kepada calon besannya.
Kenapa Ayah dan Bunda Rahma tak terkejut dengan kedatangan tamunya jawaban nya karna Rahma sudah memberi tau kedua orang tuanya.Bahwa akan ada seseorang yang datang mau melamarnya.Burhan dan Fatimah tidak menolak ataupun menerima karna urusan yang satu ini keputusannya ada pada Rahma sendiri walau sebenarnya bunda Fatimah dan Burhan mengharapkan Azam menjadi menantunya. Mungkin ini sudah jalan hidup Rahma.
"Mari silahkan di minum jamuan nya"ucap bunda Fatimah sambil menyodorkan minuman dan cemilan kepada calon besan nya.
"Iya trimakasih" jawab mereka semua. mereka pun berbincang-bincang supaya tak ada kecanggungan sebelum memulai keintinya.
"Eemmm "
Deheman hendra yang tidak lain adalah ayah Fauzi mengalihkan perhatiaan semua orang menjadi menatap dirinya.
"Begini pak kedatangan kami kesini pertama-tama ingin bersiraturahmi ...dan kedua mau menyampai kan niat baik Putra kami " ucap hendra sambil menepuk pundak Fauzi.
Hening...
Suasana menjadi serius.
"Mohon maaf sebelum nya alangkah baiknya kita panggil dulu Putri saya karna Rahma yang akan menentukan masa depannya. menerima ataupun menolak saya serahkan ke pada putri saya dan semoga nak Fauzi menerima segala kepeutusan anak saya" jawab ayah Rahma sambil melirik sekilas kepada Azam ada rasa tak enak dihatinya.
Seorang gadis perkerudung berwarna navy pashmina di padukan dengan gamis hitam polos menunjukan kesan anggun tersendiri. menuruni anak tangga di gandeng oleh bunda dan sahabatnya.Semakin dekat dan dekat membuat gadis itu semakin deg-deg-gan tak karuan.Rahma pun mengeratkan pegangan tangan pada bundanya sambil melirik sang bunda .
Bunda Fatimah hanya tersenyum meyakinkah putrinya bahwa pasti baik-baik saja.Rahma terus menundukan pandangan tak berani mengankatnya saking gugupnya.
"Sini Nak duduk dekat Ayah"ucap Burhan kepada Rahma, sambil menepuk-nepuk kursi mengisaratkan supaya duduk di dekatnya.
Rahma pun mendudukan bokongnya di antara Bunda dan Ayahnya.
"Nak… kedatangn Om kesini mau melamar Rahma untuk putra Om, yaitu Fauzi apakah nak Rahma menerima lamaran anak kami.. "ucap hendra.
Suasana seketika hening, semuanya antusias menunggu jawaban Rahma.
"Sebelum menjawab boleh Rahma bertanya"ucap Rahma gugup.
"Silahkan Nak.." ucap Hendra ayah Fauzi.
__ADS_1
"Apa alasan yang membuat ka Fa..uzi me..lamar Rahma"ucap Rahma berbata ,menahan gugup.
" Karna akhlak yang ada di diri dek Rahma sehingga Allah menggerakan langkah saya ke sini,membuat saya yakin bahwa dek Rahma adalah wanita pilihan Allah untuk saya"ucap Fauzi lantang, entah keberanian dari mana.
Membuat suasana hening kembali.......
"Dengan bismillah Rahma menerima lamaran kak Fauzi "
"Alhamdulillah...." serempak semua orang bahagia.
Disaat hati berbahagia. Ada hati lain yang terluka seluka-lukanya menahan sakit supaya tak terlihat.Menunjukan seolah-olah dia baik-baik saja, padahal jauh di relung hati nya ia ingin menangis,menjerit,tapi apalah daya Allah sudah menunjukan aliran takdirnya sendiri.
"Emmmz .....Yah,Bun maaf Azam pamit pulang dulu "ucap Azam sambil berdiri.
" Kenapa Nak pulang cepet makan dulu bareng-bareng,"ucap bunda Fatimah merasa ada sesuatu.
"Terima kasih Bun tapi Azam harus pergi... ada urusan mendadak" kekeh Azam.
" Oh ya sudah titip salam buat orang tua mu dan hati-hati dijalan". ucap bunda Fatimah.
"Iya Bun, Assalamualaikum"ucap Azam sambil menyalami kedua orang tua Rahma dan Fauzi.
Azam berlalu pergi meninggalkan kediaman Qolayuby dengan luka yang membara.Burhan cuma bisa menatap nanar pemuda yang sudah lama menjaga dan menyayangi anak nya "maaf" Cuma kata itu yang bisa bunda Fatimah dan ayah Burhan katakan dalam hati.
Semoga apa yang di pilih Rahma, itu yang terbaik buat dirinya ,dan jika suatu saat nanti Rahma tau akan perasaan sahabat nya itu semoga dia tak menyesal.Itulah kadharullah sang ilahi membolak balikan hati .Melambung tinggi dan juga menjatuhkan sejatuh-jatuh nya, dia yang kuasa atas segalanya.
Kalau sudah terucap "KUN" tidak ada yang bisa mencegah nya,menandakan bahwa agung kuasanya. Sedang kan diri kita yang hina apa yang akan kita perbuat melawan tak mampuh yang harus kita lakukan hanya bersukur atas nikmat nya.
.
..."*cinta itu mahluk kasat mata...
...tidak bisa dilihat...
...tapi bisa dirasakan kehadirannya"...
...*rahma qolayuby*...
_______
sudah membacanya.... he.. he...
jangan lupa like
komen
vote ya...
terimakasih....
__ADS_1
tunggu kelanjutannya yah*....