Takdir Illahi

Takdir Illahi
#17


__ADS_3

Sudah malam tapi Azam belum pulang membuat Rahma mondar mandir didalam kamarnya, rasa cemas mulai menggerogoti hatinya.


Tidak biasanya Azam pulang selarut ini, apalagi tak mengabari Rahma katanya hanya keluar sebentarbsudah jam setengah sebelas tak ada tanda-tanda Azam pulang.


Rasa haus menggerogoti Rahma perlahan Rahma turun kebawah menuju dapur diteguknya satu gelas air putih.Jam terus saja berjalan hingga Rahma memutuskan menunggu di ruang tengah, bundanya sudah tertidur membuat Rahma sedikit lega.


Rasa kantuk menghampiri gadis itu, sekuat tenaga menahannya nihil rasa kantuk itu kian menjadi hingga gadis itu tertidur di atas shofa.


Malam yang sunyi mengantarkan gadis itu cepat kealam mimpinya.


Gadis itu melihat laki-laki yang sekarang sudah sah menjadi suaminya begitu cuek, dadanya begitu sesak sulit untuk sekedar bernapas.


"Kenapa? "ucap gadis itu


"Ma'af Aku harus pergi, bukan tak menyayangimu lagi namun hati ini kian lelah"


"Tunggu Mas..."


"Tunggu... Aku mohon jangan pergi..."


"Jangan pergi...."


"Jangan pergi... "


"... Dek... hey... kamu kenapa ?... Dek bangun... "ucap Azam terus menepuk-nepuk pipi Rahma, rasa kewatir menghampirinya, ada apa dengan tidur gadis itu? apa dia mimpi buruk.


"Ah.... Astagfirullah" teriak Rahma langsung bangun dari tidur nya.


"Alhamdulillah... Ade bangun juga "ucap Azam sambil memegang tangan rahma rasa lega menghampiri Azam.


Gadis itu memerhatikan laki-laki yang berada dihadapannya dengan nafas masih tidak teratur, dadanya naik turun.


Baju koko, sarung dan peci menempel di tubuh laki-laki itu, cahaya terpancar dari wajahnya apalagi tatapan teduhnya.


"Minum dulu Dek"ucap Azam menyodorkan segelas air minum, tampa pikir panjang gadis itu mengambilnya dan meminum habis tampa sisa.


"Apa yang Ade mimpikan? kenapa terlihat begitu takut, apalagi Ade teriak-teriak jangan pergi"ucap Azam lembut, sambil mengusap-usap lengan gadis itu, memberi ketenangan.


"Kapan Mas pulang" ucap Rahma seketika membuat laki-laki itu mengerutkan kening, sudah panjang lebar bertanya malah balik nanya,tak lama Azam tersenyum.


"Tadi jam dua belas"

__ADS_1


"Kenapa selarut itu, apa yang Mas lakukan? kenapa gak ngabarin Adek! "


Laki-laki itu mengulum senyum, entah kenapa pertanyaan gadis itu yang menuntut membuat hatinya bahagia.


".as.. "desak gadis itu.


"Ma'af Mas gak ngabarin Ade, ma'af pulang malam,ma'af membuat Ade menunggu, Mas ada pekerjaan penting yang gak bisa ditinggal, Mas juga mau ngabarin Adek... tapi ponsel Mas lobet"tutur Azam lembut.


Penjelasan laki-laki itu membuat sang gadis lega, entah kenapa gadis itu seperti takut, apalagi mimpi buruk yang menghantuinya.


"Bruk... "


Gadis itu memeluk erat tubuh laki-laki yang dari tadi ditunggu sampai ketiduran, dan berujung mimpi buruk, suara isakan terdengar pilu, apalagi tubuh gadis itu gemetar.Azam merasa bingung dengan tingkah kekasih halalnya.


Perlahan Azam melepas pelukan gadis itu, tapi tidak bisa gadis itu malah mempererat pelukannya, membuat laki-laki itu bertambah bingung dan pasrah membiarkan gadis itu memeluk dirinya.


"Jadikan Ade istri seutuhnya... Aas"


Deg...


Ungkapan gadis itu sukses membuat laki-laki itu kaku, aliran darahnya seketika beku, apa yang barusan dia dengar tatapannya kosong.


Lama terdiam, tapi tak ada jawaban membuat sang gadis mengendorkan pelukannya dan mendongkak menapat netra laki-laki itu, tatapannya begitu kosong.


"Mas jadikan Ade istri seutuhnya"ulang gadis itu lagi .


"Ade sudah menjadi istri kakak yang seutuhnya "ucap Azam spontan.Bukan laki-laki itu tidak mengerti arah pembicaraan gadisnya itu, dia sangat mengerti hanya saja laki-laki itu tidak mau melakukan atas dasar paksaan, apalagi melihat tingkah gadisnya yang seperti menyembunyikan sesuatu, dia hanya akan melakukan dengan dasar saling cinta bukan seperti ini.


"Mas...."


"Apa Ade sudah mencintai kakak"potong laki-laki itu.


Deg.....


Ucapan sang laki-laki membuat gadis itu terasa kelu untuk sekedar mengucap saja,dari tadi dia berbicara tapi sekarang lihat lah dia malah diam tak bergeming. Membuat laki-laki itu tersenyum kecut dugaannya semakin tak salah lagi. Gadisnya bersikap karna suatu keadaan bukan tulus dari hatinya.


Rasa kecewa menghampiri laki-laki itu, rasanya sakit sekali dia langsung berdiri melangkah tapi langakhnya tertahan tangan mungil melingkar indah di perutnya membuat dia seketika diam isakan terus terdengar di telinganya,membuat laki-laki itu memejamkan kedua matanya tangannya mengepal erat.


"Nas Aku tak tau, apa ini cinta atau rasa takut.... yang pasti hati ini selalu bergetar hebat ketika Mas memperlakukanku dengan lembut,rasa kewatir menghampiriku ketika Mas tak ada kabar"hening tak ada ucapan lagi, mereka mengontrol suasana hati masing-masing dengan posisi masih sama, gadis itu semakin mempererat pelukannya cairan bening menembus baju koko yang dikenakan Azam terasa dingin merembes kulitnya,dipastikan bajunya basah karna air mata gadisnya.


Perlahan laki-laki itu membuka lilitan tangan mungil gadisnya, mereka saling berhadapan diusapnya dengan lembuat sisa cairan bening itu.

__ADS_1


"Cup.... "


Benda kenyal nan lembut menempel erat di kening gadis itu, perlahan turun tepat di kelopak matanya kanannya beralih ke kelopak yang kiri, terus turun di hidung mancung yang sudah memerah karna tangisan.


Perlakuan lembut azam membuat gadisnya diam mematung ada aliran listrik yang menyengat keseluruh tubuh gadis itu,sensasi aneh yang lagi-lagi gadis itu rasakan ketika kulit mereka bersentuhan.


Sudah puas di hidung nya laki-laki itu turun lagi"sudah adzan"ucapnya.


Seketika membuat sang gadis membuka kedua matanya yang sempat terpejam,pertama yang dilihat senyuman manis sang kekasih halalnya,wajah mereka begitu dekat hanya beberapa inchi saja.


,


"Cup.... "


Benda mungil dan kenyal menempel sempurna di bibir laki-laki itu, membuatnya melotot.


"Yasudah Ade ke kamar mandi dulu"ucap Raa sambil perlalu pergi terukir senyuman di bibir mungilnya, walau hatinya sebenarnya dari tadi sedang berdisko, entah ada keberania darimana gadis itu mencium nya.


Azam masih diam mematung dengan apa yang barusan dia dapatkan, gadisnya mengecup dirinya lembut terukir senyuman yang begitu lebar.


Semoga ini adalah tahapan yang bagus untuk hubungan mereka, saling jatuh cinta itu indah, apalagi jatuh cinta kepada orang yang sudah halal apapun yang kita lakukan insyaallah jadi pahala tak ada dosa didalamnya.


Fabiayiallairabikumatukadziban"Nikmat tuhanmu yang mana yang engkau dustakan"


Sungguh indah tuhan membulak balikan hati setiap hambanya yang tuhan kehendaki,dengan kata"KUN FAYKUN"semuanya pasti terjadi.


Dan ingat setiap rumah tangga pasti ada yang manis tapi bagai mana kita sendiri yang berusaha membangunnya menjadi lautan manis.


......................


ok....


sudah dulu yah


kalau sudah baca jangan lupa untuk


like


komen


vote

__ADS_1


.............ok.........he... he...


__ADS_2