Takdir Illahi

Takdir Illahi
#30


__ADS_3

Sudah satu minggu dari kejadian keguguran Rahma . Membuat Rahma selalu murung dan enggan untuk sekedar bicara walau itu juga kepada Azam.


Rahma memang sudah pulang dari rumah sakit karna keadaannya sudah membaik dan anak Rahma di kuburkan di samping rumahnya sendiri.


Sikap yang cuek dan mendiamkan membuat Azam sedikit ada rasa aneh dengan perubahan sikap Rahma tapi Azam tak mengerti perkara apa yang membuatnya mendiamkan nya . Azam belum sempat menanyakan karna pekerjaannya selalu menumpuk tapi walaupun begitu Azam selalu menyempatkan waktu supaya bisa bersama istrinya.


Diamnya Rahma , Azam mungkin berpikir itu karna kehilangan calon anaknya .Bukan Azam tidak sedih hanya saja dia menahan untuk tidak meluapkan kesedihannya untuk tetap tegar supaya menjadi lindung dikala sang istri lemah walau sebenarnya hati Azam benar-benar rapuh tapi dia pandai menyembunyikannya.


Tapi Rahma tak lepas dari tanggung jawabnya sebagai istri dia terus menyiapkan keperluan Azam seperti menyiapkan baju kantor, memakaikan dasi, masak dan lainnya walau begitu tetap saja bibir mungil Rahma enggan untuk bersua.


Melihat wajah istrinya yang di tekuk membuat Azam semakin bingung sikap Rahma yang seperti itu apa dia masih merasa kehilangan atau ada hal lain yang mengganjal di hatinya.


"Dek Mas berangkat dulu yah.. "ucap Azam ketika sedah beres sarapan pagi,Rahma tak menjawab dia hanya mengangguk kan kepala tanda mengiyahkan dan berjalan menghampiri Azam untuk mencium tangannya.


Banyak pertanyaan yang ingin Azam tanyakan tapi belum ada waktu luang apalagi Azam sekarang harus berangkat ke kantor karna ada pertemuan dengan kolegan luar kota tepatnya dari daerah Sumatra.


Dengan perasaan campur aduk Azam pergi meninggalkan istrinya sesudah kepergian Azam Rahma langsung menutup pintu rapat-rapat tangannya mengepal meremas dadanya yang begitu sesak cairan bening begitu saja keluar dari tempatnya dia menyandarkan punggungnya di balik pintu.


"Mas apa yang kau tutupi dari Ade ...kenapa kau tak menjelaskan apapun... apa semua ini benar? "gumam Rahma pada dirinya sendiri.


Siapa yang akan Rahma percaya suaminya atau pakta yang iya dapat kenapa begitu sakit dan sesak anak nya yang belum genap dua minggu meninggalkan nya begitu membekas meninggalkan luka sekarang luka yang belum kering itu tersiram lagi hingga semakin basah, sakit sekali.


Dengan langkah gontai Rahma menyibukan dirinya dengan pekerjaan rumah semoga dengan kesibukannya dia sejenak akan melupakan masalahnya.


Tapi lagi-lagi Rahma tak bisa mengerjakan pekerjaan nya dengan benar bayangan poto Azam bersama wanita lain sedang tersenyum bahagia membuat Rahma sesak apalagi wanita itu sedang mengandung .


Apa Azam tega menduakan Rahma yang dia butuhkan hanya penjelasan tapi sayang rasanya tenggorokan Rahma tercekik ketika akan mempertanyakannya mungkin karna Rahma tak akan sanggup jika pakta itu benar.


Rahma ingat tiga hari yang lalu Azam memang pulang larut malam dan tepat pada hari itu pula Rahma mendapatkan sebuah paket di depan rumahnya ketika Rahma keluar akan menyiram tanaman.


Rahma menyerngit bingung paket punya siapa? dia langsung mengecek tanda kirimannya dan tertuju padanya perasaan Rahma tak membeli apapun tapi karna penasaran Rahma langsung membukanya karna rahma pikir mungkin dari Azam.


"Brak... "


Rahma terkejut hingga menjatuhkan kotak paket itu kedua matanya langsung memanas hingga potho-potho yang ada di dalam kotak itu berserakan salah satu dari poto itu terselip selembar kertas putih dengan tangan bergetar Rahma mengambilnya dibukanya perlahan.


"APA KAMU YAKIN SUAMIMU SETIA ? INGAT KAMU BARU SAJA KEGUGURAN !!! "

__ADS_1


Kata itulah yang tertulis di lipatan kertas itu Rahma paham kemana maksud dari kata itu,apa Azam benar-benar berselingkuh dan akan meninggalkannya.


Pikiran buruk terus saja berkecamuk di dalam ingatan Rahma ketika mengingat tulisan dan poto kemesraan suaminya.


Tahma berusaha menampik pikiran-pikiran buruk itu dengan berusaha mempercayai sang suami rasanya tidak mungkin Azam melakukan hal itu apalagi Rahma sendiri tau bagai mana sikap Azam tapi karna paktor guncangan batin Rahma merasa ketakutan dan tak bisa berpikir jernih.


"Ning-nong..... Ning-nong... "


Suara bell membuyarkan lamunan Rahma "hufff"perlahan Rahma menghirup udara dan membuangnya kasar dia berjalan kearah pintu.


"Cklek... "


Pintu terbuka menampakan seorang wanita yang memakai kerudung sedang membelakangi pintu membuat Rahma menyerngit bingung tidak tau siapa yang bertamu.


"amaaf cari siapa ya? " ucap Rahma sopan.


Wanita itu membalikan badannya bibirnya tersenyum manis kearah Rahma yang melotot.


"Bruk... "


Rahma terkejut tapi ada raut bahagia terpancar diwajahnya hingga rahma langsung memeluk erat wanita yang sedang tersenyum kepadanya.


"Maaf... abis Aku seneng banget.. "timpal Rahma sambil melepaskan pelukannya.


Yah dia Dinda sahabat Rahma yang sudah dua tahun tak ada kabar kemana dia, bekerja apa, tinggal dimana ? sudah banyak pertanyaan berputar di kepala Rahma tapi Rahma mengulurkan niatnya mengajak masuk Dinda dulu.


"Ayo masuk"ucap Rahma sambil menarik lengan Dinda"duduk dulu di sini Aku ambil dulu minum"ucap Rahma Dinda langsung mendudukan bokongnya di shopa tak lama Rahma datang dengan nampan ditangannya.


"Nih minum dulu "ucap Rahma sambil mendudukan bokongnya di shopa depan Dinda.


Dinda hanya menurut karna jujur tenggorokannya kering dari tadi.


"By the way ...apa kabar ? kemana aja selama ini, sekarang dimana tinggal, sama siapa? " beruntun pertanyaan Rahma keluarkan yang dari tadi tersimpan di otaknya.


"Stop Rah.. satu-satu dong nanyanya aku pusing"


"He.. he.. maaf.. "

__ADS_1


"So... "


"Gimana kabarnya" ucap Rahma sambil tersenyum.


"Alhamdulillah baik... seperti yang kamu lihat...Aku pindah kebogor dan tinggal sama paman, biasa membantu paman di perusahaan dan.. maaf Aku gak ada kabar selama dua tahun ini" ucap Dinda sambil menunduk merasa bersalah sama sahabatnya sendiri.


"Gak papah Aku ngerti ko.. trus sekarang tinggal dimana?"


"Di apertemen "


"Tapi kamu pasti sulit yah.. cari rumah ku.. "


"Tidak ko.. soalnya Aku kerumah bunda dulu tadi sambil tanya di mana tempat tinggal kamu"


Sesekali Rahma tertawa karna ocehan Dinda dan sedikit bisa melupakan masalahnya,sudah dua jam mereka habiskan untuk berbincang waktu terus berjalan hingga sebentar lagi mau memasuki waktu ashar Dinda langsung pamit karna banyak urusan yang akan dia lakukan.


"Kalau begitu Aku pamit dulu yah... "ucap Dinda.


"Yasudah hati-hati"mereka berpelukan dan Dinda langsung pulang sesudah Dinda pulang Rahma termenung kembali dia berjalan gontai kearah kamarnya waktu asharpun sudah tiba Rahma langsung melaksanakan kewajibannya.


"mMs kebohongan apa lagi yang kamu sembunyikan"batin Rahma sambil meremas tasbeh yang dia pegang.


Rahma memejamkan matanya mengingat perkataan Dinda"kamu beruntung sekali nikah sama ka Azam pengusaha muda yang sukses "ucap Dinda ringan.


"Pengusaha sekses kamu ngaco Din.. ka Azam cuma pegawai biasa dia cuma kerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan"ucap Rahma sambil tertawa.


"Ehhh.. beneran Rah... masa gak tau sih... kalau gak percaya nih lihat... "ucap Dinda sambil memperlihatkan layar ponselnya.


Disitu terpangpang berita "Muhamad Khoerul Azam pengusaha sukses yang merangkak ke manca negara "itulah kira-kira judul berita yang ada di atas beranda.


...**********...


ok... udah dulu yah... jangan lupa


komen


like

__ADS_1


vote


yah....


__ADS_2