Takdir Illahi

Takdir Illahi
#31


__ADS_3

Tepat jam setengah lima sore Azam pulang dari kantor dengan langkah lebarnya Azam memasuki rumah di bibir tipisnya dari tadi tak sedikitpun luntur dari senyuman nya.


Tangan Azam terulur memegang knop pintu.


"Cklek... "


Azam membuka pintu dengan perlahan"Assalamualaikum"ucap Azam ketika pintu sukses di buka.


Hening.....


Tak ada jawaban salamnya membuat Azam mengerutkan kening tak mendapati sang istri menyambut dirinya,kemana? Azam langsung menutup pintu dan berjalan kedalam rumah.


Azam menengok kanan-kiri tetap sama sang istri tak ada . Azam berjalan kearah ruang tamu tetap saja tak menemukan sang istri.


"Siapa yang bertamu"gumam Azam ketika melihat dua gelas di atas meja dan cemilan mungkin belum sempat Rahma bereskan Azam lalu menoleh kearah dapur tetap saja gak ada.


Azam langsung kekamarnya mungkin ada dikamar pikir Azam sesudah masuk kamar Azam masih belum menemukan Rahma di kamar mandipun sama tak ada.


"Kemana kamu Dek.. "batin Azam cemas.


Dengan lesu Azam meletakan tas dan jasnya di atas kasur Azam mengangkat tangannya yang sedang memegang sebuah baber bag dari tadi, Azam lalu meletakan baber bag itu di dalam lemari meletakaannya di tumpukan baju Azam.


Azam keluar kamar lagi untuk mencari sang istri"apa Rahma ada disamping"batin Azam dengan perasaan ragu Azam berjalan kearah samping rumahnya memastikan apakah benar sang istri ada disana.


Langkah Azam berhenti ketika melihat sang istri sedang duduk teraimpuh di sisi makam anaknya dengan isakan, melihat hal itu membuat Azam mencelos apa yang harus Azam lakukan supaya sang istri tidak sedih lagi.


Perlahan Azam mendekat langkah kakinya sengaja di pelankan"Dek "ucap Azam sambil memegang pundak sang istri ketika sudah di belakang Rahma.


Suara Azam membuat Rahma terkejut dan bangkit dari duduknya tak peduli dengan bajunya yang sudah kotor akibat duduk di tanah di samping makam anaknya.

__ADS_1


Rahma langsung melangkah meninggalkan Azam tampa menoleh sedikitpun ataupun membalasan ucapan Azam membuat Azam yang masih berdiri di buat melongo dengan kepergiaan Rahma.


Azam langsung mengejar ingin mempertanyakaan apa yang sedang mengganggu pikiran sang istri sehingga membuat Rahma bersikap acuk padanya.


Langkah kaki Rahma tertahan karna Azam menghalangi jalannya dengan merentangkan kedua tangannya membuat Rahma mendengus dan memalingkan wajahnya kerah samping.


"Jangan halangi jalan Rahma ka"bentak Rahma penuh penekanan dengan tatapan enggan untuk melihat Azam keluar juga kemarahan, sedih, kecewa yang dari kemaren-kemaren Rahma pendam membuat dada Azam tiba-tiba sesak bukan karna bentakan melainkan panggilan yang Rahma ucapkan bukan kata "Mas" lagi melainkan "Ka" .


"Ada apa dengan Ade... tolong jelaskan.. supaya Mas tau apa letak kesalahan Mas.. "ucap Azam lembut berusaha tenang menyikapi orang sedang marah .


" Bukannya tidak kebalik.. "ucap Rahma sambil tersenyum sinis kini Rahma melihat wajah Azam yang nampak bingung tapi sedikitpun tak mempengaruhi Rahma karna Rahma pikir muka itu hanya kedok belaka.


"Maksudnya?.. Mas benar-benar tidak mengerti? "Azam mejawab masih dengan nada lembut.


" Jangan tutupi kebohongan Kakak dengan penampilan Alim semuanya hanya kemunafikan.."


Deg....


" Kebohongan apa yang Ade maksud? "ucap Azam mencengkal tangan sang istri ketika mau beranjak pergi membuat Rahma langsung menghempaskan tangannya sehingga membuat tangan Azam terlapas kini mereka berhadapan saling tatap satu sama lain tatapan Azam begitu banyak tanda tanya ,sedih dan kecewa sedangkan Rahma menatap dengan perih, sakit, marah, kecewa dan lainnya bercampur jadi satu namun tatapan itu mendominasi dengan kemarahan terbukti dari tatapan Rahma yang memerah.


" Apa sebenarnya pekerjaan Kakak? kenapa Kakak menyembunyikannya dari Rahma kalau Kakak adalah seorang pengusaha bukan seorang karyawan kantoran..... apa itu alasan Kakak gak ngasih tau Rahma supaya Rahma gak tau kalau Kakak selingkuh.. " teriak Rahma menggebu dan berlari kearah kamar dengan linangan air mata. Lihat lah Azam hanya mematung tak bergeming mendengar teriakan sang istri seolah-olah yang diucapkan Rahma adalah kebenaran.


"Bruk... "


Rahma menutup pintu dengan kencang lalu menguncinya dari dalam sesak sekali dada Rahma kenapa Azam gak langsung menjawabnya atau hanya sekedar menjelaskan bukan hanya diam mematung.


Gebragan pintu yang Rahma tutup begitu nyaring sehingga membuat Azam tersentak dan sadar dari lamunannya.


Azam tak bergeming bukan karna teriakan yang Rahma ucapkan tapi Azam mematung sok karna tuduhan istrinya yang mengatakan selingkuh.

__ADS_1


Apa yang membuat Rahma bisa menuduh Azam begitu keji rasanya dada Azam dari tadi bergemuruh ingin meluapkan emosi atas tuduhan sang istri tapi Azam tersadar bahwa menghadapi orang yang sedang marah harus hati-hati jangan sampai salah bicara dan menimbul kan api yang lebih besar lagi.


Azam langsung berlari menyusul sang istri namun sayang Azam tak bisa masuk karna pintu terkunci sesaat Azam memejamkan kedua matanya mendengar isak tangis sang istri yang terdengar pilu membuat Azam melorotkan tubuhnya menjadi duduk sambil menempelkan punggungnya disandaran pintu.


Cairan bening terus saja bermunculan tampa henti di pelupuk mata Azam " ya Allah ujian apa ini? berikan kesabaran dan keikhlasan di hati hamba supaya hamba bisa menjalaninya dengan lapang dada " jerit batin Azam.


Tidak ada tempat mengadu selain Allah,yang bisa Azam lakukan dia terus berpikir kenapa istrinya bisa mengatakan itu tak biasanya Rahma marah sampai segitunya.


Banyak kejadian akhir-akhir ini yang Azam lalui tapi Azam tidak bisa menyimpulkan apa ini adalah perbuatan orang yang pernah mengancam dirinya.


Tapi rasanya mustahil Azam tidak mau berburuk sangka sebelum mempunyai bukti karna akibatnya akan fatal sama saja Azam memfitnah orang tapi bukan masalah jika harus berjaga-jaga dulu.


Tibalah waktu magrib Azam langsung berdiri meninggalkan pintu kamarnya masuk kedalam kamar tamu dan melaksanakan kewajibannya disana karna Azam pikir akan sulit membujuk orang yang tersulut emosi.


Jam terus berputar pada arahnya hingga waktu isyapun sudah lewat Azam diam di ruang utama sesekali melihat kebelakang semoga sang istri keluar namung sayang apa yang dilakukan Azam hanya sia-sia Rahma tak keluar sama sekalai kalau begini caranya bagai mana Azam akan menjelaskan.


Kalau masalah pekerjaan Azam bisa menjelaskannya walau jika harus panjang lebar hingga bibir jadi doer . Azam gak peduli tapi kalau masalah selingkuh Azam harus gimana? dan memang pasti sulit karna Azam sama sekali tidak melakukan itu.


Sedangkan jam terus saja berputar tapi tetap saja gak ada tanda-tanda Rahma keluar hingga rasa kantuk menghampirinya dan Azam dengan pasrah tidur diatas shofa dengan tengkurap.


...*************...


**ok.. ok.... beri....


komen


like


vote nya yah....

__ADS_1


terimakasih**.


__ADS_2