
Prang.....
"Ah...hik.... hik... ah... . " teriak Dinda frustasi mengamuk diapertemennya kini ruangan yang sangat rapih menjadi berantakan seperti kapal pecah.
"Kalau Aku tak bisa memilikinya maka siapapun tak boleh... lihat lah paman... wanita yang engkau cintai tidak setia padamu... dia mengkhianati cinta sucimu.... dengan menikah sama laki-laki yang Aku suka.... ha... ha.... "rancau Dinda menertawakan dirinya sendiri tapi tak lepas dari air mata yang terus mengalir di pelupuk matanya.
Sedangkan Azam terus berjalan keluar hotel dengan mengepalkan tangan di ikuti oleh Fandi dari belakang"Astagfirullah....astagfirullah.... tenangkanlah hati hamba ya robb" batin Azam sambil mengusap-usap dadanya yang sesak menahan amarah.
"Zam... sekarang apa yang harus ku lakukan pada wanita iblis itu... "ucap Fandi ,Azam langsung terdiam,langkah apa yang akan dia lakukan Azam juga masih bingung.
"Entah lah Ka... "itulah yang keluar dari mulut Azam.
"Kita harus laporkan pada pihak yang berwajib.. kelakuaannya sudah melewati batas.... "geram Fandi.
" Aku hanya tak mau membuat hati Dinda semakin mendendam dan Rahma juga tidak akan mudah percaya atas apa yang sahabatnya sendiri lakukan.. Aku hanya tak mau membuat Rahma bersedih lagi.. "
"..Tapi Zam... kamu akan semakin jauh dengan istrimu... "
"Biarlah Allah yang menuntun jalan takdirnya ka..... Aku yakin di balik ini semua pasti ada hikmah di dalamnya dan biarlah Rahma tau dengan sendirinya tampa campur tanganku..jika Rahma adalah jodohku Aku yakin Allah akan persatukan kami dengan jalannya.. "
" Tapi... "
"Aku hanya berusaha ikhlas ka.. "tegas Azam tak mau dibantah Fandi hanya pasrah Azam memang selalu begitu tak mau mendendam walau hatinya tersakiti.
"Ok.. kalau begitu kamu pulang kemana? "tanya Fandi.
" Kerumah ka"
"Yasudah... kakak duluan.. kalau masalah media kamu jangan kewatir insyaallah besok Aku akan beritahau hasil penyelidika siapa pelaku sebenarnya karna kakak yakin itu pasti ada campur tangan pembisnis yang iri akan dirimu.... pertahankan rumah tanggamu Assalamualaikum... "
"Waalaikumsalam.. "Azam hanya memandang nanar punghung Fandi orang yang selama ini dia anggap saudaranya sendiri selalu lera mengorbankan dirinya hanya untuk melindungi Azam padahal Fandi mempunyai istri yang harus dia jaga.
"Huhhhfff"
Azam membuang nafas kasar lalu masuk kedalam mobil perlahan menyalakan mesin mobilnya.
Malam yang sunyi menemani Azam yang terus melajukan mobilnya dengan kecepataan sedang menuju arah rumahnya, Azam memberhentikan mobilnya agak jauh dari pekarang rumahnya dia melihat sayu kearah jendela yang lampunya masih menyala "apa kamu belum tidur Dek... maaf... Mas sudah membuat Adek sedih.. "batin Azam.
Tidak lama rasa kantuk mulai menghantui Azam hingga Azam terlelap menuju alam mimpi semoga besok pagi keadaan membaik.
Sayup-sayup Azam mendengar adzan subuh berkumandang perlahan Azam membuka kedua matanya kepalanya sedikit pusing dan badan nya terasa ngilu.
Dengan lemas Azam menyalakan mesin mobilnya menuju masjid yang tak jauh dari tempat Azam parkir.
Rasa pusing semakin terasa tapi Azam berusaha menahannya tetap berjalan kearah tempat wudhu sudah beres Azam masuk kemasjid ikut berjama'ah di shaf paling belakang karna jamaah sudah penuh.
Azam tak langsung beranjak dia masih setia duduk sambil berdzikir memohon ampun atas dosa yang Azam lakukan tak lupa pula azam memohon ampun atas kesalahan sang istri.
Hingga sinar mentari tersenyum malu-malu dibalik awan menerobos masuk kesela-sela jendela masjid yang terbuka menghangatkan punggung Azam.
Azam langsung beranjak keluar masjid tujuannya hanya ingin bertemu sang istri semoga hari ini istrinya mau mendengarkan penjelasaannya.
Mobil melaju pelan memasuki pekarangan rumahnya membuat Azam menyerngit bingung ada satu mobil yang terparkir"siapa pagi-pagi yang bertamu"gumam Azam pada dirinya sendiri tak banyak pikir Azam langsung keluar dan berjlan kearah pintu utama.
__ADS_1
"Bismillahirohmannirrohim"batin Azam.
Tok... tok.....
Azam mengetok pintu bukannya Azam tidak mau menerobos masuk takutnya sang istri akan marah langsung.
Terdengar suara yang berjalan kearah pintu guna membuka knop pintu lalu memutarnya.
Cklek.....
Nampaklah seorang laki-laki bibirnya yang tersenyum menjadi hilang seketika melihat Azam yang berdiri di depan pintu tangannya mengepal erat.
"Burgg... "
Azam terhunyung kebelakang tiba-tiba mendapat pukulan dari laki-laki itu.
"Brengsek.... kau sudah menyakiti Adik ku... "
"Burgg.... "
"..Ka.. Azam bisa jelaskan ini tak seperti yang kakak duga... semua ini salah paham.. "ucap Azam berusaha menjelaskan namun amarah Farhan sudah memuncak di ubun-ubun hingga tak mau mendengar penjelasan Azam.
"Buk... buk.... "Azam terus saja mendapat pukulan dari Farhan abang Rahma yang kedua tepatnya kakak ipar Azam tapi Azam sama sekali tak membalasnya walau hidung,bibir dan pelipisnya sudah berdarah.
Kegaduhan yang Farhan buat membuat bunda Fatimah dan Rahma keluar seketika membuat bunda Fatimah melotot.
"Astagfirullah... Abang.. stoppp.. "teriak bunda Fatimah berlari mencoba melindungi menantunya yang akan di tonjok lagi oleh anak nya.
"Bunda bilang stopppppp"bentak bunda Fatimah membuat Farhan diam tak bisa melawan kalau bundanya sudah turun tangan.
Bunda Fatimah walau marah pada Azam yang sudah menyakiti putrinya dengan berita yang tersebar tetap membantu Azam berdiri bukannya kasiaan hanya saja bunda Fatimah tidak menyukai kekerasan di dalam menyelesaikan masalah.
Sedangkan Rahma melihat suaminya yang sudah babak belur di hajar oleh Abangnya terenyuh ingin sekali memeluknya dan memarahi abang nya yang sudah membuat sang suami babak belur tapi lagi-lagi rasa sakit di dadanya datang apalagi mendengar berita tentang Azam membuat Rahma membenarkan tampa mencari tau terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi membuat Rahma urung niat membantu sang suami malah memilih diam.
Membuat dada Azam sesak sekali melihat istrinya hanya diam mematung tak mau membantunya sorot kekecewaan terpancar di mata Azam sebegitu tidak percayakah Rahma pada dirinya.
"Terimakasih Nun" ucap Azam pelan pada bunda Fatimah yang membantunya berdiri bunda Fatimah hanya diam tak membalas ucapan Azam.
"Bunda percayakan sama Azam "ucap Azam berharap tapi sayang bunda Fatimah memilih bungkam lagi-lagi membuat Azam sakit tak ada yang mempercayainya.
Perlahan Azam berjalan kearah Rahma yang masih setia diam mematung di depan pintu.
"Jangan bang"ucap bunda Fatimah mencengkal tangan Farhan yang akan menghalangi Azam, membuat Farhan pasrah.
" Mas bisa jelaskan semuanya... Dek... " ucap Azam lemah.
"Jangan mendekat.... "
Deg....
Sakit sekali mendengar istrinya menolak dirinya membuat Azam seketika berhenti "Mas mohon..Ade.. percaya sama Mas... Mas tidak mungkin berbuat perbuatan keji itu...Ade percaya kan.. " ucap Azam berharap.
"Bagai mana Aku bisa percaya... Ka... apalagi betita itu sudah tersebar luas... "
__ADS_1
Jlep.....
Sungguh sakit hati Azam istrinya malah percaya pada berita dari pada dirinya sendiri tapi Azam terus berusaha ingin menyakinkan perlahan Azam mendekat lagi berusaha meraih tangan istrinya.
"Itu... tidak seperti yang Ade pikirkan....Mas.. "
Plak....
Lagi-lagi Azam harus menahan sakit atas penolakan istrinya yang menghempaskan tangannya .
" Jika kakak tak mau pergi.. biarlah Adek yang pergi.... "
"Jangan... "cegah Azam, Azam gak mau istrinya benar-benar pergi tampa izin darinya biarlah Azam yang menanggung semuanya.
"Baik lah... Mas akan pergi... satu hal yang perlu Adek ingat.... apa yang kita lihat atau dengar itu belum tentu... yang sebenarnya.. dan Mas... hanya mencintai Ade... jika Allah sudah menunjukan kebenarannya jangan cari... Mas.... Assalamualaikum.. "
Azam langsung berjalan mundur hatinya benar-benar sesak melihat istrinya yang hanya diam mematung tak mau mencegahnya yang paling menyakitkan Azam adalah Rahma yang enggan untuk menatapnya.
Dengan perasaan hancur Azam meninggalkan rumah yang penuh kenangan itu tujuannya sekarang hanya satu kerumah sakit guna menjenguk mamahnya.
"Bruk... "
"Astagfirullah Nak... " teriak bunda Fatimah.
"Dek.... " teriak Farhan.
Sepeninggalan Azam Rahma langsung pingsan karna tak kuat menahan sesak di dadanya.
Mahligai cinta yang berusaha Azam jaga kini hancur karna ketidak percayaan, jiwa yang kuat seperti hilang begitu saja terhempas oleh keadaan, kemana lagi Azam mencari kekuatan? hanya satu tempat tujuan Azam saat ini yaitu masjid.
Azam ingin mengadukan semua yang terjadi, memohon kekuatan untuk menjalani ,supaya Azam tak jauh dari sang illahi guna mendapat jalan yang terbaik.
Tidak ada rumah tangga yang berjalan manis bahkan para nabi dan ulamapun Allah uji, bagai mana pun kita hanya manusia akhir Zaman yang tak luput dari lautan dosa jangan mudah menyerah hanya di beri ujian sebiji sawi tingkatkan takwa dan iman supaya kita bisa keluar dari jeruji ujian yang sedang kita hadapi.
bersambung.......
...----------------...
ok... ok..... gimana ceritanya?
hayo..... jika suka beri
like
komen
vote
ok......
terimakasih......
salam hangat dari athor ya.....
__ADS_1