Takdir Illahi

Takdir Illahi
#34


__ADS_3

Rahma memejamkan kedua matanya sebentar berusaha menetralkan nafasnya yang dari tadi tak tetatur.


"Ini pak kembaliannya buat bapak aja"ucap Rahma menyodorkan uang seratus ribu ketika sudah sampai di lokasi dan langsung turun tampa mendengar balasan sang supir taxi.


Rahma langsung berjalan mencari Dinda dengan perasaan tak karuaan apakah yang dikatakan Dinda benar kalau Dinda sering lihat sang suami bersama wanita lain.


Bagai mana tidak marah seorang istri mana pun akan marah ketika mendengar kalau suaminya selingkuh tapi apakah benar kalau Azam memang berbuat curang atau inih hanya kesalahan pahaman semata.


"Rahma"teriak Dinda memanggil Rahma di serbang jalan depan restoran.


Rahma yang merasa di panggil menengok melihat Dinda melambaikan tangan kepadanya kendaraan cukup ramai membuat Rahma kesulitan menyebrang.


"Jangan kesini Rah... langsung aja kamu masuk rumah sakit yang ada di sampingmu.. Aku lihat ka Azam masuk kesitu... maaf Aku gak bisa antar kamu... soalnya ada banyak urusan" teriak Dinda lagi membuat Rahma menghentikan langkahnya dan benar di sebelahnya adalah rumah sakit kenapa Rahma baru menyadarinya memang benar rumah sakit dan lertoran tempat Dinda makan berserbangan.


"Terimakasih Din... infonya.." balas Rahma tak kalah teriak Dinda hanya mengangguk sambil tersenyum.


Rahma langsung berjalan memasuki rumah sakit jantungnya berdebar tak karuaan apa benar Azam disini bersama wanita lain atau yang diucapkan Dinda hanya kebetulan tapi rasa penasaran dan takut bercampur jadi satu dadanya bergemuruh seiring Rahma terus melangkah mencari sang suami .


Mata Rahma berhenti melirik ketika melihat seseorang yang sendari tadi dia cari kedua matanya mulai memanas melihat pemandangan yang menyesakan dada sendari tadi tangannya mengepal kuat hingga memutih.


Sesak sekali melihat orang yang kita cintai bersama wanita lain .


"Jadi ini Ka.. kelakuaan kakak di belakang Aku"


Deg....


Azam terkejut mendapati sang istri sudah ada di depan matanya pergerakan tangan Azam yang akan membantu mendudukan wanita hamil di bangku tunggu yang tak sengaja Azam tabrak karna terburu-buru mau nebus obat menjadi berhenti hati Azam mencelos melihat tatapan sang istri yang begitu tajam .


"Dek... Mas bisa jelasin ini.. semua gak seperti apa yang Ade lihat.."ucap Azam lembut berusaha meraih tangan sang istri namun Rahma malah menepisnya dengan kasar.


"Kakak masih mau mengelak... jelas-jelas Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri... Kakak selingkuh dengan dia... "bentak Rahma menggebu sambil menunjuk kearah muka wanita yang di samping Azam.


Membuat wanita yang di tunjuk Rahma kaget oleh bentakan Rahma "Mas Aku takut... "ucap wanita itu sambil memegang tangan Azam memohon perlindungan .


Melihat itu semua membuat dada Rahma semakin nyeri seperti di tusuk-tusuk oleh ribuan pisau dadanya semakin sesak apalagi mendengar wanita itu memanggil Azam dengan sebutan "Mas" perlahan Rahma mundur dengan cairan bening yang dari tadi sudah membasahi pipi Rahma.

__ADS_1


Begitu pun Azam sama merasa sakit melihat air mata istrinya yang sendari tadi sudah menangis karna kesalah pahaman yang ada Azam menyingkirkan tangan wanita itu dengan kasar yang sedang memegang tangannya dan berjalan mendekati sang istri yang terus mundur Azam ingin meraih kedua tangan istrinya tapi seketika membuat Azam mematung mendengar bentakan sang istri.


"Jangan sentuh Aku dengan tangan kotor Kakak" bentak Rahma sambil membalikan badan dan berlari keluar tak peduli dengan semua orang yang memandangnya.


Deg....


Sungguh sakit hati Azam oleh penolakan istrinya sendiri rasanya Azam ingin marah pada wanita yang ada di belakangnya tapi yang Azam lakukan hanya menatap tajam wanita yang berani memegang dan menyebut Mas kepada dirinya.


Percuma marah kepada wanita itu yang Azam sediri tak tau siapa yang terpenting sekarang Azam harus mengejar sang istri yang sudah berlari sangat jauh.


Azam langsung berlari mengejar sang istri namun sayang Rahma sudah tidak ada sesekali Azam menengok kanan-kiri tapi tak mendapati sang istri membuat Azam frustasi.


Azam langsung menuju mobilnya gerakan Azam berhenti ketika melihat seseorang sedang tersenyum kemenangan kearahnya tapi Azam tak memperdulikannya yang terpenting sekarang Azam harus menemukan Rahma.


"Apa yang sebenarnya kau inginkan... "batin Azam ketika melihat orang itu dengan tatapan dingin dan penuh luka.


Azam takut terjadi apa-apa pada sang istri apalagi pergi dengan keadaan tak baik-baik saja.


Dengan cemas Azam terus melajukan mobilnya dan berbelok menuju rumahnya semoga sang istri pulang kerumah.


"Ade mau kemana? ...Mas bisa jelasin Dek... Mas moh... "Azam tak bisa melanjutkan ucapannya karna terkejut oleh bentakan sang istri, siapa sekarang yang ada di hadapan Azam seperti bukan istrinya? dimana istrinya yang lemah lembut itu!.


"Stop.... apa lagi yang mau Kakak jelasin semuanya sudah jelas.... "sentak Rahma menghempaskan tangan Azam dengan kasar.


"Astagfirullah Dek.... Mas mohon jangan begini... "


"Aangan halangi Aku... "


"Tidak... Dek... tidak... Ade jangan pergi.. dari rumah ini" cegah Azam menahan koper yang akan di dorong Rahma lagi.


"Aku sudah muak... berapa banyak lagi kebohongan yang kakak sembunyikan.... Aku benci kakak.. "teriak Rahma histeris mendorong tubuh Azam kuat yang menghalanginya tapi Azam terus berusaha menahan tubuhnya yang di dorong.


"Tapi Mas.. mohon Ade jangan pergi dari rumah ini... "


"Aku akan tetap pergi... "

__ADS_1


Plak....


Rahma melayangkan tamparan ketika Azam akan memeluknya.


"Aku tak sudi di peluk sama laki-laki kotor kaya Kakak... Aku benci semua yang ada di diri kakak"bentak Rahma.


Deg....


Lagi-lagi ucapan sang istri melukai hati Azam tamparan yang dilayang kan tak terasa sakit dibanding dengan ucapan istrinya yang mengatakan bahwa dia laki-laki kotor,dada Azam terasa sesak sangat sesak.


Kini giliran Azam yang mundur perlahan, tatapan sendu berubah jadi dingin Azam tak menyangka sang istri benar-benar tak mempercayainya segitukah kepercayaan sang istri pada dirinya kenapa dia mudah terhasut.


Tidak ada yang lebih sakit ketika orang yang kita cintai tak mempercayai kita begitu sakit dan sesak seperti yang Azam rasakan sekarang, Azam benar-benar tak mengenali siapa sekarang wanita di depannya yang menatap dengan tatapan kebenciaan tak ada lagi tatapan kasih sayang yang penuh cinta.


"Biar Kakak yang pergi jika ini adalah keinginan Ade... Ade tetap di sini saja.. "ucap Azam dingin terpancar dari sorot matanya menyorotkan kekecewaan yang mendalam.


Azam langsung pergi meninggalkan sang istri walaupun Azam kecewa tapi Azam tidak mau membuat istrinya bertambah dosa keluar rumah tampa ijin suami biarlah Azam yang menanggung semuanya.


Tubuh Rahma ambruk kelantai menangis pilu sekujur tubuhnya gemetar, Rahma perlahan mengangkat tangannya yang gemetar yang sudah dia dipakai menampar sang suami.


"Apa yang telah Aku lakukan"jerit batin Rahma sambil memeluk tubuhnya sendiri.


bersambung......


...****************...


kalau sudah baca jangan lupa


like


komen


vote nya loh.....


terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2