Takdir Illahi

Takdir Illahi
#40


__ADS_3

..." Jangan buat Aku cemburu...


...atas cintamu pada mahluk...


...hingga kau lupa...


...sebenarnya siapa yang lebih berhak...


...kau cintai "...


...*Takdir illahi**...


...----------------...


"Emmmz "gumaman kecil keluar dari bibir mungil yang sedang berbaring diatas ranjang rumah sakit perlahan kedua mata lentiknya terbuka mengerjap-ngerjap menyesuaikan cahaya.


"Nak kamu sudah bangun"


Gadis itu membuka matanya sempurna melihat orang yang berbicara ada bunda, mamah, ayah, bang Farhan, bang Zam-zam hanya kedua kakak ipar dan keponakannya saja yang tidak ada diruangan yang serba putih itu.


Rasanya kepala nya pusing sekali dan seluruh badan gadis itu sakit bibir nya enggan untuk berbicara kenapa gadis itu ada disini pikir nya sambil menatap orang-orang di sekelilingku dan ada yang kurang siapa?.


Tiba-tiba dada Rahma sakit dan sesak seperti di tusuk-tusuk kenapa? ada apa? Rahma langsung meremas dadanya.


"Astagfirullah nak kamu kenapa" ucap bunda Fatimah panik.


Rahma diam tak menjawab dengan isakannya dan semakin kencang ingin sekali Rahma berbicara memanggil satu nama yang terukir indah dihatinya tapi entah kenapa lidahnya begitu kelu sekali.


Orang-orang yang ada diruangan itu pun semuanya ikut panik dengan tingkah Rahma.


Rahma masih terisak menahan sesak berusaha turun dari ranjang tapi di cegah oleh bunda Fatimah dan mamah Azam.


"Nak kamu kenapa? istigfar nak.. " ucap bunda Fatimah semakin panik melihat kondisi anaknya.


"Ah..... Mas Azam... " teriak Rahma.


Akhirnya nama itu keluar juga dari bibir mungil Rahma yang dari tadi sulit untuk di ucap karna menahan sesak dari tadi pikiran Rahma menuju kepada Azam yang terakhir dia ingat sebelum tak sadarkan diri suaminya di bawa keruang ICU.


"Mas Azam... mas.... mas... " Rahma terus berteriaak menerobos orang-orang yang menghalanginya.


Bunda Fatimah dengan sigap memeluk anaknya yang seperti orang gila.


"Istigfar nak... suamimu baik-baik saja... istigfar nak... tenangkan dirimu... "


"Tidak bunda.. hik.. tidak.. semuanya karna Rahma.. mas Azam sakit karna Rahma... "


" Jangan salahkan dirimu nak.. istigfar ..."

__ADS_1


"Rahma jahat bun... rahma istri yang jahat.... hik.. hik... "


Bunda Fatimah terus mempererat pelukannya menyalurkan ketenangan isakan pilu Rahma terus menyayat hati siapa saja yang mendengar semua orang yang berada diruangan meneteskan air mata melihat kondisi Rahma yang seperti hilang akal.


Bunda Fatimah belum pernah melihat putrinya seperti ini dulu pas ditinggalkan ayah dan Fauzi Rahma bersedih tidak sampai begini bunda Fatimah sangat takut melihat keadaan anaknya yang lemah tak berdaya.


Brak...


Pintu ruangan Rahma dibuka sangat kasar seorang dokter dan suster masuk dengan muka panik.


" Kondisi pasien semakin keritis harus segera melakukan oprasi donor ginjal sedangkan di rumah sakit ini belum ada pendonor.. tolong pihak keluarga membantu mencarikan... " ucap dokter dengan muka serius dan panik.


Deg....


Semua orang yang ada diruangan itu tercengang lihatlah Rahma langsung diam seketika tidak memberonta dan isakannya pun berhenti seketika detakan jantung Rahma seperti diremas dipaksa berhenti mulutnya mengatup Rahma berjalan seperti zombie mencengkal erat kerah dokter.


"Ambil ginjal saya... " ucap Rahma dingin sudah tak ada isakan lagi tapi tetap saja cairan bening terus keluar.


Jder....


Semua orang tercengang melihat Rahma yang mencengkram erat kerah dokter dengan sigap Zam-zam langsung menarik lengan adiknya tapi sayang cengkraman Rahma sangat kuat menbuat dokter sedikit kesakitan sedangkan suster mundur sedikit kebelakang.


" Cepat ambil ginjal saya... berikan pada suami saya dok... " bentak rahma.


"Tapi... " ucap dokter gugup.


"Kenapa dok... bukannya dokter bilang suami saya sedang keritis...."


" Tidak Bang.... " bentak Rahma membuat Zam-zam lagi-lagi tercengang adiknya seperti kerasukan.


"... Cepat dok... apa dokter mau membunuh suami saya... "


"Nak jangan begini caranya" ucap mamah Azam ikut turuntangan walau kakinya sebenarnya masih sakit sedangkan bunda Fatimah masih sok hanya diam mematung melihat sikaf anaknya.


"..Tapi dokter tak mau ambil ginjal Rahma mah... mas Azam lagi berjuang maut... Rahma hanya ingin menyelamatkan suami Rahma mah....hik.. hik... " hancur sudah pertahanan Rahma dia kembali terisak tapi isakannya tersendat-sendat karna sesak di dadanya.


"Iya tapi lepaskan dulu cengkaraman Rahma kasin dokternya.... " mamah Azam berusaha membujuk.


" Tidak mah sebelum dokter ini.. membawa Rahma... "


"Baik lah.. saya akan bawa anda ... " tegas dokter karna tak kuat menahan sakit .


Seketika Rahma melepaskan cengkaraman nya semua keluarga bukannya tidak mau membiarkan Rahma mendonorkan ginjalnya hanya saja kondisi Rahma sedang drof takut terjadi apa-apa.


Ketika Rahma datang dengan keadaan acak-acakan dan tiba-tiba pingsan melihat Azam di dorong keruang ICU karna kondisinya kritis.


Membuat mamah dan ayah Azam panik mereka langsung menelepon bunda Fatimah memberitahukan kondisi rahma bahwa kondisi rahma sedang drof dan mengalami sedikit guncangan karna rasa troma.

__ADS_1


Dokter terpaksa membawa Rahma keruang pemeriksaan apakah cocok atau tidak ginjal Rahma dengan Azam tapi sayang dokter menyatakan tidak cocok sehingga terpaksa harus mencari donor lain,ungkapan dokter membuat rahma tidak terima membuat dada rahma semakin sesak dan sakit bertubi-tubi.


"Tidak....ini tidak mungkin.... Aku apsti cocok... mas...." jerit Rahma histeris.


"Bruk.... "


"Dek.. " teriak Aarhan dan Zam-zam.


"Nak..." teriak bunda Fatimah.


Sedangkan mamah dan ayah Azam sedang diruang dokter sebenarnya ginjal Rahma cocok dengan Azam tapi mamah Azam memohon pada dokter supaya memalsukan hasilnya karna mamah Azam tidak mau ambil resiko dengan keadaan kondisi Rahma yang drof dan jiwanya tertekan jika dipaksakan akan fatal pada kondisi Rahma sendiri.


Walaupun mamah dan ayah Azam sedih mendengar kondisi anak semata wayangnya sedang berjuang melawan maut tapi mereka juga tidak mau egois mengorbankan orang lain .


Kedua manusia itu hanya menunduk ayah Azam menarik Zenab kedalam pelukannya menyalurkan ketenangan pada sang istri mereka juga baru tahu bahwa Azam memiliki penyakit ginjal dan sekarang satu ginjal Azam rusak.


Anak yang pendiam, penurut, jahil dan manja di depan kedua orang tuanya ternyata sudah lama menyimpan rasa sakit dan bodohnya kedua orang tua Azam tak menyadari itu.


Sungguh hanya keajaiban tuhan yang sekarang mereka harapkan waktu terus berputar keadaan Azam semakin keritis tapi donor ginjal masih belum ada.


Sedangkan Rahma masih tak sadarkan diri keadaannya yang semakin drof mengharuskan Rahma harus dirawat bibir mungilnya tak henti-henti mengigau membuat semua orang yang ada disana meneteskan air mata begitu juga dengan ayah Azam laki-laki angkuh yang jarang mengeluarkan air mata sekarang keangkuhannya kalah hanya melihat keadaan sang menantu .


Begitu besarkah cinta Rahma pada Azam hingga membuat Rahma seperti ini sungguh indah Allah menguji cinta dua inshan yang sedang berjuang akan kah allah akan memisahkan mereka di dunia ini atau akan mempertemukan di dunia yang berbeda semuanya hanya rahasianya tidak ada yang tau.


Ketika sebuah rumah tangga di uji di goyangkan dengan ketidak percayaan itu jauh sangat menyakitkan dua inshan yang sama-sama sakit dan menyakiti tapi mempunyai ikatan cinta yang suci hingga dua-duanya Allah uji dengan perjuangan.


Tidak ada yang lebih indah kecuali cinta Allah pada makhluknya beginilah Allah menunjukan cintanya karna kita sebagai hamba sering lupa siapa yang memberi cinta yang sesungguhnya.


Jadi cintai lah orang semestinya dan bencilah orang semestinya jangan ada kata lebih dalam hal rasa karna itu ujung-ujungnya akan menyakitkan.


Halnya Rosulallah selalu berkata : " Jangan lebihi cintamu pada mahluk melebihi cintamu pada allah karna allah adalah sang pemilik cinta jika kamu melebihinya siap-siap akan ada kecewa"


bersambung.......


...----------------...


ah... thor... aku aja yang tulis dak... dik.. duk...


gimana kalian yang baca?


jangan lupa


like


komen


vote yah...

__ADS_1


terimakasih..


sampai jumpa di prat selanjutnya....


__ADS_2