Takdir Illahi

Takdir Illahi
#28


__ADS_3

..."*Inikah takdirku...


...harus berada di ruang yang sama...


...ruang yang sangat menyakitkan...


...dan penuh luka...


...yang orang lain bilang...


...Ditinggalkan*"...


...*Rahma qolayuby*...


...----------------...


Langit yang cerah nampak gelap di telan oleh kegelapan tak ada langit yang seindah siang dan sore tadi tapi seorang gadis belum sadar apa yang sudah dia lewatkan masih setia tertidur diatas ranjang rumah sakit tak tau padahal keluarganya sangat mencemaskannya.


"Emmmz"gumaman kecil terdengar di bibir mungil gadis yang sudah delapan jam tak sadarkan diri perlahan gadis itu bangkit walau kepalanya terasa sakit tapi dia tetap berusaha bangkit.


Ruangan yang serba putih membuat gadis itu menyerngit bingung matanya terus menelisik seisi ruangan yang lumayan luas"apa Aku di rumah sakit"gumam gadis itu dan matanya langsung melirik kearah tangannya ada selang infus yang menancab indah dipunggung tangan kirinya"kenapa Aku ada disni? "tanya gadis itu pada dirinya sendiri.


Lama dia mengingat perasaan sehabis dhohor dia berangkat ingin kerumah bundanya dia terus berusaha mengingat tangannya langsung meraba perutnya ketika dia teringat kejadian dia di jambret karna terkejut dia berbalik tapi alangkah malangnya sang pencompet malah mendorongnya keras hingga gadis itu membentur terotol jalan sangat keras alhasil.


Tangan gadis itu bergetar meraba pelan perut yang sudah sedikit membuncit kini rata kembali"gak mungkin"batin gadis itu tampak diminta cairan bening dari tadi sudah lolos dari pemiliknya tubuh ramping gadis itu mulai bergetar.


"Tidak... ini tidak mungkin... hik... hik... anakku... tidak"teriak gadis itu yang tak lain adalah Rahma qolayuby.


"Ah... Aku gak mungkin kehilangan anakku.... hik... tidak.... maafkan bunda nak... ah... "tetiak Rahma lagi tak kuasa menerima kenyataan yang dia dapat tak peduli dengan rasa sakit jarum infus yang semakin menusuk karna pergerakannya karna hatinya jauh lebih sakit dari kekedar tusukan jarum infus yang tak ada apa-apanya.


Takdir begitu sempurna berjalan pada putarannya yang tak bisa dimaju,mundurkan.


"Kenapa sesakit ini hik... apa yang harus Aku katakan pada mas Azam hik... anakku.. "begitu sesak sekali dadanya.


Kenapa penderitaan lagi-lagi menghampiri Rahma hidupnya terasa benar-benar di jungkir balikkan keterpurukan kembali dia alami rasa kehilangan terus menjerat dirinya semakin erat seperti tak mau terlepas apa lagi yang sedang tuhan rencanakan belum cukupkah mengambil Ayah dan Fauzi di hidupnya sekarang tuhan mengambil malaikat kecil yang sama sekali belum bisa Rahma melihatnya.


Sesak, marah, ingin menghujat tapi pada siapa? adilkah bagi Rahma? kenapa harus dia yang mengalami,kenapa? apa dosa Rahma di masa lalu membuat Tuhan selalu mengujinya lagi dan lagi.

__ADS_1


"Hik... Tuhan kenapa kau begitu kejam kepadaku... kenapa? kenapa kau jahat ?kenapa kau hadirkan dia jika ingin mengambilnya kembali ...apa salahku tuhan.. ah... hik... "


Rahma terus menjerit karna rasa sakitnya kehilangan sungguh cobaan apa lagi yang dia dapat jeritan yang menyayat sungguh menggema pilu diruangan serba putih itu siapa saja yang mendengar pasti akan terbawa merasakan sesak sepertinya tapi sayang tidak ada yang mendengarnya orang-orang seakan tuli dengan aktifitasnya.


Meraung sendiri diruangan yang serba putih tak ada seseorang yang bisa menenangkannya sungguh gadis yang malang disaat keadaannya yang lemah seharusnya ada seseorang disampingnya.


"Tuhan kenapa kau jahat padaku hik... hik.. "teriak Rahma lagi.


"Astagfirullah Nak"teriak bunda Fatimah begitu terkejut akan ucapan anaknya.


Bunda Fatimah yang baru menemukan ruangan anaknya langsung menerobos masuk tapi bunda Fatimah dikejutkan akan ucapan anaknya yang sedang marah pada Allah.


Bunda Fatimah langsung berlari menghampiri Rahma dan memeluknya erat menyalurkan ketenangan.


"Istigfar Nak.. istigfar... jangan salahkan Allah atas ujian yang menimpamu ini adalah cobaan buat kamu ..istgfar.. "ucap bunda Fatimah lembut tapi sedikit takut melihat kondisi anaknya yang seperti zombie.


"Tidak Bunda... Allah jahat pada Rahma... dia tidak sayang Rahma hik... "


"Tidak Nak... tidak . Allah sayang Rahma... istigfar.. nak.. jangan kau jauhinya... istigfar... "


"Ngga Bunda Allah jahat sama Rahma sendari awal dia jahat dia sudah ambil Ayah dan ka Fauzi dari Rahma sekarang Allah ambil lagi anak Rahma... dia jahat bun..dia jahatttttt"


Rahma terus meronta dan menangis tapi bunda Fatimah tetap berusaha memeluk erat anaknya tak lama tangisan itupun mulai tak terdegar lagi.


"Nak... nak... "tak ada sahutan dari Rahma bunda Fatimah perlahan mengendorkan pelukannya.


"Astagfirullah nak"teriak bunda Fatimah, Rahma pinsan dengan cepat bunda Fatimah menidurkan Rahma lagi dan berlari keluar.


"Dokter.... Suster... tolong... dok... "teriak bunda Fatimah sang dokter yang mendengar itu langsung menghampiri bunda Fatimah kebetulan dokter yang tadi menangani Rahma sedang lewat sehabis mengecek pasien lain.


"Ada apa buk? "


"Tolong anak saya Dok dia pingsan"sang dokter langsung menerobos masuk kedalam ruangan Rahma di ikuti bunda Fatimah dari belakang.


Dokter langsung memeriksa keadaan Rahma dengan serius matanya menatap nanar kearah Rahma.


"Bagai mana keadaannya Dok? "tanya bunda Fatimah cemas.

__ADS_1


"Anak ibu tidak apa-apa hanya syok menerima keadaan yang dia alami dalam kondisi seperti ini seharusnya suaminya ada disampingnya...kalau boleh saya tau ibu ini siapa? dan dimana suaminya? "tutur dokter menjelaskan dan bertanya.


"Alhamdulilah... saya ibunya dok dan suaminya sedang dalam perjalanan "


"Yasudah kalau begitu saya permisi dulu"pamit dokter.


"Terimakasih dok"sang dokter hanya tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan ruangan itu.


Perlahan bunda Fatimah mendekat dan mengelus-elus kepala Rahma"ya Allah berikan keikhlasan pada hati anak hamba jangan sampai dia melukai dirinya sendiri"gumam bunda Fatimah.


"Cup"


Bunda Fatimah mengecup kening anaknya dengan sayang hatinya benar-benar teriris melihat anaknya tak berdaya cairan bening terus menetes membasahi kedua pipi bunda Fatimah.


Ibu mana yang tak akan sedih melihat putrinya terpuruk pasti sangat hancur sehancur-hancurnya tapi seorang ibu juga akan selalu terlihat kuat demi menguatkan anknya.


Jodoh dan maut semuanya sudah di tetapkan tak bisa kita maju mundurkan waktunya kalau takdir sudah berbicara pada jalannya.


Siapapun tak akan mampuh berdiri tegak mendengar kata "ditinghalkan"semua orang akan menghindar dari keadaan itu .


Boleh kita bersedih, menangis, menjerit jika itu akan membuat kita tenang menghadapi ujian tapi kita harus ingat jangan sekali-kali menjauihi ataupun menyalahkan tuhan atas apa yang menimpa.


Ingat! justru dengan keadaan kita terpuruk menghadapi sebuah ujian itu adalah pintu paling dekat disisi Allah harusnya kita meminta pertolongannya dan memohon ampun bukan malah menyalahkan atau menjauhinya.


Karna setiap ujian pasti ada jawabannya dibalik kepahitan akan ada bahagia didalamnya jangan mempersulit hidup kita dengan meratapi sebuah kesedihan tapi ikhlaskan dan jalani yakinlah suatu saat nanti pasti indah pada waktunya.


...************...


gimana ceritanya seru gak...


jangan lupa tinggalkan


komen


like


vote yah

__ADS_1


yang ini gak sakit ko he.. he.....


__ADS_2