Takdir Illahi

Takdir Illahi
#64 (Tamat)


__ADS_3

Langkah kaki dua orang wanita terus berjalan menyeluduri kolidor mencari ruangan anaknya rasa haru dan bahagia menyelimuti mereka berdua mendengar cucunya sudah lahir kedunia.


Azam tangannya bergetar menggendong putri kecilnya lalu mengadzani nya dan bergantiaan dengan putra kecilnya lagi sesudah mengadzani putri-putranya seorang suster langsung membawanya untuk di bersihkan.


Putra kecilnya keluar selang sepuluh menit dari putrinya, sedangkan Rahma menangis haru melihat kedua anaknya terlahir selamat dan menatap Azam penuh cinta yang sedang mengadzani kedua anaknya.


Sudah selesai di bersihkan Rahma langsung di pindahkan keruangan rawat , tidak lama di susul oleh kedua anaknya karna harus di beri Asi pertama. Rahma sedikit meringis ketika putrinya menyedok Asi dalam dirinya tidak lama bergantiaan dengan putranya.


Tapi rasa sakit itu hilang seketika ketika melihat bola mata yang jernih itu menatap dirinya mengerjap-ngerjap pelan.


Putri kecilnya begitu mirip sekali dengan pahatan wajah sang suami sedangkan putra kecilnya mirip dengan dirinya tapi hidung mancungnya mewarisi dari Azam dan tatapan matanya yang menenangkan.


"Assalamualaikum " ucap bunda Fatimah dan mamah Zenab menerobos masuk di ikuti sama Ayah Azam.


"Waalaikumsalam " jawab Azam dan Rahma yang sedang bersandar di sandaran brankar sesudah menyusui dua bayi kembarnya dan sekarang sudah tertidur.


"Selamat sayang kamu sudah menjadi Ayah" ucap Mamah Zenab sambil memeluk Azam.


" Terimakasih Mah, dan ma'af jika selama ini Azam belum bisa jadi anak yang baik " ucap Azam haru mengingat sosok mamahnya yang begitu lemah lembut mendidiknya hingga menjadi peria yang bertanggung jawab.


" Selamat ya putri Bunda sudah menjadi seorang ibu" ucap bunda Fatimah memeluk putri kecilnya sudah menjadi seorang ibu dengan penuh haru sambil mencium seluruh wajah Rahma.


"Terimakasih Bunda.Ma'afkan jika selama ini Rahma belum jadi anak yang baik hik.. hik.. kini Rahma tau beratnya perjuangan Bunda ..hik.. " ucap Rahma memeluk bunda Fatimah dengan sayang.


" Setiap seorang ibu pasti akan begitu sayang, dan sekarang nyatanya putri manja Bunda sudah jadi seorang ibu " ucap bunda Fatimah penuh haru.


Berbagai ucapan selamat dan do'a tidak henti-hentinya di ucapkan oleh bunda Fatimah dan mamah Zenab tidak luput dari ucapan Ayah Azam.


"Masyaallah Jeng cucu kita kembar" ucap mamah Azam pada bunda Fatimah penuh antusias tidak menyangka bahwa dirinya akan mendapat cucu sekaligus dua bukannya mendengar bahwa hasil USG nya satu tapi ini sungguh takdir Allah yang tidak bisa kita tebak.


"Masyaallah "ucap bunda Fatimah mendekati mamah Azam yang ada di boks baby dua wanita itu begitu bahagia atas karunia Allah yang telah di berikan pada anak-anaknya.


"Zam ini laki-laki apa perempuaan semua"ucap Ayah Azam ikut bergabung melihat cucu pertamanya.

__ADS_1


"Perempuaan dan laki-laki Yah " ucap Azam sambil memeluk sang istri dan tersenyum melihat kegembiraan mereka.


"Masyaallah "ucap mereka serempak.


"Sudah di kasih nama" timpal mamah Azam sangat bersemangat apalagi ini adalah cucu pertama di keluarga Khoer. Kalau dari keluarga Qolayuby mereka adalah cucu yang ke empat dan kelima.


Dua dari bang Zam-zam, satu dari bang Farhan dan dua dari Rahma.


"Belum Mah " Giliran Rahma yang menjawab.


"Apa kalian sudah menyiapkan nama untuk si kembar " ujar mamah Azam lagi melihat ke arah Azam dan Rahma sang saling tersenyum.


" Udah Mah" ucap Azam sambil tersenyum pada istrinya karna Rahma memang sudah menyerakannya pada Azam untuk masalah nama anak mereka.


" Siapa Nak" kini giliran bunda Fatimah yang bicara.


" Baby Aisyah khoer el-qolayuby dan Airumi khoer al-qolayuby " ucap Azam mantap.


" Masyaallah sungguh cantik sekali namanya berarti Bunda panggil Baby Ais dan Air gimana " ucap bunda Fatimah semangat.


Sungguh kebahagiaan yang luar biasa bagi keluarga kecil Azam apalagi dengan kehadiaran dua jagoaannya menambah kebahagiaan sempurna membuat Azam dan Rahma belajar menjadi orang tua yang baik bagi anak-anaknya kelak.


Lahirnya seoarang anak itu adalah anugrah yang terindah bagi penyempurna sebuah rumah tangga tapi walaupun ada sebuah rumah tangga tidak di karuniai seorang anak maka mungkin bagi Allah penyempurnanya adalah kesetiaan.


Karna apapun yang kita punya dan jalani itu sudah ada ketetapannya tinggal kita harus banyak berdyukur atas apa yang sudah Allah karuniakan pada kita.


Tangisan si kecil Ais dan Air membuat rumah yang Azam bangun menjadi semakin hidup. Apa lagi semenjak kehadiran baby kembar membuat Rahma dan Azam semakin jatuh cinta di setiap harinya.


Dan bagai mana kisah kita apa sama dengan kisah Azam dan Rahma atau sangat jauh. Jangan anggap Allah tidak lah adil dalam menentukan hidup kita berbeda dengan orang lain.


Kenapa kita tidak di kasih anak mungkin allah jauh lebih tau bahwa kita sebenarnya belum bisa mengurus anak.


Kenapa kita tidak dikasih banyak harta mungkin Allah jauh lebih tau takut kita tidak bisa bersyukur dengan yang allah beri.

__ADS_1


Kenapa hidup kita selalu banyak kesedihan dan mungkin Allah jauh lebih tau bahwa kita bisa menghadapinya dari pada orang lain.


Itulah dunia hidup terus berputar pada rodanya dan diri kitalah yang mengemudi mengendalikan rem yang ada di dalam roda itu, jika kita bisa mengemudikan dengan baik dan mengerem disaat ada jurang insyaallah kita pasti selamat tapi kalau itu sebaliknya siap-siaplah hancur oleh ulah kita sendiri.


"Terimakasih sayang kamu sudah berjuang untuk terus ada di sisi Mas dan memberikan Mas dua malaikat kecil " ucap Azam sambil mengecup punggung tangan sang istri lalu tatapan mata Azam mengalih melihat baby Ais dan Air yang sedang tertidur.


Baru tiga hari Rahma dan baby Ais dan Air di perbolehkan pulang karna Rahma sedikit harus di rawat akibat kurang cairan.


Dan sekarang mereka sedang duduk di atas ranjang sambil menyandar di sandaran ranjang di mana boks baby si kembar ada di sisi kanan Rahma.


"Harusnya Ade yang berterimakasih pada Mas yang sudah sangat sabar menghadapi sikaf Ade yang masih manja dan labil ini, terimakasih atas cinta Mas yang tulus memberikan segenap kasih sayang Mas pada Ade hingga Mas sudah berhasil membuat gejolak dasyat di dada Ade.. " ucap Rahma kedua netranya sudah berkaca-kaca mengingat awal pernikahannya yang belum bisa menerima Azam di sisinya dan Rahma membawa tangan besar Azam ke atas dadanya.


Dan benar saja Azam merasakan debaran jantung Rahma yang sangat cepat. Rahma tersenyum hangat menatap netra Azam.


"Debaran ini sebuah bukti bahwa Ade sudah sangat jatuh cinta pada Mas karna Allah " ucap Rahma lagi lalu mencium punggung tangan Azam dengan khidmah.


"Maka Ade memohon ridho Mas jika selama di samping Mas Ade belum bisa jadi istri sholehah " ujar Rahma sambil meneteskan air mata.


Azam menangkup kedua pipi sang istri dan menghapus cairan bening itu " Maka dengan ikhlas Mas meridhoi semuanya " ucap Azam lembut lalu mendaratkan bibir tipisnya di puncak kepala Rahma dengan kasih sayang dan mereka pun berpelukan.


Lengkap sudah kebahagiaan Rahma dan Azam apa lagi dengan kehadiran si kembar diantara mereka.


Awal yang keterpaksaan Rahma menikah dengan Azam dan tidak ada cinta di hati Rahma dengan mudahnya Allah balikan dan menggantikan kesedihan Rahma dengan kebahagiaan yang sempurna menghadirkan sosok Azam di hidupnya untuk menjadi pelengkap kesempurnaan kebahagiaan, cinta dan kasih sayang.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Akhirnya


Tamat....


__ADS_2