Takdir Illahi

Takdir Illahi
#58


__ADS_3

Jam satu dini hari Rahma terbangun dari tidurnya melirik kesamping tidak ada Azam. Rahma ingat dia telah mengunci pintu karna kesal pada Azam.


Perlahan Rahma membuka pintu yang sempat di kunci dan keluar mencari Azam. Di ruang Tv tidak ada, Rahma coba cari di kamar tamu sama tidak ada membuat Rahma sedikit takut.


Rahma menuju ruang utama hanya ruangan itu yang belum Rahma cek, perlahan Rahma berjalan sambil menggenggam erat selimut yang membungkus tubuh Rahma.


Deg...


Rahma tertegun melihat sang suami tidur terlentang di atas shofa dan tangannya di gunakan menjadi bantalnya.


Perlahan Rahma mendekat di lihatlah wajah sang suami yang tidur terlelap dengan damai .Rahma merangkak naik keatas shofa dan membaringkan tubuhnya di sisi sang suami, tangan mungil Rahma menyelimuti tubuh Azam dan tubuh dirinya sendiri, tangan Rahma memeluk pinggang Azam kemudiaan Rahma ikut terlelap menyusul Azam kealam Mimpi.


Seperti ada sesuatu yang membelit pinggangnya perlahan Azam membuka kedua matanya. Ternyata benar seorang wanita cantik dengan bulu mata lentik ,hidung mancung sedang tertidur di sebelah ketiak Azam dengan nyaman seperti anak ayam menyusup pada induknya.


Azam menyunggingkan senyum ternyata istri ngambeknya tidak bisa tidur jika tidak dalam dekapan Azam.


Azam melirik jam yang ada di dinding ternyata sudah menunjukan pukul empat ada waktu untuk sholat tahajud.


"Dek" ucap Azam membangunkan Rahma. Bukannya bangun Raham cuma menggeliaat dan semakin memeluk Azam erat kepalanya tidak bisa diam mencari tempat nyaman membuat Azam sedikit geli.


Karna kasihan Azam membiarkan sang istri memeluknya ada empat puluh lima menit lagi menuju waktu shubuh, karna nyaman Azam memeluk erat kepala sang istri dan memejamkan kembali kedua matanya hingga terlelap.


Sayup-sayup adzan subuh berkumandang membuat Rahma menggeliat dan membuka matanya kepalanya sudah berada di atas dada bidang Azam hal yang pertama Rahma lihat adalah dagu Azam, perlahan Rahma bangun dengan hati-hati supaya tidak membangunkan sang suami.


Bibir tipis, hidung mancung,halis tebal semua yang ada pada diri Azam membuat Rahma menikmati ciptaan tuhan yang sempurna.


Seringai jail muncul di kepala Rahma. Rahma meniup pelan telinga Azam membuat Azam sedikit merinding, Rahma terkekeh geli.


"Mas..bangun " ucap Rahma berbisik di telinga Azam. Membuat Azam membalikan badannya menjadi menyamping perlahan kedua mata Azam terbuka dilihat lah wajah sang istri yang dekat dengan wajahnya. Mata mereka saling mengunci satu sama lain, Rahma tersenyum simpul.


Cup....


Rahma mengecup bibir Azam membuat Azam mengerjapkan kedua matanya.


" waktunya sholat" ucap Rahma sambil mengedipkan kedua matanya genit dan langsung berlari takut suaminya malah minta lebih.

__ADS_1


"Ade" membuat Azam berteriaak istrinya kenapa pagi-pagi membuat Azam panas saja. Sedangkan Rahma hanya tersenyum mendengar teriakan Azam.


Entah kenapa Rahma ingin selalu menempel dengan Azam, kadang nakal, genit, sensitif dan merajuk sungguh istrinya mudah berubah-ubah di setiaap saat.


Karna takut waktunya habis Azam tidak mempermasalahkan kelakuaan sang istri langsung masuk ke kamar mandi guna mengambil air wudhu.


Azam keluar dari kamar mandi tapi tidak mendapati sang istri tidak berpikir panjang Azam langsung sholat subuh.


Sudah selesai Azam keluar mencari sang istri ternyata sedang memasak. Azam hanya memerhatikan saja dari kejauhan sesekali tersenyum. Istrinya sangat cekatan sekali dalam memasak membuat Azam selalu ketagihan sama rasa masakannya bahkan lestoran hotel berbintang lima pun kalah sama masakan sang istri walau terlihat sederhana tapi rasanya istimewah.


Rahma menyimpan masakan yang dibuat ke meja makan dan menyiapkan yang lainnya.


"Mas udah lihatinnya sini kita makan" teriak Rahma tampa menoleh karna sedang menuangkan air kedalam gelas.


Membuat Azam terperanjat kaget ternyata ketahuaan sama sang istri dari tadi memerhatikannya.Azam hanya menggaruk belakang telinga yang tidak gatal dan langsung berjalan menghampiri sang istri.


"Ade udah gak marah lagi sama Mas" ucap Azam memastikan lagi sambil duduk di kursi biasa.


"Siapa yang marah " tanya balik Rahma sambil mengambil kan Azam nasi dan menunya lalu memberikannya pada Azam sambil tersenyum.


"Oh.. tadi malam tidak marah ko cuma kesel dikit"


Azam di buat melongo bukan sama ucapan sang istri tapi dengan sikap Rahma yang terlihat biasa saja seolah-olah tidak terjadi apa-apa tadi malam dan waktu tidur, Azam hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah sang istri.


"Kenapa dengan sikapnya cepat amat berubahnya " batin Azam masih memerhatikan sang istri bibir mungilnya tidak lepas dari senyuman yang sedang mengambil nasi untuk dirinya.


" Dimakan Mas jangan lihatin Ade mulu" tegor Rahma karna Azam tak kunjung makan malah memerhatikannya. Tidak banyak kata lagi Azam langsung makan " kenapa Rahma bisa tau Aku melihatnya padahal dari tadi dia sibuk sendiri" batin Azam bergidik ngeri sama sikap istrinya. Lalu Azam langsung memakan makanannya tampa sisa.


Sudah makan Azam langsung pergi ke kamar guna ganti baju karna harus pergi ke kantor.


Tidak lama Rahma juga menyusul ketika sudah selesai membereskan meja makan dan mencuci piring.


Tampa sepatah katapun Rahma mengganti bajunya tepat dihadapan Azam membuat Azam mematung menelan ludahnya kasar di suguhkan dengan pemandangan indah. Kalah dengan pemandangan yang ada di Indonesia ataupun luar Negri. Sungguh ciptaan tuhan yang luar biasa.


Rahma sudah selesai dengan setelannya tak lupa memoles mukanya dengan sedikit bedak dan memakai litfbab tipis.

__ADS_1


Rahma tersenyum suaminya malah bengong bahkan kemeja yang dipakai pun baru dua kancing yang di pasang membuat Rahma geleng-geleng kepala, dan berjalan ke arah Azam untuk membantu Azam memakai baju.


Azam terperanjat kaget ketika lengan istrinya mengancingkan baju yang belum sempat Azam selesaikan.


"Dek biar sama Mas aja" ucap Azam gugup


Rahma tidak peduli dengan ucapan suaminya yang terlihat gugup dan terus mengancingkan baju kemeja Azam. Sudah selesai Rahma mengambil dasi dan memakaikan nya juga tidak lupa terakhir setelan jasnya.


"Perfect " batin Rahma sambil tersenyum melihat penampilan Azam yang gagah.


" Ayo berangkat" ucap Rahma semangat 45 sambil menggandeng lengan kekar Azam.


" Ehhh... tunggu Dek " ucap Azam memberhentikan langkah kaki sang istri karna bingung Rahma mau pergi kemana sudah rapi begitu, apa lagi mengajaknya bukan kah Rahma tau Azam harus ke kantor.


" Kenapa Mas" ucap Rahma heran kenapa suaminya suruh berhenti.


" Ade mau kemana, Mas kan harus ke kantor" ucap Azam.


"Iya Ade tau" balas Rahma santai.


"Terus kenapa Ade memakai pakaian begitu, Ade mau kemana? " ucap Azam tidak habis pikir dengan tingkah sang istri.


" Emang kenapa ! Ade kan mau ikut Mas " cicit polos Rahma sambil tersenyum manis.


Jder....


Ungkapan sang istri membuat Azam mematung diam seribu bahasa, jadi dari tadi bertingkah aneh dan ikut bersiap berganti baju sang istri mau ikut ke kantor. Azam menggeleng -gelengkan kepala sungguh pusing ada apa dengan istrinya tidak biasa bertingkah aneh kaya gitu.


" Mas kenapa geleng-geleng kepala,apa Mas sakit" ucap Rahma kewatir.


" Ehh Mas tidak sakit ko " ujar Azam.


"It... "


"Udah ayo berangkat " potong Azam menggandeng tangan sang istri, kalau di biarkan malah berkepanjangan.

__ADS_1


Rahma hanya tersenyum melihat muka Azam yang di tekuk dan Rahma langsung bergelayut manja pada lengan kekar Azam seperti anak kecil.


__ADS_2