Takdir Illahi

Takdir Illahi
#32


__ADS_3

**tes...tes.....


sudah siap baca?....


jangan bapernyah... he....


kalau udah beres.. baca...


tinggalkan


like


komen


vote ok...


selamat membaca... dan terimakasih**....


...----------------...


Azam terbangun dari tidurnya badannya terasa sakit semua bagai mana Azam tidak sakit dia tidur di atas shofa yang sempit membuat tidur Azam harus tengkurap supaya cukup bahkan Azam tak memakai selimut karna ketiduran menunggu Rahma keluar.


Azam menghela nafas kasar "huffff" istrinya masih marah apa yang harus Azam lakukan sedangkan Azam sendiri masih bingung perselingkuhan, perselingkuhan apa yang Azam lakukan? sedangkan Rahma tidak menjelas kannya secara perinci.


Pandangan Azam melirik jam yang ada di tangannya sudah menunjukan pukul tiga dini hari,Azam berjalan kearah kamarnya semoga Rahma sudah membuka kunci kamarnya namun sayang pintunya masih terkunci membuat Azam pasrah dan berbelok masuk kekamar tamu.


Menerobos masuk kekamar mandi guna mengambil air wudhu sudah selesai Azam keluar dari kamar mandi dan mengambil sejadah di atas laci direntankannya sejadah itu.


Segala yang dirasakan Azam dia curhatkan kepada sang pencipta memohon petunjuk supaya di beri jalan keluar dari permasalahan ini.


Sungguh Azam hina dan lemah di hadapan sang pencipta dengan gemetar Azam mengangkat kedua tangannya bibir tipisnya mulai Azam gerakan walau sulit "ya Allah jika cobaan ini adalah tegoran bagi hamba yang lalai dalam beribadah kepadamu hamba mohon maafkanlah atas kesalahan dan kehilapan hamba dan istri hamba limpahkanlah kasih sayang mu kepada keluarga kecil hamba" AMIN...


Tidak lama adzan subuhpun berkumandang Azam langsung melaksanakan kewajiban wajibnya sudah beres dengan rutinitasnya Azam keluar kamar memastikan apakah Rahma sudah keluar atau belum lagi-lagi membuat Azam menatap nanar semua ruangan Rahma belum keluar sama sekalai.


Apa yang harus Azam lakukan apa Azam harus mendobrak pintu memaksa supaya Rahma keluar dan meminta penjelasan dengan apa yang di ucapkan sang istri tapi Azam bukan tipe laki-laki kasar dia melihat air mata wanita saja sudah sakit apalagi ini adalah sang istri membuat Azam frustasi.


Sudah jam delapan pagi pun Rahma tetap sama masih belum keluar Azam belum berangkat kekantor hanya guna menunggu Rahma tapi hasilnya sia-sia sedangkan jam sepuluh Azam ada miting posisi ini membuat Azam bingung.


Azam berjalan kearah pintu kamar


Tok... tok....


Dia mengetuk pintu perlahan " Dek... Mas mohon jangan marah pada Mas... soal pekerjaan Mas bisa jelasin semuanya.... tapi kalau tuduhan Ade mengatakan kalau Mas selingkuh... itu tidak benar... Mas sungguh kecewa dek... ketika Ade mengatakan itu.... " teriak Azam diluar kamar semoga Rahma bisa mendengarnya.


" Ingat... Dek... apa yang kita lihat atau dengar tentang keburukan seseorang... itu belum tentu kebenarannya.... tabayyun lah.... " begitu sesak Azam setiap mengatakan satu persatu kalimatnya dan tak ada respon sama sekali dari dalam.


" Sekali lagi Mas minta maaf sungguh Mas tidak melakukan perbuatan keji itu... mas.. pamit kekantor dulu..amas mencintai ade karna Allah... Assalamualaikum.. "

__ADS_1


Sudah mengatakan itu Azam langsung pergi karna waktu yang mulai terkikis walau berat Azam tetap pergi memakai pakaian yang kemaren mungkin di kantor Azam akan gantinya karna sebentar lagi miting Azam tak mau terus membebani Fandi Azam harus fropesional.


Dan benar saja Azam menyelesaikan mitingnya dengan tenang tak sedikitpun ada kendala semua beres begitu hebat Azam bisa mengkesampingkan urusan peribadinya dengan pekerjaan.


"Gimana pan urusan kantor cabang yang di Jakarta sudah beres?"tanya Azam ketika sudah selesai miting hanya Azam dan Fandi yang ada diruangan itu.


"Alhamdulillah sudah Pak.. dan pelakunya sudah berada di jeruji besi" jawab Fandi santai.


"Sukur kalau begitu... " Azam mengbuang nafas pelan karna masalah kantor cabangnya sudah diatasi oleh sang sekertaris.


"Urusan pekerjaan sudah selesai jadi ganti pembahasan kita "ucap Azam lagi Fandi hanya mengangguk tanda mengerti kemana arah pembicaraan selanjutnya.


"Bagai mana ka... apa sudah menemukan pelaku yang membuat Rahma keguguran? "tanya Azam serius sekarang gaya bicaranya tidak sepormal tadi.


"Sudah... ternyata dugaan kamu benar Zam pelakunya orang yang sama... trus apa yang akan kamu lakukan? ""


Azam diam sejenak sambil memejamkan kedua matanya "apa berita perselingkuhan juga pelakunya orang yang sama"batin Azam "apa sebenarnya mau mu" batin Azam lagi.


Dret.... dret.....


Ponsel Azam berbunyi tanda panggilan masuk.


"Zam ada yang telepon"ucap Fandi membuat Azam membuka kedua matanya dan mengambil ponsel yang tergeletak di meja.


Azam mengambil ponselnya ternyata mamah nya yang telpon Azam pun lalu menggeser menu hijau dan mendekatkan ponselnya kedekat daun telinganya.


"*M*aaf apa ini anak ibu Zenab tolong segera ke rumah sakit bu Zenab mengalami kecelakaan saya sedang ada dalam perjalanan "


Deg....


Jantung Azam hampir copot karna terkejut mendengar berita mamahnya mengalami kecelakaan.


"Baik.. saya akan segera kesana tolong kirimkan lokasinya..."


Tut... tut....


Orang di serbang sana memutuskan telepon nya Azam langsung bangkit dari duduknya melihat kepanikan Azam membuat Fandi penasaran.


"Apa yang terjadi Zam? "tanya Fandi.


"Mamah kecelakaan ..emmmz


masalah yang tadi entar kita lanjutkan..."jawab Azam berlalu keluar tampa menunggu ucapan Fandi selanjutnya.


Melihat Azam keluar terburu-buru membuat apa karyawan bertanya-tanya apa yang terjadi pada bosnya itu tidak biasanya bos bersikaf panik begitu pasti yang terjadi adalah masalah serius begitulah perkiraan pikiran karyawan.


"Ujian apa lagi ya robb" batin Azam berusaha tenang karna dia sedang menyetir tak butuh lama Azam langsung membelokan mobil nya kearah kiri ke jalan rumah sakit Melinda Hospital Azam langsung memarkirkan mobilnya dan berlari kedalam menghampiri sang revsesionis.

__ADS_1


"Permisi bak ruang atas nama ibu Zenab di sebelah mana yah" tanya Azam cemas.


"Oh yang barusan dibawa yah Mas karna kecelakaan"Azam langsung mengangguk.


"Mas disini belok kanan pasti langsung ketemu soalnya di ruang paling depan"


"Terimakasih banyak bak... saya permisi"ucap Azam dan langsung berlari mencari ruangan yang di arahkan tadi.


Azam melihat ada dua orang yang sedang berdiri di depan ruang UGD bajunya penuh dengan darah.


"Assalamualaikum maaf Pak.. apa di dalam benar bu Zenab"ucap Azam hati-hati kedua bapak itu langsung melirik Azam.


"Iya betul... apa ini anaknya"jawab salah satu dari kedua bapak itu Azam langsung mengangguk.


"ccoba ceritakan pak apa yang sebenarnya terjadi"


"Bu Zenab sedang berjalan sambil membawa belanjaan mau menyebrang jalan tiba-tiba ada sebuah motor melintas kencang menyerepet bu Zenab banyak orang yang mengejar pelakunya namun sayang tidak terkejar"


"Apa bapak lihat No flat motornya"


"Itu dia motornya gak ada flatan"


Bisa Azam duga ini bukan sekedar kecelakaan tapi di sengaja .


"Terimakasih pak sudah bawa ibu saya"


"Sama-sama nak.. kalau begitu bapak pamit pulang... "


"Tunggu pak... ini ada sedikit rezki buat ongkos pulang bapak... "


"Terimakasih nak... kalau begitu kami permisi"Azam mengangguk tinggallah Azam seorang diri menunggu.


"Astagfirullah aku belum kabarin ayah"gumam Azam langsung merogo ponsel yang ada di saku jasnya.


"Assalamualaikum nak ada apa? "ucap ayah Azam .


"Waalaikumsalam yah cepat kerumah sakit Merlinda hospital mamah kecelakaaan"


Tut... tut....


"Ayah... ayah.... hallo"


Azam terus memanggil-manggil tapi tak ada sahutan... "Astagfirullah batrenya habis ..mungkin malam gak sempat di cas" gumam Azam baru menyadari.


Azam duduk lagi di kursi tunggu pikirannya kalut entah kemana satu masalah belum usai kini masalah baru muncul lagi.


...*********...

__ADS_1


__ADS_2