
Matahari mulai memancarkan sinarnya detik demi detik semakin melebar memasuki celah jendela tapi tak sedikitpun mengusik dua inshan yang sedang tertidur pulas di bawah selimut.
Sesudah subuh mereka memutuskan tidur lagi rasanya kedua sejoli itu sedang lelah karna sudah melewati malam panjang.
"Dret.... dret.... "
Suara dering telpon mengusik tidur Rahma, tapi tidak dengan Azam perlahan Rahma mengambil ponsel yang ada diatas naskah karna masih sedikit masih kantuk Rahma tak memerhatikan posel siapa yang mendapat telepon tidak pikir panjang Rahma menggeser tombol warna hijau.
"***... "belum sempat Aahma mengucap salam orang yang di sebrang telepon mengomel.
"Zam cepat ke kantor setengah jam lagi rapat dimulai awas saja kalau gak datang... "Rahma menyerngit bingung tak lama Rahma paham ponsel yang dia pegang bukan punya dirinya melainkan punya Azam.
"Ma'af tuan saya istrinya saya memberitau suami saya dulu"
"Eh.... maaf Adik Ipar kirain saya itu yang angkat Azam, ya sudah tolong bilangin Azam yah"
"Insyaallah tuan"
Tut... tut....
Tanda telepon mati secara sepihak tampa mengucap salam, membuat Rahma geleng-geleng kepala.Rahma melihat Azam yang masih tertidur pulas senyuman terbesit di bibir mungil Rahma apalagi mengingat kejadian semalam.
"Mas... "ucap Rahma sambil mengguncang tangan Azam lembut.
"Emmmz"erangan terdengar dari bibir Azam, dia menggeliat menjadi terlentang.
"Mas "ucap Rahma lagi, perlahan Azam membuka matanya.
"Masih ngantuk Dek"ucap Azam serak khas bangun tidur.
"Tadi teman amas telpon katanya ada miting"cicit Rahma, seketika Azam langsung memdudukan bokongnya Azam berusaha mengumpulkan kesadarannya dan melompat lari ke kamar mandi tampa mengucap apapun.
Apa yang Azam lakukan dari tadi tak luput dari tatapan Rahma.Rahma hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol suaminya terbesit senyuman di bibirnya.
Tidak lama Azam keluar dari kamar mandi langsung berjalan cepat ke arah lemarinya,mencari baju sesudah rapih Azam mengambil tas kantornya dan berlari keluar, Rahma yang melihat kelakuan Azam hanya bisa melonggo sambil memegang bantal yang mau di bereskan tidak lama Azam kembali lagi.
"Cup"
Kecupan singkat Azam berikan tepat di kening Rahma dan Azam pun langsung berlari lagi, tingkah Azam benar-benar membuat Rahma terkujut.
"Jangan bengong mulu Dek"teriak Azam yang sudah keluar dari kamarnya, seketika membuat Rahma sadar pipinya langsung memanas kelakuan Azam sungguh membuat jantung Rahma ingin copot.
"Nyebelin"gumam Rahma.
Sedangkan Azam hanya senyam-senyum sambil menyetir sampailah Azam dihalaman kantornya Azam pun langsung memarkirkan mobilnya.
"Gak biasanya telat Pak"
"Ma'af Fan tadi ada kendala"
"Yasudah langsung masuk keruangan miting Pak"Azam hanya mengangguk melangkah masuk di ikuti Fandi dari belakang.
Fandi adalah kakak tingkat Azam waktu kuliah sekarang dia bekerja sebagai sekertaris Azam dan bisa dibilang Fandi juga sahabat Azam yang paling dekat.
Ketika Azam masih kuliah maka perusahaan di ambil alih dulu oleh Fandi.Kalau mereka berdua berada diluar kantor Azam dan Fandi akan berubah panggilan mereka layaknya sahabat.
__ADS_1
Satu setengah jam sudah Azam miting bersama bawahannya yang tiga hari lagi mau meluncurkan peroduk baru .
"Kalian persiapkan diri kalian dan mohon kerjasamanya tim "ucap Azam akhir penutupan.
"Baik pak"ucap mereka semua yang nengikuti rapat.
Tinggallah Azam dan Fandi yang masih berada di dalam ruangan miting, Azam membuka benda pipih yang ada di saku jasnya mencari salah satu nomor.
"Assalamualaikum selamat siang istriku,pekerjaan apa yang sekarang Ade kerjakan?"Azam menekan tombol kirim tak lama pesan itu terkirim dari tadi tidak luntur sedikitpun senyuman di bibir tipis Azam.
"Kenapa senyam-senyum Zam"ucap Fandi membuat Azam sedikit kaget masih ada orang lain di dalam ruangan miting itu.
"Eh.... Ka emmmz... gak papah"gugup Azam Fandi hanya ber oh ria menanggapi jawaban Azam.
"Eh.. gimana kabar istri kakak katanya kemaren lagi sakit lagi ?"giliran Azam yang bertanya balik.
"Alhamdulilah Zam Andin sudah sembuh, biasa bandel suka makan pedes mulu jadi maagnya kambuh lagi"
"Bandel-bandel tapi sayang kan.. "goda Azam.
"Ya iyalah sayang... pakai geregettttt"
Ha... ha....
Mereka pun tertawa Azam dan Fandi sudah seperti adik dan kakak apalagi Azam yang tak mempunyai seorang kakak, sosok Fandi yang lemah lembuat membuat Azam menyayangi Fandi apalagi istri Fandi Andin adalah saudara jauh Azam dari mamahnya.
"Gimana kabar kamu sama Rahma sudah ada kemajuan? "
"Alhamdulillah ka sudah do'ain aja Ka semoga jauh lebih baik lagi"
Azam pun baru ingat tadi mengisim pesan apa sudah dibalas apa belum ? dilihatlah sudah ada lima balasan dari istrinya.
"Waalaikumsalam Mas Ade lagi nonton Kalau Mas lagi ngapain? "
"Mas "
"Kenapa lama balasnya yasudah semangat kerjanya"
"He... kalau pulang Mas beli bakso Ade pengen "
"Yasudah hati-hati dijalan"
Azam senyam-senyum melihat balasan dari istrinya, Azam tidak heran meliahat perubahan Rahma yang kina berani meminta hal -hal kecil dan menunjukan sikap romantisnya .Walau hanya sekedar ucapan yang sudah biasa bagi orang yang bucin tapi bagi Azam itu luar bias .
"Iya Dek ma'af Mas baru bales "
"Mas lagi bicara dulu sama teman "
"OK siap istriku "
Itulah balasan Azam untuk pesan Rahma, Azam beranjak dari duduk nya menuju ruangan kerjanya ada berkas-berkas yang harus Azam cek takut ada yang salah.
Satu persatu Azam membuka berkas untuk persiapan peluncuran peroduk barunya Alhamdulilah Azam tak mendapati kecacatan berkas itu.
Waktu sudah menunjukan pukul tiga waktunya Azam pulang dengan suasana hati senang, perlahan Azam melajukan mobil nya membelah jalan yang sedikit padat oleh kendaraan roda dua dan empat .Azam memberhentikan laju mobilnya melihat tukang bakso Azam Ingat akan pesanan istrinya.
__ADS_1
"Mang baksonya dua bungkus pake sayurannya saja "ucap Azam
"Iya sebentar tuan mohon tunggu dulu "ucap tukang bakso ramah.
Hanya lima menit Azam menunggu bakso pesanannya sudah jadi .
"Ini pesanannya tuan"ucap tukang bakso itu sambil menyodorkan,Azampun meraih bungkus bakso itu.
"Berapa mang"
"Tiga puluh ribu "
Azam mengambil dompet dan mengeluarkan uang Lima puluh ribu "kembaliannya buat amang aja"
"Terimakasih tuan"Azam hanya tersenyum dan mengangguk ,Azampun melajukan mobilnya lagi tak sabar ingin cepat sampai rumah.
Butuh tiga puluh menit Azam sampai kerumahnya dari tadi tak luntur sedikitpun senyuman di bibirnya.
"Assalamualaikum "ucap Azam memasuki rumah, tak ada jawaban salam darinya dan tak ada sambutan dari Rahma "kemana dia "gumam Azam.
Azam menuju dapur meletakan keresek bungkus bakso dan menuju kamarnya dilihatlah kamarnya juga kosong,membuat Azam heran kemana istrinya "mungkin di aman belakang "gumam Azam lagi dan langsung menuju taman belakang dan benar saja Rahma sedang tertidur pulas di kursi gantung dengan posisi tengkurap.
Rasa cemas tak mendapati istrinya terbayar sudah dengan senyuman meliahat Rahma tertidur seperti anak kecil.
"Cup.. "
Azam mencium pipi Rahma membuat si empu menggeliat karna tidurnya terusik oleh benda yang menempel di pipinya.
"Bangun Dek "
"Emmmz"gumam Rahma sambil membuka matanya orang yang pertama lihat suaminya yang sedang tersenyum menatap dirinya.
"Mas sudah pulang"ucap Rahma serak khas bangun tidur.
"Iya"
"Ma'af Adek ketiduran jadi gak nyambut Mas datang"
"Gak papah ayo kedalam Mas udah beliin pesanan Adek"ucapan Azam membuat Rahma yang tadinya merasa bersalah tak menyambuat kedatangan suaminya menjadi berbinar.
"Gendong"ucap Rahma manja membuat Azam dengan senang hati menggendong Rahma.
Rasanya bahagia sekali hati Azam dengan perubahan sikap Rahma"semoga kamu tetap seperti ini"batin Azam.
...................
udah dulu yah
janga lupa
like
komen
vote ok
__ADS_1