
..."Bisakah aku ikhlas menerima itu semua...
...rasanya sakit ya robb....
...kuatkan aku"...
...*Rahma qolayuby*...
_______
Takdir illahi yang tak bisa Azam pungkiri di saat dia menelan kecewa,marah akan sakit hati melihat orang yang dia sayangi malah memilih orang lain,tapi takdir illahi yang lain pun datang memberikan sejuta kebahagiaan di saat di menerima dengan ikhlas takdir itu,dan sekarang Allah telah mengembalikan nya sungguh indah bukan.Walau Azam sudah mendapatkan raganya Bisakah Azam memenangkan hati Rahma yang telah jauh di curi orang.
Mobil yang baru sampai di halaman rumah minimalis, walau tak terlalu besar tapi cukup untuk mereka berdua dan anak-anak kelak.
"Alhamdulillah sudah sampai "ucap Azam,Rahma yang mendengar ucapan Azam tersadar dalam lamunannya dari tadi memang Rahma sudah bangun karna gunjangan mobil melintasi polisi tidur, melihat Azam keluar Rahma pun ikut keluar ,melirik kanan kiri, rumah dengan dekoran kelasik dan ada taman bunga di halaman nya membuat Rahma tersenyum kagum.
"Rahma suka rumah nya ?"tanya Azam.
"Suka ka terima kasih ka Fauzi ".
Jeder....
Bagai sambar petir di siang bolong yang nyamber ke dalam dada Azam membutnya sesak sangat sesak”sebegitu besar kah cintamu untuk Fauzi”batin Azam berlalu pergi meninggalkan Rahma yang masih belum sadar akan ucapannya.
Rahma yang baru tersadar akan ucapanya langsung menutup mulut.
"Astagfirullah..astagfirullah ..astagfirullah ya robb apa yang telah aku ucapkan maafkan hambamu ya robb"Rahma melihat punggung Azam yang berjalan ke pintu utama buru-buru menyusul dengan perasaan bersalah.
"Assalamualaikum" ucap Rahma memasuki rumah yang sudah Azam buka dan lagi-lagi Rahma di buat kagum denga isi rumah itu.Matanya menyapu seluruh ruangan tapi Rahma tidak mendapati Azam.Rahma pun melangkahkan kaki masuk lebih dalam lagi, "apa ka Azam ada di kamar itu " gumam Rahma.
Rahma melangkahkan kedua kakinya menuju kamar yang pintunya terbuka celangak-celinguk mencari Azam. Tapu nihil hasilnya Rahma tak mendapati Azam, Rahma terus berjalan dan melihat kamar yang terbuka,dia pun berjalan menghampiri dengan ragu.
"Kak.. kak.." panggil Rahma tak ada sahutan,Rahma meberanikan diri masuk kedalam kamar, dia mematung di depan pintu memerhatikan seseorang dengan telaten memindahkan baju-baju ke dalam lemari.
"Masuk aja Rah jangan diam di situ"ucap Azam tampa menoleh, tangannya masih sibuk memindahkan baju-baju. Rahma di buat gugup sendiri .
"Anu… ka..ma.. "belum selesai Rahma bicara Azam sudah menyela.
" Jangan minta maaf kakak memakluminya"ucap Azam tersenyum, lima kata singkat tapi menohok hati Rahma, membuat Rahma jadi semakin merasa bersalah, membuat dia bingung enggan untuk beranjak.
"Dret..dret…dret..dret.. "
Suara ponsel Rahma berdering membuat azam melirik.
"Rah ponsel kamu bordering"membuat Rahma salah tingkah dari tadi melamun.Rahma merogo benda pipih yang ada di tas kecil yang menggantel di pundak nya rahma yang tidak melihat orang yang meneleponnya langsung mengangkat saja.
"Assalamualaikum "Rahma mengerutkan kening tak tau siapa yang meneleponnya
"Iya saya sendiri…."membuat Azam melirik siapa gerangan orang yang menelepon istrinya karna penasaran apa lagi melihat raut wajah Rahma yang berbeda Azam berjalan menghampiri Rahma. Rahma berjalan mundur dunianya terasa berputar dan gelap.
Bruk…. "
Rahma pingsan di dekapan Azam.
"Astagfirullah Rah kamu kenapa ? "ucap Azam panik sambil menggoyang-goyangkan tubuk Rahma ,dengan cemas buru-buru Azam mengambil ponsel Rahma melihat siapa orang yang menelepon, penasaran dengan apa yang membuat istrinya tak sadarkan diri.
"Hallo dengan siapa ini ?"tanya Azam berteriak dengan kepanikan.
Deg...
Bagai ribuan anak panak yang menancap tepat di jantung Azam membuat Azam susah bernapas. "innalilahiwainnailaihirojiun "ucap Azam lilir.
"Inikah takdir!!!.
Sekejam itukah Allah ke pada Rahma memberikan cobaan bertubi-tubi, belum kering luka empat bulan yang lalu sekarang Allah telah memberikan luka baru,sesak itulah yang dirasakan, apa salah Rahma?
" bukan kah Aku anak yang baik,rajin,dan tak pernah menyakiti siapapun kata bunda,tapi kenapa Aku yang mendapat cobaan itu apa salah ku ya rob apa,astagfirullah ..astagfirullah ya robb jangan kau benci diriku yang tak menerima takdirmu itu,maafkan lah iman yang lemah ini,maaf..maaf robb" batin Rahma sebelum hilang kesadaran cairan bening keluar deras tampa di minta membasahi pipi Rahma.
Membuat hati Azam miris merasakan apa yang kekasih halalnya rasakan,Azam hanya terus mengusap air mata yang terus mengalir di pelupuk mata Rahma tak lama air mata itu berhenti, karna lelah Azam pun ketiduran duduk di lantai kepala menyender ke pinggir Kasur dengan tangan masih menggenggam tangan Rahma yang tertidur.
Rahma terbangun dari tidurnya merasakan pusing luar biasa mungkin epek nengis berlebih .
__ADS_1
"Astagfirullah aw…….."suara rintihan Rahma membut Azam terbangun.
"Kenapa Rah? "ucap Azam kewatir.
"Kepelaku sakit kak"
"Bentar …"
"Kakak mau kemana.."
"Mau ngambil air minum.."
Azam pun berlalu ke bawah mengambil air minum dan beranjak ke kamar lagi melihat istrinya termenung dalam lamunan dengan air mata terus menetes .
"Puk. "
Azam menepuk pundak Rahma menbuat Rahma menubruk perut azam
"Bruk… "
Rahma memeluk Azam erat jika Azam tidak memegang gelas erat pasti gelas itu jatoh.
"Kak..Rahma ingin kerumah sakit…."ucapnya lilir dengan suara bergetar.Ternyata Rahma baru sadar apa yang sebenernya terjadi.
"Iyah tapi Rahma harus janji sama kakak"sambil meraih kedua tangan Rahma yang melingkar erat di pinggangnya, Azam menatap netra milik Rahma yang terus mengalliar air mata " harus janji gak boleh lemah…"lanjut Azam.
Rahma menatap balik Azam,laki-laki ini dari dulu yang selalu ada di saat Rahma butuhkan, selalu mengerti akan isi hatinya ,dengan lemah Rahma hanya mengangguk membuat Azam tersenyum. Azam membenarkan kerudung Rahma yang sedikit berantakan.
Azam dan Rahma pun berangkat ke rumah sakit tempat di mana Fauzi di rawat.
Sesampai di Rs Azam menanyakan tempat rawat atas nama Fauzi.
Sang Revsesionis pun memberi tau" No 201 belok kiri lalu kanan" sambil menunjuk arah jalannya.
"Terimakasih "
Azam dan Rahma berlari mencari no yang Revsesionis berikan tak sadar bahwa dari tadi Azam memengang tangan rahma erat.
"Ayok masuk …"
"Kak.."
Azampum berbalik menatap netra istrinya azam tau bahwa istrinya sedang gemetar terbukti dari tangan yang Azam genggam ,Azam hanya tersenyum menyakinkan dan menarik lagi tangan Rahma.Rahma hanya bisa mengeratkan pegangannya jalan satu-satu nya mencari kekuatan.
Fauzi yang berbaring dengan banyak selang menempel ditubuh nya muka yang penuh luka bibir membiru tak ada senyuman di bibir itu, membuat cairan bening tampa di minta keluar, Rahma menangis dalam diam ,tak kuat untuk sekedar melangkah membuat Azam seponan memeluk tubuh rapuh istrinya.
"Nit... nit... "
Suara monitor berbunyi menandakan kondidi pasen tidak sedang baik-baik saja.
"Ka…."
Dengan panik Azam langsung memencet tombol darurat sedangkan Rahma terus menangis di pelukan sang suami ,
tidakk lama dokter dan susuter pun datang dengan panik memeriksa detak jantung pasen.
"Ma'af pak buk bisa keluar …"ucap susuter.
Azam menarik Rahma keluar mereka duduk di kursi tunggu sambil terus melafal kan doa semoga Fauzi baik-baik saja. Tiga puluh menit berlalu tapi dokter belum keluar, itu semua membuat Azam dan Rahma semakin gelisah.
Azam nerasa aneh kemana semua keluarga Fauzi, dari tadi Azam tak melihatnya dokter pun keluar membuat Azam menghampirinya.
"Maaf pak bu…"
"Ada apa dok.. gimana keadaan teman saya"
"Maaff…"
Deg deg ......
Azam melirik kearah istrinya dan melangkah masuk.
__ADS_1
"Innalillahi wainnailaihirojiunn.."
Allahu akbar.......
Takdir Allah begitu indah hingga kita tak tau apa yang akan terjadi ke pada kita halnya yang keluarga Fauzi alami.Kita hanya harus pandai-pandai bersukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita karna Allah maha kuasa atas segalanya sekarang Fauzi yang Allah panggil mungkin besok kita yang Allah ambil, itu semua rencana Allah yang luar biasa karna Allah maha kuasa atas segalanya.
Dari kecelakan beruntut mengakibatkan meninggalnya keluarga Fauzi.Tidak ada yang selamat satupun hanya kerabat jauh dan para sahabat yang masih sok mereka masih dirawat di rumah sakit.Banyak pertanyaan ditanyakan tapi pada siapa? Dinda pun tak terlihat kemana dia? banyak pertanyaan yang berputar di kepala Azam.
Sudah selesai acara pemakaman Azam mengajak Rahma pulang.Dengan gontai Rahma di bopong Azam supaya tidak jatuh. Rahma yang sudah tak berdaya sungguh dunianya terasa runtuh bergemuruh sambil terus menggenggam erat selembar kertas yang sedikit pudar oleh darah.
Plas beck.
Tiga puluh menit menunggu tak lama Azam mendengar suara pintu terbuka.
"Bagai mana dok keadaan teman saya "ucap Azam.
"Maaf…"
"maksud dokter" sergah Rahma.
"Pasien tak bisa di selamatkan"
Deg.....
Azam melirik istrinya yang tak berdaya terus menitikan air mata melangkah masuk kedalam ruang ICU
"Tunggu" cegah Dokter
"Ada apa dok.."ucap Azam.
Ini ada surat untuk ibu Rahma dari almarhum,
Dengan gemetar Rahma mengambil surat itu.
"Terima kasih dok"
"Sama-sama yang kuat buk pak.."
Azam dan Rahma melangkah masuk.
plas back off.
______
Azam dan Rahma sudah sampai rumah, perlahan Rahma masuk kedalam kamar .Azam terdiam dan mundur membiarkan Rahma seorang diri.Rahma duduk di sisi ranjang perlahan tangan mungil itu membuka lembar kertas yang sudah belumuran darah.
“Assalamualaikum wahai calon bidadari ku..
Kamu tau Aku begitu bahagia akan bersanding dengan mu,apa kamu pun sama merasakan nya ,sebahagia yang tak bisa ku jabarkan,tapi…wahai bidadariku Aku merasa kebahagiaan itu hanya sementara entah kenapa ada sesuatu yang tak bisa ku jelas kan semoga kamu bisa kuat???jika Aku tak bisa menepati janjiku," maaf" ,ku mohon tetaplah bahagia walau tak bersamaku…
Jangan salahkan takdir,karna rencana allah jauh lebih indah…
Salam dari calon pengantin mu..
Aku mencintai mu wahai calon bidadari ku…
Wassalamualaikum…."
Rahma meremas surat itu kuat, isakan tangis pecah menggema di dalam kamar, Azam yang dari tadi menyandar di luar pintu mendengar isakan Rahma membuat Azam pun sama meneteskan air mata.
Ternyata Fauzi sudah mempunyai pirasat bahwa dia akan pergi jauh untuk tak bisa digapai lagi cinta begitu indah, sehingga ketika kita akan meninggalkan orang yang kita sayangi,kita akan berpamitan terlebih dahulu walau itu pun secara langsung atau tidak. terkadang kita sendiri tak menyadarinya.
______
sudah bacanya... he.... gimana?...
suru gak!!!
jangan lupa like
komen
__ADS_1
vote ok