Takdir Illahi

Takdir Illahi
#44


__ADS_3

"Emmmz " gumaman kecil keluar dari bibir mungil gadis itu.Perlahan kedua matanya terbuka.


" Sudah bangun Nak" ucap bunda Fatimah yang baru masuk membawa namfan.


" Emmzz.. jam berapa sekarang Bun.. ?" tanya Rahma.


" jam 17:30 Nak.. Bunda sengaja gak bangunin soalnya kamu kan lagi halangan.."


" Oh iya hampir Rahma lupa.. tadinya takut habis waktu ashar kan Rahma belum sholat.. tapi keburu Bunda ngingetin.. " ucap rahma berusaha bangun dan duduk menyender di senderan ranjang.


"Ya sudah makan dulu... Bunda suapin yah.. " Bunda Fatimah duduk di sisi ranjang.


" Biar sama Rahma sendiri Bun.. Bunda istirahat saja.. "


"Yasudah kalau begitu Bunda kekamar tamu yah..jangan lupa terus di minum obatnya.. "


" Terimakasih Bun" bunda Fatimah hanya tersenyum dan keluar menuju kamar tamu. Jujur bunda Fatimah sedikit lelah apalagi usianya yang sudah tua jadi mudah lelah.


Baru tiga suap Rahma menaruh mangkuk bubur yang Bundanya buat rasanya pahit sekali dari kemaren memang ***** makannya berkurang.


Rahma termenung dalam lamunannya melirik tempat sebelahnya. Kosong tidak ada sang Suami yang selalu memeluknya saat tidur, Rahma melirik ke meja rias dan sekeliling kamar tidak ada Azam yang selalu memeluknya dari belakang,menjahilinya ,mengecupnya dan mengeluarkan kata-kata yang membuat jantung Rahma berdetak sangat kencang.


Rindu satu kata yang menggerogoti hatinya namun rindu itu tak terrobati .Rahma turun dari ranjangnya menuju lemari sang Suami yang di sebelah lemari baju Rahma.


Tangan mungil itu memegang gagang pintu lemari sedikit macet tapi tak lama Rahma bisa membukanya. Dilihatlah tumpukan baju sang Suami Rahma mengambil salah satu kemeja yang sering Azam gunakan.


Dipeluknya baju itu dengan erat dan menciumnya dengan cara itu semoga rasa rindunya terobati. Cairan bening keluar begitu saja tampa meminta izin dari pemiliknya " maafkan Ade Mas... sunghuh Ade menyesal.. " dada rahma begitu sesak bayangan dia menyakiti Azam terus berputar di kepalanya hingga kepalanya sedikit pusing .


Rahma kenyenderkan punggungnya di balik pintu lemari yang terbuka.


"Brak.. "


Sesuatu terjatuh tepat di kaki Rahma membuat Rahma menunduk dan menganbil paper bag .Rahma menyeka air matanya penasaran apa isi baber bag itu.


Perlahan Rahma mengambil paper bag karna penasaran Rahma mengambil isi paper bag itu sebuah kotak sederhana entah apa isinya disitu juga ada sebuah kertas yang menempel.


Rahma membuka lipatan kertas itu.Sebuah tulisan yang sangat rapih,Rahma mulai membacanya satu persatu bait kata yang Azam tulis.


"Assalamualaikum untukmu bidadariku...


Apa yang harus suami mu katakan yang pasti Aku sangat bersyukur kepada Allah telah menghadirkan satu bidadari yang begitu mulya untuk menemani perjalanan panjangku...


Tidak ada dongeng yang bisa dibandingkan dengan kisah cinta sejati yang kita bagikan. Kisah cinta kita penuh dengan kegembiraan dan kasih sayang ....


Terima kasih sudah melengkapi separuh imanku dengan ada Kamu di sisiku...

__ADS_1


Happy birthday my wife..


cinta hidupku...


dari Suamimu....


Deg......


Jantung rahma berdetak sangat kencang tangannya bergetar hebat cairan bening keluar sangat deras membanjiri pipi Rahma hingga menetes membasahi kertas yang dia baca.


" Sebesar itukah cintamu Mas... hik... maafkan Adek.. yang sudah mematahkan hati Mas... hik." Rahma terisak pilu dadanya begitu sesak apakah sekarang dia pantas memdapatkan cinta Azam dengan apa yang telah Rahma lakukan.


Dengan gemetar Rahma membuka kotak berukuran sedang itu kedua matanya membulat melihat cincin berlian yang sangat cantik.


"Ya Allah apa yang sudah Aku lakukan hik... " jerit batin Rahma sambil memeluk surat, kotak dan baju sang Suami.


"Maaf Mas... Maaf... "


Rahma duduk di lantai sambil memeluk benda itu cairan bening terus mengalir tampa henti seolah-olah dari kemaren air mata itu tidak akan pernah habis.


Bahkan Rahma sendiri lupa kapan dia ulang tahun karna terlalu larut dalam kesedihan membuat keluarganya juga tak mengatakan ucapan atau hadiah apapun mungkin karna suasana nya yang tidak tepat.


Tapi kapan sang Suami membelikan ini padanya? apakah pertama mereka bertengkar mungkin iya.Mengingat itu membuat Rahma semakin menyesal karna kesalah pahaman Membuat rencana sang Suami gagal.


Sungguh Rahma adalah wanita yang beruntung mendapatkan Azam tapi dia begitu bodoh telah menyia-nyiakan kasih sayang yang tulus Azam berikan.


Rahma duduk di shofa kedua matanya terpenjam tapi tidak mencegah cairan bening yang tetap keluar,tangannya bergetar memeluk jas terakhir yang suaminya pakai.


Sudah seperti apa keadaan Rahma makanpun tidak mau.Badan yang semakin tirus,mata bengkak karna sering menangis.


Usapan lembuat di pipi Rahma tepatnya menghapus cairan bening yang membasahi pipi itu.


Merasa ada yang menyentuh perlahan Rahma membuka kedua matanya karna mungkin itu adalah kelakuan Bundanya.


Mata Rahma mulai terbuka remang-remang dia melihat sosok didepannya tapi bentuknya tidak seperti sang Bunda. Rahma tidak bisa melihat dengan jelas karna lamu kamarnya sengaja dimatikan .


"Sia.... " belum selesai Rahma berbicara di potong langsung oleh sosok itu.


" Kenapa menangis hemmmz .." ucapnya lembut.


Seketika membuat Rahma terkejut,dadanya bergemuruh.Mungkinkah dia sosok yang Rahma rindukan! apa ini hanya halusinasi,bukankah dia berada di rumah sakit.


Ctrek...


Lampu menyala membuat Rahma mengerjap-ngerjapkan kedua matanya karna silau.

__ADS_1


" Jangan menangis.. "


Suara itu? apa mungkin! Rahma langsung berdiri dan membalikan tubuhnya.


Deg....


Ternyata ini bukan mimpi dia ada dihadapannya cairan bening terus meluncur tampa diminta sang pemiliknya. Tubuh Rahma bergetar, ingin bicara tapi rasanya lidahnya kelu.Rahma berjalan dengan gemetar.


Bruk....


Rahma menjatuhkan dirinya " maafkan Adek... " ucap rahma gemetar.


"Apa yang Ade lakukan... " sergah Azam langsung memeluk sang Istri sebelum Istrinya benar-benar tersimpuh.


"Maafkan Ade.. Ade... sudah menyakiti.. Mas... Ade harus mencium kaki Mas...dan itu juga belum tentu menebus kesalahna Ade... " jerit Rahma sambil terus memberonta ingin bersujud di kaki Azam.


"Jangan sayang.. Mas sudah memaafkan Ade..Mas sudah ikhlas semuanya.."


"Engga Ade harus cium dulu ka...emmmz.. " Rahma tidak bisa menyelesaikan ucapakanya karna bibir mungil namun bawel itu sudah Azam bungkam dengan bibir tipisnya.Membuat Rahma diam tidak memberonta lagi.


Karna tak ada pergerakan lagi Azam perlahan melepaskan ciumannya.Kedua tangannya Azam gunakan untuk menangkup pipi Rahma membuat Rahma langsung mendongkak .


" Lihat mata Mas.. sungguh demi Allah Mas sudah mengikhlaskan semuanya. Jangan begini Mas sayang sama Ade.Jangan terus menangis karna itu semua membuat hati Mas sakit.Jangan biarkan Mas jadi suami jahat yang membuat Ade terus menangis.... " tutur Azam lembut sambil meneteskan air mata.Sungguh hati Azam seperti di remas melihat keadaan istrinya yang seperti mayat hidup.


Bruk....


Rahma menerobos tubuh sang Suami.Memeluk erat seakan tidak mau Azam pergi lagi " maaf kan Ade yang sudah sangat melukai hati Mas... sungguh Ade minta maaf...hik.. hik... " .


Azam membalas pelukan istrinya tidak kalah erat. " Mas sudah memaafkan Ade sungguh... "


Dua inshan yang sedang dilanda rindu yang menyesakan kini kian terobati walau harus ada tangisan di tengah-tengah kerinduaan.


Malam yang sunyi bercampur tangisan menjadi saksi kasih sayang mereka yang begitu erat saling mengunci satu sama lain.Sinar bulan yang nampak malu-malu mengintip kesela-sela jendela kamar dua inshan yang melepas rindu seakan hari kemaren tidak terjadi apa-apa.


Begitu indah rencana Allah menyatukan mereka kembali tidak ada rencana takdir sedikitpun yang gagal untuk berjalan semestinya.Itu adalah ujian yang harus Azam dan Rahma hadapi. Diasaat satu hati mulai putus asa Allah kuatkan hati yang lain untuk mempertahankan supaya tidak datang kata kehancuran.


.


.


.


.bersambung....


.

__ADS_1


.Gimana suka ceritanya kalau suka dukungnya dengan cara like, komen, vote..


__ADS_2