Takdir Illahi

Takdir Illahi
#56


__ADS_3

"Sayang Mas berangkat ke kantor dulu" ucap Azam sambil mengecup kening Rahma.


"Iya Mas hati-hati" balas Rahma sambil mencium punggung tangan Azam.


"Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam "


Rahma menutup pintu kembali ketika mobil sang suami tidak terlihat. Rahma langsung membereskan meja makan dan menbawa piring kotor ke wastafel untuk di cuci.


Sudah selesai urusan dapur Rahma pergi ke kamar karna bagiaan kamar yang belum di bereskan. Kamar yang seperti kapal pecah sangat berantakan karna ulah Azam.


Mengingat tadi malam membuat Rahma tersenyum sendiri mengingat betapa ganasnya sang suami.


Rahma perlahan membereskan satu persatu dari mulai ranjang dan menuju meja rias. Akhirnya beres juga, Rahma tersenyum melihat hasil karyanya sekarang kamarnya telah rapih kembali.


Waktu berjalan begitu cepat hingga banyak yang Rahma lalui bersama Azam. Rasanya kemaren Rahma menikah dengan Azam sekarang tidak terasa pernikahannya mau menginjak dua tahun.


Dan Rahma tidak menyangka di usia nya yang ke dua puluh dua dia menikah dengan laki-laki yang dulu Rahma anggap sahabat sekarang menjadi cinta hidupnya. Tidak menyangka di usianya yang masih tergolong muda sudah menjadi ibu rumah tangga.


Ada kebahagiaan tersendiri bagi Rahma dan Azam menikah muda,di situ mereka tau apa itu perjuangan ! saling berkorban,saling percaya dan saling melindungi.


Jika Rahma membayangkan pernikahan dia yang seperti mimpi hingga berujung bahagia. Apakah Rahma harus beruntung ! tentunya Iya. Siapa pun akan di sebut beruntung mempunyai suami yang lemah lembut dan penuh kasih tidak marah ataupun membentak jika Rahma melakukan kesalahan. Azam akan selalu bersikap lembut untuk menasehati sang istri.


Halnya Rosullullah akan bersikap manis mengadapi syaidah Aisyah yang sedang marah ataupun cemburu jika kanjeng Nabi mengingat syaidah Khodijah.


Azam juga hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dia cuma sedang belajar menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab halnya yang pernah Rosulullah ajarkan atau contohkan kepada para Sahabatnya.


Sedangkan berbeda dengan yang Azam lakukan. Jika tadi Rahma sedang mengingat awal pernikahannya hingga sekarang yang dia alami dengan penuh kebahagiaan.


Azam malah kepalanya di buat pusing oleh setumpuk berkas yang harus Azam kerjakan karna sudah satu minggu Azam tidak ke kantor. Urusan yang lain sisanya sudah Fandi tangani.


Tok...


Tok...


Ketukan pintu mengalihkan pandangan Azam "Masuk" ucap Azam kemudiaan dan di sibukan lagi melihat berkas.


Fandi melangkah masuk sanbil membawa berkas agenda apa yang harus Azam lakukan.


" Maaf Pak mengganggu" ucap Fandi.


" Sebutkan" ujar Azam tampa melihat Fandi karna pokus pada berkas yang ada di tangannya.


" Lima menit lagi rapat dan sesudah rapat Bapak harus ke kantor A. K Gruf " ucap Fandi membacakan agenda Azam hari ini.


"Yasudah siapkan berkasnya, sebentar lagi saya keruang rapat"


"Baik Pak"

__ADS_1


Fandi langsung keluar dari ruangan Azam menuju ruang rapat.


Sedangkan Azam menghela napas pelan dan menyimpan berkas yang dia pegang ke atas meja di depannya. Azam memijit pangkal hidungnya karna pusing. Perusahaan A. K Gruf adalah Perusahaan peninggalan sang Kakek. Hari ini Ayah Azam akan menyerahkan semuanya kepada om Bayu. Azam tau banyak pejabat tinggi tidak setuju dengan keputusan Ayah Azam karna mereka tau bagai mana kinerja Bayu kalau di pegang sama dia semua akan hancur.


Keputusan sangat sulit untuk Azam dan Ayahnya bagai mana pun nasib para karyawan sebagiaan di tangan Ayah Azam, dan di sisi lain bagai mana keutuhan keluarga besar yang sudah puluhan tahun di bangaun.


Perusahaan itu merangkak di bidang Perhotelan terbesar di Asia sedangkan Perusahaan Azam sendiri merangkak di bidang Marketing dan Lestoran baru mencapai tahap Mancanegara.


Azam sudah siap apapun keputusan yang Ayahnya ambil akan Azam terima. Azam yakin Ayahnya tidak akan mengecewakan semuanya.Sesudah rapat Azam dan Fandi langsung berangkat ke Perusahaan A. K Gruf karna satu jam lagi acara akan di mulai.


Dengan langkah besar Azam memasuki gedung A. K Gruf di ikuti oleh Fandi. Ini baru pertama kali Azam memasuki Perusahaan yang di kelola sang Ayah.


Banyak karyawan yang melihat ke arah Azam dan Fandi mereka berbisik-bisik,siapa dua orang yang masuk itu mereka semua baru melihatnya tapi muka Azam seperti tidak asing seperti mirip Pimpinan,begitulah yang mereka bisikan.


" Tuan. tuan muda sudah datang" ucap orang kepercayaan Ayah Azam.


"Siapkan semuanya" ucap Ilham Ayah Azam.


"Baik tuan"


Sang kepercayaan langsung keluar ruangan tuan nya menuju ruangan rapat.


Azam di persilahkan masuk keruang rapat oleh orang yang di tugaskan menyambut Azam.


"Terimakasih" ucap Azam ramah kepada orang yang mengantarnya. Azampun langsung masuk bersama Fandi kedalam ruangan yang cukup besar di situ sudah banyak para petinggi Perusahaan yang tidak Azam kenal kecuali satu orang yang duduk di kursi sisi kiri dekat kursi Direksi. Orang kepercayaan Ilham menyuruh Azam duduk di sebelahnya lagi bersama Fandi.


Tidak lama Direksi Perusahaan A. K Gruf memasuku ruangan. Semua para Petinggi membungkuk hormat.


"Selamat siang semuanya" ucap Direksi perusahaan A.K Gruf dan di jawab oleh semua orang yang ada diruangan miting.


"Miting hari ini saya akan memberi tau kepada kaliaan siapa Anak saya yang selalu lari. Dia ada disini di sisi kanan saya Muhamad Khoerul Azam " ucap Direksi dengan aura dingin yang sudah lama tidak di keluarkan sambil melirik Azam.


Semua orang berdiri, tersenyum membungkuk hormat pada Azam. Azam membalas dengan senyuman tipis.


" Dan ada satu lagi yang akan saya sampaikan " ucap Direksi membuat semua orang pokus kearahnya.


"Bahwa hari ini dan seterusnya saya akan istirahat mungkin karna sudah tua dan saya akan menyerakkan posisi saya kepada orang yang berhak atas perusahaan ini" Dereksi memberhentikan ucapannya membuat semuanya jadi tegang tidak terkecuali pada satu orang yang tersenyum misterius.


" Karna sudah sebagiaan yang ada di sini tau bahwa anak saya mempunyai perusahaannya sendiri dan tidak mau memimpin Perusahaan ini maka saya akan mengalihkan Perusahaan ini pada cucu saya kelak "


Brak....


Gebrakan meja begitu nyaring di ruangan itu membuat semuanya terkejut tapi tidak dengan Direksi dan Kaki tangannya yang tersenyum tipis jiwa iblis yang dulu seperti muncul hari ini.


"Kenapa Kakak mengalihkannya pada anak yang belum ada " protes Bayu tersulut emosi dengan apa yang dia dengar.


" Jika Azam tidak menduduki jabatan itu seharusnya Aku yang ada di posisi itu bukan anak yang masih belum lahir.Kalau menunggu anak yang belum lahir itu datang siapa yang akan meminpin Perusahaan" bentaknya lagi.


" Tapi itu sudah menjadi keputusan saya dan anda tidak perlu kewatir perusahaan ini akan terbengkalai karna perusahaan ini sebelum di ambil alih oleh haknya maka saya putuskan Panji yang akan mengendalikan semuanya.. "

__ADS_1


Dorrr...


Mata Bayu menatap tajam kakak tirinya dia sebagai keluarga tidak mendapat apa-apa hanya jadi seorang Direktur Personalia.Kakaknya seperti menginjak harga dirinya dengan amarah dia meninggalkan ruangan itu.


"Tunggu.... " teriak Direksi membuat Bayu memberhentikan langkahnya.


" Sebelum kamu pergi ada seseorang yang akan bertemu" ucap Direksi lagi membuat Bayu berbalik.


" Masuk" ujar Direksi.


Tiga orang berseragam masuk dengan gagah membrogol Bayu " Apa-apa ini" brontak Bayu.


" Maaf Bapak saya tangkap karna sudah menggelapkan uang perusahaan dan penyelundupan Narkoba di salah satu Hotel yang anda kelola "


Gret....


Orang yang berseragam itu langsung menyeret Bayu keluar ruangan.


"Akan ku balas kau Ilham.. " teriak Bayu.


" Maaf atas ke kacawan barusan dan yang tadi saya putuskan semoga kaliaan bisa bekerja sama maka rapat hari ini cukup disini" ujar Direksi dingin.


Semua petinggi Perusahaan langsung meninggalkan ruangan yang di penuhi aura dingin.


"Yah kenapa jadi begini, Azam tidak menginginkan semuanya" ucap Azam sedikit tidak setuju pada keputusan sang ayah.


"Kamu tidak tau Nak siapa yang lawan kamu hadapi" ucap Ilham dan memberi isyarat pada kaki tangannya dan juga Fandi untuk meninggalkan mereka berdua.


Tinggallah Anak dan Ayah yang saling diam


"Ayah hanya menjalankan Wasyiat kakkek mu Nak, Dan toh Ayah akan memberikan semuanya pada cucu Ayah"


"Tapi itu hanya alibi Ayah mengecoh om Bayu, sama saja semua akan jadi tanggung jawab Azam .Azam tidak mau ada permusuhan"


"Tapi Ayah memikirkan nasib ribuan karyawan "


Deg...


Azam terdiam memang yang dikatakan ayahnya benar jika kita mempertahankan tali saudara maka ribuan karyawan yang akan sengsara.Dan jika memilih karyawan maka keluarganya yang berantakan kedua keputusan itu sangat sulit Azam di mengerti.


"Tapi apa benar om Bayu. "


" Nak... ayah melakukan ini demi kebaikan Bayu sendiri, dia sudah jauh dari aturan agama Ayah hanya memberi dia pelajaran saja supaya mengerti ayah diam bukan berarti tidak memerhatikan semuanya. Kamu mengerti kan maksud ayah" potong Ilham pada anaknya.


Ilham tau anaknya terlalu baik seperti sang Istri yang mempunyai hati lemah lembut.


"Maafkan Kakak Dek, semoga kamu sadar dengan apa yang kamu perbuat" batin Ilham.


"Yasudah ayah pulang duluaan.." ujar Ilham berlalu pergi meninggalkan Azam.

__ADS_1


__ADS_2