Takdir Illahi

Takdir Illahi
#55


__ADS_3

Azam terus tersenyum melirik Rahma yang sedang tertidur. Hari ini Azam dan Rahma pulang ke Bandung karna pekerjaan Azam yang sudah menumpuk walau Rahma berat meninghalkan Dinda.Tapi mau bagai mana lagi ucapan sang suami adalah perintah baginya.


Rahma merasakan lega yang luar biasa seakan beban yang kemaren dia tumpuk berat menjadi hilang seketika.


Saling memaafkan memang berat tapi dengan memaafkan itu adalah hal yang baik dan menjadikan diri kita lebih baik lagi.


Kedatangan Rahma benar-benar mempengaruhi gerak cepat kesehatan Dinda.Mendengar kata mmemaafkan membuat pikiran Dinda sedikit terbuka dan mulai menerima keadaan yang terjadi padanya.


Tidak luput dari bantuaan dokter muda yang tidak lain adalah Ilham sahabat dari pamannya sendiri.


Azam memberhentikan mobilnya tepat di pekarang rumahnya. Diliriknya sang istri yang masih tertidur pulas. Azam tidak tega membangunkan sang istri di gendongnya perlahan tubuh sang istri hati-hati karna takut membangunkannya.


Walau terasa berat Azam terus menggendong istrinya masuk kedalam kamar dan menidurkannya pelan.Di tatapnya wajah sang istri yang begitu cantik dengan bulu mata lentik, pipi tirus sedikit cabi, bibir mungi dengan warna merah jambu dan hidung mancung tapi tidak semancung punya Azam.


Cup...


Azam mencium bibir mungil sang istri yang menggoda, takut ke bablasan Azam langsung berjalan ke arah kamar mandi guna membersihkan diri karna badannya sangat lengket.


Lima belas menit berlalu Azam keluar dari kamar mandi dan memakai pakayan ganti di lihatnya sang istri yang masih tertidur pulas.


"Emmmz " gumaman kecil terdengar dari bibir mungil Rahma, kedua matanya mengerjap-ngerjapkan karna sedikit pusing mungkin Rahma tidak terlalu biasa perjalanan jauh.


" Apa Mas Azam yang gendong Aku dari mobil" gimam Rahma.


Diliriknya sekeliling kamar Rahma tidak mendapati Azam, karna tubuhnya lemas Rahma putuskan untuk mandi supaya segar kembali badannya.


Dua puluh menit sudah Rahma menyelesaikan ritual mandinya dan keluar kamar mandi,Rahma keluar tetap saja Azam tidak ada dikamar.


"Kemana mas Azam" batin Rahma.


Buru-buru Rahma memakai baju dan sholat isya.Sudah selesai Rahma langsung keluar kamar guna mencari sang suami.


Aroma masakan langsung masuk kedalam rongga penciuman Rahma ketika berjalan mendekat kearah dapur. Ternyata suami yang dari tadi dicari sedang mergelut dengan alat dapur.


Rahma menyenderkan punggungnya di dinding melihat betapa gantengnya sang suami yang sedang memasak, Rahma terus tersenyum melihat maha karya yang sempurna tidak ada kecacatan sedikitpun. Dari pahatan wajah dan seluruh tubuhnya bahkan dengan sikap nya yang lemah lembut, penyayang, baik, sabar, dewasa dan penuh cinta. Rasanya Rahma bersyukur mendapatkan jodoh yang paket kumplit banget-banget.


"Mau diam di situ terus Dek.. " teriak Azam sambil menata makanan di meja makan.Teriakan Azam membuyarkan lamunan Rahma karna nemang jaraknya agak jauh membuat Rahma salah tingkah sendiri tersenyum kikuk ternyata suaminya mengetahui.

__ADS_1


Rahma menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal sambil berjalah menghampiri sang suami yang sedang menuangkan air kedalam gelas.


"Ah.. "


Pekik Rahma kaget Azam menarik tangannya hingga Rahma duduk di pangkuan Azam. Tangan Azam membelit perut Rahma etar yang akan turun dari pangkuan Azam.


"Mas turunkan Ade.. " ucap Rahma sambil memegang tangan Azam yang membelit perutnya.


"Begini aja biar romantis"


Blus...


Pipi Rahma memanas mungkin sudah memerah bak kepiting rebus.


"Tapi kan kita mau makan" protes Rahma.


" Iya memang kita mau makan"


"Tipi jangan begini Mas Ade tidak nyaman"


"Udah jangan membantah mening suapin Mas" ucap Azam sambil menyerahkan piring berisi nasi goreng kepada Rahma.


"Aaaaa"


Ucap Rahma spontan Azam membuka mulutnya sesekali Rahma memasukan kedalam mulutnya sendiri hingga habis tampa sisa. Walau sudah selesai makan Azam tetap tidak mau menurunkan sang istri dari pangkuaannya.


Rahma menangkup kedua pipi Azam hingga membuat bibirnya maju kedepan.


Cup...


Rahma mendaratkan kecupan singkat di bibir tipis Azam. " mau sampai kapan Ade duduk begini" ucap Rahma lembut.


Azam hanya diam melihat raut wajah sang istri yang begitu cantik dan imut tampa mengucap apa pun. Ditariknya punggung sang istri supaya lebih dekat dengan dirinya hingga hanya baju yang mereka kenakan yang menjadi jarak.


Azam langsung memeluk istrinya erat di tarohnya kepala Azam tepat di dada sang istri menghirup aroma strobery yang memabukan.


Rahma sedikit heran dengan tingkah Azam yang sedikit murung di kecupnya rambut Azam dan tangannya mengelus-elus punggung Azam menyalurkan ketenangan.

__ADS_1


"Ada apa? " tanya Rahma pelan tidak biasanya sang suami memiliki wajah muram walaupun ada masalah Azam selalu nampak baik-baik saja apa yang sebenarnya sedang suaminya pikirkan membuat Rahma sedikit kewatir.


Azam masih betah diam dan memeluk tubuh sang istri tidak mau buka suara, menghirup dalam-dalam aroma tubuh Rahma mencari ketenangan disana.


"Mas" panggil Rahma karna Azam tidak kunjung bicara.


Rahma menarik kepala Azam guna melihat mata sang suami apa yang sedang di pikirkannya. Membuat Azam mendongkak ke atas mata mereka saling mengunci satu sama lain.


"Ada apa? " tanya Rahma lagi dengan nada lembut.


" Mas hanya memikirkan Ayah " lilir Azam langsung memeluk sang istri kembali.


Sekarang Rahma paham apa yang terjadi pada Azam, mungkin Azam memikirkan perasaan sang ayah yang akan menyerahkan perusahaan peninggalan kakeknya kepada om Bayu.


Perusahaan yang di bangun dengan kerja keras kini harus beralih pada orang lain walau om Bayu adalah adik Ayah nya tetap saja om Bayu tidak sedarah.


Pasti sulit bagi Ayah Azam untuk menyerahkannya tapi dia harus demi melindungi keluarga besar dan persaudaraan seperti yang sudah Azam korbankan.


Rela hidup sederhana asal keluarganya tetap utuh tidak ada pertikayan.


Murungnya Azam dia menyalahkan dirinya sendiri Azam tau ayahnya pasti kecewa tapi Azam yakin ini keputusan yang tepat dan Azam juga yakin ayahnya tidak seogois itu walau Azam tau sang ayah berat menyerahkannya.


Begitulah hidup manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang dia punya sebelum keinginannya tercapai padahal dia hidup sudah dari lebih cukup itulah yang dinamakan keserakahan berani menyakiti keluarganya sendiri demi mendapat kan yang ia punya.


Seperti yang om Bayu lakukan karna keserakahannya dia tega mengancam Azam dan mencelakakan kakak ifarnya sendiri yang tidak lain adalah Mamah Azam sendiri.


Hidup tidak akan puas dengan apa yang kita miliki kalau kita tidak lah bersyukur. Dan kita sering lupa bahwa apa yang kita miliki atau cintai suatu hari itu semua akan hilang begitu saja.


" Percaya sama Ade semua akan baik-baik saja " ucap Rahma menyakinkan sang suami.


Cup..


Rahma memberi kecupan di kening sang suami lalu turun menuju kedua mata Azam,turun lagi ke pangkal hidung dan kedua pipi Azam. Rahma memajukan sedikit kepalanya " ayo ke kamar " ucap Rahma sensual sambil meniup kuping Azam.


Membuat Azam yang tadinya murung langsung berseri seperti bunga yang baru mekar mengundang kebahagiaan bagi lebah untuk bisa mencuri sari patinya untuk di jadikan madu.


Cup..

__ADS_1


Azam mencium bibir mungil sang istri ketika Rahma mau menjauhkan kepalanya membuat Rahma sepontan mengalungkan kedua tangannya di leher Azam.


Azam menggendong sang istri seperti anak kecil kedalam kamar.Suara indah mengalun merdu menemani dua inshan yang sedang berjuangan untuk mendapatkan malaikat kecil yang akan tumbuh menyempurnakan rumah tangga Azam dan Rahma.


__ADS_2