
..."Semoga malaikat kecil benar-benar ada di antara Aku dan Azam"...
...*Rahma qolayuby**...
.................
Angis dingin menelusuk masuk mengsusik tidur Rahma perlahan Rahma membuka matanya pusing dan rasa lemasnya sudah membaik di liriknya jam ding-ding, jam menunjukan jam setengah empat subuh dan mata Rahma melirik kesamping tempat tidurnya dilihatlah Azam tertidur pulas seperti orang yang lelah terdengar nafasnya yang begitu teratur.
Bagai mana tak lelah Azam terus melek menjaga Rahma semalaman takut terjadi apa-apa tengah malam jadi Azam putuskan untuk begadang sampai jam dua belas malam sampai rasa kantuk menyerangnya dilihatlah Rahma tertidur dengan damai jadi Azam putuskan untuk mengikuti istrinya kealam mimpi.
Rahma turun dari tidurnya menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu sudah beres Rahma merentangkan sejadahnya dengan khusu Rahma bersujud kepada sang pencipta, Rahma meluapkan isi hatinya "terimakasih tuhan engkau telah membukakan hati ini untuk menerima dia sepenuh hati rahmatilah rumah tangga hamba dan hadirkanlah malaikat kecil untuk menghiasi rumah tangga hamba"
Sudah selesai mengaduhkan isi hatinya Rahma membuka Al-quran lantunnan-lantunan ayat Rahma baca sambil menghayati bacaannya sendiri sesekali Rahma menitihkan air mata jika bertemu ayat yang menerangkan tentang siksa neraka.
Adzan subuh pun berkumandang membuat Rahma menghentikan bacaannya di liriknya Azam masih tertidur Aahma meletakan kembali Al-quran ditempatnya dan berjalan kearah ranjang.
"Mas bangun"ucap Rahma menggoyangkan lengan Azam.
Azam menggeliat perlahan membuka kedua matanya orang yang pertama Azam lihat dia istrinya sendiri yang menunduk sambil tersenyum.
"Udah adzan Mas"ucap Rahma.
"Terimakasih Dek sudah bangunkan Mas"
"Iya sama-sama Mas"
Azam pun langsung turun dari kasurnya menuju kamar mandi dan keluar dengan lilitan handuk di pinggangnya.
Baju koko, sarung dan peci sudah menempel di tubuh Azam mereka pun melaksanakan sholat berjamaah.
"Assalamualaikum warahmarullah.....assalamualaikum warahmatullah".
Azam berbalik dengan senang hati Rahma menecium punggung tangan Azam.
"Bunda katanya hari ini mau kesini"ucap Azam.
"Kapan bilang Mas"
"Kemaren pas Ade tidur bunda telpon"
Raut bahagia terpancar di wajah Rahma mendengar sang bunda akan datang.
"Apa sekarang Ade udah baikan"
"Alhamdulillah udah Mas.. terimakasih udah jagain Ade"ucap Rahma tulus
"Itu sudah tanggung jawab Mas dek"
Sungguh bahagia Rahma mempunyai suami yang menyayangi dan menjaganya sepenuh hati apa lagi tutur kata yang sangat lembut membuat siapa saja akan langsung jatuh cinta pada sosok kekasih halalnya tapi sekarang semuanya punya Rahma seorang tidak boleh ada orang lain yang memilikinya.
__ADS_1
Sekarang Rahma sudah yakin bahwa hatinya sudah sepenuhnya milik Azam biarlah masalalu tersimpan di tempatnya sendiri jangan dipaksa untuk melupakan karna pasti sakit tapi biarkan saja masalalu tersimpan diruangnya tersendiri.
Membuka lembaran baru bukan hal mudah tapi kita harus tetap berjuang dan berusaha supaya membuahkan hasil yang manis.
Rari ini Rahma dan Azam disibukan menyiapkan makanan untuk menyambut sang bunda . Rumah semuanya sudah rapi dan makanan sudah tersaji.
Tok
Tok...
"Assalamualaikum "
Ucapan salam dan ketukan pintu terdengar di luar rumah Rahma langsung berjalan menuju arah pintu.
Cklek...
Suara pintu dibuka"Waalaikumsalam"jawab Rahma dilihatlah bunda Fatimah tersenyum kepadanya.
Brukkk....
Rahma memeluk bundanya erat bunda Fatimah hanya tersenyum dan membalas pelukan anak manjanya tak kalah erat.
"Apa kabar Bunda"ucap Rahma yang masih di pelukan bundanya.
"Alhamdulillah Bunda baik... katanya kemaren kamu sakit nak.. sekarang gimana? apa sudah baikan? "cerocos bunda Fatimah sambil mengendorkan pelukannya melihat raut wajah anaknya.
"Sukur kalau begitu"
Rahma dan bunda Fatimah masuk kedalam kedatangan sang bunda membuat Rahma benar-benar bahagia.
"Ma'af bun Rahma jarang jenguk bunda"ucap Rahma mereka sedang bersantai diruang tamu sesudah selesai makan.
"Gak papah sayang bunda ngerti ko"
"Ini salah Azam bun Azam terlalu sibuk bekerja"timpal Azam.
Bunda Fatimah tersenyum mendengar penuturan manantunya.
"Bunda gak papah ko awalnya emang bunda kesepian tapi sekarang engga karna Zaki anak Farhan suka maen kerumah kadang nginep kalau pulang sekolah"
"Oh iya bun tadi bunda kesini sama siap? "tanya Azam mengalihkan topik takut istrinya sedih.
"Di antar sama Farhan tapi Farhan katanya buru-buru jadi gak bisa mampir...tapi ada titipan buat Adek tercintanya"
"Apa bun"seragah Rahma semangat.
Bunda Fatimah mengeluarkan kotak berukuran sedang di dalam tasnya.
"Nih"ucap bunda Fatimah sambil menyodorkan kotak itu pada Rahma dengan senang Rahma mengambilnya.
__ADS_1
"Terimakasih bun "ucap Rahma senang.
"Iya sama-sama sayang"
Tak terasa waktu mereka berbincang sudah masuk waktu dzohor bunda Fatimah sholat di rumah menantunya sudah selesai mereka sholat berjamaah yang di pingpin Azam bunda Fatimah pamit pulang dan diantarkan oleh Azam tinggal lah Rahma sendirian di rumah dengan perasaan gembira Rahma membuka kotak kecil yang kakaknya berikan karna terlalu penasaran Rahma membukanya langsung.
Rahma mengerutkan kening melihat dua benda kecil bukan Rahma tidak tau apa benda itu hanya saja Rahma belum mengerti maksud kakaknya memberikan benda itu mata Rahma tertuju pada selembar kertas yang ada di bawah benda itu perlahan Rahma membacanya.
"Assalamualaikum Adek Abang yang manja tapi Abang sayang.... he..... pasti kamu bingung ya kenapa Abang membelikan dua benda itu Abang hanya ingin Ade menggunakannya siapa tau ada malaikat kecil yang sudah ada tapi tak kalain sadari.... karna sudah beberapa hari ketemu Azam Abang selalu ada yang aneh di diri Azam suamimu selalu mual jika bertemu dengan perempuan lain, terakhir Abang lihat juga pas hari wisuda Adek Azam mual-mual ketika berkerumun dengan perempuan....
jadi gunakanlah benda itu ok... semoga kabar baik menghampiri kalian Abang tunggu kabarnya lagi....
Da...dah... Adek ku sayang muachhhh"
Rahma langsung memegang perutnya lama Rahma berpikir mengenai apa yang terjadi akhir-akhir ini emang Azam selalu mual kalau dekat sama orang lain khusuanya perempuan dan pagi tadi juga sama tapi tidak terlalu parah dan Azam cendrung fosesip sedangkan diri Rahma sendiri cendrung gak mau jauh-jauh dari Azam.
Terbesit senyuman di bibir Rahma kalau benar yang Abang nya bilang. Sungguh bahagia diri Rahma dan akan menjadi kejutan besok dihari ulang tahun Azam.
Rahma menyimpan kotak itu di dalam lemari bajunya supaya Azam tak mengetahuinya tak lama drung mobil Azam terdengar Rahma langsung berlari menuju pintu depan dan membukanya senyuman di bibir rahma melebar melihat suaminya keluar dari mobil.
"Assalamualaikum Dek"ucap Azam
"Waalaikumsalam Mas"jawab Rahma sambil mengecup punggung tangan suaminya.
"Mas bawa apa?"tanya Rahma karna Azam menjingjing keresek.
"Oh ini asinan tadi Mas beli di jalan"jawab Azam enteng dan masuk kedalam.
Rahma semakin yakin bahwa yang Abang nya bilang.Karna setahu Rahma Azam gak suka yang namanya asinan tapi sekarang suaminya menyukainya"semoga kamu memang benar-benar ada sayang"batin Rahma sambil mengelus perutnya.
"Dek kenapa senyam-senyum sini... Adek mau gak"tawar Azam Rahma langsung menghampiri suaminya yang ada di meja makan yang sedang lahap memakan asinan.
Nereka berdua makan asinan saling menyuapi satu sama lain sungguh indah dua inshan itu apalagi di bumbui candaan oleh kelakuan Azam.
...*********...
**semoga kalian suka
kalau suka jangan lupa
like
komen
vote
ok
karna dukungan kalian membuat athor tambah semangat untuk melanjut prat selanjutnya he**..
__ADS_1