Takdir Illahi

Takdir Illahi
#6


__ADS_3

..."*Aku sudah melangkah...


...dan tak akan mundur...


...walau Aku tak tau...


...apa keputusanku benar atau tidak...


...hanya kata* *Ikhlaskan jangan sesali...


...ku yakini”...


...*Rahma al-kolayuby**...


...________...


Seorang gadis kesusahan berlari mengejar seseorang di panggil tak kunjung-kunjung menjawab,menengok pun tidak.Membuat sang empu terus berteriak kesal.


" Zam tunggu…ka Azam... "teriak nya dengan suara paru,Azam yang sedang berjalan merasakan ada seseorang yang memanggil-manggil namanya, Azamvpun terpaksa berbalik.


" Astagfirullah …Dinda..."teriak Azam sambil berlari kecil ke arah Dinda denagn nada kewatir.


" Kamu gak papah ?" tanya Azam yang melihat Dinda tersungkur ke aspal.


" gak papah ka Azam.."ucap Dinda sambil berusaha berdiri dan Azam pun enggan untuk membantu ,apalagi Azam lihat Dinda sudah berdiri lagi. Bukan apa-apa karna Dinda bukan mahrom nya.


Azam teringat akan sabda Nabi saw”jika ada pemuda kepalanya di tusuk timah yang panas sebanyak 1000 kali itu lebih baik dari pada laki-laki yang memengang tangan yang bukan mahrom nya”


"Huh… kamu kenapa pergi?" ucap Dinda yang sudah berdiri.


"Makdud kamu apa Din Aku gak ngerti" ucap Azam bingung.


"Aku tau ko tampa kamu jelasin Zam" Azam mulay bingung belum mengerti arah pembicaraan Dinda maksud nya.


Deg…


"Dari mana Dinda tau" batin Azam yang mulai paham.


",Aku tau kamu sayang kan sama Rahma "ucap Dinda dengan senyum mengejek.


"Kamu jangan ngaco deh" alibi Azam.


Azam berbalik meningalakan Dinda karna tidak mau membahas masalah hatinya dengan keadaan yang hatinya tidak baik-baik saja.


Dan lagi-lagi Azam pun berhenti bejalan mendengar teriakan Dinda seperti ada batu besar membertur dadanya di setiap kata yang Dinda lontarkan membuat Azam susah bernapas sesak sekali .


”Aku tau kamu sayang sama Rahma dari waktu kamu SMP, SMK dan sekarang .Kaamu pengecut Zam,kamu egois,kamu keras kepala sudah ku bilang ungkapkan jangan di pendam ujung-ujung nya kamu sakit, cemburu"teriak Dinda frustasi yang terdengar paru .Azam pun berbalik dengan tatapan tajam ke arah Dinda.

__ADS_1


” Kamu tau Aku hanyalah seorang sahabat yang dia anggap,Aku sakit ketika dia Cuma menganggap sahabat.


Aku harus rela melihat dia bersanding dengan orang lain,apalah daya ini Aku tau Aku pengecut tak berani mengungkapkan perasaan ku padanya,karna ku takut dia akan membenci ku” teriak Azam tak kalah perustasi.


Deg..


Bagai ribuan panah menancab tepat di hatinya. sakit, kecewa, semua menjadi satu. mereka tidak sadari di sudut pohon ada sepasang mata yang memerhatikan dengan linangan air mata,sesekali dia mengusap dengan kasar supaya cairan bening itu berhenti, tapi malah sia-sia, dan pakta satu lagi, ia mendengar ungkapan Dinda.


" Tapi Aku tidak mau melihat kamu terpuruk Zam" ucap Dinda sepontan di sela tangisnya.


"Maksud kamu apa Din ! "


" Aku peduli sama kamu Zam, Aku sakit saat mengetahui kamu mencintai Rahma tapi bukan Aku. Aku tau kamu sakit ketika kamu melihat Rahma malah peduli ke ka Fauzi bukan kamu, dan Aku tau kamu sakit pada saat di parkiran Aku tau semuah nya Zam sangat tau..kamu memang sangat cerdik menyembunyikan perasaan kamu kepada orang lain.... tapi tidak dengan ku... "ucap Dinda mengoceh dengan Frustasi ,Dinda sudah gak kuat, tak bisa mengendalikan perasaannya lagi.


Dengan pelan aazam berjalan menghampiri Dinda dan berhenti dua langkah tepat dihadapan Dinda.


"Terus apa sekarang yang kamu mau dari Aku.."ucap Azam menahan sesak di dada dan mengetahui pakta baru lagi yang bikin Azam Frustasi, dia bingung harus berbuat apa ketika hati sedang terpuruk dan di guncang lagi jiwanya dengan pakta berikut nya.


Apakah Azam akan menerima Dinda sebagai pengganti Rahma atau masih sama seperti dulu hanya sebatas sahabat tak lebih,walau sudah mengetahui perasaan Dinda padanya.


Karna hati tidak bisa di paksa kemana arah Fitrah itu berada karna semuah itu tak luput dari rencana Allah hanya saja kita sebagai hamba harus Extra sabar menghadapi ujian yang pahit ini.


______


Tidak terasa sudah satu minggu dari kejadian itu Azam maupun Dinda tidak membahasnya lagi. Mereka berusaha bersikap biasa seolah-olah tidak terjadi apa-apa diantara mereka. Deperti sekarang ini mereka sibuk menjahili calon penganti yang tiga bulan lagi mau melepas masa lajang nya .


"Cie.. calon manten mau pithing baju yah,awas entar gak cukup lagi kebayanya karna gendut ha..ha.." goda Dinda.


" Bener Din kayanya gak bakalan cukup deh kebayanya he. .he.. "timpal Azam, sambil duduk agak jauh dekat Dinda.


" Gendut ha..ha.." Dinda dan Azam terus tertawa .


"Ih… udah dong jangan ketawain mulu…"rengek Rahma, malu.


"Iya iyaa.. gen…dut he..he.." ucap Azam sambil tertawa.


Dengan jengkel Rahma beranjak pergi.


" Drettt....drettt…. "


Suara ponsel Rahma berdering menandakan telepon masuk. membuat Rahma terpaksa berhenti berjalan "Kakak" gumam Rahma melihat nama yang tertera sambil mengerutkan kening tak biasanya Kakak nya telpon jam segini.


"Hey malah bengong angkat tuh telepon nya siapa tau penting"ucap Dinda yang berhasil mengejar Rahma.


"Assalamualaikum Kak…." ucap Rahma.


Seketika tubuh Rahma menegang. membuat Azam dan Dinda bingung saling tanya lewat isyarat melihat Rahma dengan expresi aneh.

__ADS_1


"Bruk..."


"Astagfurullah " ucap Azam kaget melihat Rahma pingsan.


"Kamu kenapa Rah" ucap dinda memeluk Rahma yang ampir saja Rahma jatuh.Dengan cepat Dinda segera menahan tubuh Rahma, yang lemas dan air mata sudah membanjiri pipi mulusnya.


" Kamu kenapa Rah... "ulang Dinda kewatir, sambil menggoyang-goyang kan tubuh Rahma.


"Ayah... Din..hik.. "ucap Rahma di sela tangisnya.


"Rah... Rahma.. bangun... " ucap Dinda panik sambil menepuk-nepuk pipi Rahma.


Ternyata Rahma pingsan Dinda bingung harus berbuat apa, dan melilir Azam yang berdiri, Dinda mengisyaratkan supaya membawa Rahma.


Azam mengerti arti tatapan Dinda. Tapi Azam takut kalau Rahma marah, jika Azam menggendong nya.Azam terus berpikir keras,apa yang harus dia lakukan"hap… "


Azam terpaksa, menggendong Rahma dengan panik dan sedih melihat wanita kesayangan nya begitu lemah. Dinda yang melihat itu di buat melongo tak biasanya Azam memegang perempuan walaupun dengan keadaan darurat.


Biasanya Azam akan meminta orang lain, tapi Dinda berpikir positif memang di situ tidak ada orang yang lewat. dan keadaan sangan darurat.


" Din buka pintu mobil nya cepat "teriak Azam membuat dinda tersadar dalam lamunan nya.


"Ehh iy..ahh "ucap Dinda gugup.


Merekapun memacu kendaraannya keruma sakit tempat di mana ayah Rahma di rawat.karna Azam tadi sempat membuka notipikasi Wa di ponsel Rahma yang datang.


Tiga puluh menit mereka menempuh perjalanan dan kini telah sampay di Rs. tempat dimana ayah Rahma berada. dengan cepat Azam meminta suster,membantu memindahkan Rahma ke brankar.


..."Di balik kesulitan insyaallah pasti ada kemudahan...


...di balik pintu pasti ada ruangan...


...tinggal kita berusaha bagai mana cara membukanya"...


...*aliran takdir*...


______


bagai mana seru gak...


kalau sudah membaca.. jangan lupa


like


komen


vote nya yah

__ADS_1


trrimakasih...


sampai jumpa di epsod berikutnya he...


__ADS_2