
Tepi Jurang Hitam.
Seminggu telah berlalu, tidak ada yang spesial sejak Qin Tian menemukan keberadaan Serigala Dimensi di dasar jurang.
Mereka berencana untuk pergi hari ini juga, tapi ada sesuatu yang harus dilakukan Qin Tian terlebih dahulu sebelum mereka pergi.
"Chu, Zhu. Aku tahu kalian sangat senang dengan obat-obatan sejak dulu. Dan di dunia yang baru ini kalian menekuni bidang alkemis..."
"Apa yang kalian pelajari dari Alex atau yang sekarang memiliki nama Ling Huo itu tidak salah. Hanya saja apa yang diajarkan 'nya pada kalian itu sangat kuno," ucap Qin Tian panjang lebar.
Sementara sikembar hanya diam memperhatikan.
"Lalu, apa yang ingin kau katakan, Bos?" tanya Tian Zhu yang di angguki oleh Tian Chu.
"Aku akan memperlihatkan pada kalian berdua apa itu yang dinamakan alkemis. Jika beruntung, kalian akan dengan mudah untuk membuat pil tingkat Langit lapisan puncak yang mungkin setara dengan tingkat Surgawi lapis pertama."
Mereka lagi-lagi hanya diam dengan mulut ternganga lebar.
Setelah menyiapkan bahan-bahan yang hampir membusuk, Qin Tian lalu melakukan semua proses pembuatan pil dengan waktu yang relatif singkat. Hasil yang didapat pun sangat maksimal, mengingat rasio kegagalan 85% dalam mengolah bahan-bahan yang semuanya hampir membusuk, bahkan ada beberapa bahan yang sudah busuk.
Tapi, dihadapan sikembar, Qin Tian sama sekali tidak menunjukkan jika apa yang dilakukannya akan gagal. Dengan kejadian ini, mata mereka membulat sempurna.
Alex atau Ling Huo yang mereka ketahui adalah seorang alkemis paling hebat yang pernah mereka temui pun tidak bisa melakukan apa yang dilakukan oleh Qin Tian.
"Jadi, apa yang kalian dapatkan dari melihat pertunjukan tadi," suara Qin Tian memecah keheningan diantara mereka bertiga, karena Tang Yue Lin telah masuk kedalam dunia jiwa sejak tiga hari yang lalu.
"Aku mengerti, Bos. Bukan hanya kualitas bahan yang mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam meracik pil. Tapi, kontrol dalam mengolah yang menjadi penentu keberhasilannya," Tian Zhu berspekulasi.
"Yah, meskipun tidak sepenuhnya tepat, tapi jawabanmu hampir mendekati dari kebenarannya," ujar Qin Tian.
"Dalam pengolahan pil, ada tiga hal yang paling penting. Pertama adalah kontrol jiwa. Kontrol terhadap pengendalian bahan maupun suhu dari api. Jika kalian bisa melakukan nya secara sempurna, maka tingkat keberhasilan akan mencapai 100%..."
"Setelah itu adalah ketelitian dalam memisahkan kotoran. Banyak yang keliru saat memisahkan kotoran yang mengakibatkan berkurangnya kemurnian suatu pil..."
"Dan yang terakhir adalah kekuatan jiwa. Tanpa kekuatan jiwa yang mumpuni, kalian tidak akan pernah bisa membuat pil diatas tingkat Bumi."
Sikembar mencerna setiap perkataan Qin Tian dengan sangat antusias.
"Jadi, apa kesimpulan kalian?" tanya Qin Tian.
"Dengan tidak memaksakan kekuatan jiwa pada bahan, itu akan mempengaruhi tingkat keberhasilan maupun kemurnian dari suatu pil," jawab Tian Zhu yang di angguki oleh Tian Chu.
"Lalu, suhu yang tepat akan mempengaruhi kotoran yang ada didalam pil, sehingga cara termudah untuk membuangnya dengan kontrol api dan kontrol jiwa yang harus seirama agar kotoran tidak ikut menempel saat melakukan proses pemadatan pil," ucap Tian Chu.
"Tepat sekali! Tapi, satu hal yang harus kalian perhatikan, proses tersebut hanya berlaku untuk para alkemis yang tidak menggunakan tungku..."
"... Jadi, jika kalian ingin mengikuti cara yang ku gunakan, kalian harus merubah metode yang kalian pelajari dari Ling Huo," ujar Qin Tian.
"Baiklah, kami akan mempelajari itu," ucap Tian Zhu yang di angguki oleh Tian Chu.
"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang, Bos?" tanya Tian Chu.
"Kita akan pergi ke Benua Tengah."
__ADS_1
• • •
Setelah menjelaskan beberapa hal kepada mereka berdua, Qin Tian pergi dari sana dengan kecepatan kultivator ranah Raja Surgawi.
Dia tentu bisa saja bergerak lebih cepat. Namun, dia hanya ingin menikmati perjalanan nya.
Saat ditengah perjalanan, dia merasakan aura iblis secara samar.
"Aura ini!"
"Sepertinya tidak lama lagi akan terjadi sesuatu yang menarik," ucapnya dengan senyum tipis.
Qin Tian melihat gerombolan kultivator aliran hitam yang sangat jauh dibawah tanah sedang berkumpul. Tapi tidak ada niatan dari 'nya untuk langsung membasmi mereka.
Karena dia ingin bergerak saat acara puncak berlangsung.
Puncak dari acara itu adalah penyerangan di Kekaisaran Ming di Benua Tengah, yang berdampingan dengan Sekte Bunga Api.
Mengapa dia bisa tahu hal itu. Tentu saja karena dia memfokuskan pendengaran nya di dekat pemimpin mereka yang sedang membahas tentang waktu penyerangan.
Menurutnya tidak ada yang berbeda dari menyerang langsung atau nanti. Dan tentunya akan lebih menyenangkan jika dia menyerang nanti. Karena, dia bisa menyalurkan hasrat yang selama ini dia pendam, apa lagi saat mendengar kata-kata yang sedikit sensitif dari nenek Mu yang menyinggung tentang kehidupan 'nya di Bumi.
Dia lalu bergerak menuju Sekte Matahari Hitam untuk memakai portal teleportasi.
Setelah satu hari perjalanan, akhirnya dia sampai di kawasan Sekte Matahari Hitam. Tapi, ada halangan yang akan membuatnya lama di kawasan Sekte Matahari Hitam.
Halangan yang dimaksud bukanlah sebuah ancaman dari pihak Sekte.
• • •
"Jadi, apa yang membuatmu datang kesini Zhou?" tanya Liu Mubai, Pemimpin Sekte Matahari Hitam.
"Kau terlalu membosankan Mubai. Aku hanya ingin menunjukkan ini padamu," jawabnya dengan nada semangat, lalu melemparkan botol giok yang berisi sebuah pil.
Saat Liu Mubai menerima botol giok itu, dia lalu membukanya. Seketika aroma harum yang menyejukkan menyebar ke seluruh ruangan itu.
"I—ini, Pil tingkat Bumi, dan kemurnian nya 90 persen! Dari mana kau mendapat pil ini Zhou?" Liu Mubai bertanya dengan suara bergetar.
"Tentu saja aku yang membuatnya," jawab Guang Zhou bangga.
"Ti—tidak mungkin."
"Apanya yang tidak mungkin, dasar bodoh!"
"Kau pasti mengarangnya! Benar... Kau pasti mengarangnya hal itu... Cepat jawab siapa yang memberimu pil ini?"
"Kau memang sangat bodoh saat sedang terkejut," ucapnya terkekeh.
"Tenangkan dirimu dulu, nanti akan ku jelaskan," lanjut Guang Zhou.
Setelah beberapa saat, Liu Mubai kembali tenang.
"Sepertinya kau sudah tenang," ucap Guang Zhou yang sedari tadi menunggu Liu Mubai menenangkan diri.
__ADS_1
"Ya, begitulah..."
"... Lalu, apa yang ingin kau katakan kepada ku?" Liu Mubai bertanya setelah merasa sedikit tenang.
"Aku yakin kau tidak akan percaya pada apa yang akan kukatakan," ucap Guang Zhou.
"Cepatlah, jangan bertele-tele!"
"Hahaha... Kau sangat tidak sabaran pak tua," Guang Zhou hanya tertawa.
"Jika tidak ada dia, aku yakin aku tidak akan pernah bisa membuat pil tingkat Bumi, apalagi tingkat kemurnian nya melebihi apa yang bisa dibuat oleh si kembar alkemis gila itu," ujar Guang Zhou.
"Dia? Siapa dia yang kau maksud itu?" tanya Liu Mubai.
"Ah... I—itu, aku juga tidak tahu siapa dia," jawab Guang Zhou terkekeh seraya menggaruk belakang kepala nya.
"Tapi, beberapa hari yang lalu dia datang ke Benua Barat menggunakan Plakat Kekaisaran Tang. Aku juga belum bertanya pada Tang Yin, siapa orang yang memakai plakat itu," lanjutnya lagi.
"Kalau begitu, ada kemungkinan dia akan kembali memakai portal teleportasi disini. Akan ku beritahu pada murid penjaga untuk mendata setiap orang yang menggunakan portal teleportasi," ujar Liu Mubai.
Setelah itu mereka berdua melanjutkan perbincangan nya dengan santai, sampai ada salah seorang murid penjaga yang mengganggu perbincangan mereka.
"Lapor pemimpin."
"Ada hal penting apa kau melapor, hingga mengganggu perbincangan ku dengan Pemimpin Sekte Pedang Tunggal!" ucapnya dengan aura sedikit keluar. Dia tidak pernah senang ketika dia sedang membicarakan sesuatu dengan kenalannya seperti yang terjadi sekarang.
"Ma—maaf pemimpin. Tapi di lapangan sekitar portal sudah ada beberapa orang yang menunggu untuk menunggu portal di gunakan," ucap murid penjaga.
"Lalu, kenapa kau kesini! Mengapa kau tidak mencari tetua kelima atau tetua ketiga!" Masih berkata dengan sedikit amarah yang keluar.
Sementara murid penjaga yang mengabarkan hal itu meneguk ludahnya secara kasar karena merasakan tekanan aura yang keluar dari tubuh Liu Mubai.
"Mereka sedang menjalani misi yang anda berikan Pemimpin," jawabnya tegas setelah membulatkan tekadnya.
"Aih, mengapa aku bisa melupakan hal itu. Harusnya aku hanya menyuruh salah satu dari mereka," gumamnya kecil. Namun hal itu didengar oleh Guang Zhou, dan dia hanya bisa tertawa kecil mendengar gumaman Liu Mubai.
Tapi hal inilah yang akan menjadikan dia dapat membuat pil tingkat Bumi dengan kemurnian minimal 90 persen.
Untuk sekarang dia hanya bisa menggerutu karena kecerobohannya yang menugaskan dua tetua penjaga khusus yang memegang token pembuka portal teleportasi.
"Kalau begitu aku juga akan kembali ke Benua Timur dan akan bertanya pada Tang Yin, siapa sebenarnya pemuda itu," tutur Guang Zhou yang memang ingin segera bertanya pada Tang Yin.
"Baiklah, ayo kesana Zhou. Pastikan kau memberitahukan padaku siapa pemuda itu."
"Tentu saja... Kau tunggu saja kabar baik dariku," ucapnya dengan bangga.
Sementara murid penjaga hanya bisa menghela nafas lega, merasa telah terbebas dari hukuman karena mengganggu waktu santai Pemimpin 'nya.
Lalu mereka berjalan dengan santai menuju ke area portal teleportasi.
•••
Selamat Membaca.
__ADS_1