Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
69. Terdampar


__ADS_3

Bagaikan seperti wadah yang kosong, tubuh Qin Tian diisi dengan gumpalan energi berbentuk awan berwarna hitam pekat itu.


Energi spiritual didalam dantian Qin Tian seolah diperbarui kembali oleh energi hitam pekat yang muncul tanpa diduga sama sekali.


Perubahan juga terlihat dari warna rambut Qin Tian, yang semula berwarna hitam pekat kini muncul warna biru disekitarnya, namun yang lebih mendominasi tetap hitam.


Siluet Mahkota dengan simbol mata yang dikelilingi oleh rantai ditengahnya juga ikut muncul di atas tubuh Qin Tian entah dari mana.


Rantai Neraka yang ada di pergelangan tangan Qin Tian juga ikut bereaksi seperti menjawab panggilan Tuan 'nya. Rantai Neraka terlihat menyedot energi yang dikeluarkan Siluet Mahkota, juga gumpalan energi itu seperti memberi makanan pada Rantai Neraka.


Kejadian itu berlangsung selama tiga puluh menit, kemudian setelah aura pada Rantai Neraka sudah sepenuhnya berubah, Rantai Neraka pun kembali ke pergelangan tangan Qin Tian.


Setelah lebih dari enam jam, energi hitam itu telah masuk sepenuhnya kedalam tubuh Qin Tian. Kemudian ada sebuah portal yang menarik tubuhnya.


Swoosshh..


Tubuh Qin Tian melesat jatuh ke daratan dengan kecepatan yang tidak wajar.


Boomm.. Duaarrr..


Bagaikan sebuah meteor, tubuhnya jatuh ke daratan sampai menimbulkan ledakan yang sangat besar dan membentuk sebuah kawah yang lumayan dalam. Beruntung nya lokasi tempat Qin Tian jatuh tidak ada kehidupan dalam radius sepuluh mil.


Akan tetapi, Qin Tian tidak terluka karena dirinya terjatuh, hanya pakaian yang dikenakan nya saja yang sepenuhnya menghilang akibat gesekan saat ia meluncur ke daratan, juga saat tercabik-cabik karena badai ruang.


Di sebuah gubuk di hutan dekat tempat Qin Tian jatuh ada seorang pria paurh baya menatap kearah jatuhnya Qin Tian.


Akibat ledakan itu, hampir semua makhluk hidup yang tinggal di planet tempat Qin Tian jatuh mendengarnya meskipun jarak mereka sangat jauh.


" Apa itu? Mengapa ledakannya sangat besar," gumam pria paruh baya.


Kemudian, karena rasa penasaran, ia melesat sangat cepat ke arah Qin Tian berada saat ini. Karena ia seorang kultivator tingkat tinggi tentunya ia dapat tiba ditempat Qin Tian lebih cepat, walaupun terpisah jarak lima belas mil jauh nya.


Beberapa menit kemudian ia sampai di depan kawah besar yang didalamnya terdapat seorang pemuda tampan tanpa busana.


" Jadi ini penyebabnya. Mengapa pemuda ini tidak terluka sedikitpun," gumamnya heran.


Lalu ia merasakan banyak aura yang mendekat. " Sepertinya pemuda ini telah membuat gempar dunia ini," gumam orang itu.


Dia lantas menyelimuti tubuh Qin Tian dengan energi spiritualnya dan pergi dari sana membawa Qin Tian menuju kearah gubuk tempat ia tinggal sebelumnya.

__ADS_1


Sementara itu, beberapa menit setelah pria paruh baya itu pergi, belasan kelompok terlihat mendekati kawasan tempat Qin Tian jatuh.


" Apa yang menyebabkan ledakan di tempat ini?" gumam salah seorang disana.


" Kalian cepat cari petunjuk disekitar sini!" ucap orang itu memerintah beberapa bawahannya.


" Baik!.." ucap beberapa bawahannya serempak.


Hal yang sama juga dilakukan oleh kelompok lainnya.


Mereka berpencar untuk menemukan penyebab terjadinya ledakan dahsyat sampai membentuk kawah yang lumayan dalam dan lebar.


Di pikiran para pemimpin kelompok itu, mereka berharap penyebabnya adalah suatu harta tertentu.


Hanya saja, harapan mereka semua tidak akan terwujud karena penyebab ledakan saat ini sudah menjauh dari sana, dan juga penyebabnya bukanlah harta.


Jika mereka semua mengetahui hal ini, maka dapat dipastikan bahwa mereka semua akan mengutuk Qin Tian karena telah mempermainkan mereka.


Meskipun Qin Tian tidak mengetahui hal ini sama sekali.


...• • • • •...


Keadaan alam disana yang semula kacau, kini telah stabil kembali. Semua yang ada disana dapat bernafas dengan lega.


" Semoga saja Tian'er dalam keadaan baik-baik saja," gumam Yun Ling menyemangati diri sendiri. Meskipun yang lain dan dirinya daoat bernafas dengan lega, tetapi hati kecilnya masih khawatir dengan keadaan bayi kecilnya, Qin Tian.


" Tenanglah Ibu, Gege pasti baik-baik saja," ujar Tang Yue Lin.


" Jangan sampai kesehatan Ibu memburuk karena terus memikirkan Gege, dia pasti akan khawatir saat melihat keadaan Ibu yang seperti ini," ucap Tang Yue Lin lagi.


" Kau benar Lin'er. Tian'er pasti khawatir saat melihat keadaan Ibunya yang berantakan seperti ini," ujar Qin Zhong menimpali.


Ia yang dari awal saat keadaan alam terus berubah, selalu berusaha untuk membuat suasana disana tidak muram, meskipun dirinya sendiri khawatir.


Qin Zhong sangat mengetahui dengan jelas apa penyebab kejadian sebelumnya. Namun, ia tidak mengungkapkan hal itu dihadapan semua orang. Ia takut keadaan menjadi semakin buruk saat mereka semua mengetahui nya.


Jadi ia membiarkan Ayahnya saja yang menceritakan mengenai apa yang Ayahnya ketahui dari catatan Klan Qin.


Reaksi Yun Lin saat mendengar ucapan Qin Zhong seketika berubah, ia saat ini berusaha untuk kembali normal agar Qin Tian tidak khawatir.

__ADS_1


Qin Zhong tersenyum kecil melihat reaksi yang ditampilkan Yun Ling.


...• • • • •...


" Daya tahan tubuh pemuda ini sangat luar biasa," ujar pria paruh baya saat melihat tubuh Qin Tian dari dekat.


Tentunya ia sudah melapisi area bawah Qin Tian menggunakan kain.


" Tidak ada luka fisik, luka dalam pun tidak dapat kutemukan. Tapi, mengapa pemuda ini tidak segera bangun," gumamnya lagi.


Tiba-tiba ada suara langkah kaki mendekati mereka.


" Kakek!.." teriak seorang gadis pada orang yang menolong Qin Tian.


Pria paruh baya yang dipanggil kakek itupun menoleh dan mendorong orang yang memanggilnya untuk keluar dari ruangan itu.


Yang memanggilnya adalah cucunya sendiri, Fu Yue, dan pria paruh baya itu sendiri adalah Fu Yaosha.


" Yue'er, jangan masuk kedalam."


" Kenapa, Kakek? Bukankah didalam sana tidak ada benda berharga?" tanya Fu Yue.


" Bukan masalah benda berharga atau tidak, didalam sana ada seseorang yang sedang sakit," jawab Fu Yaosha sekena nya.


" Ehh.. sejak kapan Kakek menjadi seorang tabib," ujar Fu Yue yang salah mengartikan.


Fu Yaosha langsung memukul kepala Fu Yue, karena cucunya ini selalu salah dalam mengartikan sesuatu.


" Aauu.. kenapa Kakek memukul kepala ku!.." Fu Yue mengusap kepalanya yang terasa panas saat dipukul oleh Fu Yaosha, meskipun pukulan itu tidaklah kuat sama sekali.


" Berhentilah berpura-pura kesakitan.. kenapa kau kesini Yue'er, apakah dia yang mengutusmu kembali kesini?" tanya Fu Yaosha.


" Tidak Kakek, aku hanya khawatir padamu karena beberapa waktu yang lalu ada ledakan besar, dan itu tidak jauh dari tempat Kakek tinggal," ujar Fu Yue menjelaskan.


" Sekarang kau lihat sendiri, Kakek baik-baik saja. Jadi kau kembalilah ke tempat asalmu," Fu Yaosha dengan terang-terangan mengusir cucunya sendiri dari sana.


Alasan ia melakukan hal itu karena ia tidak ingin cucuny ternodai saat masuk kedalam gubuk dan melihat keadaan Qin Tian yang hanya terbalut kain cukup tipis hanya di area bawahnya.


•••

__ADS_1


Terima Kasih.


__ADS_2