
Seminggu kemudian.
Secara perlahan mata Qin Tian mulai terbuka. Hal pertama yang dilihatnya adalah atap jerami yang sudah berdebu, juga dia merasakan ada seseorang tidak jauh dari tempat dirinya terbaring saat ini.
Qin Tian kemudian bangkit dari tidurnya dan mulai memeriksa keadaan tubuhnya. Saat ia memeriksa seluruhnya dan tidak ada satupun keanehan yang ia temukan, Qin Tian pun merasa lega.
Lalu ia teringat dengan semua orang yang ada didalam dunia jiwa miliknya.
" Sudah berapa lama aku tidak sadar? Apakah mereka khawatir padaku?" gumam Qin Tian.
Dia lalu bangkit dan mulai memeriksa cincin penyimpanan miliknya. Akan tetapi, keanehan itu muncul disini.
Ketika ia akan memeriksa cincin, energi spiritual yang ia keluarkan nampak aneh, dan ia sangat terkejut akan hal itu.
Dengan terburu-buru, setelah mengenakan pakaian, ia lalu memeriksa dantian miliknya dan mendapati lautan Qi miliknya telah berubah, yang semula hanya di isi oleh Saint Qi, kini telah sepenuhnya berubah menjadi Qi yang sangat legendaris dan sulit untuk ditaklukan, Qi Kekacauan Primordial.
Terlebih lagi Qi jenis itu terlihat sangat jinak seperti hewan peliharaan yang terlatih. Namun, basis kultivasi Qin Tian tidak bertambah sedikitpun.
" Hahh.. memilili kekuatan yang besar tentu mendapatkan tanggung jawab yang besar juga," gumam Qin Tian.
Walaupun ia merasa senang karena bisa menyerap salah satu Qi yang sangat legendaris, tetapi di sisi lain, ia juga merasa hal ini sudah di takdirkan untuk dirinya.
Entah hanya perasaan, atau memang benar ini sudah jalannya, yang bisa ia lakukan saat ini adalah terus maju kedepan tanpa berpaling sedikitpun.
Tidak lama kemudian Fu Yaosha masuk ke dalam dan membuyarkan lamunan Qin Tian.
" Kau sudah bangun ternyata," ujar Fu Yaosha.
" Apakah kau yang membawaku kesini Pak Tua?" tanya Qin Tian dengan acuh.
" Hey.. hey.. bukan seperti ini cara memperlakukan penyelamatmu," ucap Fu Yaosha.
Meski ia bukanlah orang yang gila hormat, namun ia ingin orang yang ada didepannya ini mengerti untuk menghargai orang lain yang lebih tua darinya, apa lagi untuk seseorang yang telah menyelamatkannya.
" Baiklah, terima kasih." Qin Tian berkata sambil menangkupkan tangannya. " Kalau begitu, sudah berapa lama aku disini, juga ini ada dimana?"
Fu Yaosha menghela nafas panjang melihat reaksi yang ditunjukkan Qin Tian, karena itu ia tidak langsung menjawab pertanyaan Qin Tian.
" Kau terlalu angkuh bocah. Jika itu orang lain mungkin dia akan tersinggung dengan ucapanmu itu," ujar Fu Yaosha.
__ADS_1
Qin Tian tidak membalas perkataannya, ia hanya terdiam menunggu apa yang akan dikatakan oleh Fu Yaosha.
" Setidaknya perkenalkan dirimu terlebih dahulu bocah," ucap Fu Yaosha.
" Bukankah aneh Pak Tua, kau ingin mengetahui nama seseorang tapi kau tidak memberi tahu namamu sendiri."
" Baiklah, aku Fu Yaosha. Terserah kau mau memanggil diriku dengan sebutan apapun, tapi orang-orang yang mengenalku biasa memanggilku dengan sebutan Kakek Yao," ucap Fu Yaosha memperkenalkan diri, ia merasa tidak akan bisa menang saat berdebat dengan Qin Tian, oleh karena itu ia mengalah.
" Cukup mudah untuk di ingat. Namaku Qin Tian, terima kasih telah menyelamatkanku sebelumnya Kakek Yao," ucap Qin Tian lalu merubah sikapnya terhadap Fu Yaosha.
" Ternyata kau bisa juga bersikap sopan," ujarnya menilai sikap Qin Tian.
" Kau disini saja sudah seminggu, lalu ini adalah Daratan Naga," ucap Fu Yaosha lagi.
" Daratan Naga?.." tanya Qin Tian heran.
" Kau tidak tahu Daratan Naga? Sebenarnya dari mana asalmu?" Fu Yaosha juga ikut terheran-heran karena Qin Tian tidak mengetahui tentang Daratan Naga.
" Tidak. Dan maaf, aku tidak bisa memberi tahu orang asing tentang asal diriku," ujar Qin Tian.
Fu Yaosha cukup memaklumi perihal sikap Qin Tian yang terlihat cukup berhati-hati dalam mengambil tindakan. Kemudian menjelaskan jika Qin Tian saat ini berada di Daratan Naga yang ada di Planet Lingkar.
Tidak seperti Bintang Biru, Planet Lingkar cukup banyak organisasi seperti Aliansi Aliran Hitam yang membuat suasana di Planet Lingkar lebih mencekam dan berbahaya.
Namun, dibalik bahaya itu, kepadatan energi spiritual disini lebih banyak hampir seratus kali lipat dibandingkan Benua Tengah, atau hampir setara dengan dunia jiwa milik Qin Tian saat ini.
Dan juga, orang-orang di Planet ini tingkat kultivasi mereka rata-rata sudah melebihi ranah Saint, meskipun itu seorang murid dari Sekte terlemah sekalipun.
Di Planet Lingkar juga tingkatan Sekte lebih detail, dan hanya ada lima tingkatan untuk Sekte. Sekte tingkat satu setara dengan sepuluh Sekte tingkat dua, begitu seterusnya.
" Bagaimana, apakah kau sudah mengetahui dengan jelas?" tanya Fu Yaosha.
" Ya, setidaknya tempat ini tidak terlalu buruk," ujar Qin Tian menjawab pertanyaannya.
" Jadi, setelah ini apa yang akan kau lakukan nak Tian?"
" Aku harus bertambah kuat terlebih dahulu Kakek Yao. Apakah Kakek Yak tahu dimana tempat untuk meningkatkan kekuatan secara cepat," ucap Qin Tian.
" Tidak perlu terburu-buru, dengan usia yang belum genap 18 tahun, dan juga tingkat kultivasi di ranah Holy Monarch puncak, setidaknya kau bisa memasuki Sekte tingkat tiga," ucap Fu Yaosha yang memang sudah mengetahui tingkatan kultivasi Qin Tian.
__ADS_1
' Hebat juga Kakek ini bisa mengetahui tingkat kultivasiku dengan sangat tepat,' batin Qin Tian memuji Fu Yaosha.
" Jika ranah Holy Monarch hanya bisa memasuki Sekte tingkat tiga, lalu apa syarat untuk memasuki Sekte tingkat satu?" tanya Qin Tian penasaran.
" Setidaknya minimal kau harus berada di ranah Half God. Tapi untuk kebanyakan kultivator muda yang sudah di ranah Half God, mereka tidak akan sembarang untuk memasuki Sekte tingkat satu. Kecuali, mereka merupakan bagian dari petinggi Sekte."
" Untuk menjadi murid luar di Sekte tingkat satu, mereka harus berada di ranah Dewa Perunggu," ucap Fu Yaosha menjelaskan.
' Aneh, mengapa tempat ini tidak tercatat dalam Pengetahuan Tiga Alam,' Qin Tian membatin di sela penjelasan Fu Yaosha.
" Apakah kau tertarik untuk menjadi murid di salah satu Sekte disini?" tanya Fu Yaosha.
" Tidak, untuk saat ini aku masih terlalu lemah," jawabnya.
" Oh, cukup langka orang sepertimu. Biasanya pemuda yang memiliki kekuatan sepertimu sudah menganggap dirinya paling jenius dan selalu berlaku arogan," ucap Fu Yaosha memuji kerendahan hati Qin Tian.
" Kalau begitu, ada satu tempat yang tidak banyak diketahui orang lain untuk meningkatkan kekuatanmu dengan cepat," ucapnya lagi.
" Dimana tempat itu Kakek Yao?" tanya Qin Tian dengan mata berbinar.
Fu Yaosha dapat melihat dengan jelas tekad Qij Tian untuk menjadi kuat sangatlah besar.
" Ke arah tenggara sekitar tiga minggu perjalanan berkuda dari tempat ini, dan kau akan menemukan sebuah danau yang airnya berwarna merah. Tempatnya berada didasar danau itu, jika kau bisa menyelam sampai ke dasar danau itu, kau akan menemukan tempat untuk berkultivasi yang sangat bagus, juga disana terdapat berbagai sumber daya langka yang jarang ditemui di dunia luar," ucap Fu Yaosha menjelaskan.
" Tapi ingatlah satu hal, saat kau sampai didasar danau, jangan pernah sekalipun untuk mengambil sumber daya itu secara sembarang, karena jika kau melakukan hal itu, maka sesuatu yang selama ini melindungi dasar danau itu akan melenyapkan mu," lanjutnya memberikan sebuah peringatan.
" Terima kasih atas peringatannya Kakek Yao, aku akan selalu mengingat hutang budi ini," ucap Qin Tian menangkupkan kedua tangannya.
" Jangan sungkan, aku suka pemuda yang tidak arogan sepertimu," ucap Fu Yaosha juga menangkupkan tangannya kearah Qin Tian.
" Kalau begitu, bolehkah aku beristirahat disini sehari lagi, Kakek Yao?" tanya Qin Tian.
" Tidak masalah," ucapnya tersenyum kecil.
Qin Tian sama sekali tidak ragu dengan ucapan Fu Yaosha, karena sedari awal ia berbicara padanya, ia sudah mengaktifkan Mata Dewa yang dapat melihat kebenaran dari ucapan seseorang. Dan Qin Tian tidak sedikitpun melihat kebohongan dari ucapan Fu Yaosha. Oleh karena itu, ia bersikap sopan pada Fu Yaosha.
•••
Terima Kasih.
__ADS_1