
Selepas membeli binatang monster, Qin Tian dan Qin Zhong kembali ke penginapan dengan menunggangi binatang monster yang baru saja mereka beli.
Qin Tian sendiri membeli seekor kuda hitam yang surai-nya berwarna putih. Sedangkan Qin Zhong ia memilih seekor harimau putih untuk menjadi tunggangan-nya.
Kedua binatang monster itu telah di ikat kontrak dengan mereka berdua, sehingga tidak akan melarikan diri dari para pembeli.
Saat mereka sudah di penginapan, mereka duduk di sebuah kursi di lantai pertama penginapan. Lantai pertama itu sendiri merupakan sebuah kedai yang cukup luas.
Mereka ingin mencari informasi lainnya di Kota ini, dan tempat yang paling tepat untuk mendapatkan informasi adalah kedai.
Sebenarnya Qin Tian bisa saja menajamkan indra pendengarannya seperti yang ia lakukan saat di Benua Barat di Bintang Biru. Namun, ia tidak melakukan itu karena tidak ingin terlihat mencolok.
Penduduk disini bukanlah seperti orang yang ada di Bintang Biru, yang mana tingkat kultivasi mereka sangat rendah. Tuan Kota disini merupakan kultivator ranah Dewa Perunggu dan para prajuritnya paling rendah berada di ranah Holy Dao. Jadi Qin Tian saat ini tidak ingin melakukan hal yang ceroboh.
" Hey.. kudengar seminggu dari sekarang akan ada pelelangan yang akan digelar di Kota Feng," ucap salah seorang pengunjung pada temannya.
" Benarkah, berarti lelang itu dibuka oleh Paviliun Harta?" tanya salah satu temannya.
" Ya, kau benar, hanya Paviliun Harta yang bisa membuka acara lelang di Kota Feng," jawabnya.
" Apakah kali ini ada benda berharga lainnya yang di lelang oleh Paviliun Harta?" tanya temannya yang lain.
" Dari yang kudengar mereka menemukan pecahan senjata tingkat Kuno beberapa tahun yang lalu. Juga, belum lama ini mereka menemukan benda yang sangat kuat auranya dari kawah yang tercipta dua minggu yang lalu," ujarnya merujuk pada salah satu pecahan harta milik Qin Tian yang belum disadarinya telah menghilang.
Sementara itu tidak jauh dari ke empat pria yang tengah membahas tentang lelang itu, Qin Tian menyunggingkan senyum nya. Hal ini tidak luput dari penglihatan Qin Zhong.
" Ada apa Tian'er?" tanya Qin Zhong.
" Ada sesuatu yang menarik. Ayah tunggu sebentar disini," ucapnya pada Qin Zhong.
" Baiklah."
Lalu Qin Tian melangkahkan kakinya menuju meja ke empat pria itu. Dan tanpa basa-basi ia mulai bertanya pada mereka.
__ADS_1
" Permisi senior sekalian, apakah senior ini bisa memberitahu junior tentang lelang itu," ucap Qin Tian bertanya pada mereka.
Ke empat pria itu mengalihkan pandangannya pada Qin Tian sejenak, kemudian salah satu dari mereka berbicara.
" Apakah kau ingin mengikuti lelang itu? Kusarankan untukmu jangan pergi kesana, karena yang mengikuti lelang itu pasti berasal dari Klan terpandang serta Sekte besar," ujar salah satu dari mereka pada Qin Tian.
" Tidak masalah senior, junior ini hanya tertarik untuk melihat-lihat saja," ucap Qin Tian.
" Baiklah, jika kau begitu ingin mengetahui nya. Mereka membuka lelang itu di Kota Feng, sekitar dua hari perjalanan berkuda menuju selatan dari sini. Juga, semua orang telah mengetahui hal penting ini, untuk memasuki lelang itu diperlukan sebuah token langsung yang diberikan oleh Paviliun Harta," orang itu menjelaskan beberapa hal lainnya pada Qin Tian.
Mereka mengatakan, untuk mendapatkan token dari Paviliun Harta orang itu harus memiliki kontribusi yang besar untuk Paviliun Harta atau dapat menarik minat Paviliun Harta itu sendiri.
Kontribusi yang dimaksud adalah, mereka yang telah membeli sumber daya pada Paviliun Harta dalam jumlah tertentu. Sedangkan menarik minat ini dimaksud orang tersebut menjual atau melelang benda yang sangat langka yang tentunya harus bisa melambungkan nama Paviliun Harta.
Sebenarnya bisa untuk membeli token itu di Paviliun Harta, tetapi harga yang harus dikeluarkan sangatlah tinggi, dan orang-orang tentu tidak ingin membeli sesuatu yang sangat mahal hanya untuk benda yang tidak menguntungkan.
Qin Tian juga mengetahui dari mereka bahwa Pil yang dijual di Daratan Naga ini hanya sebatas Pil kelas Surgawi, sementara itu saat ini Qin Tian sudah memiliki beberapa Pil tingkat Kuno yang mungkin akan membuatnya mendapatkan salah satu token masuk ke lelang yang dibuka Paviliun Harta.
" Terima kasih atas informasinya senior sekalian," ucap Qin Tian sambil memberikan mereka masing-masing dua puluh batu roh tinggi.
Alis Qin Tian berkedut melihat tingkah orang didepannya saat ini, mulutnya mengatakan tidak perlu sungkan namun sikapnya malah seperti merasa kurang dengan pemberian Qin Tian.
Lalu Qin Tian pergi dari meja mereka untuk mengajak Ayahnya segera meninggalkan Kota Bulan.
" Apakah kita akan melanjutkan perjalanan, Tian'er?" Qin Zhong bertanya saat Qin Tian mendekati meja.
" Tidak Ayah, kita akan pergi melihat sesuatu yang menarik di Kota lain."
" Kalau kau sudah mengatakan seperti itu, mari kita lihat seberapa menarik tempat yang ingin kau kunjungi," ucap Qin Zhong.
Setelah itu mereka berdua meninggalkan penginapan dan mulai pergi ke arah selatan dari gerbang Kota Bulan menuju ke Kota Feng.
Perjalanan kali ini tidak terasa panjang karena mereka hanya duduk diatas tunggangan mereka. Dan hanya beristirahat saat malam hari.
__ADS_1
Dua hari kemudian mereka pun tiba di Kota Feng. Dibandingkan dengan Kota Bulan, Kota Feng memiliki luas hampir dua kali lipatnya Kota Bulan.
Sama seperti Kota Bulan, mereka memasuki Kota Feng dengan berbagai pertanyaan dari penjaga Kota. Biaya untuk masuk juga sedikit lebih mahal dibandingkan Kota Bulan. Namun, itu tidak menjadi masalah bagi Qin Tian yang mempunyai gunungan harta didalam dunia jiwa miliknya.
Hal pertama yang dilakukan Qin Tian saat masuk kedalam Kota adalah menemukan tempat lelang dari Paviliun Harta. Tidak sulit untuk menemukannya karena setiap penduduk yang ada di Kota sedang membicarakan kepopuleran dari Paviliun Harta. Terlebih lagi, tempat itu berada di pusat Kota, dekat dengan rumah Tuan Kota Feng.
Beberapa saat berjalan, mereka sampai di depan sebuah bangunan yang sangat luas dan bertuliskan Paviliun Harta didepannya.
Banyak sekali penjaga yang menjaga tempat itu sehingga hal ini sedikit menyulitkan Qin Tian dan Qin Zhong.
" Berhenti!.." teriak salah seorang penjaga berbadan besar menghentikan langkah kaki Qin Tian yang ingin memasuki Paviliun Harta.
" Tempat ini tidak dibuka sekarang, kembalilah lima hari lagi," ucap penjaga lainnya.
" Mengapa? Apakah aku tidak boleh menambahkan daftar lelang yang akan diadakan Paviliun Harta ini?" tanya Qin Tian.
" Nak, kau jangan bergurau, Paviliun Harta hanya menerima harta yang langka!" teriak penjaga berbadan besar itu yang mengira Qin Tian hanya ingin memasuki Paviliun Harta.
" Kalau begitu panggil manajer yang mengelola tempat ini," balas Qin Tian santai.
" Jangan membual bocah! Jika tidak pergi sekarang beberapa tulangmu akan kupatahkan!" ucap penjaga berbadan besar itu mengancam Qin Tian.
" Lakukanlah jika kau memang memiliki kemampuan untuk mematahkan tulangku," sahut Qin Tian dengan nada mengejek.
Qin Tian mengetahui jika penjaga ini merupakan seorang kultivator ranah Venerable pertengahan.
Karena tidak terima saat di ejek Qin Tian, penjaga berbadan besar itu menyeringai kejam dan berniat menghantam wajah Qin Tian dengan tinjunya. Sementara Qin Tian juga tidak hanya diam dan mengarahkan tinjunya untuk beradu dengan tinju penjaga.
Boomm.. Dhuuarr..
Seketika terdengar ledakan yang cukup keras sehingga menimbulkan retakan pada tanah dan juga menarik perhatian beberapa orang yang berada didalam Paviliun Harta.
•••
__ADS_1
Terima Kasih.