Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
37. Berakhirnya Kekacauan.


__ADS_3

Sekte Bunga Api.


" Akhirnya orang yang bergelar manusia terkuat di Lima Benua muncul. Akan ku rebut darimu gelar itu. Kau tidak pantas menyandang sebagai manusia terkuat di Lima Benua, Qin Jian!" Mo Guo bergumam setelah melihat Qin Jian yang mengarah padanya dari kejauhan.


Dalam sekejap Qin Jian telah muncul dihadapan Mo Guo.


" Apa kabar tua bangka sialan," ucap Mo Guo sarkas.


" Tidak perlu basa-basi," balas Qin Jian yang merasa jengah dengan kehadiran Mo Guo.


Setiap kali Mo Guo muncul, selalu ada kekacauan yang dibuatnya. Terakhir kali Qin Jian melihat Mo Guo adalah sekitar dua puluh tahun yang lalu. Dan saat itu juga Qin Jian dan Ming Yifei berbagi tugas untuk melawan para petinggi Aliansi Aliran Hitam.


Walaupun pihak Sekte Bunga Api bisa dikatakan menang, tetapi kemenangan itu justru tidak bisa dirasakan Qin Jian. Karena keluarganya yang tercerai berai setelah penyerangan dua puluh tahun yang lalu.


Pedang Api Putih pemberian Qin Tian yang ada ditangan Qin Jian berdengung saat dialiri energi spiritual, menandakan sudah terjalin kontrak dengannya.


Mo Guo yang melihat itu menjadi semakin menunjukkan keserakahannya.


' Artefak Senjata yang sangat kuat, benda itu harus menjadi milikku,' dia bergumam didalam hatinya saat merasakan aura panas yang sangat kuat dari senjata yang dipegang Qin Jian.


" Sepertinya kau tidak membutuhkan itu tua bangka sialan! Karena sebentar lagi kau akan mati ditangan ku... Hahaha..."


Mo Guo sangat yakin bisa mengalahkan Qin Jian, basis kultivasi nya satu tingkat diatas Qin Jian dan juga dia masih memiliki teknik andalan yang sangat kuat yang didapatkannya entah dari mana.


" Teruslah menggonggong. Tugas anj*ng memang seperti itu!" ucap Qin Jian mencoba memprovokasi Mo Guo.


" Teknik Pedang Api!.. Gerakan pertama!.." gumam Qin Jian yang langsung melesat kearah Mo Guo.


Mo Guo yang melihat Qin Jian kearahnya juga langsung menggunakan teknik berpedang nya.


Sringg! Sringg! Sringg!


Bunyi suara pedang beradu menggema disekitar mereka berdua. Terlihat juga tanah disekitar terkikis bahkan ada yang menciptakan kawah kecil karena teknik yang digunakan mereka berdua lumayan tinggi.


" Gerakan kedua!.." seru Qin Jian yang mengubah alur dari serangannya.


Begitu juga dengan Mo Guo yang terlihat mulai kewalahan. Namun, belum menunjukkan tanda-tanda akan kalah.


Beberapa saat kemudian Mo Guo yang sudah terdesak mulai menggunakan teknik terkuatnya.


" Ledakan Bintang!.." seru Mo Guo.

__ADS_1


Seketika aura sekitar Mo Guo meningkat drastis dengan kultivasi nya yang naik satu tingkat. Qin Jian merasa tertekan saat Mo Guo menggunakan teknik tersembunyi miliknya.


Sementara itu di depan gerbang sekte.


" Aura Iblis? Ternyata dia menunjukkan jati diri yang sesungguhnya," gumam Qin Tian.


" Ada apa, Tian'er?" tanya Ming Yifei heran melihat dahi Qin Tian yang berkerut.


" Sepertinya Kakek menemukan lawan yang tangguh, Nenek," jawabnya tersenyum.


" Apakah dia perlu bantuan mu?"


" Kurasa tidak."


Tidak hanya Qin Tian yang merasakannya, Tang Yue Lin dan Yun Ling yang paling jauh dari duel Qin Jian dan Mo Guo pun merasakan Aura Iblis Mo Guo.


Si Kembar dan Qin Zhong yang berada ditengah lautan musuh juga merasakan Aura Iblis, namun mereka hanya berhenti sejenak saja, lalu bergerak lagi menebas setiap musuh didekat mereka.


...• • • • •...


Bantuan Aliansi Aliran Hitam yang sudah dipanggil kesana pun telah tiba semuanya, yang membuat Qin Tian ingin cepat-cepat menuntaskan kekacauan ini.


' Hemm.. sepertinya bantuan mereka sudah berkumpul disini semua,' batin Qin Tian.


" Nenek, berlindung lah di tempat yang sedikit jauh dariku. Aku akan mengakhiri semua ini dengan cepat," ucap Qin Tian pada Ming Yifei yang ada disebelahnya.


Dia ingin mencoba teknik kedua dari Teknik Pemusnah yang dipelajarinya saat di pantai dulu.


" Rantai Pelindung!.."


Swoossh...


Rantai yang selama ini ada dipergelangan tangannya mulai memanjang dan mengelilingi Qin Tian.


Merasa semua persiapan nya telah selesai, Qin Tian lalu melanjutkan serangannya ke tahap berikutnya.


" Bisikan Dewi Neraka!.." Qin Tian berseru didalam hatinya.


Lalu suara alunan yang sangat indah menggema disana. Bukan hanya area Sekte yang mendengar alunan tersebut, bahkan di Kota Giok Biru dan Istana Kekaisaran pun mendengar alunan tersebut.


Alunan itu seperti dimainkan tepat ditelinga semua orang.

__ADS_1


Qin Tian sudah menandai mereka semua yang memiliki niat menghancurkan Sekte Bunga Api dan menguasai Lima Benua. Jadi efek kehancuran hanya diterima pihak Aliansi Aliran Hitam atau mereka yang berniat untuk mengkudeta Kekaisaran dan Sekte Bunga Api.


Qin Jian melihat semua dari kejauhan apa yang dilakukan oleh Qin Tian, tidak terkecuali Mo Guo yang diam mematung seperti terkena ilusi.


Teknik gabungan dari Rantai Neraka dan Suling Xian Yu hampir menghabiskan simpanan energi spiritual penggunanya, jika yang memakai teknik gabungan itu adalah kultivator di Ranah Dewa, tapi itu tidak berlaku untuk Qin Tian yang mempunyai jumlah Qi tidak terbatas.


Semua orang dari pihak Aliansi Aliran Hitam seketika menjerit kesakitan dan berguling-guling di tanah sambil mencakar-cakar wajahnya sendiri. Tidak terkecuali Mo Guo, dia juga terkena dampak yang sama.


Mereka yang ikut berperang melawan Aliansi Aliran Hitam sangat terkejut dengan kejadian ini.


" Teknik apa yang dipakai Gege Tian, Ibu?" ucap Tang Yue Lin pada Yun Ling.


" Jika kau bertanya pada Ibu, lalu Ibu bertanya pada siapa?" Yun Ling juga tidak tahu apa-apa tentang teknik yang digunakan Qin Tian saat ini.


" Lebih baik kau tanyakan saja padanya. Ayo kita kesana Lin'er," ajaknya pada Tang Yue Lin.


" Umm. Baik Ibu."


Qin Tian masih dalam keadaan memainkan Suling Xian Yu, namun disekelilingnya terdapat rantai yang terbang membentuk sebuah kubah untuk melindungi Qin Tian yang berada didalamnya.


Seakan tidak mengizinkan siapapun untuk mengganggu apa yang sedang dilakukannya.


Tiga puluh menit kemudian, alunan nada yang keluar dari Suling Xian Yu berhenti, dan bisa terlihat semua orang dari Aliansi Aliran Hitam telah tewas dengan sangat mengenaskan. Sebagian wajah mereka tidak lagi bisa dikenali.


Namun tidak dengan pergerakan Rantai Neraka yang tetap mengelilingi dirinya.


Saat Qin Tian mengangkat tangan kirinya, Rantai Neraka pun kembali membentuk sebuah gelang dan mengikat tangan Qin Tian. Rantai itu seolah paham dengan maksudnya.


" Semuanya telah selesai, tapi ini bukan berarti aku bisa menghentikan setiap pertempuran yang akan terjadi di kemudian hari..."


"... Di masa depan, musuh yang akan kita hadapi pasti lebih kuat, dan aku tidak yakin bisa melindungi kalian semua," ucap Qin Tian pada orang-orang terdekatnya yang sedang menunggu dirinya dari jarak yang tidak terlalu dekat.


" Kami tahu itu, Bos. Dan kau juga mengetahui jika kami pasti akan selalu berlatih supaya bisa terus bertarung di sisimu, Bos," jawab Tian Zhu yang di angguki oleh Tian Chu.


" Jangan memikul beban mu sendirian, ingatlah masih ada kami yang selalu mendukung dirimu di setiap langkah yang Gege ambil," Tang Yue Lin yang mendekat kearah Qin Tian dan mulai memeluk Qin Tian sambil tersenyum manis.


" Kami pun akan selalu mendukungmu, Tian'er," ucap Yun Ling.


" Ibumu benar, Tian'er,"


Qin Jian dan Ming Yifei hanya diam mendengar percakapan mereka berlima. Mereka berdua masih merasa canggung.

__ADS_1


•••


Selamat Membaca.


__ADS_2