Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
68. Kekalahan (Arc Bintang Biru End)


__ADS_3

Tetapi, dari yang dia ketahui. Dunia jiwa seseorang baru bisa terbentuk jika sudah menginjak ranah Dewa. Juga dunia jiwa itu hanya bisa menyimpan benda mati.


Seseorang dengan dunia jiwa yang bisa menyimpan makhluk hidup selalu menjadi buruan para kultivator kuat di Domain Dewa sekalipun, karena dari catatan yang ada, mereka selalu menjadi penguasa di setiap era dimana mereka hidup saat itu.


Qin Jian tidak bisa berkata-kata lagi melihat dengan mata kepala sendiri keberuntungan yang selalu menyertai Qin Tian.


" Zhong'er, apakah Tian'er sudah tahu mengenai siapapun yang mempunyai dunia jiwa yang bisa menyimpan makhluk hidup selalu diburu oleh para kultivator kuat?" tanya Qin Jian.


" Kurasa dia sudah mengetahui hal ini Ayah, itu bisa terlihat dengan jelas. Dia selalu berhati-hati saat mengeluarkan dan memasukkan kami ke sini," jawab Qin Zhong.


" Baguslah kalau begitu, aku bisa lebih tenang setelah mendengar ucapan mu," ucap Qin Jian.


" Kalau begitu, mari kita ke Istana Dunia Jiwa, Kakek," ucap Tang Yue Lin saat melihat Ming Yifei telah sadar dari kekaguman nya.


Kemudian mereka berlima menuju ke Istana Dunia Jiwa untuk beristirahat, juga tak lupa Qin Zhong memanggil Si Kembar dan Lang Weidu untuk di perkenalkan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara Ayahnya dan bawahan putra nya.


...• • • • •...


" Sebentar lagi, aku akan meninggalkan Bintang Biru ini."


Qin Tian lalu membuat sebuah array formasi untuk melindungi tempat ini, dan juga array ilusi yang mengelilingi nya.


Array ilusi itu tidak akan berpengaruh jika seseorang mempunyai tekad yang besar untuk menjadi kuat. Juga, array itu tidak akan menghalangi mereka yang mempunyai hati nurani yang tergolong murni.


" Sudah saatnya.."


Swoosshh...


Qin Tian memasuki portal itu setelah dia bergumam. Dengan kecepatan stabil, ia memperhatikan ruang hampa diluar lorong dimensi itu. Akan sangat berbahaya jika terkena sedikit saja serpihan dari ruang hampa.


Tidak lupa ia juga memakai artefak perlindungan yang bisa melindungi tubuhnya, meskipun itu bukanlah artefak kelas tinggi, tetapi masih bisa menahan beberapa serangan yang biasanya ada didalam ruang hampa.


Entah siapa yang melakukan serangan disana, tidak ada yang tahu pasti mengenai hal ini.


Cukup lama Qin Tian hanya berdiam diri, dia hanya melihat sekeliling yang nampak selalu sama. Hal itu membuat dirinya bosan, hingga tak lama ia melihat ada secercah cahaya jauh didepan. Namun, itu bukanlah cahaya dari dunia luar, melainkan angin yang berwarna hijau kehitaman.


" Sial!.. mengapa harus sekarang badai ini muncul!" umpat Qin Tian saat ia dapat melihat dengan jelas cahaya itu.


" Aku akan bertaruh pada keberuntunganku, apakah artefak ini bisa menahan badai itu atau tidak," gumamnya.

__ADS_1


Namun, saat melihat artefak itu, wajahnya seketika menggelap.


Bagaimana tidak, jarak badai dan Qin Tian diperkirakan hanya berjarak lima mil lagi, tetapi artefak ini sudah retak.


" Jika tahu seperti ini, aku mungkin akan membuat artefak perlindungan yang lebih baik. Sialan!.."


" Untung saja mereka masih didalam, aku jadi sedikit lebih tenang," gumamnya menenangkan diri.


Saat badai hampir mendekati, Qin Tian sekilas melihat ada yang menunggangi badai itu. Itu tidak terlihat seperti manusia karena memiliki enam tangan dan tiga wajah, dengan lingkaran berwarna emas dibelakang punggung nya. Seperti pengganti sayap.


Wajah Qin Tian bertambah gelap saat mengetahui makhluk apa sebenarnya yang sering mengganggu di ruang hampa.


" Ras Malaikat Jatuh," gumamnya dengan kemarahan yang terlihat sangat jelas.


Sedangkan makhluk yang disebut Qin Tian sebagai Ras Malaikat Jatuh hanya menatap Qin Tian sinis, lalu melambaikan tangannya. Dan seketika badai itu menghempaskan Qin Tian hingga menabrak dinding lorong dimensi.


Bruakk...


Suara Qin Tian yang terhempas di dinding lorong dimensi, lalu Qin Tian memuntahkan seteguk darah karena hempasan itu sangatlah kuat dan tidak bisa diterima oleh makhluk dengan kultivasi dibawah ranah Dewa.


" Kau belum layak untuk naik lebih tinggi !.." ucap makhluk itu lalu melambaikan tangannya kembali.


Qin Tian yang berada didalam pusaran badai merasa seperti di cabik-cabik dan juga itu terasa sangat menyakitkan. Belum lagi tekanan yang dikeluarkan Ras Malaikat Jatuh, itu sangat menyakitkan bagi kultivator dibawah ranah Dewa. Dan untungnya Qin Tian memiliki tubuh khusus yang sangat kuat.


" Arrggghhhh!.. Persetan dengan dirimu kepa*at!.." umpat Qin Tian, ia masih mencoba melawan tekanan itu dan berusaha untuk membebaskan diri dari dalam pusaran badai ruang.


Ras Malaikat Jatuh yang mendengar hal itu langsung melemparkan Qin Tian ke sembarang arah.


" Dasar manusia! Ras lemah dan bodoh!.." gumam Ras Malaikat Jatuh lalu pergi dari sana.


Seketika itu juga kesadaran Qin Tian melemah.


...• • • • •...


Lima hari kemudian.


Qin Tian masih terombang-ambing di ruang hampa dalam keadaan tidak sadarkan diri. Cukup lama ia dalam keadaan seperti itu sampai membuat orang-orang yang berada di dunia jiwa menjadi khawatir.


Apa lagi kondisi alam didalam dunia jiwa selalu mendung disertai dengan petir-petir menyambar selama beberapa hari terakhir.

__ADS_1


" Semoga, Gege dalam keadaan baik-baik saja," gumam Tang Yue Lin sambil menutup mata seperti sedang berdoa.


" Mengapa disini selalu begini, apakah Tian'er dalam bahaya?" tanya Yun Ling.


" Aku juga tidak tahu Ibu. Mungkin Kakek mengetahui beberapa hal tentang dunia jiwa," ucap Tang Yue Lin yang juga penasaran.


" Baiklah, ayo kita temui Kakek," ujar Yun Ling mengajak.


" Baik, Ibu."


Lalu mereka berdua pergi menemui Qin Jian untuk menanyakan hal ini.


" Ayah, apakah Ayah mengetahui fenomena yang terjadi disini?" tanya Yun Ling saat sudah didekat Qin Jian.


" Ayah juga tidak tahu Ling'er. Tetapi Ayah pernah membaca satu catatan tentang dunia jiwa," ucap Qin Jian lalu menjelaskan.


Dunia jiwa milik seseorang akan memudar seiring dengan berakhirnya usia orang tersebut, juga dunia jiwa itu akan lenyap sepenuhnya saat pemiliknya mati.


" Ayah tidak tahu apakah pemilik dunia jiwa seperti Tian'er akan mengalami hal ini juga tau tidak, namun jika iya maka nyawa Tian'er saat ini dalam bahaya," ujar Qin Jian setelah menjelaskan.


" A–apa!.." teriak Tang Yue Lin tidak percaya.


Seketika air mata nya lolos begitu saja, begitupun dengan Yun Ling.


Sementara itu.


Di ruang hampa, tubuh Qin Tian yang terus menerus terluka juga beregenerasi tanpa henti, tidak ada sedikitpun tanda-tanda untuk berhenti.


Ditengah musibah yang menimpa dirinya, sesuatu yang lebih mengejutkan menghampiri tubuh Qin Tian.


Gumpalan energi berbentuk awan berwarna hitam pekat menyelimuti tubuh Qin Tian dan seketika luka yang ia alami selama beberapa hari terombang-ambing di ruang hampa terhenti.


Energi itu seperti menemukan inang nya, lalu merangsek masuk kedalam tubuh Qin Tian secara paksa sehingga secara kasar dapat terlihat energi dari tubuh Qin Tian dikeluarkan.


Jika Qin Tian sadar, dia sangat mengetahui apa yang merasuki dirinya saat ini.


•••


Mulai dari sini alurnya akan saya buat menjadi slow, dan di dunia yang lebih tinggi dari Bintang Biru, Qin Tian akan menemukan lawan yang lebih kuat dari dirinya. Jika kalian ada saran dan kritikan tentang cerita ini jangan sungkan untuk mengungkapkannya.

__ADS_1


Terima Kasih.


Salam dari pengguna WiFi Tetangga 🙏🙏.


__ADS_2