Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
88. Masih di Makam Para Raja


__ADS_3

Qin Tian tidak terlalu memikirkan tentang kunci itu, karena menurutnya isi didalam makam tidak lebih berharga dari Kalung Sheng Yu Si.


Karena diberitahu oleh roh pemilik kalung sebelumnya, ia mengetahui saat ia keluar dari Makam Para Raja, maka tidak akan ada kesempatan kedua baginya untuk memasuki Makam Para Raja lagi.


Maka dari itu, ia memanfaatkan waktu menunggu Fang Ren mengumpulkan beberapa harta berharga disana dengan berkultivasi.


" Jika saja mereka yang ada di dunia jiwa dapat ku keluarkan," gumam Qin Tian lirih, ia baru menyadari sekarang jika ia tidak bisa menjangkau dunia jiwa miliknya.


" Lebih baik meningkatkan kultivasiku disini, energi spiritual disini juga sangat padat. Semoga aura dunia ini tidak menipis saat aku mulai menyerap energi spiritual disini," gumamnya lagi.


Lalu ia mulai mempraktekkan Teknik Budidaya Kosmik Bintang yang baru beberapa kali ia gunakan sejak ia mendapatkan Teknik itu.


Walaupun kejam, ia tidak akan tega jika merusak alam sekitar dengan Teknik yang ia gunakan. Namun, di beberapa kasus ia sengaja menghilangkan rasa ketidak-tegaan itu.


Ketika ia mulai fokus mempraktekkan Teknik Budidaya Kosmik Bintang, fluktuasi di sekitarnya bertambah padat. Kemudian secara kasar dapat terlihat jika energi spiritual disana berubah warna menjadi sedikit hitam.


Itu tidak lain karena perbuatan Qi Kekacauan Primordial yang sangat mendominasi.


Pada dasarnya Qi atau energi spiritual tidak dapat terlihat oleh mata biasa. Kecuali seseorang memiliki mata khusus atau teknik tertentu yang dapat membedakan Qi dan aura yang ada di tubuh manusia.


Akan tetapi, kali ini Qi yang berada dalam radius 50 meter dari Qin Tian terlihat sangat jelas, dan warna nya juga sedikit aneh, bahkan mungkin bagi sebagian orang itu terkesan menjijikkan.


Dua jam kemudian, fluktuasi energi disana nampak sangat kacau membuat roh pemilik Kalung Sheng Yu Si bergetar hebat.


" Tekanan apa ini!" seru roh tersebut.


Fang Ren di kejauhan juga terlihat mematung dengan keadaan mata terbuka lebar. Namun detik berikutnya ia kembali seperti biasa bersamaan dengan suara ledakan teredam dari tubuh Qin Tian.


Holy Monarch tahap 7, tinggal beberapa langkah lagi ia akan menapaki ranah Venerable. Namun bukan itu tujuan ia berkultivasi disini.


Masih dalam keadaan fokus menyerap energi spiritual di Makam Para Raja. Seolah energi spiritual disana tidak ada batasnya, bahkan setelah Qin Tian menyerap begitu banyaknya energi tersebut, itu masih belum mengurangi bahkan untuk secuilpun.

__ADS_1


Walaupun disana sangat aman, Qin Tian tetap tidak melonggarkan kewaspadaan nya. Meski saat ini ia telah larut dalam kultivasi.


Tiga hari kemudian, Qin Tian menembus ranah Venerable tahap pertama. Ia menyudahi dulu kultivasinya karena ia merasakan Fang Ren hampir sampai didekat ia berkultivasi.


Beberapa saat kemudian, Fang Ren tiba tanpa membawa apapun kecuali cincin ruang.


" Semua benda berharga dari Makam Para Raja telah diletakkan didalam cincin ini, dan jika Anda ingin membuka makam yang ada disana. Anda hanya perlu memasukkan energi jiwa dan membentuk sebuah kunci yang sesuai dengan ukuran lubang kunci tersebut," ucap Fang Ren. Meskipun sedikit tidak sopan, tetapi memang seperti itulah cara dia memperlakukan semua orang, kecuali orang yang ia panggil sebagai Tuan.


Qin Tian yang mendengar itu mengerutkan kening nya, karena sedari awal ia tida terpikirkan untuk melakukan hal seperti yang dikatakan Fang Ren. Juga disisi lain, ia sedikit marah karena baru diberi informasi yang bisa membuat ia menjadi sangat kaya.


" Mengapa kau baru mengatakannya sekarang?" tanya Qin Tian datar.


" Karena kepadatan energi spiritual disini sangat cocok untuk Anda berkultivasi, jadi saya sengaja untuk memberi tahu hal ini belakangan," jawab Fang Ren dengan santai.


" Lalu, jika Anda sudah memasuki makam tersebu maka secara otomatis saat Anda keluar dari dalam sana, Anda akan kembali ke tempat sebelum Anda memasuki Makam Para Raja," lanjutnya yang membuat Qin Tian merasa sedikit lega.


" Lalu, apakah aku masih boleh untuk melanjutkan kultivasiku disini? Dan juga apakah ada perbedaan waktu antara celah dimensi Makam Para Raja dengan dunia luar?" tanya Qin Tian. Ia sangat penasaran dengan hal ini. Karena di Pengetahuan Tiga Alam tidak disebutkan perbedaan waktu yang signifikan antara Makam Para Raja dan Dunia luar.


Perbedaan waktu yang sangat mencolok, hal ini menambah semangat Qin Tian untuk memacu kultivasinya setinggi mungkin.


" Tapi, saya sarankan Anda untuk tidak melakukan hal tersebut, karena mungkin Anda akan bernasib sama seperti mereka," ucao Fang Ren sambil menunjuk arah tertentu yang menghentikan kesenangan Qin Tian.


Melihat arah tunjukan jari Fang Ren, Qin Tian menjadi terkejut. Ia sebelumnya tidak dapat merasakan keberadaan tulang belulang itu.


Dari sini ia paham akan satu hal, semua pemilik tulang belulang itu merupakan kultivator tang terperdaya akan kultivasi terus menerus hingga mengakibatkan pembengkakan Meridian serta Dantian yang mengalami penyimpangan.


Lalu, karena dalam keadaan larut akan kultivasi, mereka semua memaksakan batas kewajaran yang sanggup ditopang oleh tubuh mereka sendiri hingga mengakibatkan kecelakaan dalam kultivasi. Yang mengakibatkan kematian.


Meskipun sebenarnya efek itu tidak berlaku bagi Qin Tian, tetapi untuk menjaga keamanan dirinya sendiri ia segera memeriksa makam terakhir. Dan berniat untuk segera pergi dari Makam Para Raja.


Bukan pengecut, tapi ia lebih mengedepankan prioritas utama yaitu Keluarga. Karena percuma jika ia bisa naik tingkat dengan sangat cepat, tetapi anggota keluarga yang ia miliki sangat lemah. Lebih baik, ia meningkatkan kultivasi secara perlahan, namun bersamaan dengan anggota keluarganya.

__ADS_1


" Pasti ada kesempatan yang lain," gumam Qin Tian menguatkan tekad.


Qin Tian memfokuskan kekuatan jiwa nya untuk memasuki lubang kunci agar sesuai dengan bentuk yang tersedia didalamnya. Tidak sulit untuk melakukan hal itu karena jiwa Qin Tian sudah sangat terlatih.


Kadang ia sangat bersyukur telah mendapat siksaan yang sangat panjang sampai ia lupa berapa lama waktu yang ia butuhkan untuk bebas dari siksaan itu.


Karena terus tersadar, meskipun hanya jiwa nya saja. Ia tetap merasakan kengerian dari siksaan yang telah ia alami sebelum mendapatkan kesempatan kedua ini.


" Mengingat hal itu membuatku semakin bersemangat," gumamnya lirih.


Tidak dapat di pungkiri jika Qin Tian adalah seorang yang sangat menyukai sebuah penyiksaan. Apa lagi jika itu terhadap musuh-musuh yang ia hadapi.


Dalam sekali lihat ia sudah memiliki puluhan cara untuk menyiksa orang-orang yang memusuhinya.


Klik..


Suara terbuka membangunkan Qin Tian dari lamunannya. Terlihat makam yang mulai terbuka dengan anak tangga didalammya.


Ia menoleh kearah Fang Ren serta sisa roh dari mantan pemilik Kalung Sheng Yu Si. Lalu ia bertanya pada sisa roh itu.


" Sebelum kita berpisah, bolehkah aku mengetahui siapa namamu?" tanya Qin Tian.


" Nama ya, panggil saja Dong Yu. Aku sudah lama tidak memakai nama itu, Qin Tian," jawabnya menyebutkan nama Qin Tian dengan benar. Padahal Qin Tian tidak pernah menyinggung namanya saat berada di Makam Para Raja.


Walaupun sedikit terkejut, Qin Tian berhasil menyembunyikan hal itu dari mereka dengan tersenyum tipis.


" Baiklah akan kuingat nama kalian berdua. Selamat tinggal," ujar Qin Tian sambil memasuki anak tangga yang turun kebawah tanah.


•••


Terima Kasih.

__ADS_1


__ADS_2