
Pikiran Qin Tian saat ini tertuju pada Alex atau yang sekarang bernama Ling Huo. Didalam otaknya Qin Tian sudah memiliki berbagai rencana yang akan dilakukan ketika bertemu dengan Ling Huo.
Bisa jadi Ling Huo telah menemukan sisa anggota yang ikut reinkarnasi seperti Si Kembar dan Tang Yue Lin. Meskipun ia tidak terlalu berharap Ling Huo bisa menemukan mereka, tetapi tidak ada salahnya jika mereka sudah bersamanya. Setidaknya tugas mencari rekan-rekannya bisa cepat selesai.
" Apakah yang melatih mereka itu Alex?" tanya Tang Yue Lin.
" Ya, dia sekarang bernama Ling Huo. Bukankah kau sudah mengetahui ini, Lin'er?" sahut Qin Tian.
" Maaf aku melupakannya," ucap Tang Yue Lin tersenyum canggung.
Setelah percakapan itu, Qin Tian berniat pergi seorang diri ke Benua Tengah, agar kejadian seperti sebelumnya bisa ia atasi dengan cepat. Juga, Tang Yue Lin terlalu malas untuk mengikuti dirinya untuk kembali ke Benua Tengah.
Sebenarnya, Qin Tian selalu ingin bergerak seorang diri. Namun, dia tidak melakukan hal itu karena menghargai orang-orang terdekatnya.
...• • • • •...
Qin Tian saat ini sudah kembali ke Benua Tengah, tepatnya di pantai tempat dia berlatih Teknik Pemusnah.
Alasan ia berada disana karena ingin mempelajari sesuatu lagi seperti sebelumnya. Kali ini ia ingin melatih Teknik berpedang, karena menurutnya di masa depan ia akan sangat bergantung dengan Pedang Takdir Pendosa.
Dan juga tidak lama lagi ia akan bisa mengeluarkan Pedang itu dari ruang jiwa miliknya.
Beberapa hari setelah berlatih, ia melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Sekte Bunga Api.
Saat ini ia berniat untuk menjelajahi Benua Selatan bersama Si Kembar, jadi ia akan menjemput Si Kembar terlebih dahulu.
Untuk Orang tua dan Tang Yue Lin akan ia tinggalkan di Sekte Bunga Api, lagi pula tidak akan ada yang bisa mencelakai mereka disana.
Tidak butuh waktu lama bagi Qin Tian untuk sampai di Sekte Bunga Api.
Setelah sampai di Sekte, Yun Ling yang mengetahui kedatangan Qin Tian berdasarkan aura nya segera menyambut dirinya.
Tidak banyak waktu yang Qin Tian habiskan disana karena masih ada beberapa hal yang akan ia periksa saat ini. Termasuk mencari beberapa hal aneh di Benua Selatan yang akan ia datangi bersama Si Kembar.
Jika beruntung, mungkin ia akan nendapatkan sesuatu yang setara dengan Ice Orb milik Yun Ling. Tetapi, menurutnya hal itu sangatlah mustahil, karena biasanya harta berharga tidak akan di jumpai di satu tempat yang sama.
Setelah mendapat persetujuan dari Istri dan Ibu nya, Qin Tian pun pergi ke Benua Selatan tanpa keluarganya. Hal ini akan memercepat perjalanan Qin Tian.
__ADS_1
...• • • • •...
Mereka bertiga saat ini sudah sampai di Benua Selatan tepatnya di dalah satu hutan disana, menempuh perjalanan kurang dari dua hari. Saat hati sudah mulai menggelap, mereka bertiga memutuskan untuk beristirahat sejenak di dalam hutan.
Meskipun begitu, tidak akan ada ancaman yang menanti mereka bertiga. Karena Qin Tian sudah mengeluarkan aura ancaman sejauh satu mil dengan berpusat pada dirinya, agar para binatang buas disekitar tidak mendekati mereka bertiga.
" Bos, mengapa kau tidak membawa Yue Lin?" tanya Tian Zhu saat mereka sudah tiba di Benua Selatan.
" Dia sangat aneh belakangan ini, jadi lebih baik meninggalkan nya bersama Ibu," jawab Qin Tian.
" Apakah ini ada kaitannya dengan pencerahan yang ia dapatkan beberapa bulan yang lalu?" ujar Tian Chu.
" Bisa jadi, lagi pula aku memang ingin menjelajahi Benua Selatan bersama kalian berdua. Dan juga aku ingin menceritakan sesuatu kepada kalian," Qim Tian menjeda ucapannya, menunggu reaksi yang akan mereka tunjukkan.
" Oh, apa itu Bos! Jangan membuat kami penasaran," ujar Tian Chu.
" Benar Bos, kau memang selalu membuat kami penasaran," balas Tian Zhu.
" Tenanglah, lagi pula waktu kita masih banyak. Jadi dengarkan ini baik-baik," ucap Qin Tian menghela nafas.
" Apakah kalian percaya jika Joe sudah memprediksikan hal ini dengan tepat?" tanya Qin Tian.
" Ya benar, pemalas sepertinya tidak akan pernah mau memikirkan hal semacam itu. Lagi pula kapan dia pernah mengatakan nya padamu, Bos," sahut Tian Chu.
" Hey hey.. jawaban kalian berdua sangat tidak masuk akal, pertanyaanku apakah kalian percaya jika dia sudah memprediksikan hal ini dengab tepat, lalu mengapa reaksi kalian seperti itu?.." ucap Qin Tian.
" Dengan gaya hidupnya yang serba malas, siapa yang akan menyangka jika dia bisa mengetahui hal ini secara akurat. Apakah kalian tahu jika dia pernah berkata padaku, apa yang akan kulakukan jika ada kehidupan yang lain, selain di Bumi," lanjut Qin Tian.
" Benarkah dia mengatakan itu padamu Bos?" tanya Tian Chu.
" Benar, dan aku berfikir mungkin dia bukan hanya sekedar bertanya karena bosan, tetapi dia memang mengetahui tentang kehidupan lain di luar Bumi," ujar Qin Tian.
" Lagi pula, apakah kalian tidak pernah merasakan keanehan pada dirinya?" lanjutnya bertanya pada Si Kembar.
Namun, Si Kembar hanya menggelengkan kepala mereka berdua tanda tidak mengetahui.
" Hahh.. sudah kuduga, pasti dia selalu merahasiakan hal itu pada kalian," ucap Qin Tian.
__ADS_1
" Merahasiakan hal apa?"
" Dia lebih pintar dariku, dan juga setiap misi yang kuberikan padanya selalu berakhir dengan sempurna. Entah itu meretas sesuatu atau membunuh seseorang," ungkap Qin Tian.
" Ehh.. dia pernah menjalankan misi? Mengapa kami semua tidak tahu itu?" tanya Tian Chu.
" Ya, kami kira kau mengangkat dirinya menjadi wakilmu hanya karena kita teman masa kecil dan dia tidak cocok untuk menjadi seperti kami," ujar Tian Chu.
" Ternyata dia memasang wajah pemalas dan bodoh seperti itu hanya untuk mengelabuhi kami," gumam lirih Tian Zhu.
Dibandingkan Tian Chu, Tian Zhu sangat dekat dengan Joe saat masih hidup di Bumi, tetapi dia merasa ditipu dengan tingkah dan sikap Joe selama ini.
Meskipun dia tidak membenci apa yang Joe lakukan pada mereka, tapi dia tidak akan membiarkan Joe melakukan hal yang sama saat bertemu kembali nanti.
" Apakah kau sepemikiran denganku Bos?" tanya Tian Zhu.
" Tidak, karena aku sudah mengetahui itu sejak lama," jawab Qin Tian.
" Eh.. mengapa kau tidak memberi tahu kami?" Tian Zhu tidak habis pikir, mengapa dua orang yang ia hormati dan dekat dengan dirinya itu tidak memberi tahu hal sepenting ini.
" Ini permintaan dia Zhu, aku mengetahui hal itu sejak kita masih berusia tujuh tahun," ucap Qin Tian.
" Tapi, Bos. Jika kau mengatakan dia sudah memprediksikan hal ini, mengapa dia tidak memberi tahu padamu tentang kejadian saat itu?" tanya Tian Zhu yang sudah mengerti dengan alasan Joe yang merahasiakan hal besar seperti itu pada mereka.
" Entahlah, kemungkinan dia sengaja untuk membuat diriku menjadi kejam," ujar Qin Tian.
" Itu terdengar sangat tidak masuk akal," ucap Tian Chu.
" Kali ini aku tidak sepakat denganmu Chu," ujar Tian Zhu.
" Lebih dari lima puluh tahun kita bersama-sama saat masih di Bumi, baru sekarang aku menyadari keanehan dari Joe yang kita lihat selama ini sebagai pemalas tidak berguna," lanjutnya mengingat beberapa ke anehan yang pernah ia lihat dari Joe.
" Kau bisa bertanya langsung padanya nanti Zhu, karena dia sebenarnya memang pemalas, tapi selalu menuruti semua ucapanku," ucap Qin Tian tersenyum ringan mengingat kenangan nya bersama Joe.
' Entahlah, aku memang mengetahui rahasiamu saat itu, tapi aku sama sekali tidak paham dengan jalan pikiran mu itu,' Qin Tian membatin.
•••
__ADS_1
Terima Kasih.