Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
40. Firasat Buruk


__ADS_3

Setelah beberapa orang yang di usir secara paksa dari kawasan Sekte Bunga Api, pesta pernikahan pun dilanjutkan sampai malam hari dengan sangat meriah.


Terdapat kebahagiaan terpancar dari raut wajah semua orang. Karena setiap dari mereka yang hadir disana mendapatkan buah tangan dari pihak mempelai Pria dan Wanita.


Buah tangan yang mereka dapatkan itu berupa sebuah Pil Peledak Energi tingkat Bumi lapisan kelima, dengan tingkat kemurnian mencapai seratus persen.


Mereka awalnya sangat terkejut dengan apa yang mereka dapatkan disini, karena jika seluruh hadiah yang diberikan dari seluruh orang dikumpulkan tetap tidak akan bisa menyamai harga dari sebuah Pil yang diberikan pihak mempelai Pria dan Wanita.


Bahkan Kaisar Ming Dao juga sangat terkejut dengan apa yang dijadikan Qin Tian sebagai buah tangan untuk para tamu.


Bagi semua orang itu adalah harta yang sangat berharga, namun tidak bagi Qin Tian.


Didalam dunia jiwa Qin Tian, ia memiliki ratusan juta pil seperti itu. Ia juga berniat untuk memberikan Kakeknya Pil itu, agar murid-murid serta para tetua dapat naik tingkat dan layak menjadi penjaga di Bintang Biru ini.


Karena tidak lama lagi, Qin Tian berniat mengajak keluarganya untuk meninggalkan Bintang Biru. Tentu ia tidak akan meninggalkan tempat ini tanpa persiapan yang matang.


Setidaknya, ia akan menjadikan Sekte Bunga Api dan Kekaisaran Ming menjadi layak sebagai penjaga utama Bintang Biru.


Lalu setelah semua persiapan yang dilakukannya telah selesai, ia akan memperbaiki sebuah portal yang telah di abaikan yang berada di salah satu tempat di Benua Timur.


' Entah mengapa, aku merasakan suatu ancaman,' di tengah-tengah pesta pernikahannya, Qin Tian merasakan suatu ancaman yang membuat dirinya melamun.


" Ada apa, Gege?" Tang Yue Lin bertanya saat melihat mata Qin Tian yang terlihat menerawang jauh seakan jiwa tidak berada didalam raganya.


" Tidak ada apa-apa, Lin'er. Jangan khawatir," jawabnya menenangkan Tang Yue Lin.


" Jika ada sesuatu yang sangat penting, beri tahukan itu padaku, bukankah sekarang aku telah resmi menjadi Istrimu," ucapnya dengan senyum lembut.


" Ya, itu pasti," balas Qin Tian.


Lalu mereka berdua meninggalkan Aula yang dijadikan tempat berlangsungnya pesta pernikahan.


Mereka masuk kedalam kamar yang telah dipersiapkan oleh orang-orang kepercayaan Ann Meiling.


Suasana kamar yang sangat indah dengan disertai harum bunga-bunga menjadikan kamar itu semakin romantis.


Tanpa banyak berbicara, Qin Tian melakukan hal yang saat ini menjadi rutinitas favorit nya.


Tang Yue Lin pun dengan senang hati memberikan Qin Tian kenikmatan tiada tara itu.


...• • • • •...


Keesokan paginya.

__ADS_1


Qin Tian sengaja mengumpulkan keluarga nya, beserta Tian Zhu, Tian Chu, rombongan Kaisar Tang serta Kaisar Ming dan para petinggi Sekte Bunga Api.


Qin Tian ingin membahas apa yang dirasakannya semalam.


" Kakek, serta kalian semua yang ada disini..."


"... Aku ingin menyampaikan sesuatu, ini mungkin menyangkut tentang kehidupan seluruh makhluk hidup yang ada di Lima Benua. Mungkin terdengar sangat berlebihan, tapi entah mengapa aku sangat yakin sebentar lagi akan muncul suatu ancaman yang lebih parah dari teror yang selama ini dibuat oleh Aliansi Aliran Hitam," ucap Qin Tian dengan wajah yang sangat serius.


" Mengapa kau bisa se yakin itu, Tian'er?" tanya Qin Jian.


" Aku juga tidak tahu, Kakek," jawabnya.


" Tuan Muda, apakah ini berkaitan dengan musnahnya Aliansi Aliran Hitam?" salah seorang tetua yang merupakan ahli strategi di Sekte Bunga Api bertanya.


" Kemungkinan hal ini berkaitan dengan musnah nya Aliansi Aliran Hitam. Apakah di antara kalian ada yang mengetahui bagaimana cara Aliansi Aliran Hitam selama ini mengembangkan kekuatan mereka?"


" Hal ini belum tentu pasti, tetapi dari mata-mata yang selama ini selalu mengawasi gerak-gerik Aliansi Aliran Hitam mengatakan jika mereka selalu rutin muncul di Benua Utara, lalu menghilang disuatu tempat. Namun, tempat mereka selama ini menghilang selalu berbeda-beda," ujar Kaisar Ming Dao.


" Apakah yang mereka lakukan itu berkaitan dengan Penjara Misterius itu, Yang Mulia?" Ming An juga menyerukan pendapatnya.


" Mungkin, tetapi tidak ada catatan tentang penjara misterius itu, juga tidak ada yang mengetahui secara pasti apa isi didalam sana dan juga tempat nya tidak diketahui," jawab Kaisar Ming Dao.


" Mungkinkah mereka berniat untuk melepaskan sesuatu yang dikurung disana?" ujar Qin Zhong.


" Apakah kalian ada yang mengetahui dimana orang-orang itu sering menghilang dan muncuk lagi?" Qin Tian bertanya pada mereka semua.


" Ada, Tuan Muda," jawab Ming An.


" Jika ada, segera lakukan pemeriksaan ditempat-tempat yang terlihat mencurigakan. Lalu segera laporkan padaku," ujar Qin Tian.


Mereka tidak membantah apa yang Qin Tian katakan, bahkan Kaisar Ming Dao pun menuruti apa yang dikatakannya, karena semua orang yang hadir disana telah mengetahui kekuatan Qin Tian yang dengan satu jurus dapat melenyapkan seluruh anggota Aliansi Aliran Hitam yang menyerang lebih dari sebulan yang lalu.


" Bos, bisakah kami ikut dalam ekspedisi kali ini," ucap Tian Zhu yang di angguki Tian Chu.


" Tentu, kalian boleh ikut, dengan tingkat kuktivasi kalian sekarang tidak akan ada satupun dari Half Saint puncak yang bisa membahayakan nyawa kalian, tapi kalian jangan besar kepala karena hal itu..."


" Dan ingat, jika nyawa kalian terancam segera pecahkan batu ini," ucap Qin Tian sambil menyerahkan masing-masing lima batu susunan formasi pemindah pada mereka berdua. Batu itu dapat memindahkan mereka secara acak ratusan mil jauhnya.


" Terima kasih, Bos. Kau memang yang terbaik," ujar Tian Chu.


" Tapi, Bos. Bagaimana cara kami memberitahukan laporan yang kami ketahui pada semua yang ada disini dengan cepat," lanjutnya.


" Kalian bawa ini, masukkan sedikit kekuatan jiwa kalian pada batu ini. Kalian bisa mengirimkan pesan jiwa padaku setiap saat," ucap Qin Tian menyerahkan pada mereka batu komunikasi jiwa yang keberadaannya sangat langka di Bintang Biru ini.

__ADS_1


Mereka semua yang melihat hal itu membuka rahangnya lebar.


Berapa banyak harta langka yang dimiliki Qin Tian. Itulah yang ada dipikiran mereka semua, kecuali keluarga nya serta Tian Zhu dan Tian Chu.


" Kalian yang tidak ikut dalam ekspedisi kali ini, aku harap untuk segera meningkatkan kekuatan kalian," ucap Qin Tian.


" Kakek. Aku mohon gunakan ini untuk meningkatkan kekuatan murid Sekte Bunga Api, tapi berikan pada para murid serta tetua yang sangat setia pada Sekte ini. Dan juga ini berlaku untuk kalian, berikan pada mereka yang pantas menerimanya, Ayah mertua, Kakek Ming," lanjutnya lalu memberikan cincin penyimpanan pada Qin Jian, Tang Yin dan juga Kaisar Ming Dao.


" Baiklah," ucap Qin Jian.


" Terima kasih, Tian'er. Akan aku gunakan ini sebaik mungkin," ucap Tang Yin.


" Dengan pemberianmu ini mungkin Kekaisaran Ming akan lebih membantu dalam pengamanan Benua Tengah. Terima kasih, Tian'er," ucap Ming Dao.


Qin Tian mengangguk pelan saat mendengar jawaban mereka bertiga. Dan dia pun mengalihkan pandangannya pada Ayahnya.


" Ayah, dengan ini mungkin Ayah bisa menjadi ahli strategi nomor satu di Bintang Biru ini," ucap Qin Tian yang menembakkan seberkas cahaya warna hijau dari telunjuknya, cahaya itu berisi semua pengetahuan tentang strategi pada Qin Zhong.


Qin Zhong langsung menyerap pengetahuan yang diberikan Qin Tian padanya, dan tidak lama kemudian Qin Zhong membuka mata disertai dengan senyuman tipis diwajahnya.


" Ayah tidak menyangka, jika kau juga memiliki sesuatu semacam ini, Tian'er. Terima kasih."


" Itu bukan sesuatu yang spesial, Ayah. Dan juga aku mohon jangan mengucapkan kata terima kasih padaku, itu membuatku seperti bukan anakmu, Ayah," ucap Qin Tian yang berlutut dihadapan Qin Zhong.


" Baiklah nak, akan Ayah ingat hal ini," jawab Qin Zhong seraya menegakkan tubuh Qin Tian dan memeluknya hangat.


Yun Ling yang sedari tadi hanya diam mulai meneteskan air matanya saat melihat kehangatan yang terpancar dari Ayah dan Anak itu.


Ia lalu bangkit dan ikut memeluk mereka berdua. Dua lelaki yang sangat dicintai dan disayanginya itu.


Semua yang ada didalam seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Seorang pemuda dengan kekuatan yang sangat besar rela menundukkan kepalanya dihadapan orang tua.


Tidak banyak pemuda-pemuda yang seumuran Qin Tian di Lima Benua ini yang memiliki sikap seperti Qin Tian, kebanyakan dari mereka rela membuang sesuatu yang sangat berharga hanya demi kekuatan.


Pemuda-pemuda itu hanya takut kepada orang tua mereka, bukan menyayangi orang tua nya. Dan kemungkinan yang akan terjadi, saat kekuatan mereka telah melebihi orang tua nya, tidak dapat terhindarkan jika mereka melakukan hal diluar batas kewajaran yang bisa mereka lakukan.


•••


Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi yang menjalani. Dan sekedar info, di Bulan Puasa ini sebisa mungkin akan selalu Update seperti biasa.


Salam dari pengguna WiFi Tetangga ☺️


Selamat Membaca.

__ADS_1


__ADS_2