Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
42. Kehangatan


__ADS_3

Banyak rahasia yang belum terungkap sampai saat ini, namun sedikit demi sedikit Qin Tian akan mencoba untuk mengungkap semua itu.


Terlebih semua hal itu menyangkut tentang dirinya dan orang-orang sekitarnya.


Setelah lama berpelukan, Yun Ling pun melepaskan pelukannya dari Qin Tian. Dia menatap wajah anaknya itu, yang jiwa nya sekarang telah berbeda orang.


Lalu dia berkata. " Sampai kapanpun, kau tetap putraku Tian'er," ucap Yun Ling yang membuat Qin Tian berlutut serta memeluk dan mencium kaki nya.


" Terima kasih, Ibu. Kuharap Ibu tidak menjauhi ku hanya karena sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," ucap Qin Tian dengan air mata yang berderai lagi, dan kali ini ia tampak tidak bisa membendung kebahagiaan ini.


" Itu tidak akan terjadi... Sampai kapanpun kau tetap Putraku, karena entah mengapa walaupun jiwa kalian adalah orang yang berbeda, tetapi Ibu merasakan suatu ikatan yang sangat kuat terhadapmu, Tian'er. Dan Ibu seakan tidak ingin lepas darimu," balas Yun Ling.


Tang Yue Lin pun ikut menangis melihat apa yang dilakukan oleh Ibu dan Anak itu seakan tidak ingin dipisahkan satu sama lainnya. Melihat Tang Yue Lin seperti itu, Qin Tian menarik tangannya, dan mulai memeluknya juga.


Setelah beberapa saat kemudian, Yun Ling membuka suara.


" Tian'er, apakah kau masih ingin mencari orang-orang yang melakukan hal keji itu?" Yun Ling bertanya yang merujuk pada ingatan awal yang diberikan Qin Tian.


" Benar, Ibu. Mungkin ini kedengarannya seperti omong kosong, tapi aku akan melenyapkan siapapun yang berada dibalik kejadian itu semua," ujar Qin Tian dengan nafsu membunuh yang sedikit bocor.


Ini mengakibatkan kawasan Sekte Bunga Api berguncang seperti terkena gempa bumi.


Beberapa tetua yang sedang membagikan sumber daya pemberian Qin Tian pada murid-murid terpercaya pun segera bersiaga, karena yang mereka takutkan adalah firasat Qin Tian yang akan segera terjadi itu terjadi hari ini.


Bahkan, Qin Jian dan Qim Zhong yang sedang bermeditasi untuk menenangkan pikiran mereka pun menghentikan kegiatan mereka sesaat.


" I–ini.. mengapa Tian'er menjadi marah? Siapa yang membuatnya jadi sangat marah seperti ini?" gumam Qin Zhong yang masih bisa didengar Qin Jian. Karena mereka berdua bermeditasi di satu ruangan yang sama.


" Apa yang kau maksud Zhong'er? Kenapa kau sangat yakin nafsu membunuh ini dikeluarkan oleh Tian'er?" Qin Jian tidak bisa menahan rasa penasarannya, terlalu banyak misteri yang ada pada diri Qin Tian.

__ADS_1


" Aku juga pernah merasakan hal seperti ini dulu, Ayah. Saat itu..."


Lalu Qin Zhong menceritakan mengenai nafsu membunuh yang pernah Qin Tian keluarkan saat ia memberi tahu padanya tentang insiden yang terjadi dua puluh tahun yang lalu.


Tapi, nafsu membunuhnya saat itu tidak sebesar dan sepadat yang sekarang mereka rasakan.


Qin Zhong juga tidak mengerti mengapa amarah Qin Tian bisa menjadi sangat tidak stabil setelah kejadian yang membuatnya hampir kehilangan nyawa. Amarah yang dikeluarkan Qin Tian menjadi tidak stabil saat mendengar kejadian yang menimpa orang-orang terdekatnya.


Qin Zhong yang mendengar cerita tentang Qin Tian dari mulut Anaknya itu menjadi mengerti, mengapa Qin Tian bisa mengeluarkan nafsu membunuh yang sangat besar.


Itu karena kasih sayangnya kepada keluarga dan orang-orang terdekatnya begitu besar. Terlebih jika itu menyangkut tentang Ibunya.


Lalu mereka berdua menyimpulkan untuk tidak mengatakan sesuatu yang bersifat sangat sensitif saat berada didekat Qin Tian.


...• • • • •...


" Gege, tahan sedikit amarah 'mu," ucap Tang Yue Lin yang langsung memeluk Qin Tian saat ia merasakan nafsu membunuh yang sangat besar dari aura yang mengelilingi Qin Tian.


Dan itulah yang membuat Qin Tian sangat ditakuti para musuhnya sesama Mafia. Dan itu juga yang membuat Kelompok Mafia buatan mereka menjadi cepat terkenal.


Bermula hanya mengambil pekerjaan meretas, menjadi semakin intens dengan hal membunuh dan sebagainya.


Di akhir pekerjaan yang dilakukan Qin Tian, pasti akan ada setangkai buah anggur diletakkan di mayat yang menjadi korbannya. Dan hal itulah yang menyebabkan dirinya di juluki 'Dionysus sang Dewa Anggur'.


" Maaf, Lin'er, Ibu. Aku tidak bermaksud menunjukkan hal semacam ini pada kalian," ucap Qin Tian kembali sadar saat Tang Yue Lin memeluk dirinya.


" Tidak apa-apa, Tian'er."


" Umm... Tidak apa-apa, Gege."

__ADS_1


" Kali ini kau memiliki Ibu. Ceritakan semua keluh kesah mu pada Ibu, dan Ibu juga akan menemani dirimu mencari keberadaan dalang yang membuat dirimu sangat menderita. Jadi jangan biarkan amarah menguasai dirimu lagi," ujar Yun Ling seraya mengelus kepala Qin Tian.


" Ya, aku juga akan selalu mengikuti langkah Gege, bukankah kita sudah mengikat janji suci untuk saling melengkapi dalam setiap langkah yang kita ambil," sambung Tang Yue Lin.


Perlakuan kedua wanita yang sangat spesial dimatanya itu membuat hati Qin Tian menjadi hangat. Ia lalu tersenyum pada mereka berdua.


" Terima kasih, karena telah menerima diriku, Ibu," ucap Qin Tian yang tersenyum pada Yun Ling.


" Bukankah kau pernah mengatakan untuk tidak menggunakan kata terima kasih, karena itu akan membuat hubungan kita menjadi renggang," ujar Yun Ling.


" Maaf, aku melupakan hal itu, Ibu," balas Qin Tian.


" Kalau begitu, sekarang Ibu akan mengajak Istrimu untuk berbelanja ke Kota. Apakah kau ingin ikut?" ucap Yun Ling.


Qin Tian yang dari dulu berpikir akan sangat membosankan jika ia mengikuti wanita berbelanja. Jadi untuk kali ini, ia akan menolak permintaan Yun Ling.


" Aku masih punya pekerjaan penting, Ibu. Jadi lain kali saja aku mengikuti kalian pergi," jawab Qin Tian.


" Baiklah, tapi Ibu minta beberapa keping emas padamu. Ibu tidak memiliki uang untuk digunakan saat berbelanja di Kota nanti," ujar Yun Ling.


" Iya, Gege. Tidak mungkin kan jika kami berbelanja tanpa menggunakan uang," sambung Tang Yue Lin yang matanya telah berbinar saat Ibu mertua mengajaknya untuk berbelanja di Kota.


" Itu tidak masalah. Ini gunakanlah," ucap Qin Tian lalu memberikan mereka berdua masing-masing sebuah cincin penyimpanan.


Cincin yang diberikan Qin Tian berisi ratusan juta koin emas, jadi mereka berdua dapat membeli apapun yang mereka inginkan.


Inilah sifat Qin Tian sedari dulu, ia tidak akan ragu untuk memberikan orang-orang terdekatnya semua yang ia miliki. Apa lagi sekarang yang meminta merupakan Ibunya, ia tidak akan berfikir dua kali untuk memberi Ibunya.


•••

__ADS_1


Selamat Membaca.


__ADS_2