
Semua yang diceritakan oleh Long Jin sebenarnya tidak terlalu penting, namun dengan pemikiran Qin Tian, ia bisa menyaring beberapa informasi dari Daratan Naga ini.
" Apa yang akan aku dapatkan jika berhasil membuat penyakitmu hilang," Qin Tian bertanya dengan nada malas.
" Apapun itu akan kuberikan," jawab Long Jin tegas.
" Apapun itu?"
" Ya, apapun yang kau inginkan."
" Bahkan jika aku memintamu untuk menjadi bawahanku seumur hidup?" tanya Qin Tian lagi.
Long Jin tidak bisa menjawab dengan cepat pertanyaan terakhir Qin Tian karena merasa ia sedang dipermainkan.
Terlihat jelas oleh Qin Tian ada keraguan yang terpancar dari mata Long Jin. Namun, ia hanya membiarkan hal itu.
Dengan atau tanpa Long Jin, Qin Tian juga yakin akan bisa mendapatkan manfaat yang sangat besar di Daratan Naga ini, khususnya Kekaisaran Naga.
" Baiklah, akan kuterima apapun yang kau inginkan, asalkan aku bisa terbebas dari penyakit sialan ini," ucap Long Jin dengan tegas.
Qin Tian hanya tersenyum tipis melihat tekad yang diperlihatkan oleh Long Jin. Sebenarnya yang sedang dialami oleh Long Jin bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah penyimpangan Dantian yang mengalami proses menuju evolusi.
Hal itu terjadi karena beberapa faktor yang membuat tubuhnya menjadi wadah dari penyimpangan tersebut. Yang paling mencolok adalah Qi Murni yang ada di Daratan Naga yang sangat sedikit, sehingga menyebabkan penyimpangan.
" Kau tahu, sebagai seorang Pangeran kau sangatlah berani untuk mengambil resiko," ujar Qin Tian.
" Jika tidak seperti ini maka aku tidak akan pernah bisa menjadi lebih baik. Terlebih lagi, usia ku tidak akan lama lagi, jadi resiko apapun akan kuambil meskipun tingkat keberhasilannya tidak sampai satu persen," sahut Long Jin.
" Kalau begitu, sebaiknya kita pergi terlebih dahulu dari tempat ini," ucapnya pelan.
" Baiklah," ujar Long Jin.
Sesampainya mereka diluar, Qin Tian menyebarkan persepsi nya untuk melihat apakah orang-orang yang ingin mencari masalah dengannya sudah pergi atau masih menunggu. Bukannya ia takut, tapi ia hanya ingin lebih cepat sampai di danau yang diceritakan oleh Fu Yaosha.
Ternyata keberuntungan tidak memihak Qin Tian, di luar Kota Feng sudah menunggu lebih dari 100 ribu orang dari berbagai Sekte untuk menyergap dirinya.
Rata-rata kultivasi mereka berada di tingkat Holy Dao keatas dengan di pimpin oleh tiga orang tingkat Half God menengah.
__ADS_1
Senyum terpancar dari wajah Qin Tian. Qin Zhong menyadari senyuman anaknya juga langsung mengerti.
" Berapa yang sedang menunggu Tian'er?" tanya Qin Zhong.
" Setidaknya lebih dari 100 ribu orang Ayah," jawabnya santai.
" Tunggulah disini, kami akan menyelesaikan beberapa masalah terlebih dahulu," ucap Qin Tian pada Long Jin.
" Baik," jawabnya.
Lalu Qin Tian dan Qin Zhong bergerak sangat cepat menuju arah hutan yang cukup jauh dari tempat semua orang yang akan menyergap dirinya.
Meskipun Qin Zhong hanya berada di ranah Holy Dao, ia masih bisa mengalahkan Half God dengan seluruh usahanya. Itu karena Tombak Naga sudah memberikan hampir semua energinya pada Qin Zhong.
Dengan hal ini, Qin Tian tidak perlu khawatir akan keselamatan Ayahnya, juga jika Qin Tian membawa kembali Qin Zhong ke dunia jiwa, secara tidak langsung ia akan menghambat perkembangan Ayahnya yang seharusnya melindungi dirinya. Jadi pilihan terbaik adalah bertarung bersama.
" Apakah kalian akan terus bersembunyi seperti pengecut," ucap Qin Tian dengan santainya memprovokasi.
" Kepa*at!.. ternyata kau sangat ingin menemui Dewa Kematian!.." ujar seseorang berteriak.
" Semuanya.. serang mereka!.." teriak orang itu yang tidak lain adalah pemilik ruangan VIP nomor 7.
" Baik," Qin Zhong juga tidak mau kalah, ia langsung mengeluarkan Tombak Naga yang tidak memancarkan sedikitpun aura senjata tingkat tinggi pada umumnya.
Itu karena pengendalian Qin Zhong sudah hampir menyentuh tingkat sempurna.
Triingg..
Suara benturan senjata terdengar di hutan yang cukup tenang itu, tetapi masih belum bisa menarik perhatian orang yang menjaga gerbang Kota Feng karena jaraknya cukup jauh.
Gerakan Qin Tian sangat indah saat memainkan Belati ganda, ia adalah seorang master pengguna belati saat masih di Bumi, jadi kemampuan memainkan belati masih melekat jelas di tubuhnya.
Sementara itu, Qin Zhong juga tidak kalah mengesankan, meskipun tingkat kultivasinya hanya di tingkat puncak Holy Dao, tetapi ia tidak merasa tertekan saat di kepung oleh tingkatan diatasnya dari berbagai sisi.
" Tarian Naga : Tahap Pertama!.." Qin Zhong menggumamkan sebuah teknik yang ia dapatkan dari Tombak Naga.
Ia seperti menari di tengah hujan, gerakan nya sangat indah dan akan membius siapapun yang melihatnya.
__ADS_1
Setiap gerakan yang ia perlihatkan, setidaknya lebih dari lima orang akan menemui Dewa Kematian. Inilah yang membuat ia menjadi sangat bersemangat.
" Tarian Naga : Tahap Kedua!.." gumamnya lagi. Lalu tempo gerakannya sedikit lebih cepat dari yang pertama, dengan kerusakan yang sangat tinggi.
" Haha.. datanglah lebih banyak lagi!" Qin Zhong berteriak seperti seorang psikopat dengan penuh semangat.
Sementara itu, dalang dibalik penyergapan ini gemetar ketakutan melihat kekuatan serang Qin Zhong. Ia berencana untuk kabur dengan mengorbankan semua bawahannya.
" Apakah ada yang mengizinkanmu untuk lari dari medan pertempuran," ucap Qin Tian santai.
Ia sudah membantai lebih dari 50 ribu orang yang mengepungnya. Sementara sisanya masih mencoba untuk membunuh Qin Zhong.
" Kau!.." tunjuknya dengan penuh amarah.
" Keluarga Mao akan membalas semua yang kau lakukan!.." teriaknya lagi.
" Apakah kau yakin? Aku bisa melenyapkanmu sekarang juga, jadi tidak akan ada yang tahu semua kejadian disini," balas Qin Tian dengan santai.
Orang yang berasal dari keluarga Mao itu kehilangan akal dan melesat menyerang Qin Tian tanpa persiapan yang matang.
" Sangat bodoh," gumam Qin Tian lirih.
Mao Lang yang dipenuhi kemarahan dan kehilangan kendali tidak memikirkan konsekuensi yang akan ia dapatkan saat menyerang Qin Tian. Meskipun tingkat kultivasinya lebih tinggi dari Qin Tian, tetapi pengalaman tempurnya jauh dibawah Qin Tian.
Mao Lang mengayunkan Kapak besarnya kearah Qin Tian dengan kekuatan penuh. Tetapi itu sangat mudah ditahan oleh Qin Tian.
Triinngg..
Suara benturan kedua senjata terdengar nyaring. Kedua penjaga Mao Lang juga bersiap menyerang Qin Tian dari dua sisi yang berbeda.
Qin Tian menghempaskan Kapak yang ia tahan dan segera menyerang balik kedua pengawal Mao Lang.
Sraassh..
Kepala salah satu pengawal Mao Lang terpenggal rapi. Hal itu membuat Mao Lang dan satu pengawalnya membelalakkan matanya.
Pasalnya, salah satu pengawal itu adalah seorang petarung terbaik yang ada dibawah ranah Dewa. Namun, Qin Tian dengan santainya memenggal kepala pengawal itu.
__ADS_1
•••
Terima Kasih.