Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
27. Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

Benua Tengah.


Pagi hari nya, Qin Tian yang baru keluar dari kamar segera disambut oleh sepasang suami istri Wu Shan dan Istrinya, Xin Zhe. Tetapi, disana tidak ada pemuda yang bernama Wu Zhu.


"Ternyata kau sudah bangun nak Tian."


"Jadi ini pemuda yang gege temui di pintu masuk gerbang barat kemarin?" tanya Xin Zhe berbisik.


"Pagi Paman, Bibi," ucap Qin Tian sopan.


"Pagi, nak Tian. Mari kita sarapan dulu, biarkan Zhu'er menyelesaikan latihannya. Dia akan menyusul nanti," ucap Xin Zhe.


"Baik, Bibi."


Lalu mereka makan dengan hening, hanya suara alat makan saja yang terdengar diruangan itu.


Setelah sarapan, Wu Shan mengajak Qin Tian untuk membuka toko. Qin Tian pun setuju untuk ikut, karena dia sedikit penasaran dengan apa yang dijual Wu Shan ditoko yang dia kelola.


Ternyata memang benar apa yang dikatakan Wu Shan saat dalam perjalanan. Toko ini menyediakan berbagai jenis barang antik yang tidak dijual di tempat lain. Tetapi, toko ini tidak terlalu ramai yang mengunjungi nya, hanya sekedar melihat-lihat isi toko, itu pun dilakukan dari luar.


Orang-orang yang membeli barang ditoko ini, adalah mereka yang memang sangat menyukai barang-barang antik. Atau mereka yang memiliki penglihatan yang lumayan baik.


Qin Tian yang melihat koleksi barang-barang disini juga sampai dibuat terkejut. Bagaimana tidak, dengan harga yang tinggi, namun benda yang dijual tidak lebih dari sekedar pajangan saja. Itu terjadi jika orang yang membeli tidak memiliki mata khusus seperti Qin Tian atau orang yanng memiliki mata khusus dibawah tingkat Qin Tian.


Apa yang dilihat Qin Tian disana tentu saja dia mengetahui nya, karena itu merupakan harta-harta di era yang sangat lama. Ada harta yang terbentuk oleh fluktuasi energi, tetapi dengan tingkat kultivasi orang-orang di Bintang Biru, mustahil untuk mengetahui apa yang spesial dari benda itu.


Ada juga artefak kuno yang diciptakan ahli penempa terbaik pada jaman nya, dan masih banyak lagi yang serupa.


Kurang lebih ada sekitar lima puluh benda disana yang merupakan artefak tingkat Surgawi dan lebih dari dua ratus artefak ditingkat Langit.


Namun ada satu benda yang sangat dibutuhkan Qin Tian saat ini, dan benda itu sekarang berada disana.

__ADS_1


Inti Cahaya Surga, benda itu ada didalam sebuah patung giok dengan bentuk seperti Harimau namun memiliki sayap. Inti itu berbentuk bulatan kecil seperti kelereng yang tidak akan ada satu orang pun di Bintang Biru ini akan mengetahui keberadaan benda itu didalam sebuah patung giok.


"Berapa harga patung ini, Paman?" Qin Tian tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada didepan mata.


"Oh, ternyata kau juga menyukai barang antik, Tian..."


"... Ini adalah benda yang telah lama kutemukan, jika bukan karena bentuknya yang sangat bagus, mungkin aku tidak akan pernah membawanya kesini. Benda ini belum ada yang pernah menawarnya, Kau adalah orang pertama yang menawar benda ini. Jadi berikan Paman harga yang pantas untuk benda ini," ucapnya sambil tersenyum hangat pada Qin Tian.


Qin Tian tidak ragu sama sekali langsung menyerukan tawarannya. "Sepu–... Tidak. Seratus juta koin emas kurasa bukan jumlah yang sedikit, Paman," Qin Tian menawar dengan harga yang sangat fantastis.


Mendengar tawaran dari Qin Tian, Wu Shan melebarkan matanya, begitu juga dengan Istrinya yang baru saja sampai disana.


Wu Shan sebenarnya akan memberikan Qin Tian benda itu, dan jika Qin Tian tetap pada pendiriannya yang ingin membeli, dia akan menjual dengan harga paling banyak sepuluh ribu koin emas.


Tetapi apa yang didengarnya dari mulut Qin Tian itu adalah sesuatu yang sangat tidak terduga. Sekalipun dia menjual pada orang lain, itu tidak akan terjual walau hanya seratus ribu keping emas.


'Apakah dia memiliki uang sebanyak itu,' itulah yang mereka berdua pikirkan.


"A–apakah... Kau tidak bercanda, Tian?" Wu Shan yang masih terkejut hanya bisa menanyakan itu, karena dia juga sedikit ragu.


Setelah mendapat cincin itu, Wu Shan segera melihat isinya. Dan, saat itu juga dia terduduk lemas dilantai. Bahkan, kesadarannya pun hampir menghilang.


Jumlah yang ada didalam cincin itu seperti jumlah penghasilan para Klan besar yang ada di Benua Tengah selama dua sampai tiga bulan. Dan Wu Shan mendapatkan itu semua saat dia baru membuka toko.


Xin Zhe yang melihat suami nya terjatuh segera mendekat dan menanyakan mengapa dia bisa seperti itu. Wu Shan tidak menjawab dan hanya memberikan cincin ruang itu pada Xin Zhe.


Xin Zhe yang memang penasaran dengan isi didalamnya langsung memeriksa cincin itu. Kejadian seperti Wu Shan terulang, bahkan lebih parah. Karena, Xin Zhe langsung tak sadarkan diri setelah memeriksa isi cincin ruang yang diberikan Qin Tian.


...• • • • •...


'Mengapa toko belum dibuka? Padahal ini sudah hampir tengah hari.' Wu Zhu membatin melihat keadaan rumah sekaligus toko yang belum dibuka.

__ADS_1


"Ayah, Ibu, mengapa toko belum dibuka?" tanya Wu Zhu yang sudah masuk kedalam rumah.


Dia pikir Ayahnya akan beristirahat hari ini, karena baru saja kembali dari perjalanan yang lumayan lama. Tetapi apa yang dia lihat dari keduanya sangat aneh. Mereka berdua tidak berhenti untuk tersenyum.


Hal ini jelas membuat Wu Zhu menjadi heran.


'Apakah Ayah dan Ibu mengalami gangguan.' Wu Zhu membatin.


"Jangan berpikiran yang tidak-tidak, Zhu'er," ucap Wu Shan yang seperti mengetahui apa yang dipikirkan anaknya.


"Kemarilah, dan lihatlah ini," Xin Zhe menimpali.


Wu Zhu mengangguk dan berjalan mendekati mereka berdua.


"Coba kau periksa ini," ucap Xin Zhe lagi saat Wu Zhu sudah didekat mereka berdua.


"Cincin ruang? Memang apa yang istimewa dari benda ini? Apakah bisa menyimpan makhluk hidup?" berbagai pertanyaan keluar dari mulutnya.


"Periksa saja, dan teruskan ocehan mu itu setelah kau memeriksa isi didalamnya," Wu Shan yang menjawab pertanyaan dengan perintah.


Wu Zhu hanya diam seraya mengambil cincin ruang dari tangan Xin Zhe. Dia mengalirkan energi spiritual nya untuk memeriksa isi didalam cincin. Setelah itu dia langsung terduduk lemas, sama seperti Wu Shan, Ayahnya.


Qin Tian tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Satu keluarga ini membuat dia semakin betah. Walaupun bukan keluarga kandung, tetapi hal-hal sederhana yang saling melengkapi dari mereka bertiga lah yang membuat dia betah. Kepolosan, ketulusan, sopan santun dan juga baik terhadap orang lain itu adalah sebuah nilai tambah di mata Qin Tian.


Tidak ada salahnya untuk memberikan mereka kekayaan. Dan bisa saja Qin Tian membuat Wu Zhu menjadi salah satu murid Sekte Bunga Api yang terpilih untuk tahun ini.


Qin Tian adalah orang yang sangat baik terhadap orang yang baik kepadanya. Disisi lain dia juga akan sangat kejam kepada orang yang berbuat jahat kepada dirinya dan orang-orang disekitarnya.


Apa lagi jika orang itu mengancam Qin Tian dengan menggunakan orang-orang terdekatnya. Jika dulu, saat masih di Bumi, orang yang melakukan hal itu pasti akan dibuatnya mati secara perlahan. Segala macam penyiksaan akan dilakukan Qin Tian.


Itulah mengapa saat Kaisar Wei Jingnan datang ke Kekaisaran Tang dan berniat menghancurkan Kekaisaran itu, dia tidak ragu untuk menghabisi Wei Jingnan. Tetapi, cara yang digunakan Qin Tian hanya satu, yang membuat Tang Yue Lin mengira Qin Tian telah melunak kepada para musuhnya.

__ADS_1


•••


Selamat Membaca.


__ADS_2