
Kota Giok Biru.
" Datanglah, aku akan membuatmu bertemu kembali dengan kakakmu di alam kematian," ucap Zhi Rong tertawa.
" Seni Tombak! Tarian Pembelah Langit!"
Qin Zhong menggumamkan teknik yang akan digunakannya. Siluet tebasan yang terlihat sangat tajam melesat kearah Zhi Rong.
" Perisai Hitam! Aktif!"
Seketika ada sebuah perisai hitam transparan mengelilingi tubuh Zhi Rong. Perisai itu merupakan sebuah artefak pertahanan yang dimilikinya.
Tebasan Qin Zhong hanya bisa meretakkan perisai, jika saja dia bertarung dengan jarak dekat pasti perisai itu sudah hancur berkeping-keping.
Qin Zhong yang melihat serangannya, dia sedikit kecewa karena tidak mampu untuk menghancurkan dalam satu jurus.
Lalu dia melesat kearah Zhi Rong dan berniat bertarung dari jarak dekat.
Zhi Rong juga sedikit terkejut melihat kekuatan Qin Zhong yang sudah melampaui dirinya, sampai bisa membuat artefak yang selalu dibanggakan nya itu retak. Dan saat Qin Zhong mendekat, ia langsung mengeluarkan senjata andalannya yang dulu sudah merenggut nyawa saudara Qin Zhong.
" Hebat juga kau bisa meretakkan artefak kebangganku ini. Tapi kau tetap tidak akan bisa mengalahkanku," ucap Zhi Rong.
" Teruslah menggonggong seperti anj*ng," jawabnya.
" Kepa**t!"
Tanpa menunggu Qin Zhong sampai, Zhi Rong yang sudah tersulut amarah melesat kearah Qin Zhong sambil melepaskan teknik terkuatnya.
" Seni Pedang Ganda! Seribu Tebasan!"
" Mati!"
Qin Zhong tetap tenang melihat Zhi Rong yang mengeluarkan serangan terkuatnya. Tebasan yang dilakukan Zhi Rong sepenuhnya dapat ditahan oleh Qin Zhong.
Serangan demi serangan, tusukan dan menghindar terus berulang kali terjadi selama kurang lebih lima belas menit. Tidak ada satupun dari mereka berdua yang terlihat akan kelelahan.
Qin Zhong yang sudah mulai terbiasa dengan senjata yang diberikan Qin Tian mulai merubah gaya bertarungnya. Dia yang sebelumnya hanya bertindak pasif kini lebih aktif dalam hal menyerang.
Hingga tidak lama kemudian dia sudah menebas satu lengan kiri Zhi Rong sampai putus.
" Aaaarrrgghhh..."
Suara teriakan kesakitan terdengar dari mulut Zhi Rong. Sebelah tangan telah terlepas dari tubuhnya. Dia mundur sambil memegang tangan kirinya.
" Ba–bagaimana kau bisa sekuat ini," ucapnya sambil memegang lengan kirinya yang dipotong Qin Zhong.
__ADS_1
" Kau bisa bertanya pada penjaga neraka," jawab Qin Zhong ketus.
" Sekarang matilah!" ucapnya lagi lalu mendekat dan memenggal kepala Zhi Rong.
' Semoga Kakak bisa tenang, aku sudah membalaskan kematian mu, Kak.' batinnya saat selesai memenggal kepala Zhi Rong.
Para pasukan Aliansi Aliran Hitam yang melihat komandan tertinggi mereka disini telah mati, tidak bisa menahan diri untuk melarikan diri. Komandan yang dipercaya untuk menyerang di Kota Giok Biru yang merupakan Half Saint tingkat menengah saja terbunuh, apa lagi mereka yang hanya berada dibawah ranah Mahayana.
" Kejar dan bunuh mereka semua! Jangan biarkan satupun dari mereka hidup!" teriak Qin Zhong melihat pergerakan Aliansi Aliran Hitam yang akan melarikan diri.
...• • • • •...
Sekte Bunga Api.
" Apakah Nenek pernah siuman?" tanya Qin Tian melihat kondisi wanita yang merupakan Neneknya berada diatas tempat tidur khusus.
" Tidak pernah, Tian'er. Saat terkena kutukan sampai saat ini Nenekmu selalu seperti ini," Qin Jian menjawab dengan kesedihan yang mendalam.
" Kakek sudah mencoba berbagai hal. Banyak tabib yang sudah mencoba untuk menyembuhkan Nenekmu, tapi tidak satupun dari mereka yang berhasil," lanjutnya lagi.
" Jika dibiarkan seperti ini, kemungkinan tidak sampai sebulan lagi Nenek akan mati," ucap Qin Tian yang membuat Qin Jian tersentak.
" Lalu apa yang akan kita lakukan? Kakek sudah melakukan ratusan cara untuk menyembuhkan Nenekmu, tapi semua yang Kakek lakukan terlihat sia-sia saja," ucapnya yang bertambah sedih.
" Kakek perlu bersedih, aku akan melenyapkan kutukan ini."
" Ya, itu benar Kakek. Aku hanya butuh kertas jimat yang kosong dan darah hewan Ras Hewan Surgawi. Dan kebetulan aku mempunyai darahnya," ucap Qin Tian membuat Qin Jian seperti mempunyai semangat untuk hidup.
" Baiklah, Kakek akan mencarikan kertas jimat itu dulu," ucapnya lalu bergegas meninggalkan Qin Tian.
Qin Tian yang ditinggalkan seorang diri langsung menghubungi bawahannya yang ada didalam dunia jiwa.
" Lang Weidu, bisakah aku meminta sedikit bantuanmu?" Qin Tian bertanya melalui telepati pada Lang Weidu.
" Tuan, jangan berkata seperti itu. Apapun yang Tuan inginkan sebisa mungkin saya akan melakukannya," jawab Lang Weidu dengan hormat.
" Baiklah, bisakah aku meminta sedikit darahmu. Aku ingin membuat jimat pembalik kutukan," ucapnya.
" Dengan senang hati akan saya berikan pada Anda, Tuan," ucap Lang Weidu dengan sungguh-sungguh.
" Baiklah, kau bisa memasukkan darahmu didalam botol giok, aku hanya butuh satu botol saja."
" Segera akan saya persiapkan, Tuan."
Tidak butuh waktu lama, Lang Weidu telah memasukkan darahnya kedalam botol giok.
__ADS_1
" Anda sudah bisa mengambilnya, Tuan."
" Baik, terima kasih."
" Tidak perlu berterima kasih, Tuan. Karena dengan ini saya bisa berguna untuk Anda."
" Ya, ya. Baiklah," ucap Qin Tian yang tidak ingin memperpanjangnya lagi, karena Qin Jian sudah hampir sampai.
Qin Jian yanh sudah sampai langsung memberikan kertas jimat itu pada Qin Tian. Karena tidak ingin salah, Qin Jian membawa beberapa kertas jimat berbeda yang dimiliki Sekte.
" Kakek tidak tahu yang mana yang akan kau perlukan, jadi Kakek membawa semua jenis yang dimiliki Sekte ini," ucapnya serius.
" Terima kasih Kakek, kertas jimat yang Kakek bawa semuanya berkualitas tinggi untuk ukuran dunia yang kecil ini," jawab Qin Tian.
Lalu tanpa menunggu lagi, ia langsung mengeluarkan kuas dan darah yang sudah dipersiapkan Lang Weidu sebelumnya.
Dia mulai menggambar lukisan formasi kuno diatas kertas jimat yang dibawa Qin Jian. Aura yang kuat mulai merembes didalam lukisan yang digambar Qin Tian.
Itu membuat area sekitar menjadi sedikit lebih dingin, tetapi tidak sampai mempengaruhi keadaan Neneknya, karena sudah dilindungi Qin Tian dengan energi spiritualnya.
Untuk Qin Jian, dia sengaja tidak melapisi Kakeknya, dan itu membuat Qin Jian seperti tertimpa sebuah gunung yang sangat berat.
' Benar-benar luar biasa. Teknik apa yang digunakan Tian'er untuk membuat jimat itu? Lalu darimana dia mempelajari hal menakjubkan seperti ini?' batinnya bertanya-tanya melihat Qin Tian sangat fokus melukis sebuah formasi kuno di kertas jimat.
Sepuluh menit kemudian, jimat atau talisman yang dibuat Qin Tian selesai dibuat. Terdapat sinar terang berwarna emas saat proses pembuatan talisman itu telah selesai.
Qin Jian menyipitkan matanya melihat talisman yang dibuat Qin Tian tidak seperti talisman yang dibuat oleh ahli-ahli lain pada umumnya.
Dia lalu memikirkan keberuntungan seperti apa yang telah diterima cucunya itu, bahkan dia yang berasal dari Benua Immortal pun sangat terkejut dengan apa yang dimiliki Qin Tian saat ini.
Senjata-senjaya ditingkat Surgawi dan Dewa diberikan begitu saja seperti benda itu tidak terlalu berharga baginya. Lalu sekarang cara membuat talisman yang sangat mengagumkan, juga talisman itu diberkahi oleh Surga saat selesai dibuat.
Banyak pertanyaan yang akan di tanyakan Qin Jian pada Qin Tian. Namun, sekarang bukan waktu yang tepat.
" Ini sudah selesai, sekarang Kakek tinggal menempelkan talisman ini pada dahi Nenek dan katakan 'Aktif' untuk menggunakannya," ucapnya yang memberikan talisman serta arahan pada Qin Jian.
" Baiklah, akan Kakek lakukan."
Qin Jian mulai berjalan kearah tempat tidur khusus Ming Yifei, Istrinya. Dan menempelkan talisman itu tepat didahi Ming Yifei.
Dia mundur tiga langkah dan mulai mengatakan sepatah kata. " Aktif!"
Saat dia mengatakan kata itu, seketika ruangan tempat mereka berada sekarang dipenuhi dengan sinar emas terang yang membuatnya menutup mata karena silau. Secara perlahan sinar emas itu memasuki tubuh Ming Yifei yang membuat tubuhnya seperti dipenuhi oleh energi kehidupan lagi.
Proses itu sangat cepat terjadi, dan akhirnya penantian panjang Qin Jian selama dua puluh tahun terbayarkan dengan sadarnya Ming Yifei.
__ADS_1
•••
Selamat Membaca.