
" Perintahkan kepada seluruh murid serta para tetua untuk mengumpulkan mayat-mayat semua orang. Dan pisahkan Aliansi Aliran Hitam dengan korban dari Sekte kita," ucap Qin Jian pada salah satu tetua yang berada didekatnya.
" Baik, Pemimpin!" jawab tetua itu dengan tegas, lalu dia segera memerintahkan beberapa tetua lainnya untuk menginstruksikan kepada seluruh murid serta tetua Sekte.
" Lebih baik kita berbicara didalam, lagi pula perang ini telah diselesaikan Tian'er," ucap Ming Yifei dengan lembut.
Dia ingin segera menghentikan rasa canggung yang menyelimuti dirinya serta Qin Jian dengan mereka saat ini.
Yang lain hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ming Yifei, lalu mereka ber delapan masuk kedalam sekte menuju kearah kediaman Qin Jian.
...• • • • •...
Sementara itu di Kota Giok Biru.
Pihak Istana Kekaisaran juga banyak yang menjadi korban, baik itu prajurit yang menjadi karena serangan Aliansi Aliran Hitam, maupun mereka yang tewas karena Teknik yang dipakai Qin Tian.
Semua orang yang mati karena Teknik Qin Tian itu merupakan mata-mata pihak Aliansi Aliran Hitam yang menyusup didalam Kekaisaran sebagai prajurit maupun petinggi disana.
Juga ada beberapa Klan besar yang berniat membelot dan memihak Aliansi Aliran Hitam, padahal status mereka saat itu sebagai salah satu Pilar Kekaisaran.
" Lapor Yang Mulia! Keluarga Bei, Jin dan Xu yang diduga telah menjadi pengikut Aliansi Aliran Hitam telah menghilang, di Kediaman mereka hanya tersia para wanita dan anak-anak..."
"... Ada saksi yang mengatakan mereka keluar dari gerbang selatan menuju kearah Sekte Bunga Api," ucap salah satu jendral saat sampai di Aula Istana Kekaisaran.
" Selidiki mereka semua, dan bakar semua mayat Aliansi Aliran Hitam agar tidak menimbulkan penyakit, bantu semua warga untuk membangun kembali Kota Giok Biru yang sebagian telah hancur," ucap Kaisar Ming Dao memberikan perintah.
" Dan untukmu, pergi ke Sekte Bunga Api untuk menyampaikan apa yang terjadi pada tiga keluarga yang menjadi Pilar Istana Kekaisaran," ucapnya lagi menunjuk salah satu Jendral kepercayaannya.
" Siap. Laksanakan!" jawab semuanya dengan tegas.
' Teknik itu memang sangat mengerikan, tetapi tidak berakibat pada yang bukan targetnya,' batin Kaisar Ming Dao mengingat beberapa petinggi Istana dan prajurit yang ikut menjadi korban. Tetapi setelah di teliti lagi, para korban itu memiliki sebuah tato yang sama di punggung di bawah leher mereka.
Tato yang menjadi ciri khas dari anggota Aliansi Aliran Hitam.
...• • • • •...
Jauh di ujung Benua Utara.
Ada sebuah goa yang memiliki susunan formasi pengunci di sekeliling nya. Susunan formasi itu hanya mengurung satu orang didalamnya. Tetapi terdapat aura yang sangat kuat keluar dari dalam tubuh orang itu.
" Mainan ku semuanya telah dihancurkan, tetapi berkat itu, segel formasi ini tidak akan bertahan lebih lama lagi."
" Mungkin hanya setengah tahun lagi aku bisa menghancurkan segel dan terbebas dari penjara terkutuk yang telah mengurungku lebih dari sepuluh ribu tahun," ucap orang itu dengan senyum tipis yang sangat menyeramkan.
Tanpa disadari Qin Tian, ia telah melakukan sebuah kesalahan dengan melenyapkan semua anggota Aliansi Aliran Hitam.
Semua anggota mereka memiliki sebuah tato yang jika pemilik tato itu dibunuh, efeknya akan melemahkan segel formasi yang mengurung orang misterius itu.
Ancaman besar menanti Bintang Biru sebentar lagi. Tapi hal itu tidak berlaku untuk Qin Tian, karena kekuatan Qin Tian saat ini sudah lebih dari cukup untuk melenyapkan ancaman tersebut.
Mungkin hanya butuh waktu sedikit lebih lama, karena seseorang yang merupakan ancaman nyata itu sangat pandai dalam berkamuflase.
__ADS_1
Qin Tian hanya harus memaksimalkan Mata Dewa miliknya untuk melihat semua hal yang dilakukan orang itu.
...• • • • •...
Sebulan telah berlalu, banyak hal yang berubah semenjak penyerangan yang dilakukan Aliansi Aliran Hitam.
Saat ini Kekaisaran Ming dan Sekte Bunga Api telah melakukan pencarian terhadap siapa saja yang masih berhubungan dengan Aliansi Aliran Hitam.
Qin Tian dan yang lainnya tidak ikut andil dalam pencarian tersebut, ia hanya memberi tahu lokasi markas mereka yang terletak jauh didalam tanah.
Untuk sampai ke markas pusat Aliansi Aliran Hitam, mereka membutuhkan waktu yang cukup lama karena pintu masuk yang hanya ada dua dan dari pintu masuk itu banyak sekali jalan yang bercabang hingga membentuk sebuah labirin yang sangat menyesatkan.
Alasan mereka yang membutuhkan waktu lama untuk mencapai markas pusat Aliansi Aliran Hitam itu karena Qin Tian yang tidak memberi tahu lokasi pasti. Ia hanya mengatakan letak pintu masuk tersebut.
Ini sengaja dilakukan Qin Tian, ia ingin melihat seberapa jauh usaha mereka dalam memberantas para kultivator aliran sesat itu. Dan hasilnya tidak mengecewakan Qin Tian.
Banyak orang yang telah ditangkap oleh Kekaisaran Ming. Kebanyakan dari mereka merupakan para mata-mata yang berlindung dibalik Kekaisaran di Empat Benua Lainnya.
Dan jika mereka menolak untuk ditahan, maka semua dari mereka akan dibunuh saat itu juga. Bahkan keluarga mereka pun tidak akan di ampuni.
...• • • • •...
Sekte Bunga Api.
Qin Tian dan yang lainnya saat ini berada didalam Aula Pertemuan yang sering digunakan para petinggi Sekte untuk membahas sesuatu yang sangat penting.
Tetapi, saat ini yang berada didalam sana hanya Qin Tian, Tang Yue Lin, Qin Jian, Ming Yifei, Qin Zhong dan Yun Ling.
" Ayah, Ibu, Kakek dan Nenek. Aku ingin menikahi Lin'er," ucap Qin Tian yang membuat wajah Tang Yue Lin seketika memerah.
Impian yang selalu didambakan nya dulu saat masih di Bumi akhirnya terwujud.
" Itu bagus, Tian'er. Ibu sangat senang dengan apa yang kau inginkan itu," ungkap Yun Ling yang saat ini merasa sangat senang.
" Kalau begitu, kita harus memberitahukan ini pada Ayah dan Ibu Lin'er," ujar Qin Jian.
" Ya, kita harus mengirimkan utusan untuk menemui Tang Yin," sambung Qin Zhong.
" Baiklah, jika seperti itu aku akan menyuruh salah satu tetua untuk memberi tahu pada Tang Yin," balas Qin Jian.
" Bagaimana menurutmu, Lin'er?" Yun Ling bertanya pada Tang Yue Lin karena dia melihat wajah calon menantu nya itu memerah dan hanya terdiam yang lainnya sedang membahas tentang keluarga dirinya.
" Aku akan mengikuti semua perkataan Gege Tian, Ibu," jawab Tang Yue Lin yang masih menunduk dengan wajah yang memerah.
" Angkat kepalamu, Lin'er. Bukankah ini yang sangat kau inginkan sedari dulu," bisik Qin Tian di telinga nya.
Tang Yue Lin menegakkan kepala nya lagi, lalu di melihat semua orang tersenyum kepadanya.
Hal ini membuat dirinya yang semula malu, menjadi sangat bahagia.
Melihat Tang Yue Lin yang telah mengangkat wajahnya, Qin Tian segera berdiri dari kursi yang di duduki 'nya.
__ADS_1
Lalu dia berlutut didepan Tang Yue Lin dan mengatakan sesuatu.
" Aku memang tidak pandai dalam merangkai kata. Hanya satu yang ingin kukatakan padamu, walaupun ini sangat terlambat, tetapi tidak ada salahnya jika aku mengatakan ini sekarang dari pada tidak sama sekali," ia lalu menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskan 'nya pelan, dan kemudian mengucapkan sesuatu lagi. " Bersediakah kau untuk menemani setiap langkahku ini dengan menjadi Istriku, Lin'er," ucap Qin Tian.
Tang Yue Lin seketika menangis mendengar ucapan Qin Tian, menurutnya ini adalah hal yang paling romantis yang pernah Qin Tian lakukan, terlebih lagi hal itu dilakukan untuk dirinya.
" Tidak ada kata terlambat, kapanpun dan kemanapun dirimu pergi aku akan selalu mengikuti langkahmu, dan aku akan mencoba menjadi istri yang baik, juga Ibu yang baik," jawabnya pelan dengan wajah yang telah dibasahi air mata dan ucapan terakhir hanya terdengar seperti gumaman.
Qin Tian lalu berdiri dan memeluk Tang Yue Lin, begitu juga sebaliknya, Tang Yue Lin membalas pelukan itu dengan sangat erat seakan enggan untuk melepasnya.
Melihat sepasang kekasih yang seperti di mabuk cinta, Ayah, Ibu serta Kakek dan Nenek nya segera meninggalkan ruangan itu dan hanya menyisakan mereka berdua dalam keadaan yang masih berpelukan.
Qin Jian yang sudah berada diluar segera mencari salah satu tetua untuk menyampaikan pesan pada Tang Yin mengenai Qin Tian yang ingin menikahi Tang Yue Lin.
Lalu seminggu kemudian, Kaisar Tang Yin serta Permaisuri Ann Meiling serta beberapa penjaga yang membawakan beberapa kotak besar untuk diberikan kepada Qin Jian.
Ann Meiling sangat senang saat mendengar kabar dari salah satu tetua yang menyampaikan pesan Qin Jian pada mereka.
Karena itu, Ann Meiling saat baru saja tiba disana langsung menghampiri Qin Tian dan memeluknya dengan kepala Qin Tian tepat di antara dua senjata mematikan namun lembut miliknya.
Qin Tian hanya bisa diam saat diperlakukan Ann Meiling seperti seorang anak kecil. Dan itu membuat sesuatu miliknya segera bangkit dari tidur panjangnya.
' Kau sadar disaat yang tidak tepat, teman,' Qin Tian membatin sambil berusaha menahan gejolak didalam dirinya.
Tang Yue Lin yang melihat Ibunya seperti itu hanya bisa memalingkan wajahnya karena cemburu.
Walaupun Ann Meiling adalah Ibunya, dia tetap tidak menerima jika seseorang yang sebentar lagi menjadi miliknya diperlakukan seperti itu.
Ann Meiling melihat tingkah putrinya langsung melepaskan pelukannya pada Qin Tian seraya tersenyum canggung.
Dia lalu bertanya, " kapan pernikahan kalian akan dilaksanakan?"
" Seminggu dari sekarang, karena kami tidak ingin membuang waktu lagi. Masih ada banyak hal yang harus kami lakukan setelah ini," jawab Tang Yue Lin.
" Baiklah, kalian berdua tidak perlu turun tangan untuk mempersiapkan semuanya. Biarkan kami semua yang ada disini melakukan itu," ucap Tang Yin yang di angguki oleh mereka semua.
Lalu Qin Jian mengajak semua orang kecuali Qin Tian dan Tang Yue Lin untuk membahas persiapan pernikahan yang akan dilangsungkan seminggu dari sekarang.
" Lin'er, sepertinya aku akan egois untuk kali ini," ucap Qin Tian dengan senyum tipis yang membuat Tang Yue Lin paham apa yang dimaksudkan Qin Tian.
" Baiklah, aku akan selalu menuruti semua keinginanmu Gege Tian," balas Tang Yue Lin yang langsung memeluk Qin Tian.
Setelah mereka berdua menghilang dari sana, masuk kedalam dunia jiwa Qin Tian, dan muncul didalam kamarnya.
Lalu...
•••
Note : Selama Bulan Puasa akan saya usahakan untuk update seperti biasanya. Terima Kasih ☺️...
Selamat Membaca.
__ADS_1