Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
26. Sisi Yang Berlawanan


__ADS_3

Benua Tengah.


Kota Giok Biru, Ibu Kota Kekaisaran Ming merupakan pusat dari pemerintahan Kekaisaran Ming di Benua Tengah.


Kota ini sangat luas, dari pintu gerbang barat menuju gerbang timur bahkan memerlukan waktu tiga hari jika berkuda dengan kuda tercepat saat ini.


Di Kota ini ada sebuah peraturan yang melarang penggunaan kekuatan untuk meringankan tubuh, ataupun terbang, sehingga orang-orang yang berjalan kaki sangatlah banyak. Juga disini banyak yang menyediakan kendaraan mirip seperti kereta kuda, agar orang yang terlalu malas untuk berjalan kaki bisa menyewa kereta kuda. Ada juga yang memiliki kereta kuda pribadi.


Yang menjadi penarik kereta itu adalah berbagai jenis binatang monster, seperti Serigala Perak, Kuda Surai Emas sampai Singa Amethyst.


'Mirip seperti salah satu Negara di Bumi yang menggalakkan untuk berjalan kaki ataupun naik kendaraan umum,' batin Qin Tian.


Banyak hal yang menarik di Kota ini, salah satunya adalah Arena luas yang seperti Colosseum di sebelah Selatan Kota Giok Biru. Tujuan dibangun Arena itu adalah untuk kompetisi ataupun pertempuran hiburan yang sering diadakan.


Banyak Bangsawan dan Saudagar kaya yang mengisi tempat disana hanya untuk mempertaruhkan uang mereka jika ada pertandingan resmi yang diadakan seminggu sekali itu.


Dan di tempat itulah nanti akan diadakan kompetisi untuk mencari murid Sekte Bunga Api. Letak Colosseum juga berdekatan dengan Sekte Bunga Api dan Istana Kekaisaran Ming. Jadi tidak ada yang berani untuk bertindak sembarangan di tempat itu.


Posisi rumah Wu Shan juga tidak terlalu jauh dari Arena Colosseum. Hanya memerlukan waktu kurang dari tiga jam jika berjalan kaki.


"Jadi, Paman... Apa yang Paman jual di toko?" Qin Tian bertanya saat sedang dalam perjalanan menuju kerumah Wu Shan. Karena saat ini mereka menggunakan kereta yang ditarik oleh Serigala Perak.


"Aku hanya menjual beberapa barang-barang yang terlihat antik. Itulah alasan mengapa sebelumnya aku keluar dari Kota ini," Wu Shan pun menjelaskan alasan mengapa dia baru kembali setelah dua bulan yang lalu keluar dari Kota Giok Biru.


Dia mencari di beberapa reruntuhan kuno yang letaknya ditengah hutan tidak jauh dari Kota Giok Biru.


Di sana masih banyak tempat yang belum terjamah, karena reruntuhan itu merupakan reruntuhan dari Sekte tertua di Benua Tengah. Tapi, tidak ada yang mengetahui alasan mengapa Sekte itu menjadi reruntuhan.


"Dimana reruntuhan itu, Paman?" Qin Tian bertanya karena penasaran setelah mendengar dari Wu Shan jika disana sering dijadikan tempat berlatih bagi murid Sekte Bunga Api.


"Sekitar 25 mil kearah barat laut jika kau dari pintu gerbang barat..."

__ADS_1


"... Tapi, itu hanya bagian paling luarnya saja, untuk bagian dalam ada sebuah formasi kuno yang hingga sekarang tidak ada yang bisa membukanya." Wu Shan menjawab apa yang dia ketahui.


'Jadi reruntuhan yang kulihat sebelumnya masih menyimpan sedikit misteri. Mungkin di lain waktu aku akan mengunjungi tempat itu,' Qin Tian membatin.


Karena, pada dasarnya Qin Tian adalah orang yang selalu penasaran. Apa lagi jika itu berkaitan dengan pengetahuan kuno ataupun peninggalan jaman dahulu. Tetapi dia tidak berlebihan dalam hal itu.


"Apakah kau tertarik untuk pergi kesana Tian?" Wu Shan bertanya seperti itu karena dia melihat ekspresi wajah Qin Tian yang terlihat sangat penasaran.


"Tidak untuk sekarang, Paman," jawab Qin Tian.


Setelah itu tidak ada lagi suara yang keluar dari mulut mereka berdua. Wu Shan terlihat beristirahat didalam kereta dan Qin Tian yang sibuk melihat-lihat di sekelilingnya.


Di tempat-tempat tertentu, banyak yang menjajakan dagangan seperti di kota-kota lain pada umumnya. Tapi, disini sangat tertib dan rapi.


Penempatan bangunan juga sangat rapi. Layaknya sebuah labirin, Kota Giok Biru ini akan menyesatkan mereka jika tidak mengetahui arah tujuan yang pasti.


Ini merupakan strategi jika ada yang berniat untuk membuat kekacauan didalam Kota. Tetapi, hingga saat ini belum ada orang bodoh yang melakukan hal itu. Setidaknya belum sampai diketahui oleh para penjaga.


Tetapi, disisi yang lain. Ada sebuah tempat yang sangat bebas, bahkan peraturan di Kota ini tidak berlaku. Tepat para mantan pembunuh, perampok dan lain sebagainya.


Mereka yang tinggal disana hanya berkamuflase sebagai rakyat miskin yang sering meminta-minta di jalanan Kota, atau lebih dikenal dengan sebutan pengemis.


Kumpulan orang-orang itu tidak bergerak sendiri, mereka di komandoi oleh seseorang dibalik layar dengan keahlian yang lumayan tinggi.


Mereka sangat terorganisir, sehingga tidak ada satupun prajurit, bahkan pusat pemerintahan yang bisa mengendus organisasi mereka.


...• • • • •...


Segala sesuatu selalu memiliki lawan. Siang dan malam, hitam dan putih, gelap dan terang, hidup dan mati. Jika ada kekuatan maka ada kelemahan.


Terlepas dari segala hal yang dilakukan untuk memperbaiki Kota Giok Biru, dilain sisi pasti ada sesuatu yang sangat mencekam.

__ADS_1


Segala sesuatu pasti ada timbal–baliknya, Kekaisaran menjamin jika Kota Giok Biru adalah Kota yang sangat aman, tetapi disisi yang lain biaya untuk hidup disana tergolong sangat mahal. Hampir sepuluh kali lipat dari Ibu Kota di Kekaisaran Tang ataupun Wei.


...• • • • •...


Setelah menempuh lebih dari enam jam perjalanan, mereka pun sampai dikediaman Wu Shan.


Ada seorang pemuda yang masih menunggu didepan pintu, meskipun hari sudah hampir memasuki tengah malam.


"Selamat datang kembali, Ayah..."


"... Siapa dia, Ayah?" pemuda yang bernama Wu Zhu menyapa sekaligus bertanya pada Ayah nya.


"Dia Tian, Ayah bertemu dengan nya sore tadi didepan gerbang barat Kota ini," jawab Wu Shan.


"Dengan dia disini, mungkin kau bisa memiliki teman Zhu'er," lanjutnya.


"Wu Zhu... Salam," ucapnya pada Qin Tian.


"Tian," hanya itu yang keluar dari mulut Qin Tian.


'Orang ini? Mengapa aku tidak bisa membaca tingkat kultivasi nya?' Wu Zhu membatin heran.


Sementara Qin Tian hanya berdiri dengan santai sambil sesekali melirik kiri dan kanan.


"Dia baru saja datang ke Kota ini, dan akan mengikuti kompetisi perekrutan murid Sekte Bunga Api yang akan diadakan satu bulan lagi..."


"... Ayah harap kalian berdua bisa menjadi salah satu kandidat murid disana," ucap Wu Shan pada mereka berdua.


"Sekarang, mari kita istirahat terlebih dahulu, kau bisa menempati salah satu kamar yang kosong disini, Tian," lanjutnya lagi yang mempersilahkan Qin Tian untuk masuk dan tinggal di salah satu kamar yang kosong disana.


•••

__ADS_1


Selamat Membaca.


__ADS_2