Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
32. Kekacauan II


__ADS_3

"Bagaimana Ibu bisa diam saja, sementara Istrimu juga ikut masuk kedalam perang kali ini."


"Biarkan Ibumu ikut Tian'er. Ayah akan menjaga Ibumu," ucap Qin Zhong yang berusaha menghilangkan rasa khawatir Qin Tian.


Meskipun Qin Tian sangat kuat, dia juga tidak ingin Ibunya terluka, apa lagi mengingat yang terjadi di kehidupan nya saat di Bumi.


Dia tidak mau hal itu terulang lagi, jika bisa pun dia akan melenyapkan semua orang yang berusaha mencelakai Ibunya yang sekarang meski itu hanya sebatas niat.


Bagi dirinya, Ibu adalah segalanya. Kekuatan bisa diraih, kekayaan bisa diwujudkan. Tetapi, kasih sayang seorang Ibu melebihi itu semua. Percuma kau kuat, percuma kau kaya, jika tidak ada kasih sayang seorang Ibu didalamnya, hidupmu akan terasa hampa. Seperti yang telah terjadi pada dirinya dulu.


Hampa, saat orang lain bisa membahagiakan Ibunya, dia tidak bisa melakukan hal itu. Saat orang lain masih bisa merasakan betapa bahagia nya ketika melihat sosok Ibu yang menunggu saat pulang dari tempat kerja, dia tidak bisa merasakan hal itu.


Hanya karena Ibunya pernah menyandang status sebagai seorang Istri dari keluarga Qin, Ibunya mendapat perlakuan tidak manusiawi. Bahkan sampai sekarang Qin Tian belum mengetahui apa motif dari para pelaku yang melakukan hal itu pada Ibu dan kekasihnya dulu.


Itu menjadi sebuah pekerjaan Qin Tian untuk menemukan pelaku dan membalas mereka semua yang berkaitan.


Seketika aura diruangan itu terasa lebih berat dan sedikit dingin karena Qin Tian mengingat kejadian yang telah lama berlalu.


Tang Yue Lin paham apa yang sedang dipikirkan Qin Tian. Dia lalu memeluk Qin Tian dari belakang, berusaha meredam amarah Qin Tian yang tiba-tiba saja melonjak naik.


"Terima kasih, Lin'er," ucapnya tersenyum.


"Itu sudah menjadi tugasku, dan juga jangan berterima kasih karena itu akan membuat kita terlihat seperti orang yang baru saja kenal," bisik 'nya ikut tersenyum saat merasakan punggung tangan Qin Tian mengelus wajahnya.


"Baiklah, kali ini Ibu boleh ikut, tapi Ibu jangan jauh-jauh dari Lin'er. Agar dia bisa melindungi Ibu kapanpun," ucap Qin Tian.


"Karena Ibu ahli dalam serangan jarak jauh, Ibu bisa menggunakan ini," lanjutnya lagi sambil mengeluarkan senjata Panah Es, yang merupakan Artefak tingkat Surgawi menengah.


"Dan ini untuk Ayah," lalu dia memberikan Qin Zhong sebuah tombak yang ujungnya berbentuk golok. Senjata itu juga sama-sama di tingkat Surgawi Menengah.


Sementara itu, Qin Jian terperangah melihat benda yang diberikan Qin Tian pada Ayah dan Ibunya itu.


Ketiga orang yang lain juga mendapatkan senjata di tingkat Surgawi menengah juga. Untuk Si Kembar, mereka adalah spesialis Belati Ganda. Dan untuk Tang Yue Lin dia diberikan sebuah Charm yang dapat melindungi dirinya dan orang sekitar dalam lingkup tertentu.


Kemudian saat Qin Tian mengeluarkan senjata lainnya untuknya, dia rambah terkejut karena yang didapatkan nya adalah sebuah pedang yang merupakan Artefak Dewa tingkat rendah.

__ADS_1


"I-ini... Darimana semua ini Tian'er," ucap Qin Jian.


"Hanya sedikit kebetulan aku menemukan semua ini, Kakek," jawabnya.


"Chu, Zhu, bereskan dengan cepat!" ucap Qin Tian.


"Siap, Bos!" jawab mereka berdua serempak kemudian menghilang dari ruangan itu.


Bersamaan dengan perginya Si Kembar, mereka yang tinggal didalam ruangan juga segera bergegas untuk menaiki pedang terbang milik Qin Jian. Meskipun Qin Tian dapat terbang, tetapi dia tidak ingin melakukannya disini.


• • • • •


"Saatnya menunjukkan kegunaan mu Seruling Xian Yu," gumam Qin Tian yang sedang mengeluarkan Seruling Xian Yu dari cincin ruang nya.


Kali ini Qin Tian akan bertindak hanya dari balik layar, dan yang akan bertindak digaris depan adalah Si Kembar dan Qin Zhong.


Basis Kultivasi Si Kembar sekarang berada di ranah Mahayana bintang 9, tetapi mereka berdua bisa dengan mudah membunuh kultivator yang memiliki basis kultivasi 1 ranah penuh diatasnya. Semua itu berkat teknik, senjata serta pelatihan yang mereka lakukan di dunia jiwa milik Qin Tian.


Untuk Yun Ling dan Qin Zhong, basis kultivasi nya sekarang berada di tingkat Half Saint menengah, Tang Yue Lin di tingkat Half Saint renda.


Khusus untuk Tang Yue Lin, dengan kartu truf yang dimilikinya dia dapat dengan mudah membunuh ranah Holy Dao tahap puncak. Meski di Bintang Biru ini tidak akan ada kultivator yang berada di tahap itu, kecuali Qin Tian yang sudah melampaui Holy Dao.


Itulah sebab nya Qin Tian akan lega jika yang menjaga Ibunya adalah Tang Yue Lin, walaupun Tang Yue Lin terlihat lemah lembut, tetapi didalamnya sangatlah berbeda seperti yang dipikirkan orang lain.


• • • • •


Boom... Duaarr... Duaarr...


Boom... Duaarr... Duaarr...


Suara ledakan terus terjadi di sekitar Arena Colosseum yang telah terkepung oleh puluhan ribu Aliansi Aliran Hitam yang menargetkan kematian Qin Jian, Pemimpin Sekte Bunga Api.


Dengan kematian Qin Jian, maka dapat dipastikan mereka akan menguasai kelima Benua.


"Terus serang pelindung ini... Sebentar lagi pasti pelindung ini akan hancur..."

__ADS_1


"Hancurkan!..."


"Hancurkan!..."


Teriakan para kultivator aliran hitam yang menyerang disekitar Arena Colosseum terus menggema. Hingga dari atas mereka sudah terdapat puluhan pedang terbang yang membawa lima sampai sepuluh orang diatasnya, dan dari arah luar juga sudah terdapat pasukan Kekaisaran dengan jumlah ribuan yang mengepung mereka.


Dalam hal jumlah memang pihak Sekte dan Kekaisaran kalah, tetapi dalam hal kekuatan mereka sangat unggul, apa lagi Qin Tian masuk kedalam barisan pihak Sekte, meski dirinya memainkan peran dibalik layar.


"Pasukan bantuan dari Kekaisaran akan tiba tidak lama lagi..."


"... Selama menunggu mereka lebih baik aku mulai memeriahkan pesta ini," ucap Qin Tian sambil tersenyum.


Dirinya sekarang bersembunyi diantara awan yang ada diatas Arena Colosseum. Memang ini bisa disebut sebagai tindakan yang kekanakan, tapi hal inilah yang menarik bagi Qin Tian.


Suara yang sangat merdu mulai bergema disekitar Arena Colosseum, tetapi suara itu hanya berdampak pada kultivator aliran hitam saja. Hal ini membuat pasukan Kekaisaran maupun Sekte menjadi heran.


"Terus serang mereka, jangan biarkan satupun hidup.."


"Seraangg!..."


Sementara itu, Si Kembar dengan sangat bersemangat berlarian kesana kemari sembari menebas musuh-musuh disekitar mereka yang sekarang dalam keadaan diam saja seperti terkena ilusi oleh seseorang.


Qin Zhong pun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Si Kembar.


"Ada apa ini? Mengapa mereka diam saja?" ucap salah seorang komandan pasukan Aliansi Aliran Hitam.


"Hubungi Pemimpin Tertinggi, ada seorang ahli ilusi yang menyerang," ucap salah seorang komandan lainnya yang melihat dari kejauhan.


Sementara diluar Kota Giok Biru, tepatnya di area Selatan tembok Kota, terlihat ratusan ribu sampai jutaan kultivator Aliansi Aliran Hitam yang bersiap untuk menyerang Sekte Bunga Api.


Mereka melakukan penyerangan di Arena Colosseum hanya untuk pengalihan sementara.


•••


Selamat Membaca.

__ADS_1


__ADS_2