Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
46. Satu Dari Sepuluh Bencana


__ADS_3

Apa yang di lakukan seorang tetua disana membuat Qin Tian sangat marah. Lalu dengan kemarahan yang masih menyelimuti, Qin Tian pergi dari kawasan Sekte Bunga Api menuju portal terdekat yang bisa membawanya ke Benua Utara.


Saat merasakan aura orang yang terbebas itu, Qin Tian langsung mengetahui jika yang menjadi firasat buruknya selama ini berasal dari seseorang yang memiliki elemen kegelapan tertinggi, karena hanya dengan aura nya saja bisa membawa orang lain menuju kejalan yang di inginkan nya.


Heian Jin, penerus dari Kaisar Kegelapan yang ada di salah satu Bintang di Alam Atas, Domain Dewa.


Dengan elemen kegelapan nya, dia dapat memanipulasi setiap pikiran dari makhluk hidup, juga dia dapat memberi kekuatan pada setiap orang yang memuja nya.


...• • • • •...


" Hemm... Ternyata dunia yang kecil ini bisa melahirkan seorang yang sangat kuat. Tapi itu tidak cukup untuk mengalahkanku," ujar orang misterius yang bernama Heian Jin itu saat merasakan aura Qin Tian mendekat kearahnya.


Dia hanya menunggu disana, tidak jauh dari penjara abadi yang selama ini mengekang dirinya, karena masih mengumpulkan energi spiritualnya.


Sementara itu, Qin Tian yang baru sampai di Benua Utara terdiam sejenak.


" Mengapa dia tidak langsung bergerak? Apa yang di rencanakan nya saat ini?" Qin Tian bermonolog saat merasa Heian Jin saat ini tidak bergerak dari lokasi awal tempat dia dikurung.


" Tetapi, ini lebih baik dari pada dia bergerak dan melenyapkan semua yang dilihatnya."


Lalu dengan gerakan tercepat yang bisa ia lakukan, Qin Tian segera melesat ke arah Heian Jin berada.


Karena Benua Utara merupakan Benua terbesar kedua setelah Benua Timur, Qin Tian membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk bisa sampai ke tempat Heian Jin berada saat ini.


Empat jam kemudian akhirnya Qin Tian sampai di dekat Heian Jin. Kini keduanya hanya saling tatap dengan jarak seratus meter, tidak ada pergerakan dari keduanya, seolah menganalisis kekuatan satu sama lain.


Alasan Qin Tian belum bergerak di jarak itu karena, ia merasakan aura kegelapan yang sangat murni, dan ia sedang mencoba mencari cara di Pengetahuan Tiga Alam, agar bisa mendapatkan elemen kegelapan yang dimiliki Heian Jin.


...• • • • •...


Sementara itu, di Benua Tengah.


Tepat setelah kepergian Qin Tian dari ruang pertemuan Sekte Bunga Api.

__ADS_1


" Benar-benar bodoh dan tidak tahu cara membalas budi," ucapan dingin terdengar dari mulut Pemimpin Sekte Bunga Api.


" Maafkan kami Pemimimpin," balas para tetua dengan posisi berlutut dihadapan Pemimpin Sekte Bunga Api.


" Jika tidak ada cucuku, apakah kalian yakin bisa meningkatkan kultivasi kalian seperti sekarang ini?"


" Dari semua sumber daya yang diberikan cucuku, Pil, Senjata serta Teknik bertarung yang diberikannya, apakah kalian berpikir itu hanya sunber daya biasa? CEPAT JAWAB!..." ucap Qin Jian dengan nafsu membunuh yang merembes keluar dari tubuhnya.


Semuanya terdiam, tidak ada yang berani menjawab kata-kata Pemimpin Sekte Bunga Api. Semuanya terlihat bodoh didepan Pemimpin mereka yang selama ini memberi mereka jalan untuk menuju puncak.


" Tindakan kalian yang seperti itu tadi telah menghancurkan kepercayaan cucuku."


" Aku sangat malu kepadanya yang telah berbaik hati untuk membantu Sekte ini menjadi penegak keadilan yang terkuat," ucapnya lagi.


" Ka–kakak, bukankah lebih baik kita melakukan apa yang Tian'er katakan sebelumnya," sela Ming Dao dengan gugup, meskipun dia seorang Kaisar, tetapi dia sangat menghormati sosok Qin Jian.


" Kau benar. Siapapun dari kalian yang ingin membantu segera persiapkan semuanya dan pergi ke Benua Utara secepatnya," balas Qin Jian.


Setelah itu, mereka semua melakukan persiapan. Untuk Qin Jian dan Ming Tao, mereka berdua pergi ke Benua Utara tanpa satupun pengawalan dari Kekaisaran, karena fokus Qin Jian dan Ming Tao saat ini adalah keselamatan orang-orang Benua Utara.


Ming Yifei akan pergi bersama Jendral tertinggi Kekaisaran, dan itu sudah menjadi tugas Jendral Tertinggi yang kali ini ditugaskan langsung secara khusus oleh Ming Tao untuk menjaga Ming Yifei.


...• • • • •...


Saat ini, di ujung Benua Utara.


Meskipun Heian Jin tidak melakukan pergerakan, namun dengan kemampuan khusus yang dimilikinya, ia tetap melakukan kekacauan di Benua Utara, dan itu semua telah terlewat oleh mata Qin Tian yang sangat fokus dengan pergerakan Heian Jin.


Beberapa Desa serta Kota yang ada disana sedang kacau karena teknik aura pencucian otak yang dilakukan Heian Jin. Karena teknik inilah yang membuat dirinya disebut sebagai salah satu bencana.


" Masih muda dan kau sudah sekuat ini. Katakan siapa namamu anak muda," ucap Heian Jin dari jauh yang masih sangat jelas terdengar oleh Qin Tian.


" Bukankah kau sangat tidam sopan pak tua. Menanyakan nama orang lain tanpa mengenalkan dirimu terlebih dahulu," balas Qin Tian.

__ADS_1


" Hahaha.. Aku suka dengan keberanianmu itu! Heian Jin, ingatlah ini sampai kau bertemu dengan Dewa Kematian," ucap Heian Jin.


" Oh, jadi kau orangnya yang di juluki sebagai Bencana Kegelapan. Kalau boleh aku tahu, kenapa seorang yang dijuluki Bencana seperti dirimu bisa berakhir di penjara seperti ini?" Qin Tian sangat penasaran pada siapa saja yang telah berhasil memenjarakan Heian Jin yang dijuluki sebagai salah satu dari sepuluh Bencana yang ada di Domain Dewa.


Sedangkan Heian Jin sangat terkejut karena Qin Tian yang berasal dari Bintang terbengkalai yang kecil ini dapat mengetahui sejarah yang hanya ada di Domain Dewa.


Jika saat ini mereka berada di Domain Dewa, tentu ia tidak akan terkejut, tetapi sekarang mereka berada di Bintang Biru, tempat yang sangat jauh untuk mencapai Domain Dewa, meskipun itu hanya wilayah pinggiran Domain Dewa.


" Melihat dari sikapmu itu, sepertinya kau hanya penerus yang belum menerima semua warisan dari salah satu Bencana terdahulu," ucap Qin Tian yang sangat tepat dalam menyimpulkan sesuatu.


" Bocah kepar*t sialan!" teriaknya murka.


Sedangkan Qin Tian menyeringai tipis karena provokasi yang dilakukannya berjalan lancar.


Jika saat ini dalam keadaan normal, tentu Qin Tian akan langsung kalah saat menghadapi Heian Jin, karena tingkat kultivasi Heian Jin sudah melampaui tahap Dewa, tetapi karena segel yang selama ini mengurung dirinya dan juga ia telah lama berada di dalam penjara abadi sehingga ia mendapatkan penurunan basis kultivasi sampai di tingkat yang tidak ia duga sama sekali.


Dengan usaha yang sedikit keras, Qin Tian pasti bisa mengalahkan Heian Jin.


Qin Tian saat ini masih sedang mencari cara untuk melahap jiwa Heian Jin agar penguasaan Elemen Kegelapan miliknya mencapai ketahap Sempurna.


Dan juga, Qin Tian ingin melenyapkan siklus reinkarnasi pemilik takdir seseorang yang di takdirkan menjadi salah satu dari sepuluh Bencana.


Itu semua sudah ada didalam Pengetahuan Tiga Alam, tetapi cara menggunakannya bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan.


Saat sedang memikirkan hal itu, dengan cepat Heian Jin melesat kearah Qin Tian.


" Teknik Kegelapan! Jalan Hampa!" seru Heian Jin yang langsung menyerang Qin Tian.


Bommm... Dhuaarr...


•••


Selamat Membaca.

__ADS_1


__ADS_2