
Sekte Matahari Hitam.
Saat dalam perjalanan, Guang Zhou sempat merasakan aura yang familiar.
Dia merasa familiar karena sedang mencari pemuda yang mengajari nya sedikit tentang alkemis. Oleh karena itu dia mengingat aura pemuda itu. Namun, dia merasa ragu dengan pemikiran nya.
“Mungkin ini hanya perasaanku saja,” gumamnya pelan.
Saat tiba di sekitar portal, dia menyapukan pandangannya ke segala arah tempat orang-orang berkumpul.
“Dia orangnya,” Guang Zhou berbisik pada Liu Mubai.
“Siapa yang kau maksud Zhou?”
“Orang yang memberikan saran padaku. Dia ada disini,”
“Benarkah? Lalu yang mana orang nya?”
“Dia pemuda berambut hitam pekat, yang memakai pakaian warna hitam dengan corak awan biru disana,” Guang Zhou menunjuk kearah Qin Tian.
“Benarkah itu orangnya. Tidak ada yang spesial darinya.”
“Ku sarankan padamu, jangan menilai sesuatu dari tampak luarnya saja,” Guang Zhou mendengus kearah Liu Mubai.
“Lebih baik kita menghampirinya terlebih dahulu, kau akan percaya setelah berbincang dengannya nanti,” lanjutnya lalu berjalan kearah Qin Tian.
Sedangkan Qin Tian yang mendengar semua percakapannya hanya berpura-pura tidak mengetahui hal itu. Firasat yang mengatakan akan adanya gangguan ternyata berasal dari kedua Pemimpin Sekte ini.
‘Hahh... Sepertinya ini akan merepotkan,’ batin Qin Tian.
“Oh tidak aku sangka jika dua pemimpin sekte besar akan menghampiriku disini. Apa yang kalian butuhkan,” ucapnya tanpa berbalik untuk melihat kedatangan dua orang itu.
“Maafkan ke tidak sopanan tetua sekte ku sebelumnya, Tuan,” ujar Guang Zhou menangkupkan tangannya.
“Jika Tuan berkenan, bisakah Tuan berbicara dengan kami ditempat yang jauh lebih baik,” ajak Liu Mubai.
“Baiklah, tapi aku tidak punya banyak waktu. Jadi cepat katakan apa yang kalian inginkan nanti.”
“Baik, mari ikuti kami, Tuan.”
Lalu setelah itu Guang Zhou memimpin ke tempat dia dan Liu Mubai sebelumnya berbicara. Sementara Liu Mubai membuka portal untuk beberapa orang yang sudah menunggu disana.
30 menit kemudian, Liu Mubai telah menyelesaikan semuanya. Dia segera menuju ke ruangan santai nya.
Guang Zhou terlihat sangat menghormati Qin Tian, itu dapat dilihat dari pergerakan nya disana.
“Tuan,” ucap Liu Mubai yang baru saja sampai disana.
__ADS_1
“Cepat katakan apa yang kalian inginkan.”
Walaupun sudah mengetahui apa yang di inginkan kedua orang ini, Qin Tian tetap berpura-pura tidak mengetahui hal itu.
“Kami ingin meminta beberapa saran mengenai Alkemis, Tuan,” jawab Guang Zhou.
“Apa yang ingin kalian ketahui. Apakah kalian tidak malu untuk meminta saran kepada orang yang bahkan lebih muda dari cucu kalian.”
“Jika ini untuk hal yang bermanfaat bukankah tidak masalah untuk mengesampingkan ego kami,” Liu Mubai berkata dengan tegas.
“Aku suka tekad mu itu pak tua. Jika kalian berdua ingin kemajuan dalam hal alkemis maupun kultivasi, tidak masalah untuk membungkukkan badan kepada orang yang pantas...”
“... Tidak banyak yang dapat aku berikan, karena mungkin kalian berdua lebih berpengalaman daripada diriku sendiri,”
“Sedikit atau banyaknya itu bukanlah masalah, Tuan,” ucap Liu Mubai.
“Yang ingin kami tanyakan adalah mengenai Pil Jiwa Bulan sebelumnya yang dibuat oleh orang ini,” ucapnya menunjuk Guang Zhou. “Apakah Tuan tau, jika di Lima Benua belum ada yang bisa membuat Pil tingkat Bumi, bahkan sikembar alkemis gila pun hanya mampu membuat Pil tingkat Hitam lapisan puncak.”
Qin Tian sedikit terkejut karena nama sikembar ternyata dikenal dengan julukan Alkemis Gila di Benua Barat ini.
“Apakah kalian berdua mengetahui tentang Alkemis Gila ini?” tanya Qin Tian.
“Semua orang di Benua Barat ini tidak ada yang tidak mengenali mereka berdua. Tapi itu adalah hal berbeda untuk Empat Benua yang lain. Selain beberapa Pemimpin Sekte, tidak ada yang mengenali mereka berdua.” ujar Liu Mubai.
“Ya... Itu benar, Tuan,” lanjut Guang Zhou.
“Pemimpin Sekte Bunga Api pun sempat memiliki keinginan untuk merekrut mereka berdua. Tapi, karena status nya sebagai murid dari Ling Huo si Pendekar pengembara, keinginan itu tidak pernah terwujud.”
“Itu karena berita dari menghilangnya salah satu Kekaisaran Benua Barat yang sempat mendominasi disini,” Liu Mubai menjawab dengan santai.
“Baiklah. Aku akan mempraktekkan sesuatu kepada kalian berdua, berhasil atau tidaknya kalian untuk memahami apa yang akan aku buat itu tergantung dengan tekad kalian sendiri,” ujar Qin Tian yang sudah puas dengan beberapa jawaban mereka berdua.
Setelah itu, Qin Tian meminta beberapa bahan yang hampir rusak pada kedua orang itu.
Lalu dia memulai proses demi proses dalam pengolahan pil, sehingga membuat kedua mata pria paruh baya itu berbinar.
Waktu yang dibutuhkan Qin Tian tidak terlalu lama, hanya 15 menit saat memulai proses sampai selesai.
‘Kontrol yg sangat mengagumkan,’ batin mereka berdua saat melihat kontrol api yg digunakan Qin Tian.
“Tuan, bagaimana cara kami agar bisa melakukan cara yang sama seperti yang Tuan lakukan,” tanya Liu Mubai saat menghirup aroma pil yang menyebar di ruangan itu.
“Iya, setahu saya dan para alkemis yang lain, cara yang Tuan lakukan adalah metode yang telah lama menghilang dari Lima Benua ini. Dan, sehebat apapun alkemis itu, mereka tidak pernah bisa melakukan hal yang sama seperti yang Tuan lakukan tadi,” ujar Guang Zhou.
“Itu adalah metode yang hampir mirip dengan metode yang pertama kali digunakan oleh Alkemis di seluruh Alam, dan cara untuk menggunakan metode itu telah menghilang lebih dari 5 juta tahun yang lalu...”
“... Tapi, aku membuatnya sedikit lebih efisien dari metode kuno itu. Bisa dikatakan ini adalah sebuah evolusi dari cara meramu pil.”
__ADS_1
Penjelasan itu membuat mereka melebarkan mulutnya dengan mata yang membulat sempurna.
“Bisa kah kami menjadi murid Anda, Tuan?” tanya mereka serempak.
“Tidak!” jawabnya tegas.
“Aku tidak akan pernah mengangkat seseorang sebagai murid, apalagi untuk orang yang usia nya lebih pantas menjadi kakek ku,” lanjutnya.
Mereka tentu saja kecewa dengan jawaban Qin Tian, tapi mereka tidak akan menyerah begitu saja.
“Aku akan mengirimkan kalian beberapa pengetahuan tentang Alkemis. Tapi ingat, kalian bukan murid ku. Apakah kalian berdua paham?” perkataan Qin Tian memberi mereka berdua harapan.
“Kami mengerti, Tuan!” jawab mereka dengan tegas.
“Setelah ini, segera buka portal. Aku akan menuju ke Benua Tengah,” ucap Qin Tian.
“Baik, Tuan.”
“Tuan, bolehkah kami berdua mengetahui nama Anda?” tanya Guang Zhou.
“Namaku, Qin Tian.”
Seketika mereka membeku mendengar nama Qin Tian, marga Qin membuat pikiran mereka langsung tertuju pada Pemimpin Sekte Bunga Api, Qin Jian.
“Apakah Anda masih keluarga dari Pemimpin Sekte Bunga Api, Qin Jian?” Liu Mubai bertanya dengan sedikit gugup.
“Mungkin,” jawabnya.
“Apakah Anda kenal dengan seseorang yang bernama Qin Zhong?” kini giliran Guang Zhou yang bertanya.
“Ya... Dia Ayahku,” jawabnya santai.
“Tuan Muda,” mereka berdua langsung berlutut dengan sebelah kaki, dan tangan kanan didepan dada dihadapan Qin Tian.
Sebelumnya mereka telah menghormati sosok Qin Tian yang sangat ahli dalam bidang alkemis. Namun, mereka sekarang bertambah hormat karena status Qin Tian yang secara tidak langsung adalah Tuan Muda dari Sekte Bunga Api. Sekte nomor satu di seluruh Benua di Bintang Biru ini.
Sekte yang paling berjasa dalam perang 20 tahun yang lalu dalam melawan Aliran Hitan yang saat itu tengah merencanakan untuk membangkitkan Klan Iblis.
Meski murid disana sangat sedikit, namun kualitas nya melebihi dari seluruh murid sekte yang ada di Lima Benua yang lain.
Hal itu membuat nama Sekte Bunga Api semakin terkenal, dan semakin banyak generasi muda dari seluruh penjuru yang memiliki keinginan untuk menjadi salah seorang murid disana.
Sayangnya, peraturan Sekte itu yang membuat keinginan mereka terkubur. Itu dikarenakan Sekte itu hanya merekrut 50 murid dalam waktu 3 tahun sekali, dan kebetulan beberapa bulan lagi Sekte itu memulai proses perekrutan yang hanya diadakan di area Sekte.
Mereka yang bergabung tentu saja adalah Individu yang terbaik dari yang terbaik, jenius diantara para jenius.
Bahkan seorang Putra Mahkota disebuah Kekaisaran pun tidak akan bisa bergabung jika tidak memiliki kualitas. Qin Zhong yang merupakan anak kandung dari Pemimpin Sekte pun mengikuti ujian agar dapat belajar di sekte itu.
__ADS_1
•••
Selamat Membaca.