
" Akhirnya selesai," ucap Qin Tian dengan senyum puas diwajahnya.
" Apakah ini langsung bisa di konsumsi?" Tang Yue Lin bertanya pada Qin Tian yang sedang berbaring di tanah dengan mata terpejam.
" Bisa, tapi akan lebih bagus jika di diamkan terlebih dahulu sampai tiga hari," jawab Qin Tian.
" Baiklah, aku tunggu saja sampai tiga hari lagi. Istirahatlah Gege, kau terlihat sangat kacau," balas Tang Yue Lin.
" Baik.. ayo kita kembali, Lin'er."
" Umm.."
" Weidu, simpan semua ini di gudang penyimpanan belakang," ucap Qin Tian memerintahkan Lang Weidu.
" Kau ambil saja yang disana untuk di nikmati," lanjutnya sambil menunjuk satu tong minuman yang sudah ia buat.
" Baik, Tuan."
Setelah itu mereka berdua pergi ke Istana Qin Tian yang ada di dunia jiwa nya. Qin Tian hanya membersihkan diri dan langsung tidur tanpa melakukan ritual yang lainnya.
Hal ini membuat Tang Yue Lin langsung cemberut. Akan tetapi, ia juga enggan untuk meminta pada Qin Tian.
...• • • • •...
Di dalam ruang rahasia Penjara Abadi.
" Pantas saja pemilik pusaka ini lenyap, dia terlalu serakah, arogan dan ambisius. Sifat ini sangat bertolak belakang dengan Pusaka Legendaris – Ice Orb yang sangat tenang namun mematikan," gumam Yun Ling saat semua ingatan itu telah berakhir.
" Sudah berapa lama aku disini? Entahlah, mungkin tidak lama, karena aku juga merasa tidak sampai satu jam saat ingatan itu muncul," sambungnya yang sudah mengetahui jika yang muncul bukanlah sebuah ilusi, melainkan ingatan.
Ice Orb tidak bisa ditundukkan, Pusaka itu memilih sendiri Tuan yang ingin dia ikuti. Karena Pusaka itu bisa memilah mana yang berniat untuk mencari kekuatan dan mana yang memiliki niat untuk menjaga perdamaian. Itulah kelebihan dari Ice Orb.
Saat ini, Yun Ling sedang menatap Ice Orb dengan tatapan ragu. Ia merasa ragu apakah ia sanggup untuk membawa Pusaka itu ke jalan kebenaran atau ia akan bernasib sama seperti pemilik sebelumnya.
Dari ingatan itu Yun Ling mengetahui jika siapapun yang memiliki salah satu dari Lima Pusaka Legendaris, maka takdir yang di emban okeh orang itu pasti sangat hebat.
Yun Ling yang masih diselimuti keraguan dan pikirannya menerawang jauh, sampai-sampai tidak menyadari jika saat ini ia sedang ditatap oleh seorang gadis kecil yang sangat cantik.
" Kenapa kau ragu?" ucap gadis kecil itu yang seketika membuyarkan lamunan Yun Ling.
" Ehh.. siapa kau gadis cantik? Kenapa kau bisa masuk kedalam sini?" tanya Yun Ling yang seketika tidak bisa membaca situasi nya.
__ADS_1
" Aku adalah perwujudan dari Ice Orb. Apakah kau tidak akan menjawab pertanyaanku tadi, mengapa kau masih ragu?" ucap gadis itu lagi.
Yun Ling terdiam sejenak, berusaha mencerna situasi saat ini. Lalu beberapa saat kemudian ia akhirnya membuka suara.
" Aku tidak tahu, apakah aku sanggup untuk membawa Pusaka ini menuju ke jalan yang baik, atau malah bernasib sama seperti pemilik pertama yang kau tampilkan sebelumnya," ucap Yun Ling dengan jujur.
" Kau sangat berbeda dengan orang itu, dan aku yakin kau tidak akan bernasib sama sepertinya, lagi pula aku dapat mengetahui jika kau juga di lindungi oleh pemilik takdir yang sangat luar biasa."
" Gunakanlah diriku untuk meningkatkan kekuatanmu," ucapnya yang kemudian gadis kecil itu menembakkan seberkas sinar dari jari-jari tangannya ke arah kepala Yun Ling.
" Hanya ini yang bisa kulakukan, untuk beberapa waktu aku tidak akan bisa menjadi wujud seperti ini, tetapi tenang saja, kau masih bisa menggunakan diriku dengan normal."
" Tu–tunggu, mengapa kau harus menghilang?" tanya Yun Ling yang penasaran mengapa perwujudan Ice Orb mengatakan dirinya tidak bisa muncul dengan wujud seperti itu untuk beberapa waktu.
" Ini terlalu menguras energi yang telah ku serap jutaan tahun, dan juga ingatlah satu hal ini, apapun yang terjadi, jangan pernah menunjukkan jati diri kekuatanmu sebelum kau mampu menguasai seutuhnya diriku," ujarnya.
" Mengapa?"
" Karena kau akan di buru oleh beberapa Ras yang masih menganggap jika setiap pemilik diriku akan melakukan perbuatan keji lagi."
" Baiklah, aku akan mengingat hal itu, dan aku akan segera menguasai sepenuhnya Ice Orb ini," ucap Yun Ling dengan semangat membara.
Dan secara perlahan, wujudnya berubah menjadi partikel-partikel cahaya kecil dan masuk ke dalam Ice Orb.
Yun Ling menghela nafasnya, dan bergerak ke arah luar gua. Ia tidak berusaha mencerna apa yang diberikan oleh Pusaka Ice Orb itu disana, karena masib ada yang menantinya di pintu luar gua.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk dirinya keluar dari sana, dan saat ia keluar semua yang menunggu nya segera mendekati dirinya.
" Mengapa lama sekali, Ling'er?" tanya Ming Yifei yang langsung memeluk dirinya saat ia baru saja keluar dari array formasi yang menyelimuti mulut gua.
" Aku tidak apa-apa, Ibu. Lagi pula aku didalam sana juga hanya beberapa jam," ucap Yun Ling.
" Ini sudah hari ke dua sejak kau masuk ke dalam sana, Ling'er," sahut Qin Zhong yang membuat Yun Ling sedikit terkejut.
Pasalnya ia merasa didalam sana hanya beberapa jam saja, tetapi ia tidak menyangka jika saat melihat ingatan itu akan membutuhkan lebih dari satu hari, dan ia sama sekali tidak menyadari hal itu.
" Ah, aku tidak tahu jika sudah berlalu dua hari, Gege," ucap Yun Ling tersenyum canggung.
" Kalau begitu, mari kita kembali ke Sekte saja," ucap Qin Zhong memberi masukan.
" Apakah kita tidak menunggu Tian'er dan Lin'er?" tanya Ming Yifei.
__ADS_1
" Tidak perlu, Ibu. Aku sangat yakin dia pasti bisa menjaga dirinya sendiri, dan aku juga sangat yakin di seluruh Bintang Biru ini tidak akan ada satu hal apapun yang bisa membuat dirinya celaka," ungkap Qin Zhong yang sangat mengetahui kekuatan anaknya.
" Baiklah, mari kita kembali," ucap Ming Yifei yang di angguki semuanya.
...• • • • •...
Di dunia jiwa.
Qin Tian dan Tang Yue Lin masih menikmati kebersamaan mereka berdua. Walaupun sebenarnya, itu adalah permintaan Tang Yue Lin.
Mereka saat ini sedang berada di halaman belakang Istana Dunia Jiwa, karena disana terdapat sebuah pondok kecil dengan sebuah danau yang cukup luas, jadi tempat itu lebih cocok jika dipakai untuk bersantai.
" Lin'er, apakah kau ingin kembali ke Benua Tengah? Aku rasa Ibu dan yang lainnya sudah berada disana saat ini," ucap Qin Tian.
" Bisakah kita beberapa hari lagi disini," pinta Tang Yue Lin.
" Tentu saja, tetapi bukankah kita sudah terlalu lama disini. Sudah hampir dua minggu kita hanya berdiam diri di dunia jiwa," ujar Qin Tian.
" Bukankah sudah tidak ada ancaman lagi di Bintang Biru, jadi sedikit bersantai tidak masalah kan, Gege?"
" Memang tidak masalah. Akan tetapi kita juga masih punya tugas yang lainnya," ucap Qin Tian sambil menghela nafas.
" Tugas? Apa itu?" Tang Yue Lin bertanya.
Bibir Qin Tian berkedut saat mendengar pertanyaan Tang Yue Lin.
" Hahh.. tiga orang lagi belum berkumpul bersama kita. Lalu, ada masalah serius dengan orang-orang keluarga Qin di Benua Surga yang dulu sempat menargetkan Kakek beserta kedua saudaranya yang lain. Aku ingin menyelesaikan itu semua," ungkap Qin Tian.
" Baiklah, aku mengerti, Gege," jawabnya dengan senyum polos.
' Entah mengapa aku merasa Lin'er sedikit berbeda belakangan ini,' Qin Tian membatin heran.
" Kalau begitu, kita akan berangkat setelah makan siang nanti," ucap Qin Tian.
" Umm.."
Lalu mereka melanjutkan kegiatan makan siang diaana hanya berdua saja. Setelah selesai makan, Qin Tian dan Tang Yue Lin keluar dari dunia jiwa untuk kembali menuju ke Benua Tengah.
•••
Selamat Membaca.
__ADS_1