
Sehari kemudian, pagi harinya, Qin Tian pun pergi dari tempat tinggal Fu Yaosha menuju ke tempat yang disarankan nya.
Qin Tian tidak terbang karena ada semacam hukum yang melarang seseorang untuk terbang di udara. Jadi dia hanya bisa berjalan kaki dan berlari ke arah Kota terdekat untuk membeli hewan tunggangan.
Jalur yang dilalui Qin Tian searah dengan Kota, jadi hal ini tidak memakan waktu lebih lama. Juga ia telah diberitahu oleh Fu Yaosha, tentang mata uang yang digunakan disini adalah batu roh.
Persediaan batu roh Qin Tian saat ini masih sangat banyak, dan kemungkinan ia juga akan mencari beberapa herbal langka dari Daratan Naga di Kota nanti.
Setelah jarak Qin Tian dari tempat Fu Yaosha sudah cukup jauh, Qin Tian mencari tempat yang sedikit tersembunyi untuk berpindah ke dunia jiwa.
Saat masuk ke dunia jiwa, ia langsung disambut oleh Tang Yue Lin.
" Maaf membuatmu khawatir, Lin'er," ucap Qin Tian.
Walaupun Tang Yue Lin berusaha untuk biasa saja didepan Qin Tian, tetapi Qin Tian tahu, jika selama hampir dua minggu ini ia tidak memberi kabar sedikitpun untuk orang-orang yang menunggunya di dunia jiwa.
Tang Yue Lin hanya mengangguk dan tersenyum. " Apakah kita sudah sampai di Benua Surga?"
" Belum, aku dipindah secara paksa ke tempat asing yang bernama Planet Lingkar," ungkap Qin Tian.
" Bagaimana bisa terjadi seperti itu, Gege?" tanya Tang Yue Lin lagi.
" Akan ku jelaskan nanti, sebaiknya kita temui yang lain dulu agar kekhawatiran mereka hilang," ujar Qin Tian.
" Baiklah," ucap Tang Yue Lin lalu mengikuti langkah Qin Tian untuk menemui yang lainnya.
Setelah sampai, Qin Tian mengumpulkan semuanya untuk menceritakan keanehan yang terjadi saat dirinya masuk ke portal dimensi yang menghubungkan antar dunia.
Setelah semuanya berkumpul, Qin Zhong langsung mengetahui apa maksud dari Qin Tian mengumpulkan mereka semua.
" Jadi, sepertinya kau gagal Tian'er," ucap Qin Zhong.
" Begitulah, Ayah."
" Jadi, sekarang dimana kita berada?"
" Di sebuah tempat yang bernama Daratan Naga, di Planet Lingkar Ayah," jawab Qin Tian.
Qin Zhong mengerutkan keningnya, ia tentu tahu tentang Planet Lingkar ini, karena dirinya dulu jug pernah singgah di Planet ini meskipun tidak sampai di Daratan Naga.
Ia dulu sempat tinggal beberapa tahun di Planet Lingkar ini, tepatnya di Daratan Phoenix, tempat yang bisa disandingkan dengan Daratan Naga dalam segi luas dan juga kekuatan Individu serta Sekte dan Kekaisarannya.
__ADS_1
Banyak yang ingin ditanyakan Qin Tian saat melihat keterkejutan di wajah Qin Zhong. Namun, hal itu ia urungkan karena waktunya yang kurang tepat.
" Lalu apa hanya ini saja yang akan kau katakan Tian'er," ucap Qin Jian menimpali.
" Tidak, Kakek. Aku ingin kalian semua mengetahui hal ini, dan terutama Ayah. Aku ingin Ayah mencari celah agar bisa mendapatkan sebanyak mungkin harta di suatu tempat yang akan ku singgahi nanti," ucap Qin Tian.
Ia lalu menceritakan tentang danau yang disebutkan oleh Fu Yaosha begitu pula dengan semua larangannya.
" Saat kau tiba disana nanti, bisakah sebelum memasuki danau itu, keluarkan Ayah dari dunia jiwa, Tian'er?" tanya Qin Zhong.
Mendengar pertanyaan itu Qin Tian berpikir Ayahnya mengetahui rahasia tentang danau, dan ia mulai menyudahi perbincangan mereka untuk berbincang berdua saja dengan Qin Zhong.
" Ayah.."
" Baik," jawab Qin Zhong yang mengerti maksud Anaknya.
Setelah itu mereka berdua keluar dari dunia jiwa, saat merasakan perasaan yang familiar, Qin Zhong segera bergumam.
" Semoga saja kau masih disini, agar kami bisa cepat kembali ke Benua Surga," gumam Qin Zhong.
" Ada apa Ayah?" tanya Qin Tian bingung.
" Tidak ada apa-apa, Ayah hanya merasa bernostalgia saat merasakan udara dan aura energi di sini" jawabnya santai.
" Ya, hanya sekali dan juga kejadian nya mungkin sama sepertimu yang dilemparkan secara paksa oleh badai yang ada di portal dimensi," ujar Qin Zhong.
Ia mengingat dengan jelas saat dulu ia akan pergi menuju ke Domain Dewa, bukannya sampai disana, justru ia terlempar ke Planet Lingkar.
" Itu sangat benar Ayah, aku dilemparkan kesini karena ulah Ras Malaikat Jatuh yang menyerang ku di dalam lorong portal," ungkap Qin Tian dengan nafsu membunuh yang sedikit merembes keluar dari tubuhnya saat mengingat Ras Malaikat Jatuh yang mempecundangi dirinya.
Penghinaan ini akan ia balas ratusan kali lipat di masa depan.
" Tian'er," ucap Qin Zhong.
" Maaf Ayah, aku sedikit kesal saat mengingat itu," ujar Qin Tian.
" Sekarang kau masih hidup, jadi masih ada kesempatan untuk membalas perbuatan Ras Malaikat Jatuh itu. Daripada kau hanya marah dan melampiaskan pada makhluk hidup tak bersalah disekitar, lebih baik kau berlatih agar bisa secepatnya menjadi kuat," balas Qin Zhong.
" Baik Ayah," jawabnya.
" Lalu, apakah Ayah akan mengikutiku ke Kota?" tanya Qin Tian.
__ADS_1
" Ide yang bagus, siapa tahu disana akan ada sesuatu yang menarik. Lagi pula Ayah sudah bosan terus berdiam diri di dunia jiwa dan selalu menjadi pelampiasan kekesalan Ibumu," ucap Qin Zhong yang mengingat ia selalu dijadikan bahan pelampiasan saat Istrinya tengah kesal dan sedih karena belum mendapat kabar Qin Tian.
Qin Tian hanya terkekeh ketika melihat ekspresi Qin Zhong. " Bukankah sangat tidak cocok jika Ayah bertingkah seperti anak kecil," ucapnya pelan.
" Lagi pula apakah Ayah mau jika sikap Ibu menjadi berbeda saat sedang bersama dengan Ayah," lanjutnya lagi.
" Ya kau benar Tian'er. Kalau begitu kita lanjutkan perjalanan," ucap Qin Zhong.
" Baik Ayah," jawabnya.
Lalu mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju ke Kota Bulan yang telah diberitahu oleh Fu Yaosha sebelumnya.
Beberapa jam kemudian setelah mereka keluar dari hutan, ketika hari sudah hampir malam, mereka berdua pun melihat tembok yang sangat besar dan terlihat kokoh.
Mereka berdua mengikuti antrian yang tidak terlalu panjang untuk memasuki Kota Bulan. Meskipun tidak memiliki identitas di Planet ini, mereka berdua tetap tenang seperti tidak memiliki masalah apapun.
Saat ini giliran mereka yang diperiksa oleh beberapa penjaga.
" Tunjukkan identitas kalian!" ucap penjaga itu.
Qin Zhong meraih plakat keluarga Qin yang diberikan oleh Qin Jian saat mereka masih di Sekte Bunga Api.
Para penjaga terlihat kebingungan saat melihat plakat yang ditunjukkan oleh Qin Zhong. Tetapi, mereka tidak bertanya tentang plakat itu.
" Apa tujuan kalian memasuki Kota ini?" tanya salah satu penjaga itu.
" Kami hanya ingin beristirahat," ucapnya.
" Baiklah, masing-masing seratus batu roh menengah," ucap penjaga itu.
Lalu Qin Tian mengeluarkan dua ratus batu roh menengah yang dimasukkan ke dalam sebuah kantung.
Setelah itu mereka pun di perbolehkan untuk memasuki Kota, namun tetap diperingatkan agar tidak membuat kekacauan.
•••
Note : Untuk alat pembayaran disini menggunakan Batu Roh, tingkatan Batu Roh sendiri ada empat, Batu Roh Mistik, Tinggi, Menengah dan Rendah.
1 Batu Roh Mistik \= 100 Batu Roh Tinggi
1 Batu Roh Tinggi \= 100 Batu Roh Menengah
__ADS_1
1 Batu Roh Menengah \= 100 Batu Roh Rendah
Terima Kasih.