
Kedua orang yang tersisa itu selalu waspada menatap Qin Tian yang belum bergerak setelah membunuh salah satu dari mereka.
" I–iblis.." gumam Mao Lang tanpa sadar.
Hatinya bergetar melihat Qin Tian memenggal pengawalnya tanpa mengedipkan mata sedikitpun. Ada perasaan ingin memohon ampunan. Namun, egonya sebagai Klan terpandang di Kekaisaran Naga menolak itu.
Disisi lain, Qin Zhong masih terus mengayunkan tombak seperti sedang menari. Setiap ayunan tombaknya selalu konsisten dengan satu nyawa yang melayang.
Pasukan yang sedari awal ingin menyergap mereka kini mulai ketakutan melihat kedua orang yang mereka yakini sebagai perwujudan dari Dewa Kematian yang sesungguhnya.
" Lari!.." seru salah satu orang yang tidak masuk jangkauan serang Qin Zhong.
Qin Zhong yang mendengar hal itu tidak membiarkan mereka kabur dari medan pertempuran. Dengan gerakan yang sangat efisien, ia melesat bagaikan anak panah yang menuju sasarannya.
" Jangan harap untuk melarikan diri setelah berniat mencelakai anakku," gumam Qin Zhong lirih.
Walaupun jaraknya cukup jauh, Qin Tian masih bisa mendengar gumaman Qin Zhong. Ia pun tersenyum tipis. Tetapi, senyuman itu terlihat seperti iblis bagi Mao Lang dan salah satu pengawalnya yang tersisa.
" Klan Mao, tunggu saja aku akan menghapusnya dari peta Daratan Naga ini," ucap Qin Tian membalikkan badan dan melihat Mao Lang.
Tanpa menunggu reaksi dari Mao Lang, Qin Tian langsung muncul dihadapan pengawal Mao Lang.
Sraassh..
Kepala pengawal Mao Lang yang berada di tingkat Half God melayang meninggalkan tubuhnya. Matanya melotot mengisyaratkan tidak rela terbunuh dengan keadaan memalukan seperti itu.
Sementara itu, Mao Lang terjatuh melihat pengawalnya mati tanpa perlawanan. Belati yang dilumuri darah digerakkan hingga darah yang menempel tidak bersia di bilah belati yang tajam.
Qin Tian berjalan kearah Mao Lang sambil tersenyum.
" Aku sebelumnya tidak berniat untuk menjadi seperti ini, tetapi kau sendiri yang menginginkannya. Jadi ratapi nasibmu di Neraka," ucap Qin Tian.
Meskipun berkata seakan-akan ingin mengakhiri hidup Mao Lang, tapi Qin Tian tidak berniat membunuhnya dengan cara cepat.
Qin Tian berhenti tepat dihadapan Mao Lang yang sangat ketakutan melihat dirinya.
__ADS_1
" Ampuni hamba Tuan. Hamba memiliki mata tapi tidak bisa melihat tingginya gunung," ucap Mao Lang bersujud sambil memegang kaki Qin Tian.
Qin Tian tersenyum tipis mendengar Mao Lang memohon untuk hidupnya. Tapi, ia tidak berencana untuk memaafkan Mao Lang.
" Berdirilah," balas Qin Tian.
Mao Lang yang mendengar ucapan Qin Tian segera berdiri. Namun, ia dikejutkan dengan tindakan Qin Tian selanjutnya.
Sraassh.. Sraassh..
Kedua lengan Mao Lang terlepas dengan sangat sempurna dari tubuhnya.
" Aaarrrgghh!.." Mao Lang berteriak kesakitan. Ia berguling-guling ditanah seperti cacing yang terbakar.
Gerakan tangan Qin Tian selanjutnya sangat cepat hingga seseorang dibawah tingkat Dewa tidak akan ada yang bisa melihatnya.
Kedua kaki Mao Lang menyusul nasib kedua tangannya. Kini Mao Lang layaknya sebuah benda yang hanya bisa mengeluarkan suara teriakan menyedihkan, tanpa bisa menghentikan pendarahan di bekas tangan dan kaki yang menempel ditubuhnya.
Qin Tian dengan kontrol Elemen Es segera membekukan bekas luka di tubuh Mao Lang.
Mao Lang masih saja berteriak kesakitan karena telah kehilangan kedua tangan dan kaki nya, dan sekarang tubuhnya di ikat Qin Tian di pohon yang cukup besar disana.
Masih belum puas, Qin Tian memotong lidahnya secara langsung. Ia terlihat sangat sempurna sebagai psikopat gila.
" Dari mana sifat kejamnya itu?" Qin Zhong membatin. Ia telah selesai membantai para musuh yang berniat menyergap mereka berdua.
Meskipun sedikit lama, tetapi ia membutuhkan waktu kurang dari 2 jam untuk membantai lebih dari 50 ribu orang dengan tingkat kultivasi setara dan beberapa diatasnya. Tubuhnya berlumuran darah, tetapi tidak sedikitpun dirinya terluka oleh perlawanan musuh.
Qin Zhong mendekat kearah Qin Tian. " Bukankah ini sangat kejam Tian'er," ucap Qin Zhong. Walaupun terlihat kejam, tetapi ia tidak berniat untuk menghentikan tindakan anaknya.
" Jika Ayah mengetahui apa saja yang orang ini lakukan di masa lalu, pasti Ayah juga akan melakukan seperti yang kulakukan sekarang, dan mungkin saja bisa lebih parah dari ini," sahut Qin Tian.
" Ayah tidak tahu apa saja kejahatan yang orang ini lakukan di masa lalu," karena tidak bisa melihat masa lalu seseorang, Qin Zhong tidak bertanya lebih banyak.
Sebelumnya, tepat saat Mao Lang memohon ampunan Qin Tian, ia memakai kekuatan jiwa nya untuk melihat ingatan Mao Lang.
__ADS_1
Hal yang mengerikan dilihat Qin Tian. Pembunuhan, pemerkosaan, pembantaian, itu semua menjadi pemicu amarah Qin Tian bangkit dan membuat ia menjadi hampir kehilangan kendali.
Mao Lang melakukan itu hanya untuk kesenangan dirinya sendiri, dan jika ia terdesak ia memakai nama keluarga nya untuk menyelesaikan masalah.
Karena keluarga Mao merupakan keluarga terpandang di Kekaisaran Naga. Itu membuat Mao Lang semakin merajalela. Terlebih, dia merupakan anak kesayangan dari Patriark Mao saat ini.
Karena hal itulah Qin Tian menyiksa Mao Lang dengan sangat kejam.
" Aku pernah berada di posisi orang yang dia siksa, jadi aku harap Ayah mengerti dengan semua ini," ucap Qin Tian lirih.
Qin Zhong memegang bahu anaknya. " Jika memang seperti itu, maka lakukan yang menurutmu pantas untuknya," ucap Qin Zhong mencoba menenangkan emosi Qin Tian yang merembes keluar.
" Tidak Ayah, seperti ini sudah cukup," ucapnya sedikit tersenyum.
Qin Tian saat ini merasa senang, karena di kehidupan kedua, ia bisa merasakan kasih sayang sosok Ayah yang selama di Bumi sangat ia inginkan.
" Lalu, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" tanya Qin Zhong.
" Mungkin sedikit bermain dengan Klan Mao di pusat Kekaisaran Naga. Kebetulan kita memiliki seseorang yang sangat dibenci oleh Klan Mao," jawab Qin Tian merujuk pada Long Jin.
" Baiklah, Ayah akan selalu berdiri disampingmu apapun yang akan kau lakukan," ucap Qin Zhong.
Qin Tian hanya mengangguk mendengar ucapan Ayahnya.
Mereka berdua kemudian menuju kearah sumber air terdekat untuk membersihkan diri. Kemudian mereka kembali menuju Kota Feng untuk menemui Long Jin.
" Apa kau punya tempat persembunyian yang tidak banyak diketahui oleh orang lain?" Qin Tian bertanya pada Long Jin saat mereka baru saja sampai didepan Paviliun Harta.
" Aku tahu satu tempat yang mungkin aman dari jangkauan orang lain," jawab Long Jin.
" Kalau begitu pimpin jalan ke tempat itu, dan juga perintahkan pada semua pengawalmu untuk tidak mengikuti kita," ucap Qin Tian.
" Baik."
•••
__ADS_1
Terima Kasih.