Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
85. Pengikut Setia


__ADS_3

Jarak tempat yang dituju mereka bertiga cukup jauh, bahkan hampir sampai di perbatasan Kekaisaran Naga dengan Hutan Mistik.


Mereka menempuh perjalanan tanpa hambatan dengan kereta kuda milik Long Jin. Memang sedikit mencolok, namun itu juga sengaja dilakukan Qin Tian agar dapat memperlihatkan pada Long Jin, siapa saja yang berpura-pura mendukungnya selama ini.


Hasilnya cukup membuat Long Jin hampir gila. Karena hampir semua yang mengikutinya menjadi mata-mata orang lain dan berencana mencelakainya ditengah jalan. Hanya beberapa pengawal yang masih setia dan kini berada didekatnya, mengikuti mereka bertiga ke tempat aman yang cukup sering dikunjungi Long Jin.


" Berapa lama lagi kita sampai disana?" tanya Qin Tian yang sudah beberapa hari terakhir terlihat bosan karena tidak ada lagi pengkhianat yang ingin merencanakan pembunuhan terhadap Long Jin.


" Jika kecepatan stabil seperti sekarang, mungkin sebelum matahari terbenam kita sudah sampai disana," jawab Long Jin.


Qin Zhong masih fokus berkultivasi didalam kereta kuda. Meskipun sebelumnya ada beberapa masalah yang menghampiri, Qin Tian sama sekali tidak berniat membangunkan Ayahnya yang fokus dalam kultivasi.


" Baiklah. Bangunkan aku jika masih ada masalah yang mengganggu," ucap Qin Tian.


Sore hari pun tiba. Bersamaan dengan kedatangan mereka ke tempat aman yang dikatakan oleh Long Jin. Terlihat sebuah desa yang sepertinya sudah sangat lama di tinggalkan oleh penghuni nya.


Qin Tian membuka mata tepat saat kereta kuda menghentikan pergerakannya. " Apakah sudah sampai?" tanya Qin Tian.


" Ya, tapi sepertinya ada sedikit masalah disini," ucap Long Jin.


Qin Tian yang mendengar itu mulai menyebarkan energi spiritualnya untuk memeriksa keanehan yang Long Jin ucapkan. Namun, ia tidak melihat satupun keanehan, kecuali tidak adanya satupun penduduk didalam desa.


" Apakah menghilangnya penduduk disini yang kau maksud dengan masalah?" tanya Qin Tian.


" Benar, aku sebenarnya curiga dengan pengikut yang telah mengkhianati ku sebelumnya," jawab Long Jin.


" Sudahlah, yang penting kita punya tempat yang aman untuk saat ini," ujar Qin Tian. Kemudian ia berniat membangunkan Ayahnya.


Mereka bertiga masuk kedalam desa dengan diikuti beberapa pengawal yang sebelumnya menjadi kusir kuda.


Long Jin menyarankan untuk menuju ke rumah pemimpin desa sebelumnya, karena hanya disana yang memiliki ruangan yang lumayan luas.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Qin Tian mencoba untuk mencari tahu mengapa desa ini tidak ada yang menghuni. Padahal, barang-barang didalam rumah masih utuh dan hanya berdebu saja. Merasa belum cukup petunjuk yang ia temukan, akhirnya ia tidak meneruskan pencariannya lagi saat telah tiba di kediaman pemimpin desa.


" Apakah ada yang pernah mencoba untuk menyembuhkan mu sebelumnya?" tanya Qin Tian saat mereka sudah berada di kediaman pemimpin desa.


" Ada beberapa ahli pengobatan yang pernah mencoba untuk menyembuhkan penyakit yang ku derita. Tetapi, jawaban semuanya sama yaitu tidak tahu," ujarnya dengan lemas mengingat beberapa Tabib terkemuka di Daratan Naga yang menyerah tentang penyakit yang ia derita.


" Sebenarnya itu bukanlah sebuah penyakit," ucap Qin Tian membuat Long Jin penasaran.


" Lalu, jika bukan penyakit, apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuhku?" tanya Long Jin penasaran.


Qin Tian hanya tersenyum mendengar pertanyaan yang dilontarkan Long Jin. Kemudian, ia menjelaskan jika yang terjadi sebenarnya adalah penyimpangan Dantian dan mengarah pada terlambatnya proses evolusi Dantian milik Long Jin.


Memang, jika tidak diubah atau diperbaiki, kultivasi Long Jin akan tetap berada di tingkat Saint dan tidak akan pernah naik lagi sampai tiba waktu kematiannya.


Kejadian ini banyak terjadi diluar sana dan dicatatkan didalam Pengetahuan Tiga Alam. Qin Tian juga mengetahui metode pembukaan Dantian yang mengalami penyimpangan saat akan ber evolusi.


Ia menawarkan sebuah persyaratan pada Long Jin, dan langsung disetujui Long Jin tanpa berpikir dua kali. Karena, jika ia kehilangan kesempatan ini maka, sampai ia mati pun tidak akan ada yang bisa menyelamatkan nyawanya.


" Baiklah, apapun itu asalkan aku bisa selamat," ucap Long Jin.


Lalu Qin Tian menyuruh Long Jin untuk duduk dalam posisi lotus dan mencoba meditasi seperti biasa. Qin Tian pun melakukan hal yang sama tepat dibelakang punggung Long Jin.


" Ayah, pastikan tidak ada gangguan yang mendekati tempat ini," ucap Qin Tian memperingati Qin Zhong.


" Tenang saja, selama ada Ayahmu disini, akan kupastikan tidak akan ada yang bisa mengganggu dirimu," ujar Qin Zhong sambil tersenyum. Kemudian, ia keluar dari ruangan itu dan menjaga didepan pintu masuk ruangan.


Qin Tian saat ini sangat fokus mengendalikan Qi Kekacauan Primordial miliknya untuk mengikis penyimpangan Dantian milik Long Jin. Jika dalam kondisi sebelumnya, ia tidak yakin bisa menyelamatkan Long Jin yang memiliki penyimpangan Dantian. Namun, saat ini ia memiliki solusi itu.


Meskipun terkenal kejam terhadap para musuhnya, Qin Tian masih memiliki hati nurani untuk membantu siapapun yang membutuhkan bantuannya. Terlebih lagi, saat ini ia memiliki peluang untuk mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dari Daratan Naga, walaupun ia tidak mengetahui hal itu.


" Cih, ini merepotkan," gumam Qin Tian saat ditengah-tengah proses pengikisan penyimpangan Dantian.

__ADS_1


Sementara itu di alam bawah sadar Long Jin. Ia berteriak kesakitan saat Dantian miliknya dirusak secara paksa oleh kekuatan eksternal.


Jika ia keluar dari mode meditasi, maka dapat dipastikan ia akan tewas seketika saat itu juga. Hal itu juga sudah diberitahu oleh Qin Tian. Maka dari itu, ia lebih memilih untuk berkonsentrasi menahan siksaan daripada tewas karena kehilangan konsentrasi dan keluar dari mode meditasi nya.


" Tahanlah, sebentar lagi ini akan selesai," gumam Qin Tian.


Ia mencoba untuk mempercepat laju pengikisan dengan memaksimalkan potensi Qi Kekacauan Primordial miliknya. Meskipun jenis Qi miliknya itu dapat mengakibatkan korosi, tetapi disaat yang bersamaan hal itu juga menjadi pelindung utama. Sebagai catatan, orang yang mengendalikan Qi Kekacauan Primordial mengizinkan Qi tersebut untuk menjadi energi perlindungan utama.


Hampir tiga jam berlalu, namun proses itu masih belum mencapai titik terang. Hanya geraman kecil yang keluar dari mulut Long Jin.


Pakaian yang di kenakan Qin Tian juga saat ini telah basah sepenuhnya oleh keringat yang keluar dari tubuhnya sendiri.


Disaat Long Jin merasa sudah mencapai batas yang bisa ia capai, terdengar sebuah ledakan beruntun yang menandakan proses pengikisan Dantian yang menyimpang telah selesai.


Qin Tian dapat bernafas dengan lega saat hal itu terjadi. Ia tersenyum dengan pencapaian yang ia dapatkan saat ini. Bukan karena berhasil menyembuhkan penyimpangan Dantian milik Long Jin. Akan tetapi, penguasaannya terhadap Qi Kekacauan Primordial hampir mencapai tahap sempurna.


Qin Tian mencoba sesuatu yang ada di kepalanya, itu adalah sebuah teknik yang dapat memakan segala jenis Qi dan diubah menjadi Qi Kekacauan Primordial untuk mengisi celah terobosan yang ia miliki.


Senyuman tipis terlihat di wajah Qin Tian saat apa yang ia pikirkan ternyata berhasil dengan sempurna.


" Dengan begini, maka aku bisa menerobos tanpa memikirkan kerusakan yang akan terjadi saat memakai Teknik Budidaya Kosmik Bintang," gumam Qin Tian dengan wajah yang sangat gembira.


Lalu kepalanya melihat Long Jin yang baru saja berdiri dan membalikkan badan untuk melihat dirinya.


" Oh, kelihatannya kau sudah mulai terbiasa dengan kondisi mu yang baru," ucap Qin Tian tersenyum tipis.


" Terima kasih Tuan atas bantuannya," ucap Long Jin membungkuk hormat kepada Qin Tian. Sikapnya sekarang sangat menghormati Qin Tian, dan didalam hatinya ia bersumpah untuk melakukan apapun yang Qin Tian katakan meskipun nyawa sebagai taruhannya.


•••


...Selamat Hari Raya Idul Fitri....

__ADS_1


...Mohon Maaf Lahir dan Batin 🙏🙏...


__ADS_2