
Banyak yang menginginkan kekuatan, kehormatan dan kekayaan, hingga mengabaikan keluarga. Bahkan sampai mengorbankan keluarga itu sendiri. Semua itu dilakukan oleh orang-orang berhati iblis.~
Setelah diskusi yang lumayan panjang itu, mereka semua sudah mendapatkan tugas masing-masing.
Untuk yang masih dibawah ranah Half Saint mereka di fokuskan menaikkan tingkat kultivasi mereka secepat mungkin, tentu dengan tingkat kemurnian Pil yang dibuat Qin Tian, kenaikkan tingkat kultivasi secara beruntun tidak akan menimbulkan efek samping bahkan pondasi kultivasi mereka secara otomatis akan berada di puncaknya. Jadi mereka tidak perlu takut untuk menerobos secara beruntun.
Itulah penjelasan yang dikatakan Qin Tian.
Juga, selain pil, Qin Tian menambahkan didalam cincin penyimpanan itu beberapa manual kultivasi, Teknik berpedang dan berbagai teknik serta senjata dan beberapa artefak lainnya yang setara dengan tingkat Langit rendah sampai Surgawi puncak.
Jika dihitung secara kasar, jumlah yang diberikan Qin Tian ini bisa membeli seluruh wilayah yang ada di Lima Benua. Memang sedikit berlebihan, namun semua itu merupakan kenyataan.
Qin Tian tidak sembarang dalam memberikan itu semua, tentu mereka juga harus memberikan kontribusi yang memuaskan untuknya. Lebih tepatnya disebut sebagai Simbiosis Mutualisme.
" Untuk saat ini, apa yang ingin kau lakukan Lin'er?" Qin Tian bertanya dengan nada lembut pada Tang Yue Lin yang sekarang telah menjadi Istrinya.
" Ibu mengajakku pergi sebentar lagi, dan juga Ibu mengatakan ingin bicara dengan Gege saat diskusi disini telah selesai," jawab Tang Yue Lin.
Yun Ling sudah lebih dulu pergi dari ruang pertemuan Sekte, saat mereka membahas tentang perencanaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di masing-masing pihak.
" Baiklah," lalu Qin Tian menggandeng tangan Tang Yue Lin menuju kearah kamar Ibunya.
Sepanjang perjalanan, banyak murid lama dan murid baru yang memperhatikan Qin Tian, teruntuk murid lama yang sudah mengetahui kehebatan yang dimilikinya, mereka sangat iri dengan itu semua.
Namun untuk murid baru, mereka tidak percaya jika semua yang dikatakan senior nya itu adalah kebenaran.
Padahal saat di Arena Colosseum, mereka semua telah melihat aksi Qin Tian yang menumbangkan enam calon murid hanya dengan sekali hentakan aura yang keluar dari lambaian tangannya.
Tetapi hal itu seakan mereka lupakan, dan beberapa lainnya seolah menganggap Qin Tian saat itu menggunakan sebuah artefak yang tidak diketahui jenisnya.
Qin Tian berjalan di koridor menuju ke arah kediaman Qin Zhong untuk menemui Yun Ling. Dia juga telah menyamarkan tingkat kultivasi nya menjadi setara dengan ranah Jalan Surgawi bintang 9.
__ADS_1
Di antara murid baru itu, ada salah seorang yang menyeringai melihat tingkat kultivasi Qin Tian yang hanya di ranah Jalan Surgawi.
Tetapi, dia tidak menunjukkan aura permusuhan maupun kebencian pada Qin Tian. Justru mata orang itu memancarkan sebuah kekaguman yang sangat mendalam.
Beberapa saat kemudian, Qin Tian dan Tang Yue Lin telah tiba di kamar tempat Yun Ling menunggu.
" Ibu," ucap Qin Tian dengan hangat.
" Tian'er, Lin'er, kemari lah. Ada yang ingin Ibu katakan padamu," balas Yun Ling seraya menyuruh Qin Tian dan Yun Ling mendekat.
" Ada apa, Ibu?" tanya Qin Tian yang sudah duduk disebelah Yun Ling sambil menggenggam tangan Ibu nya.
" Ibu sudah lama memikirkan hal ini. Tetapi, Ibu enggan untuk menanyakannya padamu," jawab Yun Ling.
" Katakan saja, Ibu. Aku akan menjawab apapun yang akan Ibu tanyakan padaku."
Terlihat Yun Ling menghela nafas nya dengan kasar.
" Baiklah. Ibu hanya ingin kau menjawab dengan jujur, karena Ibu merasa kau adalah orang yang berbeda dengan sebelum kejadian yang menimpamu beberapa bulan yang lalu. Tetapi, Ibu sangat bersyukur bahwa kasih sayangmu terhadap orang tua tidak berkurang, bahkan bertambah," ungkap Yun Ling yang memang telah lama merasakan bahwa dirinya hanyalah jiwa yang dimasukkan di tubuh dengan rupa dan nama yang sama.
Di sisi yang lain, ia tidak ingin membohongi Yun Ling, yang bisa saja membentuk Iblis Hati karena rasa penyesalan dirinya yang sangat dalam.
Naluri seorang wanita memang sangat menyeramkan.
Beberapa saat setelah berpikir, akhirnya Qin Tian memutuskan untuk menjawab dengan jujur masa lalu yang ia lalui hanya kepada Ibunya.
" Baiklah, aku akan menjawab dengan jujur, Ibu. Tapi, aku mohon apapun yang Ibu ketahui setelah ini, tolong jangan menjauhiku," ucap Qin Tian yang berlutut serta memohon kepada Yun Ling.
" Baik, mungkin Ibu tidak akan penasaran lagi setelah mengetahui semuanya."
Lalu seberkas sinar berwarna hijau terang keluar dari jari telunjuk Qin Tian yang mengarah pada dahi Yun Ling. Apa yang ditunjukkan Qin Tian tentu tidaklah lengkap, karena ada kejadian-kejadian tertentu yang sengaja tidak ingin diperlihatkannya pada Yun Ling.
__ADS_1
' Kuharap Ibu masih tetap bersikap seperti biasa kepadaku,' Qin Tian membatin saat memberikan Yun Ling gambaran masa lalu dirinya yang sebenarnya. Itu semua akan menjawab semua rasa penasaran Yun Ling.
" Apakah hal ini tidak masalah, Gege?" tanya Tang Yue Lin yang sejak awal hanya diam saja disana.
" Aku juga berharap tidak akan ada yang berubah, Lin'er," jawabnya tanpa mengalihkan pandangan dari wajah Yun Ling.
Meskipun Yun Ling hanyalah Ibu yang melahirkan orang yang saat ini telah tiada dan dirinya yang sekarang sedang menempati tubuh orang itu, tetapi rasa sayang Qin Tian sangatlah besar padanya. Qin Tian juga merasakan suatu ikatan antara dirinya dan Yun Ling.
" Lebih baik aku jujur, dari pada tidak, yang mungkin saja akan membuat diriku tidak bisa menggapai puncak di masa depan," lanjut Qin Tian meraih tangan Istrinya.
" Semoga ini adalah jalan yang terbaik, Gege," balas Tang Yue Lin sembari memeluk hangat Qin Tian.
" Ya, semoga saja seperti apa yang kuinginkan."
Saat mereka sedang berpelukan, tiba-tiba Yun Ling membuka matanya yang sudah berair. Ia melihat Qin Tian, dan memanggilnya, yang membuat pelukan mereka berdua terlepas.
" Tian'er."
Qin Tian menoleh kearah Yun Ling dengan tatapan yang rumit.
Tanpa menunggu jawaban Qin Tian, Yun Ling mendekat lalu memeluk erat Qin Tian sambil menangis sejadi-jadinya.
" Ibu," ucap Qin Tian membalas pelukan Yun Ling dan juga ikut menangis, karena melihat Yun Ling yang sepertinya sangat sedih.
Karena ingatan yang diberikan Qin Tian memicu suatu gejolak dalam dirinya, yang membuat ia menjadi histeris seperti itu.
Yun Ling dan Qin Tian saat ini memang belum mengetahui nya, namun suatu saat mereka akan tahu jika mereka sudah ditakdirkan untuk bersama sebagai Ibu dan Anak.
Banyak rahasia yang belum terungkap sampai saat ini, namun sedikit demi sedikit Qin Tian akan mencoba untuk mengungkap semua itu.
Terlebih semua hal itu menyangkut tentang dirinya dan orang-orang sekitarnya.
__ADS_1
•••
Selamat Membaca.