Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
73. Xue Diao


__ADS_3

Telur itu seolah enggan untuk menyerap energi spiritual yang diberikan oleh Qin Tian. Namun, Qin Tian terus mencoba berbagai hal agar telur itu mengakui dirinya.


Dan langkah terakhir yang Qin Tian pikirkan adalah meneteskan darahnya. Meskipun hal ini memiliki resiko kegagalan yang sangat tinggi dibandingkan dengan apa yang dilakukan Qin Tian sebelumnya. Akan tetapi, ini adalah cara terakhir yang bisa ia lakukan agar bisa membuat kontrak dan menetaskan telur itu.


Dengan sebuah belati yang merupakan senjata kelas Surgawi, Qin Tian mulai menyayat telapak tangannya. Ia membuat darah itu langsung menetes di permukaan telur.


Namun, tidak seperti dugaan Qin Tian yang menganggap bahwa percobaan ini akan gagal, telur itu menyerap darahnya tanpa ada niatan untuk berhenti.


Darah yang menetes keluar semakin banyak dan deras, hingga membuat Qin Tian menjadi gelagapan karena merasa hampir seluruh darahnya terhisap.


" Sial!.. kau sangat rakus untuk ukuran sebuah telur!.." umpat Qin Tian.


Meskipun darahnya terhisap sangat banyak, regenerasi darah di tubuhnya juga tidak kalah cepat sehingga ia tidak perlu khawatir akan mati karena kekurangan darah.


Akan sangat konyol untuk didengar jika seorang Half Monarch tahap akhir mati karena kehabisan darah oleh sebuah telur.


" Awas saja, saat kau keluar nanti akan kuberikan kau pelajaran yang tidak akan pernah kau lupakan seumur hidupmu!.." umpat Qin Tian yang merujuk pada isi didalam telur.


Darah Qin Tian terus mengalir hingga lebih dari dua jam, setelah itu barulah telur tersebut memperlihatkan tanda akan berhenti menyerap darahnya. Hal ini membuat Qin Tian merasa lega.


" Akhirnya proses menyebalkan ini berakhir juga," Qin Tian menghela nafas saat merasakan sebentar lagi akan selesai.


" Cepatlah keluar hewan tidak tahu diri!.." lanjutnya mengumpat telur itu.


Tiba-tiba terdengar suara retakan yang berasal dari telur. Meskipun Qin Tian terus mengumpat telur tersebut karena merasa telah dipermainkan nya, mendengar suara retakan itu ia juga sangat senang.


Secara perlahan tanpa dibantu oleh Qin Tian seekor hewan terlihat keluar dari cangkang telur yang berukuran seperti kepala manusia itu.


" Rubah.." Qin Tian mengerutkan keningnya saat melihat hewan apa yang keluar dari dalam telur itu.


Namun yang berbeda adalah, jika rubah normal memiliki bulu putih dengan ekor yang berwarna hitam, rubah yang ditetaskan Qin Tian memiliki bulu berwarna hitam pekat dengan corak garis berwarna merah darah di sekujur tubuhnya.


" Breng*ek!.. usahaku sia-sia!.." umpatnya lagi.

__ADS_1


Ia berharap yang berada didalam telur itu adalah seekor hewan yang terlihat gagah. Namun, kenyataannya adalah hewan lucu itu yang keluar dari sana.


Akan tetapi, Qin Tian melupakan satu fakta penting, rubah yang ditetaskan dirinya itu merupakan salah satu makhluk superior yang sangat langka keberadaannya.


Juga, dibalik kelucuan yang ditampilkan rubah, menyimpan segudang ancaman yang sangat menakutkan bagi siapa saja.


Rubah yang baru saja keluar itu segera mengenali Qin Tian yang bisa di anggap sebagai induknya. Hewan itu pun perlahan berjalan menuju Qin Tian dan menggigit jari Qin Tian yang masih terpaku pada khayalannya yang berharap akan mendapatkan hewan peliharaan yang gagah.


" Aauu.." Qin Tian mengaduh saat digigit oleh rubah. Walaupun tubuhnya sangat kuat namun dihadapan taring tajam rubah, tubuh Qin Tian layaknya sebuah kertas yang sangat mudah dirobek oleh sang rubah superior itu.


Saat melihat rubah yang seperti mendengkur mengusap kepalanya di kakinya, rasa marah Qin Tian perlahan-lahan menghilang.


Qin Tian mulai menunduk dan mengusap kepala rubah itu seraya berkata. " Mulai saat ini namamu Xue Diao."


Qin Tian hanya asal memberi nama, ia memang sangat lemah dalam memberi nama. Misalnya saja Lang Weidu yang merupakan bawahannya, nama itu hanya diambil Qin Tian berdasarkan spesies Lang Weidu.


Namun, Xue Diao melompat kegirangan serta menggeram bagaikan kucing dihadapan Qin Tian, itu seperti memberitahu jika ia sangat menyukai nama aneh yang diberikan Qin Tian padanya.


Saat ia melihat Xue Diao, naluri wanitanya mulai keluar dan mengangkat Xue Diao dan memeluknya.


" Mengapa aku baru tahu jika Gege menyukai hewan imut seperti ini," ucap Tang Yue Lin yang memeluk Xue Diao.


Sedangkan Xue Diao menatap Qin Tian seperti meminta tolong padanya. Namun, Qin Tian hanya mengangguk seakan mengatakan semuanya baik-baik saja.


" Namanya Xue Diao, dia baru saja menetas dari telur ini," ucap Qin Tian.


" Dari mana Gege mendapatkan telur itu?"


" Ini kudapatkan dari sebuah batu yang sudah lama berada di halaman Istana Kekaisaran Tang-mu, Lin'er," ucap Qin Tian.


" Benarkah, kenapa Ayah selama ini tidak mengetahuinya?"


" Itu karena telur itu sangatlah misterius, sangat sedikit aura kehidupan yang merembes dari telur itu," ucap Qin Tian kemudian menjelaskan bagaimana caranya ia bisa menetaskan telur itu. Jika itu orang lain, mungkin orang itu akan mati terlebih dahulu sebelum telur itu menetas.

__ADS_1


Tang Yue Lin mengangguk paham sambil terus memeluk erat Xue Diao seolah enggan untuk melepaskannya.


" Baiklah, kalau begitu aku akan keluar lagi. Urus saja Xue Diao, dan juga beri dia herbal terbaik yang kita miliki Lin'er," ucap Qin Tian.


" Baik Gege," Tang Yue Lin merasa sangat senang dapat mengurus hewan mungil lucu, karena sedari dulu ia sangat menyukai beberapa hewan seperti kucing dan lain sebagainya.


Qin Tian belum menyadari kekuatan Xue Diao saat ini, ia masih belum bisa melacaknya meskipun jiwanya dan Xue Diao sudah terhubung. Namun, ia tidak memikirkan hal itu, karena baginya itu sangat merepotkan.


...• • • • •...


Pagi harinya, Qin Tian dan Qin Zhong bertanya pada Xing Shu, dimana ia bisa membeli monster kuda untuk menjadi tunggangan.


Xing Shu menjelaskan ia hanya perlu berjalan kaki kearah gerbang kota tempat ia masuk kemarin, disana ada beberapa peternak binatang monster yang menjual berbagai jenis monster untuk dijadikan tunggangan.


" Terima kasih atas informasinya, Nona," ucap Qin Tian sambil memberi satu kantung yang berisi beberapa batu roh tinggi padanya.


Saat melihat Qin Tian akan memberinya sesuatu, Xing Shu mendadak menjadi gugup. " Ti–tidak perlu Tuan."


" Terima saja," ucap Qin Tian meninggalkan kantung itu di meja didepan Xing Shu.


Lalu ia dan Qin Zhong melangkah keluar penginapan untuk mencari tempat yang telah diberitahu Xing Shu.


Tidak butuh waktu yang lama untuk mereka menemukan tempatnya, karena beberapa orang lain juga banyak yang datang kesana.


Qin Tian mulai melihat satu persatu binatang monster yang dijual, meskipun banyak binatang monster yang kecepatannya diatas rata-rata, tetapi Qin Tian berniat untuk membeli binatang monster yang terlihat gagah.


Itu karena ia masih merasa sedikit kesal dengan kejadian kemarin malam.


•••


Maaf cuma 1 🙏.


Terima Kasih.

__ADS_1


__ADS_2