
Meski Qin Tian sangat ingin cepat sampai di Benua Tengah. Namun, saat ini ia justru mengajak Tang Yue Lin untuk singgah di beberapa Kota yang ada di Benua Utara. Udara dingin disini mengingatkan dirinya dengan Benua Antartika yang ada di Bumi.
Qin Tian tentu mengingat dengan jelas Benua Antartika, karena disanalah dirinya di tembak mati oleh tentara yang terdiri dari gabungan hampir seluruh Tentara Elite di Bumi.
Mengingat kejadian dulu, membuat Qin Tian menghela nafas dengan kasar.
" Ada apa, Gege?" tanya Tang Yue Lin terheran melihat perubahan sikap Qin Tian.
" Tidak ada apa-apa, Lin'er. Aku hanya mengingat saat-saat terakhirku di Bumi," jawabnya dengan lembut.
" Apakah kita bisa kembali ke Bumi?" tanya Tang Yue Lin lagi.
" Entahlah, tetapi dari yang ku ketahui kita tidak bisa kesana," jawabnya.
" Kenapa?"
" Karena disana ada penghalang khusus yang menghalangi makhluk-makhluk dari dunia lain untuk kesana, jika tanpa artefak khusus kita tidak akan pernah bisa kembali. Meskipun kita bisa kembali, kita juga tidak akan bisa menggunakan energi spiritual kita disana," ujar Qin Tian yang mengetahui hal itu dari Pengetahuan Tiga Alam.
" Mengapa kita tidak bisa menggunakan energi spiritual disana, Gege?"
" Karena ada hukum mutlak yang mengatur penggunaan energi disana, jadi jika kita kembali lago ke Bumi, kita tidak ubahnya seperti manusia biasa."
" Ternyata ada sebuah pertahanan mutlak yang melindungi Bumi dan sekitarnya," ucap Tang Yue Lin yang sedikit mengerti dengan penjelasan Qin Tian.
" Ya begitulah, tetapi jika kita beruntung, kita mungkin bisa merubah sedikit pertahanan itu," ujar Qin Tian.
" Benarkah? Bagaimana caranya?"
" Kau akan tahu seiring perjalanan kita di masa depan nanti, Lin'er," jawab Qin Tian tersenyum.
Tanpa terasa, mereka yang sedari tadi berjalan santai sambil berbincang-bincang telah sampai di salah satu Kota di Benua Utara.
Kota itu unik, tidak seperti Kota yang lainnya. Karena disana semua rumah terbuat dari bongkahan balok es, seperti rumah Igloo di Bumi.
Ini pemandangan baru bagi Tang Yue Lin yang memang belum banyak mengenal tempat-tempat di Bintang Biru ini. Selama ini Tang Yue Lin hanya berdiam di Kekaisaran Tang saja.
Mereka ingin masuk ke dalam kota, tetapi ada beberapa masalah yang membuat keinginan mereka sedikit terhalang.
__ADS_1
" Apakah kami tidak bisa hanya untuk sekedar beristirahat di Kota ini?" tanya Qin Tian.
" Saat ini Kota dalam keadaan tertutup, orang luar tidak di izinkan untuk memasuki Kota," ucap penjaga itu melarang Qin Tian dan Tang Yue Lin.
" Apakah ada masalah?"
" Orang luar tidak berhak tahu, lebih baik kalian berdua pergi dari sini. Atau jika kau tetap memaksa ingin masuk, tinggalkan wanita mu untuk menghangatkan ranjang kami," ucap penjaga itu sambil tertawa bersama temannya.
" Benar, lelaki sepertimu pasti tidak akan bisa memuaskan hasratnya, tapi kami bisa memberikan dia kepuasan yang tidak akan dia lupakan," ucap seorang penjaga lainnya.
Beberapa penjaga disana memasang wajah penuh nafsu saat menatap Tang Yue Lin yang memang merupakan kecantikan tak tertandingi. Bentuk tubuh yang sangat menggoda pun menjadi nilai tambah bagi kecantikannya.
Tang Yue Lin yang mendengar itu menjadi sangat marah, lalu dia berkata. " Apa kalian yakin mampu untuk membuatku puas?" ucapnya.
" Kau pasti puas setelah merasakan malam yang panjang bersama kami. Hahaha."
" Kalau begitu, biarkan aku bermain bersama mereka sebentar, Gege," pinta Tang Yue Lin pada Qin Tian.
" Baiklah, lakukan dengan cepat Lin'er," jawab Qij Tian.
Mendengar jawaban Qin Tian membuat Tang Yue Lin tersenyum hangat kepadanya, ia lalu menghilang dari tempatnya berdiri sekarang.
Seketika tubuh kelima penjaga itu berubah membeku menjadi sebongkah es. Kelima nya tidak mengetahui bagaimana cara mereka mati.
" Inilah yang kalian dapatkan saat mempunyai niat jahat padaku," ucap Tang Yue Lin memandang rendah mereka.
" Apa kalian juga ingin seperti mereka?" tanya Tang Yue Lin pada beberapa penjaga lainnya yang melihat kejadian itu.
Tang Yue Lin tidak menyerang mereka yang tidak ikut-ikut saat merendahkan dirinya dan Qin Tian.
" Ti–tidak, Nona. Justru kami berterima kasih kepada kalian karena telah membunuh mereka berlima."
" Apa maksudnya? Apakah mereka bukan bagian dari Kota ini?" kali ini Qin Tian yang bertanya.
" Bukan, Tuan. Mereka adalah sekumpulan perampok yang datang kesini setelah masalah beberapa waktu yang lalu berakhir," ucapnya dengan gugup.
" Oh, jadi mereka datang untuk memanfaatkan situasi. Kalau begitu, bukan hanya mereka yang ada disini, apakah aku benar?"
__ADS_1
" Iya, Tuan. Pemimpin perampok itu saat ini sedang menyandera Tuan Kota dan semua keluarganya, oleh karena itu kami tidak berani melapor pada Kekaisaran maupun Sekte didekat Kota ini."
" Tunjukkan pada kami berdua dimana mereka sekarang," ucap Tang Yue Lin.
" Baik Tuan, Nona. Silahkan ikuti kami," jawab penjaga itu dengan penuh hormat.
Qin Tian dan Tang Yue Lin mengikuti langkah kaki dua penjaga yang menunjukkan arah dari kediaman Tuan Kota. Meskipun Qin Tian sudah mengetahui dimana kediaman Tuan Kota saat ini, tetapi dia tetap mengikuti dua penjaga itu.
Kota itu terlihat sangat indah, karena tata letak rumah nya sangat rapi, sehingga itu menjadi daya tarik tersendiri untuk Kota ini.
Sepanjang perjalanan menuju ke kediaman Tuan Kota, Qin Tian sudah menyiapkan beberapa hadiah untuk para perampok. Dan hal ini membuatnya menjadi bersemangat.
Tetapi, saat merasakan bahwa tingkat kultivasi pemimpin perampok itu hanya berada di ranah Nirwana puncak seketika rasa semangat itu pudar.
Dia berharap pemimpin perampok itu setidaknya di ranah Half Saint puncak, jadi dia bisa mencoba sesuatu pada pemimpin perampok.
' Padahal aku sudah memikirkan beberapa siksaan yang akan membuatku senang, tetapi sepertinya itu tidak akan pernah terjadi disini. Mungkin aku akan mencobanya saat sudah naik ke Benua Immortal atau Benua Surga,' Qin Tian membatin.
" Ada apa Gege?" tanya Tang Yue Lin.
" Apakah kau ingin menyiksa orang itu, Lin'er. Aku merasa dia sudah melakukan ke kejian yang sangat tidak manusiawi pada Tuan Kota serta Istri dan Anak Tuan Kota ini," bisik Qin Tian.
Qin Tian sangat mengetahui sifat Tang Yue Kin yang tidak akan pernah bosan menyiksa orang seperti pemimpin perampok.
" Apa saja yang mereka lakukan?"
" Hampir sama seperti apa yang dikatakan para penjaga didepan tadi, tetepi ini lebih parah," ucap Qin Tian memprovokasi Tang Yue Lin.
Dia sengaja menambahkan sedikit minyak pada api yang sudah membesar. Itu terlihat dari raut wajah Tang Yue Lin yang terlihat sangat marah.
" Akan kuberikan dia kematian yang sangat indah," ucap Tang Yue Lin tersenyum jahat seperti tokoh antagonis di suatu film.
" Berikan Suami mu ini pertunjukkan yang menarik, Lin'er," ucap Qin Tian.
" Baiklah, Gege. Akan kuberikan pertunjukan menarik untukmu," jawab Tang Yue Lin.
' Pertunjukan di mulai,' Qin Tian membatin senang.
__ADS_1
•••
Selamat Membaca.