
Sekte Matahari Hitam.
"Jadi, apakah kalian sudah puas?" Qin Tian bertanya setelah memberikan mereka berdua beberapa pengetahuan tentang alkemis.
"Sudah, Tuan Muda!" ucap mereka serempak.
"Lalu, Bisakah aku menggunakan portal itu untuk menuju ke Benua Tengah?" tanya nya lagi.
"Bisa, Tuan Muda. Tapi sebelum Anda pergi, saya ingin Anda memilih beberapa harta Sekte ini," pinta Liu Mubai.
"Itu tidak perlu, kau bisa menggunakan harta sekte mu untuk murid-murid sekte ini," ucap Qin Tian.
"Tapi, Tuan Muda... Mungkin saja ada yang menarik minat Anda didalam ruang harta. Jadi, saya mohon, ini adalah hadiah kami karena Anda telah membuka mata saya yang selama ini merasa paling tinggi dalam bidang alkemis," ujar Liu Mubai dengan memohon.
"Baiklah," jawabnya yang membuat wajah Liu Mubai sangat cerah seperti sinar mentari pagi.
Mereka bertiga kemudian menuju ke ruangan harta Sekte Matahari Hitam. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai disana karena jaraknya juga tidak jauh dari ruangan Liu Mubai.
Beberapa penjaga yang melihat kedatangan Pemimpin Sekte mereka pun bergegas membukakan pintu ruangan harta. Lalu mereka bertiga memasuki ruangan itu.
"Bagaimana, Tuan Muda?" Liu Mubai bertanya sambil melihat raut wajah Qin Tian, berharap ada sesuatu yang bisa menarik perhatian nya.
Qin Tian masih diam mengedarkan pandangan nya untuk melihat keseluruhan dari ruangan itu. Dan akhirnya pandangan nya tertuju pada sebuah seruling yang berada didalam sebuah kotak kaca.
Melihat arah pandangan mata Qin Tian, Liu Mubai langsung menjelaskan tentang seruling giok tersebut.
"Tuan Muda, itu hanyalah seruling giok biasa. Karena warna nya yang bagus, dan juga daya tahan nya sangat luar biasa, maka dari itu Pemimpin Sekte ini sebelumnya menyimpan benda ini di ruang harta."
Dia hanya mengangguk mendengar penjelasan Liu Mubai. Namun, berbanding terbalik dengan apa yang dia pikirkan.
'Artefak tingkat Kuno pun tidak akan bisa berguna ditangan orang yang tidak tepat,' batin Qin Tian.
"Apakah aku boleh mengambil itu?" Qin Tian bertanya dengan wajah seolah tidak menginginkan benda itu.
"Jika Anda mau, Anda bisa mengambil apa saja yang ada disini, Tuan Muda," jawab Liu Mubai yang tidak keberatan jika Qin Tian mengambil apa saja di ruang harta. Bahkan, jika Qin Tian berniat mengambil seluruh harta sekte nya, dia tidak akan keberatan sama sekali.
__ADS_1
Prinsip hidup nya mengatakan jika pengetahuan lebih berharga daripada harta apapun. Percuma memiliki banyak harta tetapi tidak memiliki pengetahuan.
Harta yang banyak akan menimbulkan banyak masalah juga jika tidak memiliki pengetahuan untuk mengelola harta tersebut. Tetapi, dengan memiliki banyak pengetahuan akan memberikan harta yang setimpal.
Itulah yang dia yakini, maka dari itu dia sangat menghormati orang-orang yang lebih berpengalaman dan berpengetahuan lebih luas daripada dirinya.
"Ini saja yang aku inginkan, selebihnya tidak perlu," ucapnya seraya memegang kotak yang telah berpindah tempat ke tangannya.
"Urusanku disini sudah selesai. Sekarang buka portal ke Benua Tengah untukku."
"Baik, Tuan Muda. Mari kita kesana."
Lalu mereka berjalan dengan santai sambil membicarakan beberapa hal mengenai kultivasi dan juga alkemis menuju ke arah portal teleportasi.
"Tuan Muda, jika berkenan saya mohon agar Anda mampir lagi ke Sekte-ku ini," ucap Liu Mubai sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
Qin Tian hanya mengangguk dan balas menangkupkan tangannya kearah mereka berdua. Meskipun nada bicaranya terdengar seperti Tuan Muda sombong sekaligus arogan, tapi tidak dengan perilaku nya.
"Kurasa itu tidak perlu. Aku yakin kita akan kembali bertemu, tidak lama lagi," ucap Qin Tian.
Acara puncak ini kemungkinan perang terakhir yang akan melibatkan seluruh kultivator Aliran Hitam beserta Ras Iblis yang sudah dibangkitkan. Namun, tidak dengan Pemimpin dari Ras Iblis yang masih tersegel di salah satu tempat yang paling misterius di Lima Benua.
Tempat yang di yakini sebagai tempat paling misterius itu ada di Benua Utara. Namun, hingga kini tidak ada satupun manusia yang berhasil sampai disana dengan selamat. Kebanyakan dari mereka akan tewas seketika di pertengahan jalan menuju ke pusat segel penjara abadi untuk Pemimpin Ras Iblis.
Tujuan utama dari acara puncak ini adalah pengorbanan para pemuja terhadap sosok Tuan-nya yang saat ini masih di segel. Sosok yang sangat ganas, kejam, kuat. Eksistensi yang seharusnya tidak pernah ada di Bintang Biru.
Hal itu akan menjadi perang pertama Qin Tian setelah kembali hidup di dunia yang berbeda.
• • • • •
Benua Tengah.
Qin Tian muncul ditempat yang tidak dia ketahui, tapi dia yakin jika saat ini dia sudah berada di Benua Tengah. Melihat dari kepadatan energi spiritual disana, tentu tidak sulit untuk membandingkan dengan Benua yang lainnya.
Di daerah pesisir pantai wilayah barat Benua Tengah, Qin Tian sedang menikmati waktu tenang nya sendiri, hingga tak lama kemudian dia mengeluarkan Tang Yue Lin dari dalam dunia jiwa nya.
__ADS_1
"Tempat ini sangat indah," ucapnya tanpa menoleh kearah Tang Yue Lin.
Tang Yue Lin yang mendengar ucapan Qin Tian langsung melihat kearahnya, lalu mengikuti arah pandangan Qin Tian. "Benar, selain itu, energi spiritual disini lebih padat hampir sepuluh kali lipat dibanding Benua Timur."
"Selain itu, mengapa kau tidak langsung mencari kakek mu?" tanya Tang Yue Lin.
"Kemarilah," jawab Qin Tian menepuk pahanya menyuruh Tang Yue Lin duduk disana.
"Tidak perlu terburu-buru Lin'er, dari penjelasan kedua Pemimpin Sekte sebelumnya, aku sudah mengetahui jika Kakek-ku masih hidup. Tapi jangan katakan pada Ayah maupun Ibu mengenai hal ini."
"Memangnya kenapa?"
"Kau akan mengetahui nya nanti," Qin Tian menjawab sambil mencubit hidung Tang Yue Lin.
"Tian... Em, apakah sekarang aku harus merubah panggilanku padamu?" Tang Yue Lin dengan takut mengungkapkan apa yang ingin ditanyakan nya pada Qin Tian.
"Itu terserah padamu. Aku tahu panggilan seperti ini sangat tidak cocok untuk kita yang sudah mengelilingi hampir seluruh wilayah di Bumi semasa kita hidup disana. Tapi, tubuh kita sekarang seakan tidak merestui untuk mengikuti apa saja yang sudah melekat di otak kita," jawabnya dengan lembut.
"Baiklah, aku akan mengikuti apa yang hatiku inginkan. Karena, sebetulnya aku sudah mulai terbiasa dengan kehidupan disini, dan sempat melupakan kehidupan kita dulu," ujar Tang Yue Lin.
Qin Tian hanya mengangguk dengan senyum tipis menyertai di wajahnya.
"Lin'er apakah kau ingin ini?" Qin Tian bertanya seraya mengeluarkan senjata yang paling dia sukai dulu saat di Bumi.
Mata Tang Yue Lin berbinar saat melihat apa yang akan di berikan Qin Tian padanya. Ya, itu adalah Cold Python.
"Aku akan mengajarimu cara menggunakannya,"
Lalu Qin Tian mengajarkan Tang Yue Lin cara mengontrol kekuatannya pada Cold Python yang dibuatnya, agar tidak mengalami pembalikan energi yang akan menyebabkan cedera pada pengguna senjata itu.
Hampir tiga jam berlalu, Tang Yue Lin mulai terbiasa menggunakan Cold Python buatan Qin Tian. Setelah itu dia beristirahat di gubuk kecil yang baru saja selesai dibuat.
•••
Selamat Membaca.
__ADS_1